C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Jumat, Juli 27, 2012
Menhan Terima Wakil Dirjen JSC Rosoboronexport Mr. Victor M Komardin
Darwin : Welcome Sukhoi Indonesian Air Force
TNI AU pertama kalinya mengikuti Latihan Udara Bersama Pitch Black. Enam negara, 94 unit pesawat dan lebih dari 2200 personil mengikuti Latma Pitch Black 12, dimulai 27 Juli hingga 13 Agustus di Darwin.
TNI AU pertama kali mengirimkan pesawat tempur utamanya dua Su-27 (TS-2703 dan TS-2705) dan dua Su-30 (TS-3004 dan TS-3005) ke berlatih ke luar negeri.
Sumber : Australia DOD
CN-235 Produk Unggulan PT. DI, Kebanggaan NKRI
Perjalanan ke tempat tersebut dilakukan menggunakan pesawat helikopter yang berpangkalan di salah satu pangkalan udara yang berdampingan dengan Air Force Base, unit dari Angkatan Udara Amerika Serikat. Selesai acara resmi, rombongan kami saat itu tertunda lebih kurang satu jam dalam jadwal perjalanan kembali ke Seoul karena cuaca yang berubah buruk. Seorang kolonel menghadap saya menjelaskan bahwa perjalanan kembali ke Seoul tidak dapat dilaksanakan menggunakan helikopter atau pesawat rotary wing yang tadi.
Disebutkan alasannya adalah pesawat tersebut tidak bisa terbang tinggi berhubung dengan perkembangan keadaan cuaca yang memburuk. Markas Besar di Seoul memerintahkan untuk mengirim sebuah pesawat fixed wing VIP menjemput saya dan rombongan. Setelah pesawat siap, kami pun segera bergegas menuju tempat parkir pesawat. Agak sedikit kaget karena ternyata pesawat fixed wing VIP yang disiapkan tersebut ternyata dari jenis CN-235.
Selesai melaksanakan penghormatan berjajar sesuai dengan prosedur pemberangkatan VIP,sang Captain Pilot dengan tersenyum lebar mendekat ke saya dengan mengatakan penuh bangga bahwa saya akan diantar kembali ke Seoul dengan pesawat fixed wing terbaik yang tersedia di Korea Selatan dan itu adalah pesawat terbang “asli” buatan negara anda! Terharu dalam hati, saya tersenyum sejenak dan mulai meneliti interior CN-235 yang sama sekali belum pernah saya saksikan sebelumnya.
Tidak bisa saya sembunyikan kekaguman terhadap desain interior CN-235 VIP Angkatan Udara Korea Selatan ini.Konon,belakangan setelah itu, saya memperoleh informasi bahwa desain dan perlengkapan VIP interior CN-235 tersebut adalah produk dari pesanan khusus Pemerintah Korea Selatan kepada pihak PTDI.
Terus terang,sangat mewah untuk ukuran Indonesia dan yang istimewa adalah sangat bersih,termasuk lantainya.Yang sangat mengharukan saya adalah melihat bagaimana para awak pesawat bertugas di pesawat itu dengan penuh kebanggaan. Bertugas menerbangkan VIP dengan pesawat khusus buatan Bandung!
Di pertengahan masa jabatan saya lainnya, Panglima Tentara Udara Diraja Malaysia (TUDM) berkunjung tidak resmi ke Surabaya dengan transit semalam di Jakarta. Saya datang menemuinya di salah satu hotel di Jakarta Pusat.Ada rasa ingin tahu,apa gerangan yang menjadi acara penting Panglima ke Surabaya. Ternyata,Panglima TUDM beserta satu set kru lainnya hendak berlatih simulator CN-235 di Surabaya.
Saya bertanya kepada Panglima, Jenderal Dato’ Suleiman, jam berapa tiba dan menggunakan apa? Surprise sekali saya memperoleh jawaban ternyata Panglima mengemudikan sendiri pesawat CN-235 TUDM VIP dengan menyertakan dua co-pilot yang akan berlatih simulator di Surabaya. Jenderal Dato’ Suleiman menceritakan kepada saya betapa dia sangat menikmati terbang dengan CN-235. Saya tidak punya rating/ kemampuan menerbangkan CN-235 karena sebagian besar perjalanan terbang saya adalah menerbangkan C-130 Hercules.
Secara kebetulan, Jenderal Dato’ Suleiman juga mempunyai rating pesawat Hercules. Dengan demikian saya dapat mendiskusikannya agak lebih teknis apa yang dimaksudkannya “nikmat” menerbangkan CN-235 dengan membandingkannya dengan Hercules. Diskusi berakhir dengan pernyataan Panglima TUDM yang sangat saya percaya jauh dari basa-basi bahwa secara teknis, menerbangkan CN-235 tidaklah kalah menyenangkan dari menerbangkan Hercules.
Dia menutup dengan hal yang sangat mengharukan hati saya bahwa seluruh warga TUDM sangat berbangga hati memiliki dan mengoperasikan pesawat CN-235 produksi dari bangsa serumpun! Dari dua uraian ilustrasi tadi, kiranya telah lebih dari cukup untuk mewakili refleksi dari beberapa negara lainnya di kawasan Asia Pasifik yang juga menggunakan pesawat buatan anak bangsa CN-235.
Pesawat tersebut telah membuktikan dirinya, betapa kelas dari hasil jerih payah putra sang Ibu Pertiwi sudah memperoleh pengakuan de facto di panggung global. Sangat disayangkan, kini justru di negeri sendiri kita mulai sulit untuk dapat menyaksikan CN-235 membelah angkasa Nusantara, menjaga persada. Sangat berbeda kehadiran CN- 235 bila dibandingkan dengan pesawat Casa-212 yang juga keluar dari kandungan PTDI.
CN-235 dari sejak awal memang telah lahir dari kerja keras dan olah pikir anak-anak kebanggaan kita.Lahir dari pemikiran orisinal sejak desain dasar pesawatnya, bukan sekadar kerja yang mencampur “asem dengan beling” alias assembling alias “jahit obras” belaka. Tidak berlebihan kiranya bila banyak pihak yang masih saja menginginkan produk kebanggaan seperti ini dapat diteruskan.
Diteruskan yang memang pasti membutuhkan tekad kuat yang harus dilandasi dengan rasa bangga atas karya sendiri. Yang memang diperlukan adalah spirit dan daya juang untuk bertempur dalam kancah persaingan internasional dibandingkan dengan hanya mencari kemudahan melalui kerja ringan memoles saja karya negara lain untuk diluncurkan melalui jalur assembly-lineaircraft manufacturer yang bernama PTDI.
Mudah-mudahan kita ini semua tidak mudah untuk selalu tergoda dengan “jalanpintas” yang selalu saja merangsang alias “menggiurkan” itu. Marilah kita semua mempertebal iman di dalam bulan Ramadan yang suci ini. Selamat menjalankan ibadah puasa!
MBT Leopard, Proses Pembelian Sudah Final
"Pada Oktober 2012, bertepatan HUT TNI, Anda sudah akan melihat 15 unit Tank Leopard," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kemhan, Brigjen TNI Hartind Asrin menanggapi kekhawatiran DPR akan terganggunya pembelian tank Leopard akibat penolakan sebagian anggota Parlemen Jerman, di Jakarta, Jumat (27/7).
Menurut dia, tank berbobot 60 ton itu akan terus berdatangan dengan total 100 unit hingga 2014 mendatang. Penolakan sebagian anggota parlemen, terutama dari partai oposisi, tidak mengganggu proses pembelian tank tersebut.
"Penolakan itu memang ada, namun hanya dalam diskusi kecil. Tapi, tidak membuat pembelian tank menjadi batal," jelas Hartind.
Sebanyak 15 tank yang akan di tahap pertama rencananya akan ditempatkan di wilayah Jawa. Namun, tak menutup kemungkinan tank yang datang kemudian akan dikirim ke daerah-daerah perbatasan.
"Kita sedang mempersiapkan kapal untuk mengangkutnya jika memang akan ditempatkan di sana," ujarnya.
Beberapa waktu lalu, laman "Spiegel Online" konsisten memberitakan bahwa anggota parlemen senior dari Partai Hijau Katja Keul menyatakan, Jerman tidak bisa menjual tank Leopard pada Indonesia mengingat masih banyaknya pelanggaran HAM yang terjadi.
Wakil Ketua Komisi I DPR RI Tubagus Hasanuddin juga pernah mengatakan penolakan parlemen Jerman itu harus disikapi hati-hati oleh pemerintah Indonesia maupun Jerman.
"Saat ini DPR dalam posisi menunggu sikap pemerintah kedua negara," katanya.
Amerika Serikat Akan Jual 60 Rudal Patriot Generasi Teranyar Kepada Kuwait
Badan Kerja Sama Keamanan Pertahanan (DSCA), yang ditugaskan menangani penjualan senjata kepada negara-negara asing, memberitahu kepada Kongres AS tentang rencana penjualan itu pada 20 Juli, kata badan itu dalam satu pernyataan di laman internetnya.
Kongres Amerika Serikat memiliki waktu 30 hari untuk mengajukan keberatannya jika itu ada. Jika tidak ada masalah, kontrak itu dianggap sah setelah periode menunggu itu.
Perjanjian itu menyangkut 60 rudal Patriot buatan Raytheon, generasi termutakhir PAC-3, 20 stasiun peluncuran, empat sistem radar dan stasiun pengendali, pelatihanan personil dan perlengkapan pelatihan, dan suku cadang, kata DSCA.
"Kuwait akan menggunakan peluru kendali dan peralatan PAC-3 untuk meningkatkan kemampuan pertahanan rudalnya, memperkuat pertahanan negara, dan menangkal ancaman-ancaman internasional," kata badan itu.
Pada awal tahun ini, dalam satu forum Amerika Serikat dan para anggota Dewan Kerja Sama Teluk (Bahrain, Kuwait, Oman,Qatar, Arab Saudi dan Uni Emirat Arab), Menlu Amerika Serikat, Hillary Clinton, mengusulkan satu perisai rudal untuk melindungi negera-negara Arab Teluk (GCC) dari serangan Teheran.
Keenam negara anggota GCC itu para pembeli penting senjata-senjata AS.
Kuwait telah memiliki rudal-rudal Patriot. Pada 1992, Kuwait membeli 210 Patriot PAC 2 dan 25 peluncur. Kuwait kemudian membeli 140 rudal Patriot lagi 2007, kata Badan Riset Kongres AS.
Bom Konvensional Terbesar Siap Digunakan Menyerang Iran
Wamenhan Menerima Dirut PT. Krakatau Steel
Kemhan Inggris Dan TNI Gelar Pelatihan Operasional Media
Acara pelatihan yang bertujuan memberikan pemahaman mendalam atas kerja media di area militer modern, termasuk di lingkungan operasional itu digelar selama lima hari, sejak Senin hingga Jumat (27/7).
Kapuspen TNI Laksamana Muda TNI Iskandar Sitompul, mengatakan adanya kemajuan teknologi informasi dan media saat ini, menuntut TNI untuk cepat merespon setiap isu-isu yang terjadi, maka prajurit TNI bidang penerangan juga harus senantiasa meningkatkan kemampuannya.
Pelatihan ini menjadi salah satu upaya untuk meningkatkan kemampuan prajurit-prajurit TNI bidang penerangan dalam mengkomunikasikan dan mentransformasikan kinerja TNI dalam suatu lingkungan strategis yang selalu berubah dari waktu ke waktu, kata Iskandar.
Oleh karena itu, TNI bertukar pengetahuan dengan Inggris, untuk mengetahui bagaimana Inggris menghadapi media.
"Kita juga akan menerapkan itu. Karena di alam keterbukaan ini kita tidak boleh menghindar dari media, apa pun yang ditanyakan oleh media. Kita harus menyampaikan, apalagi sudah ada Undang-Undang. Tentunya kita perlu mempersiapkan sumber daya manusia bidang penerangan," jelas Iskandar.
Menurut Kapuspen, TNI sudah mempersiapkan diri untuk melakukan operasi di daerah bencana alam dan konflik, namun untuk media sendiri belum dipersiapkan untuk pelatihan dan meliput di daerah konflik.
"Kita baru membawa media itu bersama-sama kita, bilamana diperlukan. Tapi, jika daerah itu sensitif atau rawan, tentunya kita tidak membawa, namun kita memberikan informasi itu kepada media. Ini yang sampai sekarang ini kita kerjakan," ujarnya.
Dipilihnya Inggris untuk digelarnya acara pelatihan ini, tambah Iskandar, Inggris sudah lebih baik dan hampir sama karakternya dengan Indonesia. Karakteristik media itu hampir sama, sehingga kita bekerja sama dan bertukar pikiran dengan Inggris," paparnya.
Kuasa Usaha Kedutaan Inggris untuk Indonesia Rebecca Razavi, mengatakan media memiliki kekuatan untuk mengubah opini publik dan mempengaruhi pelaporan sejarah. Media merupakan komponen penting untuk menumbuhkan demokrasi.
"Saya bangga bahwa Inggris dapat terus bekerja sama dengan TNI dalam membantu mengembangkan keahlian di area operasional Media serta bekerja sama dengan media melalui cara yang lebih positif untuk meningkatkan akurasi serta mempengaruhi arus pelaporan dan informasi," katanya.
15 Prajurit TNI-AL Terima Brevet Hiu Kencana
Penyematan brevet awak kapal selam pada acara penutupan pendidikan, dilakukan Komandan Komando Pendidikan Operasi Laut Laksma TNI Yayat Achmad Hadirat di Gedung Hanafiah Kesatrian Pusdiksus Kodikopsla, Ujung, Surabaya, Rabu.
Hadiri pada acara itu Wakil Komandan Kodikopsla Kolonel Laut (P) Sandi Asmara, Komadan Pusat Pendidikan Khusus Kolonel Laut (P) Zainal Akbar, dan Komadan Pusat Pendidikan Lanjutan Perwira Kolonel Laut (P) Ganif Deswantoro.
Dari 15 prajurit tersebut, sebanyak empat orang adalah perwira pertama, satu orang bintara juru komunikasi dan 10 orang tamtama.
Laksma TNI Yayat Hadirat mengatakan, sebagai pasukan khusus yang beroperasi di bawah permukaan laut, awak kapal selam mengemban tugas yang tidak ringan dalam melaksanakan setiap operasi sehingga setiap prajurit dituntut memiliki kondisi fisik, kesehatan dan mental yang prima.
"Saya yakin dengan semboyan tabah sampai akhir, kalian memiliki rasa kebanggaan tersendiri sebagai pengawak alutsista yang sangat disegani dalam berbagai pertempuran laut," katanya.
Dalam upaya mendukung terwujudnya TNI AL yang handal dan disegani, ujar Yayat, kapal selam merupakan salah satu unsur strategis dalam Sistim Senjata Armada Terpadu (SSAT) yang terdiri kapal (kapal atas air dan bawah air), pesawat udara, Marinir, dan pangkalan.
Indonesia Rubah Strategi Perbatasan Dengan Menempatkan Pasukan Pemukul
Hal itu dungkapkan, Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Brigjen TNI Hartind Asrin saat ditemui di Gedung Kemenhan, Jakarta, Kamis, 26 Juli 2012.
"Kami sudah mengubah strategi di perbatasan. Sekarang kita kirim pasukan pemukul (Kostrad dan Marinir) sejak pertengahan tahun ini. Pasukan elit kita masuk ke sana," kata Hartind.
Ditambahkan Hartind, wilayah perbatasan antar negara tetangga, selama ini memang kerap menjadi wilayah yang rawan konflik. Untuk itulah, maka terjadi penambahan pengiriman pasukan elit ke daerah tersebut.
Kostrad diperuntukkan untuk menjaga wilayah perbatasan darat, sedangkan Marinir berjaga wilayah perbatasan laut. "Mereka itu kan memang dilatih untuk perang, makanya kita taruh di perbatasan," ucapnya.
























