C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Selasa, April 10, 2012
Menhan : Pengoperasian UAV Di Perbatasan Akan Lebih Diefektifkan
Tahun 2014 33 Radar Akan Beroperasi Penuh Kawal NKRI
$0A
Pesawat Tempur Kembali Ke Pangkalan Masing-Masing
Kerjasama Indonesia China Di Bidang Militer Berkembang Sangat Pesat
Atase Pertahanan Kedutaan Besar RI di Beijing, Kolonel Lek Suryamargono, mengatakan kedua pemerintahan terus mengintensifkan kerjasama pertahanan kedua negara dalam kerangka kemitraan strategis yang telah disepakati pada 25 April 2005.
"Kepala Pemerintahan kedua negara telah menandatangani nota kesepahaman (MoU) kerjasama bidang pertahanan kedua negara atau Agreement Between The Ministry of Defence, The Republic of Indonesia and The Ministry of National Defence, The People`s Republic of China on Bilateral Defence Cooperation, pada November 2007," ungkapnya, Selasa.
Namun, lanjut dia, kesepakatan itu belum mendapat ratifikasi dari DPR.
"Meski begitu, kedua negara sepakat untuk membentuk forum konsultasi bilateral terkait kerja sama pertahanan dan militer kedua pihak. Dan kini Indonesia dan Cina telah menjalin kerja sama bidang pertahanan dan militer di bidang pendidikan dan latihan, pertukaran kunjungan antar kedua negara, kerja sama industri pertahanan, latihan bersama, produksi bersama, alih teknologi," ujar Suryamargono.
Ia menambahkan bentuk kerja sama pertahanan dan militer kedua negara akan terus ditingkatkan baik dari segi jumlah personel yang terlibat dalam program pertukaran perwira maupun materi latihan dan pendidikan yang dikerjasamakan kedua pihak.
Atase Pertahanan Kedutaan Besar RI di Beijing, Kolonel Lek Suryamargono, Selasa mengatakan dalam setiap alat utama sistem senjata dari mancanegara, Indonesia mensyaratkan alihteknologi termasuk dalam pembelian rudal C-705 yang akan digunakan TNI Angkatan Laut.
"Pemerintah China sepakat untuk melakukan alihteknologi dari proses awal, dan kini tengah dimantapkan agar ke depan Indonesia juga benar-benar mampu memproduksi rudal tersebut," katanya.
Surya menambahkan pembelian rudal C-705 itu merupakan bagian dari kerja sama industri pertahanan kedua negara. Kerja sama industri pertahanan kedua negara tertuang dalam nota kesepakatan yang ditandatangani Wakil Menteri Pertahanan dan Kepala Badan Pengembangan Teknologi dan Industri Nasional Pertahanan China.
Dalam nota kesepakatan itu, disepakati lima hal pokok yakni setiap pembelian senjata tertentu harus dilakukan antarpemerintah "G to G", alihteknologi peralatan militer tertentu yang antara lain mencakup perakitan, pengujian, pemeliharaan, modifikasi, "up-grade" dan pelatihan.
"Ada pula produksi bersama dan pemasaran bersama atas produk persenjataan tertentu yang disepakti. Antara lain peluru kendali C-705," ungkap Suryamargono.
Tentang siapa pihak Indonesia yang akan menjalankan alihteknologi tersebut, ia mengatakan,"belum tahu apakah PT Dirgantara Indonesia, PT Pindad atau PT PAL. Yang jelas, Pemerintah China telah sepakat untuk melakukan alihteknologi dan prosesnya kini terus dimantapkan mekanismenya," ujarnya.
Sebelumnya, Menteri Pertahanan Purnomo Yugiantoro melakukan kunjungan langsung ke "China Precissision Machinnery Import Export Cooperation" (CPMEIC) yang menjadi pemegang proyek pengerjaan rudal C-705 pada Februari 2012.
Dari hasil kunjungan itu, dijajaki kemungkinan pabrik pembuatan rudal C-705 di Indonesia.
Pertahanan Udara Yang Kuat Adalah Mutlak Bagi Indonesia
JAKARTA– TNI Angkatan Udara berkomitmen meningkatkan kemampuan personel dalam menyongsong modernisasi alat utama sistem senjata (alutsista).Penguatan tersebut mutlak diperlukan untuk membentuk sistem pertahanan negara yang tangguh. Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsekal TNI Imam Sufaat menuturkan, secanggih apa pun alutsista tanpa SDM yang mumpuni, maka akan sangatberisiko.
“ Alutsista udara sangat mahal,perlu perencanaan baik,” katanya saat peringatan HUT ke-66 TNI AU di Jakarta kemarin. Imam menuturkan, operasi penerbangan militer tak lepas dari risiko.Jika ini gagal dikelola, akan timbul potensi terjadinya insiden yang secara langsung akan menurunkan kesiapan operasi tempur yang saat ini masih terbatas. Dia*mengakui tidak mudah mencapai zero accident. Perlu upaya sungguh-sungguh, terpadu, bersinergi terus-menerus, dan berkelanjutan.
KSAU menyatakan, untuk menjaga kedaulatan negara dan kehormatan bangsa dengan wilayah yang sangat luas dibutuhkan kekuatan udara yang tangguh.“Kekuatan udara merupakan senjata yang sangat ampuh dan menghancurkan sumber daya. Karena itu, konsep perlindungan sumber daya nasional dengan menguatkan kekuatan udara dalam sistem pertahanan, merupakan upaya yang harus diprioritaskan,” terangnya. Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro menyebut sudah dipersiapkan penguatan TNIAngkatan Udara.Dalam jangka waktu lima tahun ini akan ada penambahan signifikan jumlah pesawat tempur.
Dia mengungkapkan,tahun ini akan dibentuk satu skuadron F-16/Fighting Falcon, sehingga total ada dua skuadron F-16. Ini menyusul adanya hibah 24 unit F-16 dari Amerika Serikat. Di usia 66 tahun, TNI Angkatan Udara (AU) bertekad terus menjaga kedaulatan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI) di tengah berbagai segala keterbatasan. Hal itu menjadi salah satu komitmen pada peringatan Hari Jadi TNI AU yang digelar di Lapangan Apel Depohar 10 Pangkalan Udara (Lanud) Husain Sastranegara, Jalan Pajajaran,Kota Bandung,kemarin.
Berbagai kendala seperti terbatasnya alat utama sistem pertahanan (alutsista) dan anggaran dari pemerintah yang minim tidak akan mengganggu kinerja para prajurit. “Kami tetap berkomitmen menjaga wilayah NKRI,” ujar Wakil Komandan Komando Pemeliharaan Materiil TNI AU Marsekal Pertama TNI M Yunus.
DPR Dukung Modernisasi Alutsista TNI
''Mengingat wilayah Indonesia sebagai negara maritim maka alutsista angkatan laut kita harus bisa kuat. Begitu juga dengan pertahanan di udaranya. Barulah setelah itu perlu dilakukan penguatan kapasitas dan kekuatan infanteri dan kavaleri di darat,'' kata Mahfudz kepada Republika melalui saluran telpon di Jakarta, Senin (9/4).
Dalam kesempatan tersebut, Mahfudz juga sempat menyinggung tentang perlunya penambahan alutsista angkatan udara. Ia mengatakan, skuadron F-5 yang kini dimiliki teknologinya sudah tertinggal. Selain itu pesawat-pesawat itu juga sudah di grounded.
Saat ini, kata dia, peremajaan yang tengah dilakukan untuk memperkuat angkatan udara adalah penambahan pesawat F-16, pesawat sukhoi serta kerjasama yang tengah dilakukan dengan pihak Korea Selatan.
Politisi Partai Kedilan Sejahtera ini juga menjelaskan hingga 2014 diharapkan Indonesia sudah memiliki masing-masing satu skuadron F-16 dan sukhoi. ''Saat ini memang ada keterbatasan dengan anggarannya tetapi kita akan upayakan untuk bisa dipenuhi,'' ujarnya.
KRI Kakap Berlabuh Di Dermaga Benoa
Kegiatan latihan terus ditingkatkan secara intensif oleh personel kapal, antara lain latihan mengenai penanggulangan tindak kejahatan dan terorisme di laut Maritime Interdiction Operation (MIO) yang dilaksanakan oleh tim Visit Boarding Search And Seizure (VBSS). Hal itu dilaksanakan untuk meningkatkan kemampuan personel KRI Kakap dalam menghadapi tugas operasi keamanan dan tempur laut dari segala tindakan aksi kejahatan di laut berupa illegal fishing, illegal logging, pembajakan, pelanggaran batas wilayah dan terorisme di laut.
KSAU : Paskhas TNI Siap ke Papua
Menhan: Di Papua Cukup 4 Batalion TNI Saja
"Enggak ada, cukup dari 4 batalion saja. Untuk pasukan dari luar hanya ditempatkan di perbatasan," kata Purnomo, usai menghadiri HUT TNI AU ke 66, di Pangkalan Udara Halim Perdana Kusuma, Jakarta Timur, Senin (9/4/2012).
Menurutnya saat ini kasus penembakan terhadap pesawat Trigana Air, masih dalam proses penyelidikan, apakah masuk domain kriminal atau gerakan separatis. "Kita harus dalami, karena kalau itu separatis, maka itu domain TNI untuk bergerak. Tapi kalau itu kriminal dari kopolisian," ungkapnya.
Sebelumnya Kapolri Jenderal Pol Timur Pradopo mengatakan akan mengirim personel tambahan ke Papua. "Personel kita sudah di sana, nanti ada tambahan, terutama yang punya kemampuan di tempat-tempat yang sulit di jangkau," ungkapnya.
KRI Teluk Ratai Angkut Timsus Ralasuntai Ekspedisi Khatulistiwa 2012
Tim Sus Ralasuntai Satgas Ekspedisi Khatulistiwa 2012 yang dipimpin oleh Mayor Mar Freddy Ardianzah selaku Dan Timsus Satgas Ekspedisi dengan 17 orang personel terdiri dari 10 orang anggota Taifib Marinir (TNI-AL), 4 orang anggota Den Gultor 81 Kopassus (TNI-AD) dan 3 orang Paskhas (TNI-AU).
Menurut Dan Satgas, kegiatan ekspedi Khatulistiwa 2012 akan memakan waktu sekitar 3,5 bulan penjelajahan susur pantai sepanjang garis pantai Kalimantan sejauh 5.800 Km, yang dimulai dari Tanjung Datu kalimantan Barat, Kalimantan Tengah, Kalimantan Selatan dan finish di Tanjung Harapan Nunukan Kalimantan Timur.
"Tujuan dari hajat akbar itu antara lain untuk memelihara dan meningkatkan kemampuan prajurit agar memiliki naluri tempur di perbatasan, gunung dan pegunungan serta medan Ralasuntai (rawa, laut, sungai, dan pantai)," paparnya. Tujuan yang kedua untuk membangkitkan kesadaran teritorial sehingga dikelola menjadi keunggulan teritorial, lalu tujuan ketiga untuk mendata serta meneliti segala potensi di perbatasan gunung dan pegunungan serta medan Ralasuntai di pedalaman Kalimantan bersama-sama dengan komponen bangsa lainnya sebagai sumbangsih TNI kepada pemerintah.
Selain itu, kegiatan berskala nasional itu juga bertujuan untuk memberikan keteladanan kepada masyarakat untuk menjaga kelestarian hutan melalui program "Green, Clean, and Healthy".
Selain itu, demi terwujudnya jiwa persatuan dan kesatuan antara TNI, Polri dan seluruh komponen bangsa, sekaligus rasa cinta Tanah Air dan terpeliharanya persahabatan dunia dengan terpeliharanya kelestarian alam di perbatasan dan pedalaman Kalimantan. Tim Ekspedisi Khatulistiwa 2012 yang terdiri dari Tim Khusus (Timsus) ini akan bertugas menjelajahi perbatasan dari Kalimantan Barat hingga Kalimantan Timur yang ditempuh dengan berjalan kaki
Kapal Induk Kedua AS Tiba di Teluk Persia

















