C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Sabtu, November 26, 2011
Berita Foto : Sertijab Komandan SEMPU
Komandan Indobatt Hadiri Sertijab Komandan SEMPU
Perwira Penerangan INDOBATT Mayor Pasukan Banu Kusworo kepada ANTARA melalui surat elektronik dari Lebanon, Jumat, melaporkan Komandan SEMPU diserahterimakan dari pejabat lama, Letkol Cpm Dwi Prasetyo Wiranto kepada penggantinya Letkol Cpm Ida Bagus Rahwan Diputra.
Acara dirangkai dengan acara pokok yaitu penyerahan bendera PBB dari Letkol Cpm Dwi Prasetyo Wiranto kepada Komandan Sektor Timur UNIFIL, Brigjen Guitierrez Diaz De Otazu, kemudian bendera PBB diserahkan kepada pejabat baru Letkol Cpm Ida Bagus Rahwan Diputra.
Dalam amanatnya, Brigjen Guitierrez Diaz De Otazu mengucapkan terima kasih dan penghargaan yang setinggi-tingginya atas kinerja Letkol Cpm Dwi Prasetyo Utomo yang ditunjukkan selama satu tahun memimpin satuannya dengan baik dan penuh dedikasi tinggi dalam mengemban misi perdamaian PBB di Lebanon Selatan.
Ucapan selamat datang dan bergabung dengan UNIFIL kepada Letkol Cpm Ida Bagus Rahwan Diputra dengan harapan mampu melanjutkan tugas dengan baik pula.
Acara tersebut dihadiri, di antaranya Komandan INDOBATT didampingi oleh Perwira Interpreter Mayor Sus Harianto dan Komandan Kompi Bravo, Kapten Marinir Abdillah.
Hadir pula pada kesempatan tersebut Duta Besar RI untuk Lebanon, HE Dimas Samodra Rum, Komandan Kontingen Indonesia, Kolonel Adm Darmawan, para Komandan Batalyon jajaran Sektor Timur UNIFIL, perwakilan pejabat Tentara Lebanon (Lebanese Armed Forces) serta pejabat sipil setempat.
TNI AL Optimalkan Operasi Perbatasan
“Untuk operasi yang bersifat crash programme, pelaksanaannya harus melalui seleksi ketat dengan pertimbangan skala prioritas agar tidak mengganggu program kegiatan yang telah direncanakan,”kata Asisten Operasi Kepala Staf Angkatan Laut (Asops KSAL) Laksamana Muda TNI Hari Bowo pada para perwira di jajaran operasi TNI AL ketika menutup Rapat Kerja Teknis Bidang Operasi (Rakernisops) TNI AL Tahun 2011 di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap Jakarta Timur, Jumat (25/11).
Hari juga menginstruksikan agar seluruh kotama operasi selalu meningkatkan kesiapan operasional alusista dan profesionalisme prajurit matra laut sehingga dapat melaksanakan tugas-tugas menjaga kedaulatan dan keamanan NKRI, kesiagaan dalam penanggulangan bencana alam, serta langkah-langkah penangkalan dengan tetap mempertimbangkan skala prioritas.
Kasubdispenum Kolonel Laut Rony E Turangan dalam siara persnya mengungkapkan, rakernisops TNI AL Tahun 2011 telah mendiskusikan dan mengevaluasi pelaksanaan kegiatan operasi dan latihan tahun 2011 beserta berbagai permasalahan dan kendala yang dihadapi selama penyelenggaraan kegiatan operasi dan latihan dari masing-masing Kotama dan Satker kewasgiatan Staf Operasi TNI AL.
“Forum Rakernisops TNI AL merupakan wadah diskusi dalam mengevaluasi kegiatan yang telah dilaksanakan sekaligus mencari pemecahan masalah yang timbul,”katanya.
Pada saat pembukaan, KSAL berpesan agar kesiapsiagaan unsur, kewaspadaan dan profesionalisme prajurit TNI Angkatan Laut sebagai bagian dari komponen utama pertahanan negara terus ditingkatkan.
Turut hadir pada acara penutupan Rakernisops TNI AL Tahun 2011 tersebut Waasops KSAL Laksma TNI Ari Soedewo, para Kepala Dinas di lingkungan Mabesal, para Asisten Operasi Kotama TNI AL, serta para perwira operasi di lingkungan unsur/satker TNI AL.
KKIP Dorong Industri Pertahanan Penuhi Kebutuhan Alutsista TNI
Revitalisasi manajemen industri pertahanan BUMNIP, penunjukan langsung proses pengadaan kepada BUMNIP, permintaan program offset dari Kementerian Pertahanan Malaysia untuk pembelian panser Anoa 6x6 APC produk PT Pindad, informasi tentang industri pertahanan, serta progres RUU Industri Pertahanan.
“Ini semua kita amanatkan kepada Pokja untuk diselesaikan, tim asistensi yang dipimpin oleh Sekretaris KKIP Wamenhan untuk menyelesaikan tiga agenda yaitu poin 1-3,” kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Kementerian Pertahanan Jakarta, Jumat (25/11). Untuk revitalisasi manajemen industri pertahanan BUMNIP, dilaksanakan oleh Meneg BUMN. “Tapi kami akan mendukung agar penyehatan dan kemampuan BUMNIP terjadi lebih cepat,” tambahnya.
KKIP juga membahas percepatan pengadaan barang dan jasa alutsista, terutama dari BUMNIP. Hal ini, kata Menhan, merupakan penjabaran perpres yang mengamanatkan penunjukan langsung pengadaan alutsista.
Pengadaan alutsista ini juga diupayakan dengan program offset, agar local content bisa didapatkan sehingga menambah nilai tambah bagi industri pertahanan. “Kami persiapkan program offset, seberapa besar nilai offset atau local content yang kita lakukan agar di satu sisi industri bisa berkembang dan masuk pasar luar negeri. Tetapi di sisi lain kita menerima adanya persyaratan offset tersebut,” tutur Menhan.
Selain itu, pengadaan alutsista juga dilakukan dengan program trade off, sehingga selain membeli alutsista dari luar negeri, Indonesia bisa melakukan penjualan. Hal ini, jelas Menhan, dilakukan agar kemampuan industri pertahanan Indonesia dapat terus meningkat. “Kami maksimalkan kemampuan industri pertahanan dalam negeri dengan meningkatkan ToT (transfer of technology),” imbuhnya.
Batalyon Mekanis TNI Gelombang Kedua Tiba di Lebanon
Kedatangan Kontingen Garuda disambut Komandan Kontingen Kolonel Penerbang Yulianta dan Bapak Arief yang mewakili Duta Besar Republik Indonesia untuk Lebanon beserta staf kedutaan lainnya di Marhseling Area Beirut.
Usai acara penerimaan, selanjutnya pasukan yang berjumlah 186 orang ini bergerak menuju Markas Indobatt di Adshit al-Qusayr UN POSN 7-1 Lebanon Selatan, dengan menempuh perjalanan darat lebih kurang selama 3 jam.
Kedatangan para prajurit di Markas Indobatt disambut dan diterima oleh Komandan Satgas Yon Mekanis Konga XXIII-E Letkol Inf Hendy Antariksa beserta Perwira Staf jajarannya didampingi calon Dansatgas Konga XXIII-F Letkol Inf Suharto Sudarsono yang telah lebih dahulu tiba pada gelombang pertama pada tanggal 22 November.
Komandan Satgas Konga XXIII-E dalam siaran persnya mengatakan, dirinya meminta personel yang baru datang untuk segera menyesuaikan diri terhadap lingkungan area operasi, baik cuaca maupun budaya setempat, “mudah-mudahan Satgas XXIII-F dapat melaksanakan tugas lebih baik dari Satgas-satgas sebelumnya yang telah mengharumkan nama baik bangsa dan Negara” harapnya.
Menurut rencana gelombang berikutnya akan tiba di Lebanon pada tanggal 27, 29 November dan gelombang terakhir tiba pada tanggal 1 November.
Wamenhan : RI Tetap Waspadai Pasukan AS
“Kami akan meningkatkan infrastruktur pertahanan di sana, baik di darat, laut, dan udara,”kata Wakil Menteri Pertahanan Sjafrie Sjamsoeddin di Kementerian Pertahanan Jakarta, Jumat (25/11).
Menurutnya, penguatan itu akan difokuskan di Indonesia bagian Timur yang saat ini pengamanannya masih kurang. Dia mencontohkan, di kawasan tersebut akan dilakukan pemasangan radar di objek-objek vital strategis seperti di Blok Masela. Morotai yang memiliki tujuh landasan udara peninggalan Perang Dunia II, serta Saumlaki. Selain radar, peningkatan pengamanan juga dilakukan dengan meningkatkan pos pengamanan laut menjadi Pangkalan TNI AL (Lanal) dan pembangunan dermaga. Pemerintah juga akan menggelar pasukan darat yang lebih besar.
"Yang jelas kami akan menerapkan sistem pertahanan yang dinamis, agar kita selalu waspada dan tak menaruh curiga," katanya.
Sjafrie menambahkan, gelar pasukan AS di Darwin bukan merupakan gelar pangkalan baru. "Gelar pasukan itu sudah ada jauh sebelum isu ini mencuat. Adapun yang baru adalah rotasi pasukannya," jelas dia.
Dia menegaskan, keberadaan pasukan tersebut sama sekali tak mempengaruhi kebijakan pertahanan Indonesia. “Pemerintah Indonesia akan selalu waspada dengan keberadaan pasukan itu,”imbuhnya.
Sidang Pleno Pengadaan Alutsista Keempat KKIP























