C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Kamis, April 28, 2011
Sekjen Kemhan RI Menerima Delegasi ADSOM Kamboja Bahas MoU Kerjasama Pertahanan
TNI Harus Siap Menghadapi Operasi Militer
Andi menjelaskan konversi pertahanan itu dilakukan dengan mengalokasikan sumber daya pertahanan untuk memperbesar komponen pendukung. Langkah ini berbeda dengan mobilisasi yang mengarah pada militerisasi, yang bakal mendapat tantangan dari masyarakat.
Komponen pendukung pertahanan adalah kekuatan pendukung yang terdiri dari masyarakat sipil. Komponen ini, kata Andi, tetap berstatus sipil meski digunakan untuk memperbesar tingkat kesuksesan operasi militer. Pada masa Perang Dunia II, Winston Churchill menggunakan komponen pendukung untuk membangun kekuatan udara Inggris.
Andi menyampaikan hal ini menyusul rencana kementerian untuk memperkuat komponen pendukung pertahanan negara. Ia menilai pemerintah sebetulnya terlambat karena pembangunan komponen pendukung pertahanan memakan waktu 60 hingga 70 tahun.
"Cina sudah mulai membangun komponen pertahanan mereka sejak 1978. Jadi, kalau harus berperang pada 2050 mereka sudah siap," katanya
Pemerintah Klaim Mayoritas Rakyat Setuju Komponen Pendukung Pertahanan
Persiapan untuk pembangunan komponen pendukung tidak hanya melalui regulasi. Tapi, menurut Gusti, pemerintah juga harus merumuskan program pembinaan untuk meningkatkan kesadaran bela negara serta mempersiapkan industri nasional pendukung dan fasilitas logistik di tiap wilayah.
Radar Made In Indonesia " Indera dan Isra "
Penutupan Patroli Bersama Indonesia-Australia Di Mako Lantamal IX
AMBON-(IDB0 : Pada tanggal 27 April 2011 dilaksanakan upacara penutupan kegiatan Patroli bersama antara Angkatan Laut Australia dengan Angkatan Laut Indonesia di Markas Komando Lantamal IX Halong Ambon. Patroli bersama tersebut dimulai dan dibuka di Darwin Australia pada tanggal 15 April 2011.Pejabat yang hadir saat upacara penutupan di Mako Lantamal IX Ambon antara lain Komandan Lantamal IX Laksamana Pertama TNI Rahardjo Dwi Prihanggono,SH beserta para Asisten, Asintel dan Asops Guspurlatim, Komandan KRI Sultan Nuku - 873, Komandan KRI Sura - 802, Komandan Komando Wilayah Utara (Commander Northern Command) Air Commodore Kenneth Noel Watson, Atase Angkatan Laut Australia di Jakarta Kolonel Katja Bizilj, CSC, RAN, dan Komandan Kapal perang Australia HMAS Ararat.
Komandan Lantamal IX mewakili Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur ( Pangarmatim ) Laksamana Muda TNI Bambang Suwarto, menutup kegiatan patrol bersama Australia - Indonesia. Amanat Pangarmatim yang dibacakan Komandan Lantamal IX antara lain : bahwa kesuksesan pelaksanaan latihan Patroli bersama antara Angkatan Laut Australia dengan Angkatan Laut Indonesia (Ausindo Corpat 2011) menunjukkan dan membuktikan bahwa kita mempunyai keinginan untuk membangun persaudaraan antara angkatan laut kedua negara melalui kerjasama yang baik, adanya saling kepercayaan, dan pemahaman yang lebih baik dalam upaya meningkatkan keamanan maritim untuk menjamin keamanan navigasi di wilayah perairan Indonesia.
Pangarmatim juga mengucapkan terima kasih dan apresiasi yang tinggi atas terlaksananya kegiatan patroli terkoordinasi selama 2 minggu yang dapat terlaksana dengan baik dan sukses. Diharapkan kedepan ada hubungan dan kerjasama lagi yang melibatkan Angkatan Laut Australia dan Angkatan Laut Indonesia, sehingga kita dapat bekerja sama lagi. Dengan pelaksanaan yang baik ini, kedepan dapat menjadikan kedua angkatan laut menjadi lebih erat dan meningkatkan kerja sama yang baik dan saling menguntungkan.
ABK Kapal Perang Australia HMAS Ararat selama berada di Ambon, melaksanakan olahraga bersama dengan Personel Lantamal IX, KRI Sultan Nuku - 873 dan KRI Sura - 802, bermain Bola Voly, Sepak bola dan kegiatan olahraga lainnya, termasuk beribadah bersama di salah satu gereja di Ambon.
Dalam kegiatan patrol bersama ini, Australia tidak hanya melibatkan personel angkatan laut saja, namun personel angkatan udara dan angkatan darat juga ikut bersama. Di kapal HMAS Ararat ada perwakilan seorang perwira angkatan darat Australia berpangkat Letnan satu, juga Perwira Angkatan Udara. Air Commodore Kenneth Noel Watson juga seorang perwira tinggi angkatan udara setingkat Marsekal Pertama TNI, tiba di Ambon pada tanggal 26 April 2011 menggunakan pesawat Angkatan Bersenjata Australia jenis Super Kingair BA350 dengan nomor penerbangan ASY 466 YPDN-WAPP, kedatangannya disambut oleh Wadan Lantamal IX Kolonel Laut (P) Aswoto Saranang, Asintel Danlantamal IX Kolonel Laut (T) Putu Juli Adnyana, Atase Angkatan Laut Australia dan beberapa Perwira Lantamal IX dan Lanud Pattimura.
Able Seaman Boatswains Mate Lucas Christiansen (Darwin, NT) drives the HMAS Ararat RHIB away from the Indonesian ship KRI Sultan Nuku during the Australia–Indonesia Coordinated Patrol (AUSINDO CORPAT) 2011. (Photo :LS Andrew Dakin 1st Joint Public Affairs Unit)
HMAS Ararat and Indonesian ship KRI Sultan Nuku patrol in-company during the Australia–Indonesia Coordinated Patrol (AUSINDO CORPAT) 2011. (Photo :LS Andrew Dakin 1st Joint Public Affairs Unit)
Indonesian and Australian sailors on the quarterdeck of HMAS Ararat at the Anzac Day dawn service during the Australia–Indonesia Coordinated Patrol (AUSINDO CORPAT) 2011. (Photo :LS Andrew Dakin 1st Joint Public Affairs Unit)
Able Seaman Marine Technician Matthew Craig (Thornlie, Perth, WA) talks to Indonesian officers on the bridge of HMAS Ararat during the Australia–Indonesia Coordinated Patrol (AUSINDO CORPAT) 2011. (Photo :LS Andrew Dakin 1st Joint Public Affairs Unit)
The Indonesian Eastern Fleet Sea Combat Commander, Commodore Sulaeman Banjar Nahor (left), receives a presentation from Commander of the ADF Task Group, Air Commodore Ken Watson, at the opening ceremony of the Australia–Indonesia Coordinated Patrol (AUSINDO CORPAT) 2011. (Photo :LS Andrew Dakin 1st Joint Public Affairs Unit)
Leading Seaman Communication and Information Systems Ricky Dobson (Wamuran, Qld) flashes a message to Indonesian ship KRI Sura during the Australia–Indonesia Coordinated Patrol (AUSINDO CORPAT) 2011. (Photo :LS Andrew Dakin 1st Joint Public Affairs Unit)
Able Seaman Boatswains Mate Adam Quinn (Sorell, Tasmania) gives the thumbs up to the helmsman to approach HMAS Ararat during a routine patrol in the Arafura Sea as part of the Australia–Indonesia Coordinated Patrol (AUSINDO CORPAT) 2011. (Photo :LS Andrew Dakin 1st Joint Public Affairs Unit)Indonesia Singapura Gelar Latgab Penanggulangan Bencana
| Helikopter Singapura mengikuti simulasi penanggulangan bencana |
"Setiap kali terjadi bencana alam, militer selalu menjadi pihak yang bisa bergerak dengan lebih cepat sehingga perlu dilakukan kerja sama yang lebih bisa diimplementasikan," kata Juru Bicara ASEAN Defence Ministers Meeting (ADMM) Penny Radjendra di sela-sela ASEAN Defence Senior Officials Meeting (ADSOM) di Yogyakarta, Rabu (27/4).
Menurut dia, latihan yang akan dilakukan pada Juli tersebut akan berbentuk simulasi penanganan bencana khususnya untuk menangani bencana gempa bumi yang kemudian memicu timbulnya tsunami.
Di dalam latihan penanganan bencana tersebut, lanjut dia, militer kedua negara akan mengerahkan aset militer yang dimiliki sesuai dengan kapasitas masing-masing negara. Simulasi penanganan bencana alam tersebut akan digelar di Indonesia dan Singapura.
"ASEAN juga telah memiliki 'frame work' prosedur standar untuk penanggulangan bencana," lanjutnya.
Sektor penanganan bencana alam tersebut merupakan satu dari lima sektor konsep kerja sama di bidang pertahanan yang juga akan dimatangkan dalam pertemuan ADSOM dan ADSOM Plus di Yogyakarta yang akan digelar hingga Jumat (29/4).
Selain penanganan bencana alam, sektor kerja sama lain yang akan dibahas adalah keamanan maritim, operasi untuk menjaga perdamaian, "counterterorism", dan "military medicine".
Di dalam pertemuan di Yogyakarta tersebut, selain dihadiri 10 negara anggota ASEAN juga akan hadir negara yang menjadi mitra dialog ASEAN yaitu Amerika Serikat, Australia, China, India, Jepang, Korea Selatan, Rusia dan Selandia Baru.
Putaran pertemuan pejabat tinggi ASEAN di bidang pertahanan akan berlangsung selama satu tahun terkait posisi Indonesia sebagai Ketua ASEAN 2011.
Puncak kegiatan dari putaran dialog bidang pertahanan tersebut akan berlangsung pada Mei di Jakarta dan para Menteri Pertahanan negara-negara ASEAN akan menghadiri ASEAN Defence Ministers' Meeting (ADMM) untuk mengesahkan deklarasi bersama di bidang pertahanan.












