C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Selasa, Agustus 14, 2012
Berita Foto : Sukhoi Tuntaskan Latma Pitch Black 2012
TNI AU Tambah Prajurit Wanita
Karena itu, direncanakan ke depan akan ditingkatkan program penerimaan, pelatihan, dan penggunaan Wara. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat mengatakan, perempuan memiliki pengaruh yang kuat dalam membangun TNI AU yang tangguh. ”Semakin setara dan peran aktif prajurit wanita, maka makin memperlancar tugastugas TNI AU,” ujarnya dalam sambutan yang dibacakan Wakil KSAU Marsekal Madya TNI Dede Rusamsi saat upacara peringatan HUT ke-49 Wara di MabesTNI AU kemarin.
Selama ini Wara juga telah memperlihatkan prestasi dalam berbagai penugasan yang layak untuk dibanggakan. Beberapa tahun terakhir ini, bahkan Wara telah dilibatkan dalam misi penjagaan perdamaian PBB di daerah-daerah konflik di berbagai dunia. Hal ini, kata KSAU, sangat membanggakan sekaligus menjawab keraguan akan kemampuan prajurit Wara dalam mendukung tugas-tugas operasi militer di medan yang penuh risiko.
”Sangat wajar dan sudah selayaknya apabila kemudian para prajurit Wara yang berprestasi dan telah menunjukkan integritas tinggi, diberikan posisi penting sesuai dengan kapasitas kemampuannya,” sebutnya. Sekarang ini jumlah Wara hanya sekitar 4% dari seluruh personel TNI AU. Karena itu, pimpinan TNI AU berencana meningkatkan program penerimaan, pelatihan, dan penggunaan Wara.
Langkah ini juga bentuk kesetaraan gender di TNI AU. Seksi Dokumentasi Panitia HUT ke-49 Wara Kapten Sus Michiko menambahkan, upacara kali ini diikuti oleh seluruh prajurit Wara yang berdinas di wilayah Jakarta dan Bogor. Setelah upacara selesai ditampilkan tari poco-poco pemenang juara 1, 2 dan 3 dalam lomba poco-poco beberapa waktu lalu.
Meriahkan HUT RI, Sukhoi Dan F 16 Atraksi Di Atas Istana Merdeka
Pesawat Sukhoi dan F-16 latihan terbang melintas di atas Istana Merdeka pada gladi pertama, Selasa (14/8/2012).
Dalam keterangan pers yang diterima Tribunnews.com, Latihan Fly-pass ini dalam rangka upacara peringatan HUT RI ke-67 yang rencananya akan dipimpin oleh Kepala Negara Susilo Bambang Yodhoyono.
Komandan Skadron Udara 3 “Dragon F-16” Letkol Pnb Ali Sudibyo memimpin formasi
“Double V” Garuda Elemen 1 yang terdiri dari lima pesawat F-16, sedangkan Komandan Skadron Udara 11 “Thunder Sukhoi” Letkol Pnb M. Untung Suropati memimpin formasi Garuda Elemen 2.
Garuda Flight merupakan call-sign yang digunakan, terbang melintas dengan ketinggian 1500 feet dengan kecepatan 420 knots. Sukhoi mengangkasa pukul 09.58 WIB diikuti F-16 pukul 10.00 WIB. Namun sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan kesehatan bagi awak pesawat atau Pre Flight Check (PFC).
"Kegiatan ini merupakan sebentuk kehormatan dan penghargaan Pimpinan Negara kepada TNI AU. Sebab, ini kali kedua, pesawat-pesawat kebanggaan milik bangsa Indonesia, mengisi perayaan HUT Kemerdekaan RI. Yakni tahun 2011 dan 2012 pada bulan Agustus ini," jelas Komandan Lanud Halim Perdanakusuma, Marsma TNI A. Adang Supriyadi, Selasa (14/8/2012).
Rencananya akan dilakukan gladi kedua pada esok hari, Rabu (15/8/2012). Turut pula mendukung keberhasilan aktivitas ini adalah pesawat NAS 332
Super-Puma sebagai kesiapan SAR. Ini sudah merupakan standar operasional. Pesawat ini siap untuk mendukung pergerakan pesawat tempur seandainya terjadi emergency-eject.
“Kemana pesawat tempur pergi pasti ada heli stand-by selaku penanggungjawab pertolongan saat darurat," tegas Kapten Pnb Guruh Mahardika pemimpin NAS 332 Super-Puma.
Irak Tertarik Dengan Persenjataan Produksi pindad



















