C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Senin, April 18, 2011
Memotret Isue Perang Salib dan Kebangkitan Islam di Jalur Sutra
Cara AS Membantai Rakyat Palestina
AS dan Israel Dalangi Virus Stuxnet
"Penyelidikan dan studi memperlihatkan sumber Stuxnet berasal dari rejim Zionis dan Amerika," kata komandan organisasi pertahanan sipil Iran, Gholam Reza Jalali, sebagaimana dikutip dari AFP.
Jalali adalah pejabat pertama Iran yang menuduh dua musuh bebuyutan Teheran mengenai virus Stuxnet. Para ahli komputer Jerman dan sebagian laporan media Barat telah menunjukkan Amerika Serikat dan Israel berada di belakang virus tersebut.
Stuxnet secara terbuka diidentifikasi Juni lalu dan dilaporkan bermutasi serta menimbulkan kekacauan pada peralatan industri yang menggunakan komputer di Iran dalam beberapa bulan kemudian.
"Worm" tersebut dilaporkan mengincar pembangkit listrik tenaga nuklir Bushehr, tempat beberapa masalah teknis telah dituding sebagai penyebab penundaan dalam membuat instalasi itu beroperasi secara penuh.
Jalali mengatakan segera setelah menyusup ke dalam satu sistem, virus tersebut mulai mengumpulkan informasi dan kemudian mengirim laporan dari mesin yang terinfeksi ke alamat Internet yang sudah dituju.
"Setelah mengikuti perkembangan laporan yang dikirim, maka jelas lah bahwa tujuan akhir (semua laporan ini) adalah rejim Zionis dan Negara Bagian Texas di Amerika Serikat," kata Jalali sebagaimana dikutip IRNA.
Pada Maret, seorang ahli komputer Jerman Ralph Langer mengatakan ia percaya Amerika Serikat dan dinas rahasia Israel, Mossad, telah mengirim virus Stuxnet ke program nuklir Iran.
Tapi harian New Yor Times lah yang pertama kali melaporkan pada Januari bahwa dinas intelijen AS dan Israel bekerja-sama untuk mengembangkan worm komputer tersebut untuk menyabot upaya Iran membuat bom nuklir.
Pada November 2010, Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad mengakui pengayaan uranium --bagian paling kontroversial dalam program nuklir Teheran-- telah mengalami gangguan akibat program jahat tapi menambahkan masalah itu telah diselesaikan.
Ambisi nuklir Iran menjadi inti konflik antara Teheran dan Barat, yang menuduh Republik Islam tersebut berusaha mengembangkan kemampuan senjata dengan kedok upaya nuklir sipil. Iran telah berulangkali membantah tuduhan itu.
Lanal Pontianak Terima Kedatangan KRI Salawaku-642 Dan KRI Badau-643
![]() |
| Kedua KRI sedang sandar di Lanal Pontianak |
Rute perjalanan dari Bandar Sri Begawan menuju Jakarta, masuk wilayah perbatasan Indonesia. Kedua KRI hibah dari Brunei tersebut dikawal oleh KRI Kala Hitam-828 sampai dengan Jakarta.
| KRI Kala Hitam - 828 pengawal kedua KRI dari Brunei. |
Perompak Somalia Sudah Sepakati Uang Tebusan
Ahmadinejad : AS Ciptakan Permusuhan Syiah - Sunni
Hubungan RI-Turki Masuki Era Baru
Ketua Komisi I DPR RI (bidang Luar Negeri, Pertahanan, Intelijen, Komunikasi & Informasi), Mahfudz Siddiq. "Sebelumnya, sekitar 20 tahun tidak ada kunjungan kenegaraan Presiden kedua negara, dan atase pertahanan kedua negara baru diaktifkan kembali pada dua tahun terakhir. Karena telah disepakati sejumlah naskah kerjasama di berbagai bidang, termasuk bidang industri pertahanan," ungkapnya melalui hubungan komunikasi internasional, Senin pagi.
Mahfudz, yang saat ini sedang berada di Turki untuk melakukan kunjungan kerja bersama Komisi I DPR menjelaskan, agenda pertama Timnya ke Turki, Minggu malam tadi, adalah menggelar pertemuan dengan Duta Besar (Dubes) RI, Nahari Agustini beserta jajarannya, dilanjutkan ramah-tamah bersama WNI yang tinggal di Turki.
Saat ini, volume Perdagangan kedua negara kian membesar, kata Mahfudz, dan kinerja KBRI di Ankara meningkat tajam, seiring membesarnya volume perdagangan kedua negara. "Volumenya akan didorong bisa capai US$5 milyar pada tahun depan. Karena itu KBRI Ankara sedang siapkan rencana pembukaan Konsul Jenderal (Konjen) di Istanbul," paparnya.
Komisi I DPR RI, menutnya, mendukung rencana pembukaan Konjen, dan akan upayakan anggaran pada APBNP 2011. "Hari Senin (18/4) ini, agenda Tim Komisi I akan bertemu dengan Menteri Pertahanan (Menhan), Wakil Parlemen, Kepala Intelijen dan kunjungan ke industri pertahanan, yaitu MKEK dan TAI. Kegiatan akan berlangsung dari jam 08.00 hingga 17.00 waktu setempat," ungkapnya.
Mengenai Kunker Anggota DPR RI ke LN, ia berpedoman pada Undang Undang dan Tata Tertib yang berlaku. "Bahwa khusus Komisi I, tugas pokok dan fungsi (Tupoksi)-nya sesuai amanat rakyat, ialah, melaksanakan berbagai tugas Legislasi, Pengawasan, 'Budgeting' berkaitan dengan urusan Luar Negeri, Pertahanan, Intelijen, Komunikasi dan Informasi," pungkas Mahfudz Siddiq.
Panglima TNI: Selesaikan Secara Demokratis
| Panglima TNI Agus Suhartono |
“Ke depan, sengketa tersebut dapat diselesaikan dengan cara-cara demokratis dan sesuai koridor hukum yang berlaku,” kata Panglima TNI melalui Kepala Pusat Penerangan TNI, Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul dalam siaran persnya, Senin, 18/4.
Kapuspen TNI menjelaskan, bentrokan berawal dari sejumlah massa sekitar 100 orang warga Desa Sestrojenar, Kecamatan Bulus Pesantren, Kabupaten Kebumen, dengan senjata tajam dan pentungan, menghadang dan menghalangi rombongan Mabes TNI AD yang menuju Dislitbangad selesai meninjau latihan menembak di desa Ambal.
Anggota TNI dari Dislitbangad berusaha untuk menghalau agar massa tidak melakukan penghadangan. Warga tersebut melakukan protes mengenai lahan sengketa di desa mereka yang dijadikan tempat latihan menembak. Atas protes tersebut, sebenarnya TNI AD sudah memindahkan latihan menembak ke Desa Ambal dan juga ke daerah Lumajang Jawa Timur, sehingga tidak ada lagi latihan menembak di desa yang dipersengketakan. “Namun karena kurangnya komunikasi, warga setempat tetap berunjuk rasa secara anarkis dengan memblokade jalan menuju Dislitbangad. Bahkan merobohkan gapura dan antena pemancar milik Dislitbangad,” katanya.
Menghadapi hal tersebut, lanjut Kapuspen TNI, prajurit TNI AD masih tetap berupaya menenangkan massa secara persuasif, namun tetap tidak diindahkan oleh massa. Melihat situasi protes yang semakin anarkis dan membahayakan prajurit serta keamanan Markas Dislitbangad, prajurit TNI AD mengambil langkah sesuai prosedur yaitu memberikan tembakan peringatan ke atas namun tetap tidak dihiraukan. Massa bahkan secara brutal menyerang aparat TNI AD, yang akhirnya terjadilah insiden bentrok yang mengakibatkan korban di kedua belah pihak.
Komisi I Komparasi UU Intelijen, Alutsista
"Terima kasih benyak atas dukungannya. Kami Komisi I memang telah membuat program-program yang sangat jelas dalam kunjungan kerja kali ini," ujar Politis Muda Partai Golkar ini, melalui hubungan telepon internasional, Senin.
Sekalipun begitu, ia dkk menganggap positif tentang masih adanya pihak kurang memahami bahkan mengeritik agenda Kunker ke LN sebagai aktivitas menghambur-hamburkan uang, dan momentumnya kurang pas, karena DPR tengah disorot soal pembangunan gedung barunya.
"Saya dapat jelaskan, selain tentang Alat Utama Utama Sistem Persenjataan (Alusista) dan Badan Usaha Milik Negara Strategis (BUMNIS) di bidang produksi peralatan militer," ujaranya.
Lebih dari itu, menurutnya, komisinya pun akan bertemu para Senator dalam rangka komparasi Undang Undang (UU) Intelijen, UU Penyiaran dan UU Pemberdayaan BUMNIS Peralatan Militer.
"Semua ini kami programkan untk memperkuat seluruh Rancangan Undang Undang (RUU) yang sedang Komisi I selesaikan tersebut," katanya.
Ini penting, demikian Zaki Iskandar, agar seluruh RUU tersebut menjadi UU yang valid dan kuat dalam mengantisipasi semua hal.
"Contohnya perkembangan teknologi (menyangkut Alutsista dan peralatan militer, penyiaran) dll," tuturnya.
Dikatakannya, pihaknya memang sudah berusaha dengan mencoba mencari data melalui internet, tapi tidak bisa berdiskusi langsung (untuk mendapatkan kejelasan sedetilnya).
"Karena mitra-mitra diskusi Komisi I tidak akan kirim infonya via `email` atau surat-surat dalam bentuk lain yang menyangkut rahasia-rahasia Negara, mungkin karena pengalaman skandal `Wikileaks`," ungkapnya.
Bilateral Dengan Turki
Sementara itu, mengenai kunjungan ke Turki, demikian Zaki Iskandar, dijadualkan bertemu langsung dengan Presiden Negara tersebut.
"Kami akan membahas kelanjutan dari pembicaraan bilateral antar kedua negara, khususnya di bidang kerjasama pertahanan dan yang lainnya," ujarnya.
Selain itu semua, lanjutnya, kunjungan Komisi I DPR pun akan langsung mengecek kegiatan beberapa Kedutaan Besar (Kedubes) dan Konsulat RI di Luar Negri.
"Antar lain, dengan bertemu langsung dengan WNI kita di luar dalam rangka mengawasi dan mengevaluasi kinerja para diplomat kita," ujarnya.
Bagi Zaki Iskandar, ini semua merupakan tugas-tugas pokok Komisi I DPR RI.
"Kenyataannya, seharusnya justru Komisi I yang banyak melakukan kunjungan kerja (Kunker) ke LN, tetapi malah kami yang paling sedikit melakukan itu," ungkapnya.
Itu terjadi, karena Zaki Iskandar dkk sudah sepakat, kalau Komisi I DPR RI Kunker ke LN, semua harus dengan program yang jelas, dan sesuai kebutuhan kerja Dewan.
"Jadi kunjungan Komisi I dapat terlaksana dengan efektif, efisien dan produktif. Sekali lagi saya ucapkan terima kasih banyak atas pengertian dan dukungan ANTARA," pungkas Zaki Iskandar.
Perompak Somalia Duga Kapal Perang Indonesia Mendekat
Justru, saat ini sebuah kapal perang dilengkapi helikopter yang diduga berasal dari Indonesia tengah berada 5-10 mil laut (9 km sampai 18 km) di dekat kapal Sinar Kudus.
Saat Media Indonesia berupaya menghubungi kapten kapal Sinar Kudus Slamet Juari, telepon diangkat oleh seseorang dalam bahasa Inggris dengan logat Somali.
"Anda tidak bisa berbicara dengan kru kapal sekarang. Anda tidak bisa berbicara dengan mereka hari ini," ujar Salool, salah satu perompak Somalia, kepada Media Indonesia melalui sambungan internasional, Minggu (17/4).
Salool mengatakan, PT SI telah menjanjikan pengiriman uang tebusan US$3 juta mulai Senin (18/4) ke depan. Meski begitu, hingga kini PT SI belum memberi kepastian mekanisme uang tersebut akan dikirim.
Sebuah kapal perang yang menurut Salool, berasal dari Indonesia justru tengah mendekati kapal yang dibajak sejak 16 Maret tersebut.
" Warship (kapal perang) ini dilengkapi dengan helikopter. Saat ini mereka belum menyerang, tetapi mereka hanya mendekat. Bilang sama perusahaan itu untuk menepati janji mereka secepatnya. Nasib para kru kapal tergantung akan apa yang mereka lakukan," cetus Salool.
"Apabila kapal perang itu menyerang kami, kru Anda yang akan mendapatkan masalah," tambah Salool sebelum telepon ditutup.
TNI Bungkam tentang Kabar Operasi Militer di Somalia
Kepala Pusat Penerangan Mabes TNI, Iskandar Sitompul mengatakan, TNI tetap akan mengacu pada sikap pemerintah seperti disampaikan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto pada Jumat (15/4).
"Tidak semuanya dapat disampaikan kepada masyarakat. Pada dasarnya panglima TNI siap, seperti apa yang disampaikan terakhir kali waktu Menkopolhukam konferensi pers, posisi kita masih sama seperti itu," ujarnya ketika dihubungi Minggu (17/4).
Menurutnya, pertimbangan untuk mengedepankankan negosiasi berdasarkan pada keinginan keluarga sandera. Negosiasi, ujarnya, menjadi pilihan atas pertimbangan keselamatan 20 anak buah kapal (WNI) yang menjadi sandera.
"Kalau pemerintah masih mengedepankan negosiasi ya negosiasi. Keluarga kan meminta lebih diutamakan negosiasi. Mereka tidak ingin operasi militer," tambah Iskandar.
Meski demikian, Iskandar enggan menanggapi keterangan perompak Somalia tentang keberadaan sebuah kapal perang yang mendekati Kapal Sinar Kudus dalam radius lima sampai sepuluh mil laut.
Mabes TNI pun enggan untuk mengkaitkan perkembangan operasi militer dengan masalah negosiasi. Berdasarkan keterangan perompak Somalia, hingga kini belum ada kepastian negosiasi tentang pengiriman uang tebusan.
"Kalau terkait negosiasi, silakan tanyakan langsung kepada pihak yang akan memberi tebusan. Masalah operasi militer tidak semua bisa kami sampikan pada masyarakat," pungkasnya.
Indonesia tidak Mungkin Ikuti Jejak Malaysia
Direktur Komunikasi dan Informasi Kementerian Politik, Hukum, dan Keamanan Sagom Tamboen mengatakan, jika kapal Sinar Kudus beserta 20 awaknya sudah dibebaskan, Indonesia tidak akan menyerang para pembajak yang dipimpin Mohamed Salah.
"Kalau informasi tentang negera lain tidak lengkap, jangan kita bandingkan. Kalau tidak ada lagi Warga negara Malaysia di kapal yang dibajak itu, tidak mungkin angkatan lautnya menyerang para pembajak," kata Sagom yang sebelumnya merupakan Kapuspen TNI berpangkat Marsekal Muda saat dihubungi, Sabtu (16/4).
"Saya menggunakan logikanya. Kalau memang tidak ada warga negara Indonesia yang masih ditahan para pembajak, kenapa Indonesia harus melakukan serangan," imbuhnya.
Ia menegaskan, hukum internasional melarang suatu negara menyerang negara lain. Sekalipun dengan alasan untuk memerangi perompak. "Perompak itu sekarang sudah ada di negaranya. Kalau kita menyerang suatu negara dengan alasan menyerang sekelompok orang yang membajak kapal kita, kita berbuat sesuatu yang menyalahi ketentuan hukum internasional. Itu kan sama saja dengan perang," imbuhnya.
Indonesia akhirnya buka-bukaan soal penggunaan opsi militer untuk membebaskan kapal Sinar Kudus yang dibajak sejak pertengahan Maret lalu. Menko Polhukam Djoko Suyanto menegaskan, pemerintah sebenarnya sudah mengirimkan dua kapal perang kelas fregat dan satu helikopter ke perairan Somalia.
Dua kapal perang itu membawa pasukan khusus gabungan Korps Marinir TNI Angkatan Laut--Detasemen Jala Mangkara--dan Kopassus TNI Angkatan Darat. Jumlah personil yang dikerahkan adalah 401 orang. "Pemerintah sebenarnya sudah menyiapkan opsi keras termasuk mengirimkan pasukan militer," kata Djoko dalam jumpa pers di Jakarta, Jumat (15/4).
Sagom menambahkan, pasukan Indonesia kini sedang dalam posisi bersiaga di pantai timur Somalia. Mereka masih menanti perkembangan proses pembayaran antara pemilik kapal Sinar Kudus yakni PT Samudera Indonesia dengan para perompak. Sebelumnya dikabarkan PT SI setuju meemnuhi tunutan kompensasi untuk membebaskan 20 ABK WNI.
"Kita menunggu dari hasil kesepakatan antara PT SI dengan pembajak. Tentu kita sangat mengharapkan pembayaran tebusan dengan pembajak bisa terlaksana. Kapal beserta ABK bisa dibebaskan," ujar Sagom.
NASA Rilis Peta Langit
NASA di Los Angeles Sabtu (16/4) menyatakan peta langit ini bisa digunakan melalui internet. NASA mengakui banyak obyek dalam katalog peta langit yang dirilis secara online minggu ini telah diamati sebelumnya. Kendati begitu tetap ada penemuan baru yang signifikan.
Misi ini menemukan lebih dari 33.000 asteroid baru mengambang antara Mars dan Jupiter sertab ada 20 komet baru lainnya.
NASA meluncurkan wahana angkasa Wide-field Infrared Survey Explorer (WISE), yang membawa teleskop inframerah, pada bulan Desember 2009 untuk memindai kosmos secara rinci dan lebih halus dari misi sebelumnya. Pesawat ruang angkasa WISE, memetakan langit 1,5 kali selama misi 14 bulan. Hl lain yang dilakukan adalah merekam pergerakan lebih dari 2,5 juta objek langit dari orbit kutub.
Kemampuan pesawat ruang angkasa tersebut, papar NASA juga bisa mendeteksi cahaya panas membantunya menemukan benda berdebu, dingin dan jauh yang sering tidak terlihat oleh teleskop biasa.
“Data baru yang spektakuler ini mengingatkan kita bahwa Bumi tidak sendirian dan punya tetangga baru," kata Pete Schultz, seorang ilmuwan ruang di Brown University.
Iran Berhasil Atasi Virus Stuxnet
Tel Aviv Takut Mesir Anti Israel
![]() |
| Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu |
Iran-Lebanon Perkuat Barisan Hadapi AS
| Presiden Iran dan Lebanon berjabat tangan. |
Anggota TNI Semarakkan HUT INKAI
![]() |
| HUT INKAI kali ini mengambil tema 'Melalui dan bersama Inkai kita bangun Indonesia yang lebih baik'. Puspen TNI |
![]() |
| Semarak HUT INKAI ke 40 juga sebagaI bentuk solidaritas perhatian Inkai Indonesia atas bencana alam gempa bumi di Jepang. Puspen TNI |
![]() |
| Diharapkan dimasa mendatang untuk menambah prestasi anggota TNI yang tergabung dalam Inkai. Puspen TNI |
Kerjasama ASEAN-PBB: Comprehensive Partnership Kuatkan Kemitraan
Demikian disampaikan Plt. Kepala Badan Pengkajian dan Pengembangan Kebijakan (BPPK)/Direktur Jenderal Informasi dan Diplomasi Publik Kementerian Luar Negeri, Andri Hadi, saat membuka Forum Kajian Kebijakan Luar Negeri (FKKLN) dengan tema ‘Optimalisasi Kerjasama ASEAN-PBB: Prospek dan Peningkatan Peran Indonesia’, di Bogor, 15 April 2011.
Penguatan kemitraan tersebut dipandang sesuai dengan moto yang dicanangkan Indonesia dalam Keketuaannya pada ASEAN tahun 2011, yaitu ASEAN Community in a Global Community of Nations. Optimalisasi kerjasama ASEAN-PBB menjadi salah satu titik tolak fase evolusi berikutnya bagi ASEAN setelah terbentuknya ASEAN Community, lanjut Plt. Kepala BPPK.
Forum ini diselenggarakan oleh BPPK Kemlu bekerja sama dengan Ditjen Kerjasama ASEAN Kemlu dan diharapkan dapat menjadi wahana untuk bertukar fikiran dan pandangan terkait kerjasama ASEAN-PBB, dan sekaligus mengumpulkan masukan bagi penyusunan rekomendasi mengenai penguatan peran Indonesia dalam kerangka kerjasama komprehensif antara ASEAN dan PBB.
Forum dihadiri oleh kalangan pemerintahan terkait, akademisi, lembaga think tank, LSM, dan pemangku kepentingan lainnya, dan menghadirkan pembicara Dubes Makarim Wibisono, Dubes Bagas Hapsoro (Deputy Secretary-General of ASEAN for Community and Corporate Affairs), Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar (Deputi Sekretariat Wakil Presiden Bidang Politik), Dr. Mangadar Situmorang (Ketua Parahyangan Centre for International Studies, Universitas Parahyangan). Dubes Nadjib Riphat Kesuma (Deputi II Bidang Koordinasi Politik Luar Negeri - Kemenkopolhukam) sebagai pembahas dan Jose Tavarez, Direktur Mitra Wicara Antar Kawasan (MWAK) Ditjen Kerjasama ASEAN sebagai moderator.
Sejalan dengan yang disampaikan oleh Plt. Kepala BPPK, dalam keynote speech dengan judul ‘Penguatan Kerjasama ASEAN-PBB: Upaya Menuju ASEAN Community in a Global Community of Nations’, Dirjen Kerjasama ASEAN, Djauhari Oratmangun, menyampaikan bahwa salah satu upaya untuk meningkatkan peran global ASEAN adalah dengan memanfaatkan kerjasama ASEAN-PBB. Untuk itulah, pada KTT ke-3 ASEAN-PBB di Hanoi, Viet Nam tahun lalu, jauh-jauh hari Indonesia telah mengusulkan peningkatkan kemitraan ASEAN-PBB menjadi “Comprehensive Partnership”, yang telah disepakati Sekjen PBB dan para Pemimpin ASEAN.
Langkah awal untuk mendorong kemitraan komprehensif ASEAN-PBB adalah meningkatkan komunikasi ASEAN-PBB. Secara reguler, para Menlu ASEAN dan Sekjen PBB melakukan pertemuan tahunan di sela-sela Sidang Majelis Umum (SMU) PBB di New York, Amerika Serikat. Pada masa Keketuaan ASEAN oleh Indonesia di tahun 2011, Indonesia mengusulkan agar dilaksanakan pertemuan para Menlu ASEAN dan Sekjen PBB dalam format retreat untuk memberikan kesempatan diskusi yang lebih interaktif. Usulan Indonesia ini pun mendapat persetujuan, tegas Dirjen Kerjasama ASEAN.
Pembahasan dibuka oleh Dubes Makarim Wibisono yang menyampaikan bahwa kegiatan kepemimpinan ASEAN ditujukan untuk mewujudkan ASEAN Community tahun 2015. ASEAN juga harus aktif dan mempunyai konsep untuk menjembatani masalah-masalah yang ada seperti global warming.
Dalam paparannya, Dubes Bagas Hapsoro menjelaskan ASEAN selalu berupaya agar 3 pilar dapat berjalan secara bersamaan. Dalam kerangka PBB, ASEAN telah banyak menginspirasi inisiatif-inisiatif PBB dan ASEAN menghendaki agar PBB dapat juga berjalan sesuai dengan kepentingan negara-negara berkembang.
Mengenai kemitraan komprehensif, selalu ada perdebatan soal ukuran kemandirian. Keterlibatan asing (PBB) dipandang ‘membantu’ bila ‘kemitraan’ tidak mengancam ‘otonomi/interpendensi’ ASEAN. Demikian diungkapkan Dr. Mangantar Situmorang.
Lebih lanjut dijelaskan bahwa kemitraan komprehensif selalu punya resiko serta diperlukan lesediaan untuk menanggung resiko/biaya dan sekaligus kemampuan mengelolanya.
Prof. Dr. Dewi Fortuna Anwar menegaskan Indonesia perlu menunjukkan komitmen serius dalam merealisasikan ASEAN Community, khususnya APSC. Indonesia seyogyanya tetap pada sikap untuk mendorong upaya redefinisi dan reposisi terhadap nilai-nilai dan pola tradisionalnya di ASEAN, diantaranya prinsip non-intervensi, yang seringkali menjadi barrier bagi keinginan ASEAN untuk berinteraksi dalam Global Community of Nations.
ASEAN diharapkan dapat mengefektifkan mekanisme kerjasama dengan mitra dialog yang sudah ada, khususnya ASEAN+1 dan ASEAN-UN Summit, tambah Dewi Fortuna.
Forum ini dinilai sangat tepat pelaksanaannya, baik dari segi waktu maupun substansinya mengingat tahun ini Indonesia merupakan Ketua ASEAN.
Dengan mengusung tema “ASEAN Community in a Global Community of Nations", Indonesia berusaha membawa ASEAN untuk lebih berperan di berbagai isu global. Sebagai Ketua ASEAN, Indonesia juga menjadi koordinator kerjasama ASEAN-PBB. Untuk itu, Indonesia diharapkan dapat memanfaatkan kesempatan ini untuk meningkatkan peran ASEAN pada isu-isu global melalui kerjasama dengan PBB.
Peta Politik dan Dilema NATO
NATO Gagal, Perancis Bujuk Amerika Ikut Menyerang Libya
Cina Dukung Perombakan Struktur Dewan Keamaan PBB
Australia Ingin Hubungan Lebih Dekat Dengan NATO
































