C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Kamis, September 27, 2012
Latihan AJ XXXI, KRI OWA-354 Tembakan Rudal Yakhont
Seaman Brotherhood KRI Sultan Hasanuddin-366
Komandan KRI Dewaruci Kunjungi Panglima Armada Laut Srilanka
KRI Dewaruci Akhiri Perjalanan Muhibah Luar Negeri Di SriLanka
Setibanya di dermaga Colombo Srilanka (21/9) KRI DWR di sambut oleh Athase Pertahanan Kolonel Laut (E) Putu Angga beserta Ibu Protokoler KBRI Abdulah Zulkifli , beberapa perwira Staf serta satu pleton korps musik Angkatan Laut Srilanka.
Industri Pertahanan Hebat, Negara Pasti Kuat
Mako Divisi III Marinir Sorong Mulai Dibangun
Dalam pengembangan Korps Marinir TNI-AL, di Sorong nantinya akan menjadi Divisi III Marinir untuk mendukung keamanan dan pertahanan di komando wilayah laut timur. Ditargetkan markas komando tersebut akan selesai pada tahun depan (2013). Selesai pembangunan gedung mako akan dilanjutkan dengan sarana dan prasarana pendukung lainnya.
Selain pembangunan markas komando, di kompleks Km 16 ini lanjut Danlanal, juga akan dibangun barak-barak mariner, perumahan untuk anggota dan fasilitas penunjang lainnya. Pembangunan Mako Divisi III Marinir ini diestimasikan rampung tahun 2013 mendatang, dan secara bertahap akan mulai dilakuakn pergeseran pasukan hingga nantinya mencapai 15 ribuan personil.
“Saat pembangunan selesai sesuai jadwal tahun 2013 nanti, secara bertahap akan ada pergesaran pasukan. Tahap awal mungkin satu bataliyon dulu atau sekitar 1000-an personil,” terang Danlanal sembari mengatakan, saat ini personil Marinir yang ditempatkan di Sorong sekitar 60-an personil yang bertugas untuk pengamanan asset.
Ditanyai mengenai pembinaan personil untuk menghindari gesekan antar sesama aparat seperti yang terjadi baru-baru ini di salah satu tempat hiburan malam, Danlanal menegaskan jika pembinaan personil menjadi perhatian utama pihaknya di Lanal Sorong, dengan terus menerus melakukan pembinaan terhadap anggotanya, baik itu dari Satuan Tugas (Satgas) Mariniri yang saat ini masih dibawah komando Lanal Sorong, maupun terhadap anggota TNI-AL lainnya yang bertugas di Lanal Sorong.
”Untuk pembinaan, saat ini kan Satgas pengamanan aset di-BKO-kan di Lanal Sorong, kita lakukan pembinaan sama seperti anggota lainnya, baik itu mengenai penekanan kedisiplinan, penindakan pelanggaran, termasuk kesejahteraan juga kita perhatikan,” tandasnya.
Acara peletakan batu pertama pembangunan gedung Mako Divisi III Marinir ini dilakukan oleh Wali Kota Sorong, Drs.Ec Lamberthus Jitmau, disaksikan tamu undangan yang kemudian dilanjutkan pemotongan tumpeng oleh Danlanal Sorong.
Marinir Siap Laksanakan Armada Jaya XXXI/2012
Dalam kesempatan tersebut Danpasrat 12.2.2 memaparkan Konsep Umum Operasi Pasrat di depan Pangkogab Laksamana Muda TNI Arief R, Pangkogasgabla Laksamana Pertama TNI Wahyudi S, SE, Pangkogasgabfib Laksamana Muda TNI Sadiman, Pangkogasgabratmin Laksamana Muda TNI SM Darojatim, Pangkogasgab Hantai Brigjen TNI Mar M Suwandy Thahir.
Danpasmar-1 Kolonel Marinir R Gatot Suprapto bertindak selaku Danpsrat 12.2.2 dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012 tahun ini. Rencananya Gladi Posko akan dilaksanakan sampai dengan tanggal 02 Oktober 2012. Dalam Latihan Armada Jaya XXXI/2012 Korps Marinir menerjukan pasukannya dengan kekuatan Satu Brigade Pendarat (Brigrat). Rencananya latihan operasi amfibi ini akan digelar di Pantai Sekerat Kalimantan Timur.
Danbrigif-3 Mar Lepas Satgas Pam Puter XIII
Sebanyak 118 Prajurit Marinir dari Batalyon Infanteri – 9 Marinir yang tergabung dalam Satgasmar Pam pulau terluar XII dilepas oleh Komandan Brigif – 3 Marinir Kolonel Mar Hardimo dalam upacara resmi di Pelabuhan Pelindo Panjang Bandar Lampung pada hari Selasa tanggal 25 September 2012. Pasukan yang diberangkatkan dengan menggunakan KRI Teluk Manado dengan nomor Lambung 537 ini akan menempati empat pulau terluar di wilayah Indonesia bagian barat antara lain Pulau Rondo, Pulau Nipah, Pulau Berhala dan pulau sekatung dengan Komandan Satgas Kapten Marinir Roni Saputra. Sebelum berangkat ke daerah penugasan Prajurit – prajurit tersebut telah melaksanakan latihan pra satgas selama 1 minggu di Pantai Caligi Batumenyan Padang Cermin serta pembekalan tentang perkembangan situasi dan kondisi daerah penugasan.
Dalam amanatnya Danbrigif – 3 Mar mengatakan, “ pada dasarnya penugasan di pulau terluar yang akan dilaksanakan merupakan tugas yang sangat mulia bagi seorang prajurit sebagai komponen pertahanan negara yaitu merupakan tugas untuk menjaga keutuhan dan kedaulatan wilayah Negara Kesatuan Republik Indonesia dan tugas untuk mempertahankan martabat bangsa dimana batas wilayah laut di daerah tersebut akhir – akhir ini semakin memanas dengan dipindahkannya beberapa patok sebagai tanda perbatasan diantara kedua negara yang menjadi konflik antara Indonesia dengan negara tetangga. Maka dari itu dibutuhkan prajurit – prajurit yang tangguh baik fisik dan mentalnya untuk menjaga daerah perbatasan tersebut.”
Dalam upacara tersebut turut hadir Danyonif – 7 Mar Letkol Mar Sunarko,S.sos, Danyonif – 9 Mar Letkol Mar I Dewa Gede Wirawan, dan Para perwira staf Brigif – 3 Mar serta tamu undangan yang lain.
Mabesal Berencana Menaikkan Lanal Pontianak Jadi Lantamal
Ekspos tersebut dihadiri Bupati Kayong Utara Hildi Hamid, Anggota DPRD Abdul Zamad M Amin, para kepala satuan kerja perangkat daerah (SKPD), Camat Teluk Batang Idrus, dan undangan-undangan lain. “Pangkalan sebagai salah satu komponen sistem senjata armada terpadu (SSAT), merupakan pendukung yang memberikan bermacam dukungan kepada unsur-unsur persenjataan armada lainnya, baik kapal, pesawat udara (pesud), maupun marinir,” ungkap Mayor Laut (T) Rudy Salam ST, perwira Administrasi dan Logistik (Pasminlog) Lanal Pontianak, didampingi Kapten (L) Bambang Budi Raharjo.
Dikatakannya, rencana pembangunan Lanal Teluk Batang ini memiliki fasilitas 5 R yakni refuel, replenishment, repair, rest, and recreation. Di dalamnya, diungkapkan dia, terdapat fasilitas labuh, pemeliharaan dan perbaikan, pembekalan, perawatan personel, dan fasilitas pembinaan pangkalan. “Tugas pokok Lanal Teluk Batang, menyelenggarakan dukungan administrasi dan logistik bagi unsur-unsur TNI AL, seperti kapal, pesawat udara, dan marinir.
Kemudian melaksanakan patroli di wilayah kerja Lanal. Melaksanakan pemberdayaan potensi maritim dengan memanfaatkan sarana dan prasarana yang dimiliki pangkalan sendiri, maupun sarana dan prasarana instansi terkait. Tugas tambahan, menyelenggarakan dukungan bagi kesatuan non TNI AL sesuai fungsi dan kebutuhan,” ungkap perwira yang pernah bertugas di Kapal Perang Republik Indonesia (KRI) sekitar delapan tahun dan menjadi staf hampir 2 tahun ini.
“Lanal Teluk Batang juga direncanakan mampu memberikan dukungan angkutan barang maupun angkutan personel dan pos melalui darat dan laut. Lahan bangunan juga harus mampu memberikan pertahanan dan pengamanan terhadap ancaman dari darat, laut, dan udara secara terbatas. Berupa serangan udara, penerobosan kapal selam, sabotase dari pasukan katak serta ancaman berupa kegiatan-kegiatan lain dari darat. Karenanya akan dilengkapi dengan pagar tembok dan kawat berduri, pos-pos penjagaan, penerangan di sekitar pagar, sistem pencegahan bahaya kebakaran, serta fasilitas pertahanan udara dan pantai bila diperlukan,” tuturnya.
Fasilitas labuh dermaga, imbuhnya, direncanakan panjangnya 150 meter dengan lebar jalan 8 meter. Jadi panjang dermaga labuh ini mampu menampung sepuluh kapal perang sekaligus. Sedangkan fasilitas Harkan Lanal direncanakan kurang lebih 1 hektar, fasilitas pembekalan sekitar 1,5 hektar, perawatan personel 14 hektar, dan fasilitas pembinaan pangkalan mencapai 3,5 hetar. Total lahan untuk Lanal Teluk Batang direncanakan mencapai 20 hektar.
“Pembangunan Lanal Teluk Batang juga untuk menyikapi dan mengantisipasi perkembangan konflik di wilayah perbatasan di Kalbar. Menjaga segala bentuk kemungkinan ancaman. Peningkatan pengawasan dan pengamanan perairan Karimata dan sekitarnya serta Alur Laut Kepulauan Indonesia (ALKI) I, perlu dilakukan langkah strategis pembangunan kekuatan pertahanan dengan peningkatan pangkalan TNI AL di Kalbar,” paparnya.
Penambahan dan peningkatan fasilitas pangkalan, lanjutnya, tetap diperlukan agar memenuhi standarisasi sesuai klasifikasi pangkalan yang akan dibentuk, khususnya di Kabupaten Kayong Utara. Mengingat syarat umum dan syarat operasional sesuai standarisasi pangkalan bisa dibangun atau dibentuk sesuai kebutuhan pangkalan.
“Lokasi lahan untuk pembangunan Pangkalan TNI Angkatan Laut di KKU mohon segera disiapkan dan ditentukan. Harapannya dapat mempercepat usulan pembentukan pangkalan kepada Pemimpin TNI AL, guna meningkatkan pengawasan dan pengamanan perairan Karimata, serta ALKI I. Karenanya sosialisasi kepada instansi terkait ihwal rencana percepatan pembentukan Lanal Teluk Batang di KKU,” ucapnya.
Pelabuhan Murah di Kayong Utara
“Kita sudah dipanggil Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) di Jakarta, kalau negara-negara Uni Eropa, kemudian dari Asia seperti Tiongkok, Korea, dan Jepang, mengeluhkan mahalnya kalau melewati Singapura. Para pengusaha Uni Eropa dan Asia Timur Raya sudah muak dengan mahalnya cukai melintasi Singapura. Jadi mereka mengharapkan ada pelabuhan internasional murah di Selat Karimata dan sebagian perairan itu ada Kayong Utara, rencana yang dibidik di
Pulau Pelapis,” ungkap H Hildi Hamid, Bupati Kayong Utara di Balai Praja Sukadana, Rabu (26/9).
Dikatakannya, peminat pertama berasal dari konsorsium Rotterdam. Namun dalam perkembangannya, disayangkan Bupati bahwa investor Tiongkok yang lebih intens merayu Jakarta, untuk membangun pelabuhan murah di Kayong Utara. Tiongkok sendiri, disebutkan dia, saat ini menjadi pemain nomor dua pada perdagangan internasional, setelah Amerika Serikat. Bahkan, dia menyebutkan pada tahun 2010 pernah menjadi nomor satu karena krisis keuangan Uni Eropa dan Amerika Serikat, disusul Jepang serta Jerman.
“Meningkatnya perdagangan barang menggunakan kapal laut yang muat lebih banyak dan lebih murah daripada pesawat udara saat ini di Asia Timur Raya, menjadikan selat Melaka menjadi perairan tersibuk di dunia. Dan mereka kesal dengan Singapura yang bagaikan menguasai lalulintas laut selat Melaka. Kalau ALKI I mampu menjadikan Karimata rute alternatif yang lengkap tapi murah, diyakini perairan kita menjadi salah satu jalur utama perdagangan dunia,” tegas Hildi.
Flaypass 3 Black Panther Tandai Pembukaan BAS 2012
Pesawat bercat hijau loreng tersebut diawaki tim Skadron 12 yang bermarkas di Pekanbaru. 'Black Panther' menepati janjinya meramaikan BAS 2012 dalam rangkaian Hari Jadi ke-202 Kota Bandung. Black Panther terbang dari Lanud Iswahyudi, Madiun.
Walikota Bandung Dada Rosada terpaksa beberapa kali menghentikan pidato sambutannya saat acara pembukaan BAS 2012. Dada yang berdiri di atas panggung tak bisa berbuat banyak dan matanya mengarah ke langit bercuaca cerah.
Suara 'Black Panther' melintas tepat di atas panggung menenggelamkan suara Dada melalui alat pengeras. Tiga kali pesawat melayang di udara, tiga kali Dada memberhentikan sambutannya.
Beberapa saat kemudian, Dada berbicara sebentar di hadapan tamu serta undanga. Setelah itu Dada memungkaskan sambutannya.
Koopsau
I Marsda TNI Bagus Puruhito mendapat giliran menyampaikan pidato di
lokasi sama. "Mohon maaf Pa Walikota. Pesawat Hawk ini sebagai tanda
mengucapkan selamat bagi BAS 2012," ucap Bagus sembari tersenyum dan
disambut tepuk tangan.Hadir pula dalam pembukaan ini Danlanud Husein Sastranegara Kolonel Pnb Umar Sugeng Hariyono, Ketua DPRD Erwa Setiawan, dan Wakapolda Jabar Brigjen Hengkie Kaluara.
BAS digelar selama empat hari hingga Minggu (30/9/2012). Hari ini BAS terbuka untuk kalangan TNI, Polri, dan PNS. Besok baru untuk kalangan pelajar dan mahasiswa. Sementara Sabtu dan minggu untuk umum.
Wapangab Militer Timor Leste Berkunjung Ke Mabesad
Kkemungkinan Pengadaan Helikopter Apache Direalisasikan 2013
"Komisi I belum pernah diajak bicara soal rencana pembelian 6 Apache dari AS, oleh Kemhan. Sehingga Komisi I belum menyikapi hal ini. Karena sejauh ini keterangan rencana pembelian heli serbu Apache hanya kami dengar dan baca di media massa, dan Kemhan belum pernah menyampaikannya secara resmi ke Komisi I DPR," ujar Mahfudz Siddiq kepada Jurnalparlemen.com, Kamis (27/9).
Mahfudz mengatakan, dalam pembahasan anggaran 2013 untuk Kemhan, sejauh ini juga tidak ada alokasi anggaran yang diajukan untuk keperluan pembelian pesawat Apache tersebut. "Sehingga kemungkinan pengadaan Apache itu tidak dalam waktu dekat. Karena di APBN 2013 yang anggarannya masih dibahas di Komisi I, pihak Kemhan tidak menyebutkan adanya keperluan anggaran untuk belanja pesawat serbu tersebut," tegasnya.
Karena itu, kata Mahfudz, kemungkinan pengadaan helikopter Apache baru direalisasikan setelah 2013.
Komisi I sendiri, kata Mahfudz, sebelumnya telah menyarankan pihak Kemhan untuk membeli helikopter pengangkut yang besar, seperti Chinook. Namun sayangnya sejauh ini, pihak Kemhan tidak pernah merespons usulan Komisi I untuk membeli heli Chinook.
Lanjut Mahfudz, Komisi I menilai TNI perlu memiliki helikopter multifungsi seperti Chinook, untuk mengangkut logistik, pasukan dan lainnya. "Karena heli itu cocok dan sesuai dengan kondisi geografis Indonesia. Baik untuk kepentingan militer maupun untuk membantu penanganan korban bencana," kata politisi PKS ini.
Sebelumnya, Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono menyatakan, rencana pengadaan helikopter serbu Apache dari AS, hingga kini masih dikaji dan dipelajari oleh TNI AD, sebagai salah satu opsi pengadaan helikopter serbu. Setelah kajian TNI AD selesai, akan diserahkan ke Mabes TNI, Kemhan, dan Komisi I DPR.
Seperti diketahui pemerintah AS berencana untuk menjual 8 Helikopter Apache ke Indonesia. Menteri Luar Negeri Amerika Serikat Hillary Rodham Clinton, mengumumkan bahwa pemerintah Indonesia akan membeli delapan unit helikopter Apache dari AS. Rencana penjualan delapan unit AH-64D Longbow Apache ini juga sudah diberitahukan oleh Presiden Barack Obama pada Kongres Amerika. Penjualan itu akan memperkuat kerja sama Indonesia-AS dan memperbaiki usaha memelihara keamanan di kawasan Asia Tenggara.
CN 295 Dijadwalkan Mendarat Di Bandung 30 September
"Berdasarkan jadwal, pesawat CN-295 akan mendarat di Bandara Husein Sastranegara Bandung pada 30 September mendatang," kata Komandan Pangkalan Udara Husein Sastranegara Bandung, Kolonel Pnb Umar Sugeng di Bandung, Rabu.
Pesawat CN-295 tersebut, kata Umar Sugeng akan masuk langsung ke hanggar PT Dirgantara Indonesia.
Ia berharap pesawat itu bisa menjadi salah satu yang dipamerkan pada Bandung Air Show 2012 yang digelar di Lanud Husein Sastranegara.
"Yang pasti penonton kemungkinan bisa menyaksikan pendaratan pertama CN-295 di Lanud Husein, karena bertepatan dengan hari terakhir Bandung Air show 2012," kata Umar.
Pesawat CN-295 itu merupakan pesawat yang diproduksi dan dikembangkan oleh Airbus Military, dan ke depan akan dikembangkan bersama PT Dirgantara Indonesia.
PTDI sendiri sudah memegang lisensi sebagai ujung tombak pemasaran pesawat jenis propeler atau baling-baling itu untuk pasar Asia Fasific.
Pesawat itu memiliki kemampuan pendaratan di landasan pacu yang pendek, serta memiliki manuver yang cukup lincah dan cocok untuk angkutan logistik pada operasi militer maupun penerbangan sipil.
Pesawat itu bisa diproduksi untuk versi sipil maupun militer, serta untuk VVIP. Departemen Pertahanan sendiri akan menggunakan pesawat CN-295 itu untuk menggantikan pesawat militer jenis Fokker yang sudah diistirahatkan.
Sementara itu PTDI telah melakukan langkah-langkah revitalisasi produksi dengan menambah peralatan baru untuk bersiap memproduksi pesawat dalam jumlah yang banyak guna memenuhi pesanan baik dari dalam maupun luar negeri.


































