C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Minggu, Juli 15, 2012
Kerja Sama Kopassus - PLA Jadi Barometer Keamanan Kawasan
TNI Tetap Hargai HAM di Papua
"Tentara Nasional Indonesia (TNI) tidak gegabah, dan kami tetap prosedural dalam melaksanakan tugas pokok di mana pun, termasuk di Papua," kata Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Darat Mayjen TNI Dedi Kusnadi Thamim, di Jinan, Shandong, Minggu.
Ditemui ANTARA usai menghadiri penutupan Latihan Bersama Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat (Kopassus) dan Pasukan Khusus Angkatan Bersenjata China (People's Liberation Army/PLA), dia mengatakan bahwa TNI tetap menghormati dan menghargai prinsip HAM di Papua.
"Kami tidak akan semena-mena terhadap warga sipil. Akan tetapi, kami juga tidak akan tinggal diam jika ada kelompok bersenjata yang melakukan penyerangan terhadap personel kami. Mereka, kelompok bersenjata itu tidak bisa hanya dihadapi dengan diam. Kalau kami di tembak masa kami diam saja," katanya.
Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) mencatat sepanjang tahun 2012 sebanyak 22 kasus kekerasan dan penembakan telah terjadi di Papua yang telah memakan korban jiwa.
"Pemerintah harus serius menyelesaikan permasalahan kekerasan dan penembakan di Papua untuk memberikan rasa aman bagi warga. Banyaknya kasus membuat kinerja dan profesionalisme aparat keamanan juga dipertanyakan," kata Komisioner Komnas HAM, Ridha Saleh, di Jakarta.
Tanpa adanya rasa aman, kata dia, tidak mungkin melakukan pembangunan di Papua. Oleh karena itu, Komnas HAM meminta pemerintah menunjukkan keseriusannya untuk segera melakukan dialog melibatkan semua pihak, baik di Papua maupun pemerintah pusat.
"Pemerintah betul-betul harus hadir untuk memberikan rasa aman, baru masuk ke agenda-agenda perubahan di Papua. Jika pemerintah tidak mampu melindungi atau menjaga aman, tidak akan mungkin melakukan pembangunan di Papua," ucapnya.
Ia pun menyesalkan adanya peristiwa kekerasan dan penembakan yang terjadi di Bumi Cenderawasih itu, dan menganggap aparat keamanan tidak mampu bekerja secara profesional.
Oleh karena itu, Komnas HAM mendesak aparat untuk mengusut tuntas kasus-kasus penembakan yang terjadi di tanah Papua.
Berita Foto : Pemberangkatan Satgas Pamtas
Berita Foto : Penyematan Penghargaan Perwira Berprestasi
MAGELANG-(IDB) : Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono (kiri) menyematkan tanda pangkat kepada Perwira berprestasi pada upacara Prasetya Perwira Prajurit Karier tahun pelajaran 2012 di lapangan Sapta Marga komplek Akmil Magelang, Jateng, Jumat (13/7). Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono sebagai inspektur upacara melantik sebanyak 127 perwira TNI, terdiri dari matra darat, laut, dan udara.
Sejumlah Perwira perwakilan dari empat agama melakukan Sumpah Perwira pada upacara Prasetya Perwira Prajurit Karier tahun pelajaran 2012 di lapangan Sapta Marga komplek Akmil Magelang, Jateng, Jumat (13/7). Pada upacara Prasetya Perwira Prajurit Karier tahun 2012 tersebut Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono sebagai inspektur upacara melantik sebanyak 127 perwira TNI, terdiri dari matra darat, laut, dan udara.
Sumber : Antara

















