C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Senin, September 24, 2012
Pelayaran Sail Morotai 2012 Berakhir
Rusia Siap Jual Jet Tempur Su-30s Ke Afrika
MOSCOW-(IDB) : “Tahun ini Rusia telah menerima pesanan enam jet tempur jenis Su-30 MK2 multiperan dari Uganda. Saat ini juga sedang dalam pembicaraan untuk diversifikasi kerjasama, “ kata Alexander Mikheyev .
Marinir Lepas Prajuritnya Untuk Satgas Puter
Satgas yang dipimpin oleh Kapten Marinir Bastian melibatkan 156 Prajurit terbaik Korps Marinir yang akan beraksi mengamankan pulau-pulau terluar yang terbentang di Wilayah Timur Republik Indonesia antara Sulawesi sampai dengan Papua.
Pada amanatnya yang dibacakan Kolonel Suhartono, Danpasmar-2 mengingatkan,”Saudara tahu bahwa penugasan yang dilaksanakan diperairan pulau terluar ini adalah untuk menjaga kewibawaan, mempertahankan wilayah dan menjaga keutuhan negara Kesatuan Republik Indonesia, dimana para prajurit dituntut harus mau bekerja keras dan bertindak sesuai prosedur serta aturan yang berlaku, oleh karenanya pedomani protap yang ada agar tidak salah dalam mengambil keputusan sehingga terhindar dari hal-hal yang tidak kita harapkan”.
Selanjutnya, orang nomor satu di Pasmar-2 ini juga menekankan,” Para Komandan mulai dari Danru sampai dengan Dansatgas dituntut harus memiliki moral yang baik serta dapat mengimplementasikan ilmu kepemimpinan lapangan yang dapat memberikan nuansa kesejukan dihadapan prajurit sehingga seluruh anggota satgas mengerti dan memahami tugas apa yang harus dilakukan sesuai situasi dan kondisi yang dihadapi”.
Sebelum meninggalkan lapangan apel Brigif-2 Mar, Danbrigif-2 Mar beserta Perwira Staf dan Perwira yang ikut deputasi upacara berkenan menyalami seluruh anggota satgas dengan ucapan “Selamat Bertugas, hati-hati, Jaga nama baik satuan dan Semoga sukses.
KRI FKO-365 Tiba Di Koarmatim Sepulang Dari Kakadu 2012
System Canggih Pesawat CN-295
Didukung FITS, CN295 mampu menunaikan berbagai misi antara lain mengangkut pasukan, kargo, evakuasi, komunikasi dan logistik, pencarian dan pertolongan (SAR), pengintaian dan pengendalian, sampai dropping udara, dengan waktu perubahan konfigurasi sangat cepat, sehingga mengurangi risiko terpapar musuh.
CN295 secara opsional juga dilengkapi sistem perlindungan diri antara lain cockpit berpanser, peringatan radar (RWR), peringatan rudal (MAWS), peringatan laser (LWS), dan pelontar bola api untuk mengecoh rudal, juga kemampuan mengisi bahan bakar di udara.
Pesawat ini dengan panjang body 24,45m, bentang sayap 25,81m, berat kosong 11.000kg, kecepatan jelajah 480km/jam ini juga tersedia dalam versi anti kapal selam dan sistem intelijen, pengintaian dan mata-mata yakni Airborne Early Warning and Control (AEW&C) dengan radar IAI/ELTA 4th Generation Active Electronically Scanned Array (AESA).
"Kemampuan serupa AWACS tersebut bisa mendeteksi musuh dalam radius 400km. Tambahan lainnya adalah persenjataan untuk mendukung pasukan darat, konvoi, fasilitas, dll," ujar Airbus Military Press Officer, Media Relations Communications Javier Lopez kepada detikcom, Rabu (19/9/2012).
Dalam peran militernya, CN295 bisa digunakan untuk pengangkutan taktis pasukan dan catu logistik yang diperlukan seperti air, makanan, amunisi, obat-obatan, dan suku cadang.
Juga penerjunan pasukan para, aktivitas antiterorisme, serta pengawasan perbatasan berkat sistem pengintaian di dalamnya.
Disebutkan bahwa pesawat ini juga ideal untuk misi-misi non militer antara lain pertolongan kemanusiaan dan evakuasi pada bencana alam, pengintaian dan pemantauan imigrasi ilegal, penyelundupan narkoba, pencurian ikan di wilayah laut Indonesia, pengawasan pencemaran laut, sampai penebangan liar (illegal logging).
Hal itu disampaikan Atase Pertahanan RI di Madrid Kolonel CAJ Erry Herman kepada detikcom seusai mendampingi Wakil Menteri Pertahanan Letjen (Purn) Sjafrie Sjamsoeddin, delegasi High Level Committee dan Dubes pada upacara serah terima 2 dari 9 pesawat CN295 di Airbus Military, San Pablo, Sevilla, Spanyol (19/9/2012).
Menurut Athan, sebanyak 9 pesawat CN295 ini dimaksudkan untuk menggantikan Fokker F-27 TNI AU yang memang sudah tua.
Sementara itu Press Officer, Media Relations Communications Airbus Military Javier Lopez dalam keterangannya menjelaskan, CN295 merupakan pesawat dengan jejakan ringan untuk memungkinkan operasi-operasi di landasan pendek kurang dari 670 meter dan landasan perintis lunak atau keras.
Kemampuan short take-off & landing/STOL (tinggal landas dan mendarat di landasan pendek, red) ini memungkinkan CN295 dioperasikan dalam medan paling sulit dengan kondisi terburuk untuk take off dan landing.
Dilengkapi dengan landing gear yang dapat dilipat dan kabin bertekanan, pesawat ini mampu menjelajah dengan ketinggian hingga 25.000 kaki.
Pesawat ini juga dirancang untuk memberikan karakter terbang tingkat rendah yang luarbiasa untuk misi-misi taktis sampai 110 knot.
Didukung dua mesin turboprop Pratt & Whitney Canada PW127G, CN295 memberi kemampuan manuver yang sangat baik, kinerja panas dan kinerja tinggi yang luarbiasa, juga irit konsumsi bahan bakar, sehingga daya tahannya sangat lama sampai sebelas jam di udara.
Desain sistemnya yang simpel dan tangguh, keandalannya yang teruji, kualitas terbangnya yang sangat baik dan fleksibilitasnya yang besar, serta kemampuan angkutnya yang luar biasa membuat CN295 "pekerja keras" paling efisien dengan biaya operasi dan pemeliharaan terbaik di kelasnya.
Selain itu CN295 juga memiliki kabin terpanjang di kelasnya, yang memungkinkan pesawat ini menunaikan misi harian menjadi optimal. Dengan panjang 12,7 meter, CN295 mampu membawa palet kargo lebih banyak sampai lima 88 x 108 inch standar HCU-6E.
CN295 memiliki keandalan luar biasa untuk setiap jenis operasi angkut militer atau pertolongan sipil dan kemanusiaan dalam medan paling bervariasi, mulai dari medan padang pasir sampai ke pegunungan, dari kawasan panas dan kering sampai lembab atau sangat dingin.
Sertifikasi sipil dan militer menjamin CN295 memenuhi tuntutan peraturan kelaikan penerbangan dan standar keselamatan internasional, termasuk persyaratan ketat FAR 25.
Airbus Military - PTDI Simbol Kemesraan indonesia Spanyol
Hal itu disampaikan Duta Besar RI untuk Kerajaan Spanyol Adiyatwidi Adiwoso Asmady kepada detikcom seusai upacara serah terima 2 dari 9 pesawat angkut taktis menengah militer CN295 di Airbus Military, San Pablo, Sevilla, Spanyol (19/9/2012).
"Ini suatu perkembangan yang sangat menyenangkan. Dengan adanya kerjasama kembali antara Airbus Military, dulu Casa, dan PTDI ini akan memberi sebuah fondasi baru untuk kepentingan generasi akan datang," ujar Dubes.
Menurut Dubes, proses menghidupkan kembali kerjasama antara kedua pihak untuk membangkitkan kembali industri strategis dirgantara di tanah air itu terhitung sangat cepat.
Diawali dengan pembicaraan antara dia dengan CEO Airbus Military Domingo Urea Raso pada November 2010. Hasilnya, antara November 2010 sampai Juli 2011 telah dilakukan pembahasan detil dan teknis dan dihasilkan MoU pertama. Pada Februari 2012 sudah ditandatangani kontrak kerjasama produksi CN295 antara Airbus Military dan PTDI.
"Sebagai Dubes saya merasa bangga sekali bahwa upaya yang saya rintis sejak 2010 akhirnya membuahkan hasil konkrit. Kita tahu bahwa pada waktu itu PTDI dalam posisi sulit. Dengan hasil ini bisa diperoleh pijakan menuju manfaat lebih besar," imbuh Dubes.
Lanjut Dubes, proses yang demikian cepat itu juga berkat karunia dari Allah dan dukungan bangsa serta pemerintah kedua pihak, karena kerjasama ini betul-betul akan memberi manfaat sangat besar bagi masyarakat.
Dikatakan, bahwa sejak awal perintisan kerjasama tersebut dia memikirkan bukan hanya untuk kepentingan nasional, industri strategis, PTDI dan pekerjanya sejumlah sekitar 4000-an orang, tapi juga memikirkan keluarga mereka yang diperkirakannya ada sejumlah 16.000 orang dengan asumsi satu keluarga empat orang.
"Sumbangsih ini mungkin kecil sekali, tapi ini akan terus bergulir dan mudah-mudahan PTDI akan terus berkembang sehingga karyawannya bisa tumbuh menjadi 10.000 ribu, menyerap angktan kerja dan bisa memberi manfaat bagi sekurangnya 100.000 ribu orang," pungkas Dubes.
Serah terima CN295 dilakukan antara Airbus Military Vice President Head of Programmes Light & Medium and Derivatives Rafael Tentor dengan Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin dan kunci pesawat pertama secara simbolik diserahkan kepada Dirut PTDI Budi Santoso.
Kementerian Pertahanan RI mengorder 9 pesawat angkut taktis menengah militer CN295 senilai US$325 juta untuk memperkuat TNI AU. Sejauh ini crew PTDI sudah terlibat dalam produksi mulai unit ke-2 di Airbus Military, sementara PTDI menyiapkan lini produksi CN295. Mulai pesawat unit ke- 7 sepenuhnya sudah bisa digarap di Bandung.
Wamenhan: CN295 Ini Batu Loncatan Industri Pertahanan RI
Hal itu disampaikan Wakil Menteri Pertahanan Letnan Jenderal (Purn.) Sjafrie Sjamsoeddin dalam sambutan upacara serah terima dengan Airbus Military Vice President Head of Programmes Light & Medium and Derivatives Rafael Tentor di Airbus Military, San Pablo, Sevilla, Spanyol, Rabu (19/9/2012)
"Kesembilan pesawat CN295 hasil kerjasama PTDI dan Airbus Military ini dipesan oleh Kementerian Pertahanan untuk memenuhi target modernisasi TNI dan memenuhi makna angkatan bersenjata," ujar Wamenhan.
Atas nama pemerintah Indonesia, Wamenhan juga mengucapkan terimakasih dan apresiasi kepada pemerintah Spanyol atas dukungannya untuk program ini, juga kepada PTDI dan Airbus Military, tidak hanya untuk 9 pesawat tersebut tetapi juga kerjasama strategis jangka panjang.
Sebagaimana disampaikan Atase Pertahanan RI di Madrid Kolonel CAJ Erry Herman kepada detikcom, pesawat angkut taktis menengah militer ini selanjutnya akan memperkuat TNI AU untuk berbagai keperluan militer, logistik, misi evakuasi kemanusiaan dan medis di seluruh wilayah Indonesia.
Sementara itu Vice President Airbus Military Rafael Tentor dalam sambutannya mengatakan, penyerahan 2 pesawat ini adalah bagian dari total penjualan 9 pesawat CN295 kepada Indonesia, dimana penyerahan akhir akan dilakukan pada musim panas 2014.
"Pengiriman pesawat ini merupakan langkah penting dalam kerjasama Airbus Military dengan PTDI dan kami sangat berharap dapat meningkatkan kerjasama di tahun-tahun mendatang," ujar Tentor.
Generasi baru CN295 adalah pesawat ideal untuk misi militer dan sipil antara lain operasi bantuan kemanusiaan, patroli laut, dan misi pengintaian lingkungan. Kedua pesawat ini diharapkan sudah bisa dipresentasikan pada HUT TNI 5 Oktober mendatang.
Berkat ketahanan dan kehandalan, dan sistem yang sederhana, pesawat taktis menengah ini memberi versalitas dan fleksibilitas luas yang diperlukan bagi personel, pasukan dan kargo, evakuasi korban, komunikasi dan tugas-tugas logistik serta air-dropping.
Ikut hadir delegasi High Level Committee (HLC) antara lain Dirjen Renhan Marsda Sunaryo, Ka Baranahan Kemhan Mayjen Ediwan Prabowo, Aslog Kasad Mayjen Joko Sriwidodo, Aslog Kasau Marsda JFP Sitompul, Kabag Fora Set Baranahan Kemhan Kolonel Laut (E) Listyanto, dan Kasubag Duk Mayor Laut (KH) Isam Hadi, Deputi Bidpol Hukum dan Hankam Bappenas RI Rizky Ferianto, dan Kasubditwas Lembaga Pemerintah Bidang Hankam BPKP Bea Rejeki Tirta Dewi.
Kemudian Duta Besar Adiyatwidi Adiwoso Asmadi, Atase Pertahanan RI Kolonel CAJ Erry Herman, Dirut PTDI Budi Santoso, Direktur Aerostruktur Andi Alisjahbana, Sales Marketing Aircraft Integration Ariwibowo, dan Asisten Dirut Hubungan Kepemerintahan Irzal Rinaldi.
Selain itu juga dari Bank BRI selalu pihak finance yang menyediakan bridging loan: Managing Director BRI Asmawi Syam, Senior Vice President Susy Liestiowaty, dan Senior Vice President M. Sodo Harisetyanto.
Armada Perang China Pertama Resmi Beroperasi
TNI AD Kaji Pengadaan Helikopter Serbu Dari Amerika
"Di dalam konteks pembangunan kekuatan pokok minimum (Minimum Esensial Force/MEF) memang ada heli serbu yang mau dibeli oleh Angkatan Darat. Heli serbu itu bermacam-macam, ada Apache, Black Hawk dan lainnya," katanya di Jakarta, Minggu.
Ia mengatakan hal itu setelah membuka Kejuaraan Terjun Payung Militer pertama atau Dewan Olahraga Militer Internasional (Concil International du Sport Militaire/CISM) dan Kejuaraan Terjun Payung TNI Terbuka 2012 yang diselenggarakan sejak 23 September hingga 30 September 2012 di Halim Perdanakusuma, Jakarta..
Menurut dia, TNI AD sendiri masih mengkaji pilihan antara Apache atau Black Hawk.
"Saya serahkan sepenuhnya kepada TNI AD untuk mengkaji dan menentukan pilihannya karena pembinanya Angkatan Darat, penggunanya memang Panglima TNI," katanya.
"Saya hanya melihat konteks dalam penggunaan ketiga matra apakah bisa kita satukan atau tidak. Kalau semuanya memungkinkan, kita akan lakukan bersama-bersama," katanya juga.
Pemerintah belum menyiapkan langkah apapun terkait rencana pengadaan helikopter serbu Apache dari Amerika Serikat itu.
Pemerintah juga belum pernah melakukan pengajuan resmi untuk membeli alat utama sistem senjata (alutsista) tersebut.
Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan Mayor Jenderal TNI Hartind Asrin sebelumnya mengatakan, selama ini memang sudah ada lobi-lobi antara kedua negara terkait kemungkinan pengadaan helikopter serbu Apache itu.
"Sejauh ini Indonesia belum mempersiapkan apa-apa. Kita tunggu surat penawaran resmi dari mereka. Bukan kita yang mengajukan, mereka yang menawarkan. Kita hanya berpesan kalau mau jual Apache, tolong kita diberi tahu," kata Hartind.
Jika surat penawaran tersebut diterima, maka akan ada tim yang dikirim ke Amerika Serikat untuk melakukan pengecekan berbagai hal, seperti spesifikasi teknis helikopter, dan perlengkapan persenjataan.
Tim tersebut berasal dari TNI Angkatan Darat, selaku calon pengguna Apache.
Selanjutnya, tim melakukan pemaparan kepada Mabes TNI untuk kemudian diteruskan ke Kementerian Pertahanan dan dilakukan rapat anggaran.
Sementara itu, pengamat militer Wawan Hari Purwanto menilai, pengadaan delapan unit Helikopter Apache dari Amerika Serikat bakal menambah kekuatan pertahanan Indonesia. Ini karena alutsista TNI yang sudah usang dan tua, sekitar 60-70 tahun.
"Prajurit kita yang terbaik meninggal bukan di pertempuran, tetapi pada saat latihan. Ini disebabkan alutsista kita sudah usang," katanya disela-sela "Exibition Bola Volley Timnas Selection dan Coaching Clinic" Siswa SMA se-Jabodetabek di SMAN 106 Pekayon, Jakarta Timur, Jumat (21/9).
Helikopter Apache merupakan salah satu jenis helikopter jenis serbu yang andal, dan merupakan yang diandalkan militer beberapa negara, termasuk Angkatan Darat Amerika Serikat.
Amerika Akan Menempatkan Pasukannya Di New Zealand
Iran Pamerkan System Pertahanan Udara Baru produksi Dalam Negeri
Sistem pertahanan udara Raad ditampilkan dalam parade militer pada Jumat (21/9) untuk memperingati "Pekan Pertahanan Suci" menandai hari ulang tahun ke-32 pertahanan delapan tahun Iran dalam melawan invasi militer Irak yang dipimpin oleh diktator Saddam Hussein.
Parade itu juga memamerkan berbagai prestasi terbarulainya yang berhasil diraih Angkatan Bersenjata Iran dalam sektor pertahanan dan perangkat keras militer.
Dalam beberapa tahun terakhir, Iran telah menorehkan prestasi besar di sektor pertahanan dan mandiri dalam memproduksi peralatan militer penting dan sistem pertahanan.
Meski demikian, Tehran berulang kali menegaskan bahwa kekuatan militernya bukan ancaman bagi negara-negara lain dan doktrin pertahanan didasarkan pada pencegahan.






















