C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Senin, Februari 27, 2012
Pangarmabar Terima Kunjungan Atal Australia
KRI SIM 367 Miscex 831 Advanced Manuevring Exercise
Latihan yang diikuti oleh 3 unsur MTF yakni KRI Sultan Iskandar Muda 367,BNS Madhumati P-911 kapal dari Bangladeshdan FGS Ensdorf M-1094 dari Jermanini membentuk beberapa formasi antara lain formasi bersaf, formasi berbanjar.
Dirgantara Indonesia Buat Suku Cadang Sayap Airbus
| Siapa sangka suku cadang sayap jet super jumbo andalan Airbus A380 produksi PT. Dirgantara Indonesia |
Korut Ancam Gelar Perang Nuklir
TNI AD Bentuk Satuan Tank Di Perbatasan Indonesia Malaysia
"Rencananya tahun ini satuan tank akan dibentuk di Kalbar. Pada satuan tersebut tentu akan diisi personel baru dan alutsista kendaraan tempur yang memadai termasuk mobil tank yang akan menambah kekuatan TNI AD dalam mempertahankan NKRI di Kalbar," kata Toto di Pontianak, Minggu.
Menurutnya rencana tersebut sudah dibahas di Mabes TNI AD dan akan direalisasikan tahun ini.
Namun dia menyatakan masih belum mengetahui, berapa banyak kendaraan tempur dan personel yang akan ditempatkan di satuan tersebut.
"Yang jelas saat ini kita sudah melakukan berbagai persiapan dan kita masih menunggu perintah selanjutnya dari Kodam XII Tanjungpura," tuturnya.
Di antara persiapan tersebut adalah dengan menyediakan lahan baru untuk penempatan satuan tersebut. Meski demikian, dia juga belum mengetahui di daerah mana nantinya satuan tersebut akan ditempatkan.
"Bisa saja di Bengkayang, atau daerah lainnya. Tergantung hasil survei Mabes TNI dan Kodam XII Tanjungpura," katanya.
Dia mengatakan tahun 2012 ini kemungkinan besar juga akan ada penambahan pos-pos baru baik di daerah perbatasan maupun di daerah lainnya yang dirasakan perlu untuk ditambah prajurit.
Danrem Toto juga menambahkan mengenai prajurit TNI AD yang saat ini ditugaskan di daerah perbatasan Indonesia-Malaysia dalam waktu dekat akan dilakukan penarikan, di mana prajurit yang lama akan ditarik dan digantikan prajurit dari Batalion 365 Karawang, Jawa Barat.
"Pergantian tersebut merupakan kegiatan rutin bagi prajurit dalam rangka memberikan pengalaman dan proses penyegaran dalam penugasan menjaga perbatasan NKRI," katanya.
First Landing 3 Pesawat F-16 TNI AU Di Bandara Iinternasional Lombok
DPR Akan Melakukan Pembahasan Ratifikasi Kerjasama Militer Dengan Ceko Dan Italia
"Rencananya Senin besok (27/2), Komisi I DPR dengan pemerintah yang diwakili Kementerian terkait upaya peningkatan kerjasama pertahanan dengan negara sahabat, Italia dan Ceko," ujar Mahfudz Siddq pada Jurnalparlemen.com Minggu (26/2).
Mahfudz menjelaskan, upaya peningkatan kerjasama militer dengan ke dua negara tersebut dengan segera meratifikasi perjanjian kerjasama yang sudah ada, meliputi latihan perang bersama, tukar menukar informasi terkait pertahanan, dan kerjasama dalam hal pengadaan alutsista.
"Hingga lebih jauh, seperti alih teknologi dari alutsista yang dimiliki ke dua negara tersebut pada Indoneisa," ujarnya.
Mahfudz berharap, kerjasama teknik militer dengan Italia dan Ceko ini nantinya cukup diselesaikan dalam draf MoU saja, tidak perlu hingga dalam bentuk UU. Hal ini sebagaimana MoU kerjasama yang sudah dilakukan Indonesia dengan Rusia.
"Yang penting MoU perjanjian kerjasama teknik militer itu realistis untuk diimplementasikan dan memberikan manfaat atau keuntungan bagi kedua belah pihak," pungkas Mahfudz
Pelatihan Terjun Payung Kostrad Berlangsung Singkat
MEDAN – Pelatihan terjun payung oleh prajurit Komando Cadangan Strategis Angkatan Darat (Kostrad) terkendala lokasi yang juga dipakai untuk jalur penerbangan komersil pesawat udara di Lapangan Cadika Pramuka,Kecamatan Medan Johor. Akibatnya, latihan terjun payung itu hanya berlangsung sekitar 20 menit.
“Pelatihan hari ini (kemarin) sedikit terganggu karena daerah ini merupakan lintasan penerbangan umum.Jadi,kami hanya diberi waktu 20 menit, tidak sampai setengah jam,” kata Panglima Kostrad (Pangkostrad) Letjen TNI Azmyn Yusri (AY) Nasution di sela-sela acara pelatihan terjun payung prajurit Kostrad di Lapangan Cadika Pramuka,Kecamatan Medan Johor,kemarin.
Menurut dia, karena singkatnya waktu, akhirnya pasukan yang dilibatkan hanya menurunkan 36 penerjun yang dibagi dalam dua tim. Tim pertama payung skuad turun sebanyak 18 orang penerjun. Tak berapa lama, tim kedua militer berjumlah sama turun sambil membawa enam bendera dipimpin oleh Serka Saifullah dari Brigif 17 Kostrad.
Seluruh tim berangkat dari Bandara Polonia Medan dengan menggunakan Hercules CH130 yang turun menuju titik terjun berupa garis silang di tengah lapangan. Meski singkat waktu,pihaknya tetap memilih lokasi Lapangan Cadika Pramuka. Sebab jika dilihat dari koordinatnya minim resiko dibandingkan dengan rencana pelatihan terjun payung jika dilakukan di Lapangan Teladan Medan.
“Dengan ketinggian mencapai 6.000 – 8.000 feet.Resikonya lebih sedikit dibandingkan dengan Lapangan Teladan yang resikonya sangat tinggi jadi di Lapangan Cadika sangat rendah,”ujarnya. Wali Kota Medan Rahudman Harahap yang melihat latihan terjun payung itu berterima kasih atas kehadiran Pangkostrad,Letjen TNI AY Nasution dan anak buahnya yang memilih Kota Medan sebagai wilayah latihan terjun payung di Sumut selama enam hari.
“Terima kasih kepada pasukan Kostrad yang sudah memilih Kota Medan sebagai tempat pelatihan terjun payung,” ucap Rahudman. Sementara dengan pengawalan personil TNI AD, ratusan masyarakat Kota Medan sangat antusias melihat pelatihan terjun payung tersebut secara dekat di Lapangan Cadika Pramuka.
Sementara seorang penerjun, Serka Pepen Suryana yang membawa Bendera Merah Putih mengakui tingkat kesulitan di kawasan Kota Medan sama seperti dengan daerah lainnya yang sudah dilaksanakan di Sumatera Utara. Pria yang sudah terjun sebanyak 960 kali ini mengatakan, perbedaan tim terjun payung skuad dengan militer hanya ada pada beban yang dibawa saat akan terjun.
“Lebih berat menjadi tim terjun militer karena membawa beban berat dibandingkan dengan payung skuad yang tidak membawa beban. Jadi kalau untuk tingkat kesulitannya sama saja,” jelas Pepen yang sudah ikut pelatihan terjun sejak berpangkat prajurit satu. Selain terjun payung, Kostrad juga menggelar atraksi pembebasan tawanan yang disekap di dalam rumah oleh 10 teroris bersenjata jenis R5.
Tim penanggulangan teror (gultor) yang berjumlah 20 orang bersenjata lengkap menaiki mobil jenisPJDdanBTRlangsungmenyergap kawanan teroris. Suara tembakan yang dikeluarkan berkali-kali oleh Tim Gultor mampu membebaskan satu tawanan dan melumpuhkan 10 teroris.
Setelah itu, prajurit Kostrad berencana akan menggelar atraksi pembebasan tawanan dengan menaiki Helikopter Bell 142.Namun,dikarenakan crowded atraksi batal dilaksanakan.



















