| Bagian kapal perang yang tenggelam setelah di rudal Korut |
TEMPLATE ERROR: LHS of numeric is null before 19 in d`ta:blog.pageType == "item"
System Pertahanan,Info Alutsista, Hankam Indonesia dan Dunia
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
| Bagian kapal perang yang tenggelam setelah di rudal Korut |
![]() |
| Danpasmar-2 foto bersama dengan Delegasi USMC War College |
PONTIANAK-(IDB) : Pangkalan Angkatan Laut Pontianak akan menjadi Pangkalan Utama TNI AL. Peningkatan ini mempertimbangkan lokasi Kalimantan Barat yang strategis. Danlanal Pontianak Kolonel Laut (P) Parno mengatakan ada dua alternatif lokasi untuk Lantamal.”Ada dua opsi untuk lantamal, yakni di Mempawah dan Lanal Pontianak sekarang. Di Mempawah lahannya seluas 56 hektar, sedangkan Lanal Pontianak saat ini dua hektar yang nantinya akan ditingkatkan,” ujar Parno di Kantor Gubernur Kalbar, Jumat (27/5) pagi. Saat ini Lanal Pontianak termasuk Lanal kelas B. Kapal perang yang bisa masuk adalah yang memiliki draf kurang dari 4 meter. Untuk kapal perang sekelas Yos Sudarso tidak bisa masuk. ”Kapal yang berpatroli tetap ada. Saat ini yang sedang patroli adalah KRI Baracuda,” katanya. Menurut Parno, kondisi perairan laut di Kalbar dan sekitarnya aman. Tetapi TNI AL tetap bekerja menjaga keamanan karena potensi ancaman tetap ada. Pada bagian utara terdapat potensi perompakan. Bagian utara ini berada di zone ekonomi ekslusif (ZEE) termasuk Laut Natuna yang berbatasan dengan Laut Cina Selatan. Selain itu juga terdapat ancaman kapal-kapal ikan asing yang mencuri ikan.Selama ini TNI AL memiliki pos pengamanan mulai dari Temajuk, Paloh, Pemangkat, Mempawah, Ketapang, Kendawangan, dan Serutu. Selain itu juga ada pos-pos kecil lainnya. ”Jika dilihat masih kurang, tetapi belum bisa disebutkan dalam angka,” ungkap Parno. Ia berharap peningkatan Lanal Pontianak menjadi Lantamal dapat dilakukan secepatnya. Saat ini sedang dalam proses pengajuan. Pertengahan tahun Kasal sudah mengajukannya kepada Panglima TNI. Tetapi sebelum dilakukan peningkatan perlu menyiapkan infrastruktur seperti perkantoran dan hal ini sedang dilakukan. Nantinya Lantamal memiliki fungsi utama untuk mendukung angkatan perang TNI AL. ”Tentunya butuh bekal peralatan. Dengan jadi Lantamal kemampuan itu meningkat, termasuk personil untuk melayani kapal perang yang istirahat,” katanya. |