C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Selasa, Januari 17, 2012
Perisai Rudal Eropa Mulai Diaktifkan
Ketika AS Tinggalkan Israel Sendirian
Meski belum diketahui secara detil seberapa besar tensi ketegangan antara Washington dan Tel Aviv yang terjadi saat ini terkait masalah Iran, namun yang jelas AS tidak bersedia mengeluarkan biaya lebih besar untuk mendanai petualangan berbahaya Israel yang gila perang itu. Tentu saja, Gedung Putih menolak mengorbankan kepentingan nasional AS yang saat ini dilanda krisis ekonomi yang semakin akut.
Indikasi friksi antara AS dan Israel terbaca dari sikap berlepas diri Washington atas teror Mostafa Ahmadi Roshan, Deputi Ekonomi Instalasi Nuklir Natanz. Obama terang-terangan mengelak dari keterlibatan teror berdarah itu. Sebelumnya, Washington juga bersikap dingin menyikapi aksi teror terhadap ilmuwan nuklir Iran. Namun aksi pembalasan yang dikemukakan Tehran terhadap para pelaku aksi teror itu memicu kekhawatiran Gedung Putih melebihi sebelumnya. Kekhawatiran itu semakin memuncak dengan menguatnya ancaman penutupan Selat Hormuz. Dan Iran menggelar manuver militer baru-baru ini untuk membuktikan keseriusan ancamannya itu.
Admiral Jonathan W. Greenert, Panglima Angkatan Laut AS mengatakan, "Jika saya ditanya mengapa tidak bisa tidur di malam hari, saya akan jawab karena Selat Hormuz dan aktivitas di Teluk Persia." Berbagai pernyataan para pejabat teras AS hanyalah cara Washington untuk menghindar dari kemungkinan dampak buruk pembalasan Iran.
Sehari sebelum majalah Times mengarahkan telunjuknya terhadap agen-agen Mossad sebagai pelaku teror ilmuwan Iran, majalah Foreign Policy menulis sebuah laporan berjudul " Bendera Kebohongan" yang menegaskan sikap berlepas diri Dinas Intelejen AS (CIA) atas serangan teror tehadap ilmuwan Iran.
Foreign Policy menulis, "Pada periode pemerintahan Presiden George W Bush, agen Mossad dengan mengusung bendera kebohongan atas nama CIA mengorganisir aksi teror Jundullah untuk melakukan operasi spionase dan teror di Iran pada tahun 2007-2008."
Berdasarkan laporan tersebut, mata-mata Mossad yang mengatasnamakan agen CIA mengadakan pertemuan dengan milisi Jundullah yang biasanya dilakukan di kota London dan sekitarnya. Majalah terkemuka AS itu mengungkapkan bahwa agen Mossad menggunakan paspor AS dan mata uang negeri Paman Sam itu.
Salah seorang pejabat intelejen AS kepada Foreign Policy mengungkapkan rasa herannya atas sepak terjang Israel yang melakukan tindakan apapun demi mewujudkan ambisinya. Seorang pejabat CIA mengakui bahwa AS menggandeng Israel untuk mengorek informasi rahasia dari Iran, namun Washington tidak terlibat dalam berbagai operasi teror terhadap militer dan warga sipil Iran.
Sehari setelah terbitnya laporan Foreign Policy itu, majalah Times mengutip sumber intelejen Barat secara terang-terangan menyebut agen Mossad sebagai pelaku aksi teror terhadap ilmuwan Iran. Times menegaskan bahwa teror yang sama juga dilakukan Mossad terhadap Ahmadi Roshan.
Selain Times, kantor berita CNN mengutip statemen Menteri Luar Negeri AS, Hillary Clinton memberitakan ketidakterlibatan AS dalam aksi teror terhadap ilmuwan Iran baru-baru ini. Tidak hanya itu, Menteri Pertahanan kepada wartawan mengelak atas keterlibatan AS dalam teror Mostafa Ahmadi Roshan.
Reuters melaporkan sikap gembira para pejabat teras militer Israel atas tewasnya ilmuwan nuklir Iran baru-baru ini. Juru Bicara Militer Israel, Yoav Mordechai di laman resmi facebooknya mengatakan, "Saya tidak tahu siapa pelaku teror ilmuwan Iran, tapi saya pasti tidak akan menumpahkan air mata."
Reuters melaporkan ledakan teror bom yang menewaskan Ahmadi Roshan terjadi sehari setelah kepala staf Israel mengatakan bahwa 2012 akan menjadi tahun kritis bagi Iran.
"2012 akan menjadi tahun kritis berkaitan dengan kelanjutan proyek nuklir Iran, perubahan internal dalam kepemimpinan Tehran, tekanan masyarakat internasional dan berbagai hal-hal yang menimpa mereka dengan cara yang tidak wajar," kata Letnan Jenderal Benny Gantz kepada anggota parlemen dalam sambutan yang disampaikan oleh juru bicaranya.
Tampaknya aksi teror terbaru terhadap ilmuwan nuklir Iran memicu ketegangan anyar antara Tel Aviv dan Washington. Martin Indyk, Mantan Duta Besar untuk Israel dalam sebuah konferensi di Baitul Maqdis mengakui adanya friksi antara Israel dan AS mengenai masalah nuklir Iran. Pemicunya, tutur Indyk, karena AS tidak menghendaki Iran menguasai senjata nuklir, sedangkan Israel sejak awal menentang keras Iran menguasai energi nuklir damai.
Direktur kebijakan Luar Negeri The Brookings Institution itu menegaskan bahwa Washington tidak menghendaki Israel menyerang instalasi nuklir Iran. Pejabat teras AS dari Presiden Obama hingga menteri pertahanan Leon Panetta mengirimkan pesan terhadap Israel mengenai bahaya besar yang akan mengancam, jika Israel benar-benar menyerang instalasi nuklir Iran. Buntut sikap mbalelo Israel terhadap peringatan Washington menyebabkan AS membatalkan manuver militer bersama kedua negara sekutu itu.
Haaretz mengutip pejabat militer Israel melaporkan bahwa penangguhan latihan perang itu dilakukan menyusul desakan AS untuk tidak meningkatkan suhu ketegangan yang terus memuncak dengan Iran, terutama setelah Tel Aviv semakin serius mewujudkan ambisinya menyerang instalasi nuklir Iran. Koran Israel itu menyatakan manuver militer bersama antara Washington dan Tel Aviv akan digelar musim semi ini, namun segera dibatalkan dengan alasan tingginya dana yang harus digelontorkan untuk membiayai latihan peran tersebut.
Haaretz mengakui bahwa manuver militer angkatan bersenjata Iran "Velayat 90" sebagai pemicu utama dibatalkan latihan perang bersama Israel-Amerika yang disebut-sebut sebagai yang terbesar dalam kerjasama militer kedua mitra dekat itu.
Iran Akan Luncurkan Pesawat Patroli Maritim Modern
Rencana Pembelian Leopard Realistis, Sesuai Keinginan TNI Dan Demi NKRI
"Saya belumlah ahli tentang persenjataan militer, meski terus belajar keras di Komisi I DPR, namun rencana pembelian 100 tank Leopard adalah realistis dan sesuai keinginan TNI, demi NKRI," kata Roy Suryo, di Gedung DPR, Jakarta, Selasa.
Menurut dia, pembelian 100 tank Leopard tersebut tidak berdiri sendiri tetapi satu kesatuan dengan peningkatan matra-matra lain TNI, misalnya kapal selam, Sukhoi Su-27 dan Su-30MKI, F16 Fighting Falcon, dan sebagainya untuk memenuhi standar kekuatan efektif minimum TNI.
"TNI juga tetap diawasi Komisi I DPR agar memperhatikan sarana-prasarana kesejahteraan prajurit, utamanya di perbatasan-perbatasan," katanya.
Disamping itu, kata dia, Komisi I DPR sekarang memang sedang meningkatkan kemandirian alutsista tersebut.
"Disisi BUMNis dan BUMNip, kita tata ulang keseluruhannya tanpa melupakan uang lauk pauk (ULP) mereka," kata politisi Partai Demokrat itu.
Update rapim : Pembangunan Pertahanan Negara Harus Pro Kesejahteraan
"Kemhan tidak hanya memperhatikan aspek pembangunan pertahanan negara tetapi juga harus pro kesejahteraan," kata Menhan Purnomo Yusgiantoro saat jumpa pers usai Rapat Pimpinan Kemhan dan TNI di Kantor Kemhan, Jakarta, Senin (16/1).
Turut hadir mendampingi Menhan adalah Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Sekjen Kemhan Marsekal Madya TNI Eris Heriyanto, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat.
Menhan menyebutkan enam kebijakan pembangunan sistem pertahanan negara pada tahun 2012. Pertama, mensinkronkan kebijakan pertahanan dalam one gate policy guna dijadikan pedoman bagi TNI dan komponen kekuatan pertahanan lainnya. Kedua, mengakselerasi dan menyalaraskan perumusan, penetapan dan implementasi legislasi, regulasi dan kebijakan strategis yang berkaitan dengan bidang pertahanan negara.
Ketiga adalah memantapkan pembangunan sistem pertahanan negara dan meningkatkan kerja sama regional dan internasional. Keempat, meningkatkan kompetensi sumber daya manusia pertahanan yang sinergi dengan peran kementerian dan lembaga pemerintah nonkementerian di dalam penyelenggaraan dan pengelolaan pertahanan negara.
Kelima, meningkatkan pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan militer untuk merealisasikan minimum essential forces (MEF) atau kekuatan pokok minimum khususnya pembangunan Alutsista (Alat*Utama Sistem Persenjataan) dan fasilitas pendukung yang didukung oleh industri pertahanan dalam negeri. Terakhir adalah meningkatkan pembangunan kekuatan dan kemampuan pertahanan nirmiliter yang bersinergi dengan pertahanan militer melalui pemberdayaan wilayah pertahanan dengan kementerian/lembaga terkait.
Update Rapim : Kemhan Tetapkan Sebelas Sasaran Kebijakan Pertahanan 2012
Sasaran penyelenggaraan pertahanan negara tahun 2012 adalah: pertama, terwujudnya ratifikasi tiga sasaran Prolegnas (Program Legislasi Nasional) 2012 meliputi RUU Keamanan Nasional, RUU Komponen Cadangan Pertahanan Negara, RUU Revitalisasi Industri Pertahanan serta terselesaikannya regulasi dan kebijakan strategis di bidang pertahanan.
Sasaran kedua adalah terwujudnya implementasi kerjasama pertahanan meliputi diplomasi pertahanan, dialog strategis, industri pertahanan dan logistik, kerjasama militer dalam bidang pendidikan dan pelatihan, kesehatan militer, patroli terkoordinasi, operasi bersama di perbatasan, dan pemanfaatan Indonesia Peace and Security Center (IPSC).
Ketiga, terwujudnya sinkronisasi program antar kementerian/lembaga dalam hal pembinaan kesadaran bela negara, pembangunan infrastruktur di perbatasan, penelitian dan pengembangan pertahanan, industri dan teknologi pertahanan serta pendidikan dan pelatihan. Keempat, terwujudnya peran Universitas Pertahanan dalam merealisasikan sumber daya manusia pertahanan negara secara terintegratif dan peran Badan Pendidikan dan Pelatihan merealisasikan peningkatan profesionalitas pengawakan Kemhan dan TNI di bidang pertahanan.
Sasaran kelima adalag memonitor implementasi Perpres Nomor 10 Tahun 2010 yang berkaitan dengan Koordinasi Gabungan Wilayah Pertahanan (Kogabwilhan). Keenam, terlaksananya refungsionalisasi dan revitalisasi pelaksanaan tugas pokok Kemhan di daerah Desk Pengendali Pusat Kantor Pertahanan dalam rangka mengsinergiskan program pemberdayaan wilayah pertahanan di daerah dengan fokus prioritas daerah perbatasan di Kalimantan Barat, Kalimantan Timur dan Papua.
Sedangkan sasaran ketujuh adalah terlaksananya percepatan pengadaan Alutsista TNI 2012 yang tepat waktu dan memenuhi spesifikasi teknis serta proses paralel dengan mewajidkan pengadaan yang mampu diproduksi oleh industri pertahanan dalam negeri. Kedelapan, terwujudnya inovasi teknologi dalam Litbang pertahanan untuk mendukung pemenuhan Alutsista TNI.
Kesembilan, terlaksananya tertib perencanaan dan pengelolaan anggaran pertahanan sesuai urgensi kebutuhan dan dapat dipertanggungjawabkan. Kesepuluh, terselenggaranya pola pengawasan komprehensif sejak awal sampai pasca kegiatan untuk mewujudkan clean government dan good governance. Dan, sasaran kesebelas adalah terlaksananya pengusulan ditertibkannya Peraturan Pemerintah tentang Penerimaan Negara Bukan Pajak terhadap barang milik negara yang dikelola oleh TNI.
Update Rapim : Kebijakan Pertahanan Untuk Merespon Ancaman
"Dalam rangka merespon berbagai perkembangan lingkungan strategis dan berbagai ancaman, diperlukan kebijakan pertahanan yang berkaitan dengan peningkatan berbagai aspek manajerial di bidang strategi, legislasi, penganggaran, sumber daya manusia, sarana dan prasarana serta pengelolaan potensi pertahanan," kata Menhan dalam keterangan persnya usai Rapim Kemhan 2012, yang didampingi oleh Wakil Menhan Sjafrie Sjamsoeddin, Sekjen Kemhan Marsekal Madya TNI Eris Heriyanto, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono, Kepala Staf TNI Angkatan Darat (KSAD) Jenderal TNI Pramono Edhie Wibowo, Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL) Laksamana TNI Soeparno, dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat.
Menhan menjelaskan pada tahun 2012 merupakan tahun ketiga dari Rencana Strategis Pertahanan Negara 201 -2014. Oleh karena itu, Kemhan telah menetapkan arah dan sasaran kebijakan sesuai dengan visi, misi dan grand strategy. Kemhan merupakan institusi pengemban fungsi pertahanan negara yang memiliki otoritas sebagai regulator, administrator dan fasilitator.
Purnomo mengatakan kebijakan yang ditetapkan mengacu pada visi pertahanan negara yaitu terwujudnya pertahanan negara yang tangguh. Selain itu mengacu pula pada misi yaitu menjaga kedaulatan dan keutuhan NKRI, keselamatan bangsa yang kemudian diimplementasikan ke dalam grand strategy pertahanan. Hal ini mencakup pemberdayaan wilayah pertahanan dalam menghadapi ancaman, penerapan manajemen pertahanan yang terintegrasi, peningkatan kualitas personel Kemhan/TNI, perwujudan teknologi pertahanan yang mutakhir dan pemantapan kemanunggalan TNI dan rakyat dalam hal bela negara.
Kemhan Gelar Rapim Di Jakarta
Rapim ini akan dibuka oleh Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.
Rapim yang berlangsung di Aula Bhineka Tunggal Ika Kemhan ini mengangkat tema "Percepatan Pembangunan Sistem Pertahanan Negara yang Pro Kesejahteraan Melalui Peningkatan Kinerja yang Akuntabel dan Terintegrasi".
Tampak hadir pejabat di Kemhan dan TNI antara lain, Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin, Sekjen Kemhan Marsekal Madya TNI Eris Heriyanto, Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan Kepala Staf TNI Angkatan Udara Marsekal TNI Imam Sufaat.
Menurut Mantan KSAL Kapal Selam Korea Tidak Punya Efek Deterrence, Benarkah..??
Demikian dikatakan Mantan KSAL Laksamana (Purn) Slamet Soebijanto kepada itoday, Selasa (17/1).
Menurut Slamet, pembelian kapal selam teknologinya harus lebih tinggi dari kepunyaan negara tetangga. "Sekarang ini, kapal selam negara tetangga yang paling berbahaya dari Australia, harusnya Indonesia beli kapal selam yang tingkatannya sama atau melebihi dari Australia itu," kata Slamet.
Kata Slamet, negara Korea tidak mempunyai pengalaman dalam memproduksi kapal selam yang mempunyai teknologi canggih. "Saya kira membeli kapal selam dari Korea Selatan kurang tepat dan menghamburkan anggaran negara," paparnya.
Slamet mengusulkan, Indonesia lebih baik membeli kapal selam dari Rusia karena dari segi teknologi sangat baik serta diberi suku cadang dalam perawatannya. "Kalau kita membeli kapal selam Rusia pasti tuntas, disediakan suku cadang. Hal ini berbeda dengan AS, yang motifnya lebih bisnis, misalnya kita membeli produk A, tetapi AS sudah tidak memproduksi lagi suku cadangnya dan kita harus membeli produk barunya," jelas Slamet.
Ia juga mempertanyakan, Komisi I DPR tidak kritis terhadap pemerintah yang telah membeli tiga kapal selam dari Korea tersebut. "Mereka yang duduk di komisi I itu bukan mewakili rakyat, tetapi partai, harusnya mereka memikirkan pertahanan secara serius," pungkasnya.
China Tertarik Memperkuat Kerjasama Militer Dengan Indonesia
| Indonesia kerjasama dengan China produksi Rudal C-705 |
Menurut Menteri Pertahanan China, Liang Guanglie, selama beberapa tahun terakhir, militer China, dan Indonesia, berhasil mencapai kesepakatan kontrak tinggi di bidang militer, seperti konsultasi pertahanan, peralatan, pelatihan personil, latihan bersama, dan patroli keamanan maritim dan keamanan multilateral.
Liang mengatakan hal tersebut, saat bertemu dengan Duta Besar Indonesia untuk Cina, Imron Cotan, di Beijing, China, Senin (16/1/2012).
Dalam kesempatan itu, Ia juga mengatakan, China siap memajukan kemitraan strategis dengan Indonesia untuk perdamaian dan pembangunan wilayah dan dunia.
Sementara itu, Imron Cotan, mengatakan Indonesia ingin memperkuat komunikasi strategis dan memperluas kerjasama pertahanan bilateral dengan Cina, untuk bersama-sama menjaga perdamaian dan stabilitas regional.
Ia mengatakan, kerjasama militer diantara China dengan Indonesia, merupakan sebagai kesempatan daripada sebuah tantangan.
Kedua menteri pertahanan tersebut, juga bertemu di sela-sela Pertemuan ASEAN Plus Menteri Pertahanan, di Hanoi, Vietnam, Oktober, 2010.
TNI AU Modernisasi Pesawat Latih



















