C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Jumat, September 14, 2012
Indonesia Korea Utara Bahas Kemungkinan Peningkatan Kerjasama Pertahanan
KSAL Terima Kunjungan Athan Kamboja
JAKARTA-(IDB) : Kepala Staf TNI Angkatan Laut (KSAL), Laksamana TNI Soeparno menerima kunjungan Atase Pertahanan Kamboja untuk Indonesia (Athan), Kolonel Prom Da, di Markas Besar Angkatan Laut (Mabesal), Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (13/9).Kunjungan Atase Pertahanan Kamboja ini dimaksudkan untuk berpamitan kepada KSAL, sehubungan telah berakhirnya masa dinasnya di Indonesia. Seperti diketahui Kolonel Prom Da, telah menjabat selama tiga tahun sebagai Atase Pertahanan Kamboja di Indonesia.
Pada kesempatan itu, Kolonel Prom Da menyampaikan ucapan terima kasih kepada Pemerintah Indonesia, TNI dan TNI AL atas hubungan baik yang telah terjalin selama ini. “Khususnya kepada pasukan TNI karena sudah melatih Pasukan Pengamanan Presiden (Paspampres) Kamboja, dan berhasil menjadi mediator dalam meredakan pertikaian dengan negara Thailand,” kata Prom Da seperti dilansir dalam siaran pers Dinas Penerangan TNI Angkatan Laut (Dispenal) yang diterima Jurnal Nasional.
Sementara itu, Laksamana Soeparno juga menyampaikan ucapan terima kasihnya atas komunikasi yang telah terjalin baik selama ini dengan pihak Atase Pertahanan Kamboja di Jakarta. KSAL berharap agar ke depan dapat ditingkatkan melalui pejabat penggantinya.
Turut hadir mendampingi KSAL Laksamana TNI Soeparno dalam menerima kunjungan Atase Pertahanan Kamboja adalah Perwira Pembantu (Paban) IV Hublu Spamal Kolonel Laut (S) Benny Rijanto.
Korsel Bangun Kamikaze UAV
![]() |
Pesawat MQM-107D Streaker milik AS |
Industri Kedirgantaraan Korea (KAI) meluncurkan produk terbarunya berupa pesawat tak berawak yang dinamakan "Pembunuh Setan." Pesawat itu dirancang oleh KAI, Universitas Hanyang dan Universitas Konkuk.
Bobot pesawat bunuh diri itu hanya 25 kilogram, pesawat itupun memiliki sayap elastis. Pesawat Pembunuh Setan juga sanggup melaju dengan kecepatan 350-400 kilometer perjam dan menggempur target sejauh 40 kilometer.
"Pesawat ini sanggup mengejar dan menyerang kapal berbantalan udara yang melaju dengan cepat," ujar KAI, seperti dikutip Chosun, Jumat (14/9/2012).
Salah satu fitur canggih dari pesawat tak berawak itu adalah caranya dalam mengidentifikasi target. Seluruh target serangan pesawat itu bisa diidentifikasi dengan menggunakan video kamera dan Global Positioning System (GPS). Meski berbobot ringan, pesawat itu sanggup membawa bahan peledak seberat 3 kilogram yang setara dengan 10 granat.
Selain Korsel, Korut pun dikabarkan membangun persenjataan yang sama dengan musuhnya. Korut dikabarkan membangun pesawat kamikaze tak berawak, menggunakan teknologi MQM-107D Streaker yang dicuri dari AS.
Filipina Resmi Ubah Laut China Selatan Sebagai Laut Filipina Barat
China secara sepihak mengklaim hampir seluruh Laut China Selatan bahkan perairan yang dekat dengan pantai negara-negara lain. Filipina, Vietnam, Malaysia, Brunei Darussalam, dan Taiwan juga mengajukan klaim yang tumpang tindih atas perairan itu.
Kapal-kapal dari dua negara itu terlibat dalam ketegangan di Beting Scarborough, satu kelompok pulau kecil di laut itu pada April, dan Filipina mengatakan kapal China tetap berada di sana.
Filipina juga menuduh China melancarkan taktik gertakan diplomatik. "Dalam melaksanakan juridiksi kedaulatan, Filpina memiliki kekuasaan yang melekat dan hak untuk menandakan daerah-daerah maritimnya dengan nama yang layak untuk tujuan-tujuan sistem pemetaan," katanya.
"Daerah-daerah maritim di bagian barat dari kepulauan Filipina dengan ini dinamakan sebagai Laut Filipina Barat," katanya. Daerah-daerah ini termasuk Laut Luzon serta perairan sekitarnya, di dalam dan dekat dengan Kelompok Pulau Kalayan dan Bajo de Masinloc, yang juga dikenal sebagai Beting Scarborough.
Kalayan adalah nama yang diberikan pemerintah Filipina untuk daerah-daerah yang diklaimnya di Kepulauan Spratly, salah satu dari kepulauan yang menjadi pusat ketegangan paling panas di laut itu.
Filipina memiliki satu garnisun militer di salah satu dari Kepulauan Spratly. Itu termasuk Karang Mischief, yang China duduki pada 1995.















