C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Sabtu, Maret 24, 2012
Rudal Korut diarahkan ke Asia Tenggara dan Australia
DPR RI Dan Kemenhan Bahas Alutsista
Menurut Wakil Ketua Komisi satu DPR RI Hayono Isman, rapat dilakukan secata terbuka , dengan agenda pengadaan pesawat tempur Sukhoi, tank Leopard, kapal fregat ex Brunei. "Rapat kerja harus dinyatakan terbuka kepada pubilk karena berbagai isu penggemblungan anggaran pembelian alutsista tersebut yang sudah beredar di publik," ujar Hayono, saat dihubungi Liputan6.com.
Sejumlah lembaga swadaya masyarakat (LSM) mengadukan pembelian alat utama sistem senjata (alutsista) ke Komisi Pertahanan DPR. Tak hanya itu mereka meminta KPK untuk turun tangan melakukan investegasi. Pengaduan ini ditanggapi Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro, dirinya memastikan dalam pembelian alutsista itu tak ada unsur korupsi.
Wakil Koordinator Indonesia Corruption Watch (ICW) Adnan Topan Husodo menyoroti, ada indikasi kejanggalan harga dari pembelian pesawat tempur Sukhoi Rusiat. Sejumlah LSM itu pun mempertanyakan mengapa Indonesia lebih memilih menggunakan skema dana pinjaman luar negeri atau kredit komersial. "Padahal ada MoU antara Pemerintah dengan Rusia terkait dengan state credit yang dialokasi sebesar US$1 miliar," kata Adnan.
Menurut Adnan, dengan menggunakan kredit dari Pemerintah Rusia, Indonesia akan mendapat keuntungan pengembalian masa pinjam yang lebih lama jika dibandingkan pemakaian kredit komersial.
Presiden: Usut Pengadaan 6 Pesawat Sukhoi
"Buka dan investigasi secara utuh. Kalau ada penggelembungan, tindak siapapun, baik dari (pemerintahan) dulu sampai sekarang," kata Kepala Negara di sela-sela kunjungan kenegaraan di Beijing, Republik Rakyat China, Sabtu.
Menurut Presiden Yudhoyono, rakyat memiliki hak untuk mengetahui kebenaran, apalagi sudah ada pihak yang mempertanyakan proses pengadaan pesawat tempur buatan Rusia itu.
Terlepas dari polemik pesawat Sukhoi, Yudhoyono menegaskan TNI tetap harus dipersenjatai secara layak.
Menurut dia, Indonesia sebagai negara besar yang berdaulat harus memperkuat sistem pertahanan.
Oleh karena itu, peremajaan alat utama sistem persenjataan harus dilakukan.
"Setelah perekonomian kita baik, tentara kita perkuat untuk mempertahankan setiap jengkal Tanah Air," katanya.
SBY: Kurangi Perlombaan Senjata Nuklir
Menurut SBY, kesejahteraan di kawasan dapat diraih apabila semua pihak dapat membebaskan diri dari ketakutan atas ancaman bencana kemanusiaan, termasuk di antaranya yang diakibatkan oleh senjata nuklir.
Dengan tidak terjebak dalam perlombaan senjata, negara-negara di dunia akan bisa mengalokasikan tenaga dan uang untuk hal-hal yang lebih berguna bagi kesejahteraan rakyat.
ASEAN telah mencapai kesamaan pandangan dengan negara-negara pemilik senjata nuklir untuk ikut serta dalam Protokol Zona Bebas Senjata Nuklir Asia Tenggara (SEANWFZ).
"Indonesia terus mendorong agar negara-negara pemilik senjata nuklir, dapat menandatangani protokol itu tahun ini," katanya.
Presiden berada di China untuk melakukan sejumlah agenda kerja dan agenda kenegaraan sampai 25 Maret 2012. Setelah itu, SBY dan rombongan akan menuju Korea Selatan untuk menghadiri KTT Keamanan Nuklir. Kepala Negara akan kembali ke Tanah Air pada 29 Maret 2012.
Kehormatan
Sementara itu, setelah menerima gelar tersebut, SBY mengatakan, "Sungguh merupakan kehormatan dan kebahagiaan bagi saya, pada hari yang bersejarah ini saya diundang untuk mendapatkan gelar Doktor Honoris Causa dari Universitas Tsinghua, sebuah universitas ternama dan berkelas dunia."
Menurut SBY, gelar tersebut sangat istimewa karena diberikan oleh sebuah universitas tempat para calon pemimpin dan ilmuwan dunia menuntut ilmu.
"Dari kampus ini pula, berbagai pemikiran yang berhasil memacu kebangkitan dan kemajuan ekonomi Tiongkok dikembangkan," katanya.
Saat ini, sekitar 75 mahasiswa Indonesia sedang menekuni berbagai bidang keilmuan di Universitas Tsinghua.
Universitas itu juga sering mengadakan kerjasama dengan lembaga pendidikan di Indonesia, termasuk Universitas Indonesia. "Ke depan kita berharap, akan lebih banyak lagi pelajar atau mahasiswa dari Indonesia yang menuntut ilmu di universitas ini," katanya.
Sementara itu, Presiden Universitas Tsinghua Chen Jining mengatakan, penganugerahan gelar Honoris Causa itu diberikan karena SBY dianggap telah melakukan hal-hal yang luar biasa demi kebaikan masyarakat.
SBY dipandang memiliki peran penting dalam mendorong pertumbuhan ekonomi Indonesia sehingga bisa meningkat dengan signifikan.
Dia juga dipandang berjasa dalam pemberantasan terorisme, penanganan pemulihan akibat bencana alam, dan penanggulangan krisis.
Sebelumnya, SBY telah menerima beberapa gelar serupa dari sejumlah universitas dari beberapa negara, antara lain Jepang dan Thailand.
Jepang Siapkan Pertahanan Rudal, China Serukan Tahan Diri
"Kami akan melakukan perundingan dengan pemerintah lokal terkait tentang penggelaran itu," tambahnya.
Rudal pencegat permukaan ke udara akan digelar di gugusan pulau Okinawa, Jepang Selatan, tetapi setiap perintah untuk menembak jatuh roket Korut itu terlebih dulu harus mendapat persetujuan Perdana Menteri Yoshihiko Noda.
Korut yang memiliki senjata nuklir itu mengumumkan akan meluncurkan satu roket bulan depan untuk menempatkan satu satelit di orbit, satu tindakan yang Amerika Serikat dan sekutunya anggap sebagai satu dalih bagi uji coba rudal jarak jauh.
Para pejabat Jepang mengatakan proyektil itu mungkin melewati Okinawa.
Persiapan Jepang, yang secara reguler jadi target kecaman Korut, dilakukan saat para pemimpin dunia termasuk Presiden AS Barack Obama berada di Seoul pekan depan untuk menghadiri KTT nuklir, yang secara resmi dipusatkan pada terorisme nuklir.
Tetapi program nuklir Korut juga diperkirakan akan dibicarakan di sela perundingan itu.
Pada tahun 2009 Jepang memerintahkan persiapan yang sama pertahanan rudal sebelum Pyongyang meluncurkan roket jarak jauhnya, yang dikecam Dewan Keamanan PBB dan memperketat sanksi terhadap negara komunis itu.
Roket itu, yang menurut Korut juga bertujuan menempatkan satu satelit dalam orbit, melewati wilayah Jepang tanpa insiden atau usaha untuk menembak jatuh.
Sementara itu China, Jumat, mendesak negara-negara di kawasan untuk menahan diri menjelang peluncuran roket Korut, setelah Tokyo mengatakan sedang menyiapkan sistem pertahanan peluru kendali untuk menembak jatuh roket tersebut jika mengancam Jepang.
"Semua pihak harus tetap tenang dan menahan diri dan menahan diri dari melakukan tindakan yang akan memperumit masalah ini," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri China,Hong Lei kepada wartawan di Beijing.
Keputusan kepemimpinan baru Korut itu telah membuat negara-nefara di kawasan bersikap waspada, China - sekutu terdekat Pyongyang - yang pekan lalu menyatakan keprihatinan atas rencana peluncuran dan mendesak pengendalian diri.















