C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Rabu, Oktober 19, 2011
TNI AL Akan Menggelar Operasi Amfibi Armada Jaya (AJ) XXX-11 Di Kaltim
Update : PT NTP Targetkan Overhaul 25 Unit Mesin CT7 Pada 2011
GE Jalin Kerja Sama Dengan PTDI Overhoul Support Mesin CN-235
Perjanjian yang diteken hari ini memperluas lingkup kerja sama antara GE dan NTP yang sudah terjalin sejak 20 tahun yang lalu terkait program CT7. Nantinya NTP akan melaksanakan jasa overhaul semua mesin CN235, mencakup model CT7-5/CT7-7/CT7-9, baik yang sedang digunakan maupun yang akan diselesaikan di Indonesia.
GE Aviation akan terus melaksanakan manufaktur, perakitan, inspeksi, dan pengujian mesin CT7-9 untuk order pesawat CN235 di lokasi pabriknya di Lynn, Massachusetts, Amerika Serikat. Pesawat CN235 saat ini diproduksi oleh Airbus Military dan PTDI.
CEO GE Indonesia, Handry Satriago, mengaku senang bisa memperkuat jalinan kerja sama antara GE dan NTP. “Pengalaman mereka yang telah terbukti dengan mesin kami serta kemitraan dengan para customer yang memakai CN235 merupakan keuntungan tersendiri bagi kami dan para customer kami,” ujarnya.
Sementara itu, Presiden Direktur NTP Supra Dekanto mengatakan perjanjian ini memastikan dukungan produk yang kuat bagi PTDI dan pesawatnya CN235 dan meneguhkan komitmen NTP dalam memberi dukungan produk bagi mesin pesawat CT7. “Kami berterima kasih pada GE atas dukungannya selama ini, termasuk untuk perakitan mesin CT7 di pabrik NTP di Bandung, Indonesia, dan juga untuk dukungannya bagi perawatan dan overhaul mesin tersebut,” katanya.Pesawat bermesin ganda CN235 biasa digunakan dalam pelaksanaan patroli maritim, surveillance (pengawasan) dan juga transportasi udara. Negara-negara yang sudah memakai pesawat CN 235 antara lain Turki, Korea, Malaysia, Pakistan, Spanyol, Prancis, dan Indonesia.
Mesin pesawat turboprop dengan kekuatan 1900-shaft-horsepower CT7 disertifikasi pada 1983 dan mulai digunakan pada Juni 1984 sebagai mesin bagi pesawat yang melayani penerbangan regional pada pesawat Saab 340. Pada dekade yang sama mesin ini kemudian terpilih untuk pesawat 235 dari CASA/IPTN. Secara keseluruhan, lebih dari 1.200 mesin turboprop CT7 telah dipasang dan digunakan di seluruh dunia.
Seoul Eyes Powerplant Options For KF/IF-X
Angkatan Laut 32 Negara Jajaki Kerjasama Pengamanan
"Dengan kemitraan tersebut, antarangkatan laut bisa saling berbagi tentang isu-isu yang berhubungan dengan keamanan maritim," kata Kepala Staf Angkatan Laut Laksamana TNI Soeparno usai membuka lokakarya Angkatan Laut negara-negara di pesisir Samudra Hindia (Indian Ocean Naval Symposium/IONS) di Jakarta, Selasa.
Soeparno menambahkan kemitraan strategis itu juga dapat menjadi ajang untuk saling meningkatkan daya mampu dalam mengantisipasi dan menghadapi tantangan stabilitas keamanan maritim, khususnya di Samudra India.
"Tak hanya itu, kemitraan juga bertujuan membangun `interoperability` dalam hal doktrin, strategi, prosedur, sistem organisasi logistik dan proses operasi, sehingga dapat terwujud operasi bantuan kemanusiaan yang cepat responsif, dan efektif di seluruh negara pesisir Samudra Hindia," tutur Soeparno.
Dalam kegiatan itu wakil Amerika Serikat, Jepang dan Inggris juga hadir.
Iran Punya Senjata Rahasia Hadapi Musuh
TEHRAN-(IDB) : Seorang komandan senior militer Iran mengatakan, senjata rahasia dan peralatan militer akan membuat musuh lengah ketika mereka digunakan untuk membalas kemungkinan serangan agresor. "Semua informasi terkait kemampuan Angkatan Udara Iran tidak dapat dipublikasikan, tetapi jika perlu, senjata-senjata rahasia akan digunakan untuk mengejutkan musuh," kata Wakil Komandan Angkatan Udara Republik Islam Iran (IRIAF), Brigjend Aziz Nasir Zadeh, seperti dikutip IRNA pada Selasa (18/10). Dia menambahkan bahwa IRIAF siap untuk membalas setiap ancaman, karena telah membuktikan kesiapannya dalam latihan militer yang digelar beberapa waktu lalu. Seraya memuji peningkatan kemampuan militer Iran, Nasir Zadeh menjelaskan, "Kini, kami telah mencapai rasa percaya diri dan kemandirian sehingga kita dapat memproduksi peralatan tempur dan senjata yang diperlukan di dalam negeri." "Keberhasilan menguji amunisi pintar, termasuk bom cerdas dan anti-radar, adalah bagian dari prestasi yang paling penting IRIAF baru-baru ini. Para ahli Iran juga telah memasang peralatan baru pada Sukhoi-24 dan MiG-29 dan meningkatkan sistem operasi pesawat tempur," tambahnya. Dalam beberapa tahun terakhir, Iran membuat prestasi besar di sektor pertahanan dan mencapai swasembada dalam memproduksi peralatan militer penting, termasuk sistem pertahanan udara canggih. Iran berulang kali menyatakan bahwa kekuatan militernya bukan ancaman bagi negara-negara lain dan doktrin militer Iran didasarkan pada pertahanan. Sumber : Irib |















TEHRAN-(IDB) : Seorang komandan senior militer Iran mengatakan, senjata rahasia dan peralatan militer akan membuat musuh lengah ketika mereka digunakan untuk membalas kemungkinan serangan agresor.
