C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Kamis, November 29, 2012
Strategi Pembiayaan Industri Pertahanan Nasional
Inggris Luncurkan Superjet Bertenaga Roket
Menurut para ahli penerbangan di Inggris, jika pesawat dengan penumpang 300 orang diterbangkan dari Inggris ke Australia memerlukan waktu selama 21 jam, namun dengan menggunakan teknologi ini hanya membutuhkan waktu empat jam.
Teknologi revolusioner ini didapatkan para ahli Boffins Inggris yang mampu menciptakan pernapasan mesin yang bisa mendinginkan suhu mesin daro 1000 derajat Celsius menjadi 150 derajat Celsius. Seperti dilansir The Sun, Kamis (29/11), para ahli ini membutuhkan waktu penelitian selama 30 tahun untuk menemukan teknologi ini.
Alan Bond, si jenius di balik rekayasa teknologi roket ini mengatakan: "Ini momen paling membanggakan dalam hidup saya."
Menteri Sain Inggris, David Willetts menyebutkan bahwa penemuan ini merevolusi masa depan kedirgantaraan dan perjalanan ke luar angkasa.
Wamenhan Tinjau Progres Pesawat Pesanan Kemhan Di PT. DI
Didampingi Direktur Utama PT DI Budi Santoso dan rombongan dari Kemenhan, Sjafrie melakukan inspeksi ke beberapa hanggar pesawat seperti hanggar CN-235, dan hanggar Helikopter.
"Ini kunjungan pemerintah high level commite untuk inspeksi kesiapan produksi dari PT Pindad dan PT DI dalam rangka mendukung modernisasi peralatan militer target strategis 2014," kata Sjafrie, di sela-sela kunjungan ke PT DI, Bandung, Kamis (29/11).
Dalam kunjungan itu, Sjafrie memperhatikan skema pengadaan serta produksi yang nantinya diperuntukkan juga untuk Kementerian pertahanan, beserta TNI selaku pengguna.
Sjafrie meninjau sejumlah pesawat yang dipesan seperti CN 235 untuk Pertahanan Angkatan Laut (AL) berjumlah tiga. Pesawat ini diperkirakan sudah hampir selesai, atau awal tahun sudah bisa dipergunakan.
Sjafrie juga mengecek helikopter Bell untuk TNI AU dan AL, helikopter Super Puma NAS 332 dan NBELL 412 ini juga sudah dalam tahap proses finisihing.
"Tugas high level commite ini untuk mengendalikan dan mengawasi agar tercapainya target modernisasi," tandasnya.
Untuk target modernisasi alutsista hingga 2014, PT DI masih harus menyelesaikan sekitar 20 pesawat lagi dari 30 yang dibutuhkan.
Sebelum ke PT Dirgantara Indonesia (DI), Sjafrie sempat meninjau produksi peralatan militer di PT Pindad, Jalan Gatot Subroto, Kota Bandung, Kamis (29/11/2012).
"PT Pindad itu pada dasarnya untuk kebutuhan Angkatan Darat (AD). Tapi juga PT Pindad memenuhi kebutuhan amunisi. Amunisi itu dihunakan untuk tiga angkatan," ucap Sjafrie saat melakukan inspeksi ke hanggar CN 235 dan hanggar helikopter di PT DI.
Sjafrie mengatakan PT Pindad tiap tahun menerima order membuat peralatan militer dari pesanan Kemenhan untuk keperluan TNI AD, AU, dan AL.
Berapa order tahun ini? "Tiap tahun ada order. Mereka (PT Pindad) dalam 2012 ini menerima order 2 triliun rupiah," singkat Sjafrie.
2025, Lapan Yakin Indonesia Luncurkan Satelit Secara Mandiri
Langkah awalnya adalah dengan meluncurkan satelit secara mandiri. Target ini diharapkan bisa dicapai dalam kurun waktu belasan tahun mendatang.
"Tahun 2025, kita sudah akan bisa meluncurkan satelit sendiri. Setelah itu kita menuju program ke Bulan," kata Kepala Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Bambang S. Tedja, Selasa 27 November 2012. Dia menerangkan program eksplorasi bulan akan menjadi patokan untuk eksplorasi tingkat lanjut. Ia yakin pada 2025, seiring dengan terwujudnya bandara antariksa nasional, Indonesia dapat meluncurkan satelit yang bakal mengorbit di ketinggian 650 kilometer.
"Kita bisa lah pada waktunya nanti. Apalagi tahun depan kami akan meluncurkan roket untuk ujicoba," ujar Bambang.
Keyakinan tersebut didasarkan pada kesiapan LAPAN meluncurkan roket Sonda RX-550 tahun depan. Itu merupakan roket pendorong peluncuran satelit berukuran 6 meter, berdiameter 550 milimeter, dan berat 3 ton.
"Roket itu mampu mencapai ketinggian lebih dari 100 km, dan jangkauannya mencapai 300 km," katanya.
LAPAN telah melakukan uji statis roket RX-550 pada 2011 dan 2012. Uji statis merupakan pengujian di darat untuk mengetahui kinerja dan daya dorong roket saat tinggal landas. Pada 2013 dan 2014 RX-550 akan menjalani uji terbang masing-masing satu tingkat dan dua tingkat.
Meski optimistis pada 2025 nanti Indonesia akan mampu meluncurkan satelit secara mandiri, Bambang mengakui Indonesia harus mengatasi tantangan soal penempatan slot satelit di antariksa. "Slot itu harus diiisi. Ini saja masih menjadi tantangan," katanya.
Armed TNI AD Tertarik Akuisisi Nexter LG-1 MK III



Nilai plus lainnya adalah adanya commonality antara Armed Marinir.
Selain itu, Meriam LG-1 MK III juga bisa menggunakan munisi 105mm lama. Bobot : < 1600 kg
Transport : helikopter, air transport (4 canons per C130), air portable, Tarik oleh berbagai varian rantis 4x4.
Gun crew : 5
Waktu turun hingga siap tembak : kurang dari 30 detik
Firing rate : 12 tembakan/menit
Jarak tembak : munisi US M1: 11 km; munisi Nexter OE-LP G3: 17 km
India Rusia Gelar Latgab "INDRA"
Latihan yang dilaksanakan selama dua hari itu akan melibatkan kapal destroyer India, INS Mysore dan sejumlah kapal lainnya. Angkatan Udara India juga diikut sertakan dalam latihan gabungan dengan INDRA.
Sementara itu, Rusia mengerahkan kapal destronyernya, Marshal Shaponishkov, Alatau dan kapal tanker Irkut. Beberapa tahun yang lalu, militer dari kedua negara itu pun sempat menggelar latihan perang serupa. Demikian, seperti diberitakan PTI, Rabu (28/11/2012).
Negeri Bollywood juga pernah mengirim pasukannya ke Negeri Beruang Merah untuk menjalani pelatihan perang jalur darat. Mereka berlatih di perbatasan China dan Mongolia.
Sejak 2003 silam, India dan Rusia sudah menggelar latihan INDRA sebanyak lima kali di jalur darat dan laut. Latihan INDRA terakhir dilaksanakan pada Oktober 2010 di India.
Kerja sama militer India dan Rusia memang cukup erat. Selain sering menggelar latihan perang gabungan, kedua negara itu turut mengadakan kerja sama dalam perakitan alutsista dan jet tempur.
Rusia pun enggan menjual persenjataannya ke Pakistan yang selama ini dipandang bak rival India. Dialog-dialog Rusia dan Pakistan umumnya dibina dalam rangka menjaga hubungan bilateral dan tidak untuk pertahanan.
Belakangan ini, Negeri Bollywood baru saja memperbaharui misil jelajah BrahMos dengan menambahkan sistem navigasi satelit Rusia KH-555 dan KH-101. Dengan kepemilikan BrahMos, India dinyatakan mengungguli kemampuan pertahanan Pakistan yang sampai saat ini belum memiliki sistem pertahanan udara yang canggih.
Berita Foto : TUDM Diperkuat 2 Helikopter EC725 Baru
Produksi Pesawat CN295 Dipindah Ke Bandung
Menhan Terima Dubes Swedia Untuk Indonesia
Wamenhan Terima Kunjungan Kerja Komisi I DPR RI






















