C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Jumat, Januari 06, 2012
Danpasmar-1 Menerima Penyerahan Jabatan Dandenma Pasmar-1
'Pesawat Hercules Hibah Dari Australia Masih Bagus'
Ia menegaskan Hercules yang dihibahkan ini bukan produk kuno. Seri yang diberikan pun adalah seri terbaru yakni seri H. Menurut dia, kalau Indonesia membeli pesawat Hercules yang baru, harganya cukup mahal.
Purnomo menegaskan, meskipun pesawat hibah, tetapi pemerintah selalu melakukan pengecekan, renovasi, retrovasi untuk benar-benar menyakinkan pesawat itu layak terbang. Seperti pesawat F-16 yang mau didatangkan, pemerintah pun telah melakukan up grade.
Hasilnya, pesawat itu bisa terbang lagi sekitar 2 ribu jam. Purnomo yakin hal yang sama bisa dilakukan pada pesawat Hercules. “Kalau sampai 2 ribu jam terbang, pesawat itu bisa terbang kira-kira 150-200 jam per tahun. Kan bisa dipakai 10 tahun,” katanya.
Hercules Hibah Australia Akan Diremajakan
JAKARTA-(IDB) : "Pemerintah akan merenovasi dan meremajakan atau retrofit empat pesawat C-130 Hercules hibah dari Australia," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro.
"Biasanya kalau dapat hibah, atau dapat pesawat, selalu kami cek, renovate, retrofit, kami betul yakinkan bahwa pesawat itu layak terbang," kata Purnomo ketika ditemui di kompleks Istana Kepresidenan, Jakarta, Jumat.
"Sekitar ratusan miliar untuk empat pesawat terbang itu. Saya tak tahu persis karena belum diajukan oleh tim," katanya menyinggung perkiraan biaya peremajaan pesawat terbang transpor militer itu.
Menurut dia, tim dari kedua negara akan bertemu untuk membahas kondisi pesawat dan teknis hibah. Hasil pembicaraan tim itu bisa digunakan untuk mengukur biaya retrofit dan kemampuan keempat pesawat itu setelah diremajakan.
Yusgiantoro menjelaskan, pesawat hibah itu berjenis H, atau masuk dalam kategori pesawat baru. Hibah itu juga telah mendapat persetujuan dari Amerika Serikat.
"Karena setiap alutsista buatan Amerika Serikat, di mana pun juga, jika mau dihibahkan walau yang mau menghibahkan negara lain, harus melapor dulu pada Amerika Serikat," katanya.
Australia positif menghibahkan empat unit pesawat Hercules untuk Indonesia setelah sempat tertunda prosesnya pada 2011.
"Kemungkinan kedua tim teknis dari masing-masing negara akan bertemu pada pertengahan Januari ini," kata Kepala Pusat Komunikasi Publik Kementerian Pertahanan, Hartind Asrin, di Jakarta, Selasa (3/1).
Asrin mengatakan, dalam pertemuan itu kedua tim akan membicarakan teknis hibah yang akan dilakukan setelah sempat tertunda pada 2011. Selain mengadakan pertemuan di Jakarta, akan dilakukan pula pertemuan di Australia untuk melihat langsung empat unit Hercules yang akan dihibahkan tersebut, katanya.
Sementara itu, Asisten Perencanaan Kepala Staf TNI-AU, Marsekal Muda TNI Rodi Suprasodjo, mengatakan pesawat Hercules yang diperlukan TNI-AU saat ini sebanyak 30 unit. Namun, TNI-AU hanya memiliki 21 pesawat Hercules, sehingga masih kurang sembilan pesawat.
"Kekurangan pesawat Hercules itu akan dipenuhi dari hibah dan membeli. Ke-30 pesawat Hercules akan digunakan untuk pesawat tanki sebanyak dua unit, pesawat VIP dua unit, dan pesawat operasional dua batalion sebanyak 26 unit," kata Suprasodjo.
Dia menambahkan, pesawat tipe H yang akan dihibahkan Australia akan digunakan TNI-AU untuk menggantikan tipe B yang sudah sangat tua. Selain Angkatan Udara Amerika Serikat, Indonesia adalah negara pertama di dunia yang menerima C-130 dari pabriknya.
Sumber : Antara
Turki Jadi Memesan Dua Pesawat F-35
AS Pengetatan Anggaran Pertahanan, Boeing Tutup Pabrik Militer
Indonesia Buying Submarines from S Korea on Technology Transfer Terms
Under the contract, South Korea’s Daewoo Shipbuidling and Marine Engineering (DSME) would build two of the submarines in Korea with the participation of Indonesian personnel in the manufacturing process and the third one in Indonesia in the dockyard of PT PAL in East Java, he said.
"The purpose of the US$ 1.80 billion scheme is also transfer of technology in the building of submarines," Sjafrie said.
Meanwhile, Maj Gen Ediwan Prabowo, head of the defense ministry’s defense facilities agency, said the first submarine would be entirely built in South Korea with 30 personnel of PT PAL participating in the project as interns.
The PT PAL people would be assigned to master the designing phase of the submarine building project and participate in preparations to construct the second submarine. Later, Indonesia would send up to 130 shipbuilding personnel to Korea to be involved in the process of making the second submarine.
"Eventually, we hope the third submarine can be wholly built at the dockyard of PT PAL in Indonesia so that local human resources can gain full submarine building competence," he said.
Ediwan said the government expected the first submarine to be completed in 2015, the second in 2016 and the third in 2017. "With the acquisition of the three new submarines, the Indonesian Navy’s combat and deterrent capability will be significantly enhanced."















