C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Selasa, Juli 17, 2012
Menhan Terima KSAL Thailand Yang Baru
Menhan Sematkan Bintang Yudha Dharma Utama dan Bintang Kartika Eka Pakci Utama Kepada PAT Malaysia
Pendaratan Amfibi Marinir Di Pantai Caligi Lampung
Kegiatan diawali dengan Embarkasi pasukan di Dermaga Kolinlamil dengan KRI Banda Aceh, KRI Amboina dan KRI Bone, (16/7), kemudian melaksanakan lintas laut menuju Daerah Sasaran Amfibi. Keesokan harinya dilaksanakan debarkasi gelombang pendaratan untuk melaksanakan serbuan amfibi ke pantai Caligi yang dikuasai musuh.
Setelah seluruh gelombang pendaratan mendarat, satu peleton peterjun statik melaksanakan penerjunan ke Drooping Zone di pantai untuk mempercepat penguasaan tumpuan pantai. Kemudian pada latihan kali ini dilaksanakan demo penembakan oleh Tank PT.76 dan BMP-3F, disusul penembakan 3 pucuk Meriam 57, 2 pucuk Howitzer 105, 2 roket RM -70 Grad 40 Laras yang masing- masing peluru mempunyai daya hancur 100 m2, selanjutnya penembakan 2 pucuk Mortir 81, 2 pucuk Mortir 60, serta 2 pucuk Sejata Mesin Berat dan Ringan, kemudian ditutup dengan tembakan Bungalor Torpedo untuk membersihkan lapangan ranjau sehingga aman dilalui pasukan
Pada latihan operasi amfibi yang berkekuatan satu Batalyon Tim Pendarat ini juga mengerahkan material tempur diantaranya 10 Tank PT76, 10 Tank BMP-3F, 10 Ranratfib (Kendaraan Pendarat Amfibi), 18 Perahu Karet, 1 Landing Craft Utility (LCU), 4 Kendaraan Pengangkut Artileri (KAPA), 2 BTR-50P, dan 2 LVT-7A1 serta 3 KRI.
Latihan operasi amfibi tersebut ditinjau langsung Komandan Korps Marinir Mayjen TNI (Mar) Alfan Baharudin, Kepala Staf Korps Marinir Brigjen TNI (Mar) A Faridz Wasingthon, Dan Pasmar-2 Brigjen TNI (Mar) Strurman Pandjaitan dan 4 Perwira Menengah dari Royal Thai Marine serta para pejabat teras Mako Kormar dan Komandan-komandan Kolak Pasmar-2,
Keberadaan perwira dari Royal Thai Marine pada latihan kali ini adalah sebagai peninjau latihan dalam rangka penjajakan latihan bersama antara Royal Thai Marine dan Korps Marinir di waktu yang akan datang.
Marinir Indonesia Thailand Akan Gelar Latihan Bersama
"Korps marinir merencanakan latihan gabungan bersama Kerajaan Thailand yang dimulai dari datangnya tim peninjau dari anggota marinir Kerajaan Thailand," kata Komandan Korps Marinir Mayjen (Mar) Alfan Baharudin saat meninjau latihan pendaratan pasukan marinir, di Pesawaran, Selasa.
Ia mengatakan, tim peninjau datang ke sini untuk melihat kesiapan Korps Marinir TNI AL untuk mengikuti latihan gabungan. Markas Besar TNI kemungkinan segera merencanakan persiapan latihan gabungan tersebut.
"Ini baru sekali terjadi Kerajaan Thailand mengirimkan tim pemantau pada latihan pendaratan sejak tahun 1978 lalu," katanya.
Dalam latihan itu pendaratan itu, Korps Marinir menurunkan 1.735 personel, dan peralatan tempur dalam sesi latihan pendaratan amfibi oleh Batalyon Tim Pendarat (BTP) Pasukan Marinir (Pasmar) II.
Lanud Pekanbaru 2014 Siap Menerima Kehadiran Skuadron Tempur F16
Sebelumnya 2013, Lanud yang menjadi induk tempur wilayah barat Sumatera ini akan dikembangkan menjadi tipe A.
‘’Untuk proses naik kelas dari B ke tipe A ini, Lanud Roesmin Nurjadin Pekanbaru tinggal pelaksanaan. SK presiden sudah keluar melalui Panglima TNI AU,’’ kata Danlanud Kolonel Pnb Bowo Budiarto SE, melalui Kepala Dinas Logistik, Letkol Tek P Siboro saat menjamu wartawan di VIP Room Lanud, Senin (16/7).
Dijelaskannya, syarat untuk naik kelas, jauh-jauh hari sudah dilakukan, dan hal yang paling penting itu adalah penambahan satu Skadron tempur lagi yang sudah dirancang pembangunannya.
‘’Saat ini kami sudah merancang pembangunan satu skadron tambahan untuk memenuhi syarat naik kelas pangkalan ini, namun untuk pelaksanaanya masih menunggu instruksi. Lokasi hanggarnya sudah disiapkan,’’ tambah Siboro yang saat acara didampingi juga oleh Kepala Dinas Personel Letkol Adm Robert Simanjuntak, Komandan Skatek 045 Letkol Tek Shobarul, Danyon 462 Paskhas Letkol Pasukan Supomo, dan juga Kapentak Kapten Sus Filfadri.
Jika penambahan satu skadron sudah selesai, artinya skadron sudah mencukupi dua, maka untuk proses masuknya F-16 dapat menjadi kenyataan.
Untuk satu skadron itu diperkirakan cukup menampung 16 unit F-16.
‘’Untuk syaratnya harus ada dua skadron udara di pangkalan udara. Saat ini baru satu skadron yaitu skadron udara 12. Sementara yang akan dibangun itu adalah skadron 16,’’ ujarnya.
Ditambahkan Kepala Dinas Personil Letkol Adm Robert Simanjuntak, alasan dinaikkan kelas Lanud Roesmin Nurjadin, sesuai dengan letaknya yang strategis dalam melakukan pengamanan dari ancaman dari pihak luar.
‘’Jika ini dapat terealisasi, maka untuk pangkalan yang berstatus tipe itu Lanud Roesmin Nurjadin merupakan yang ke tujuh. dan untuk wilayah Sumatera merupakan yang pertama,’’ jelasnya.
Yonkav 2 Tank Ambarawa Gelar Latihan Tempur
TNI Kirimkan 650 Anggotanya Ke Merauke Papua
Pelepasan dilakukan oleh Ketua DPRD Sulsel Moh Roem digelar di Terminal Peti Kemas Soekarno-Hatta, kemarin. Di atas KRI sepanjang 123 meter ini, anggota Batalyon Makkasau bergabung dengan Batalyon 121/Macan Kumbang Kodam I/Bukit Barisan.Kedua batalyon ini akan ditempatkan di sepanjang perbatasan di Kabupaten Merauke.
Disaat bersamaan di Pelabuhan Soekarno-Hatta, juga sandar KRI Tanjung Kambani (971) yang mengangkut pasukan TNI dari Batalyon 144/Jaya Yuda Bengkulu dan Batalyon 408/Subhrasta Sragen,Jawa Tengah. Kedua batalyon ini akan ditempatkan di bagian utara perbatasan RI-Papua Nugini sekitar Jayapura. Kedua kapal perang ini diperkirakan baru sampai di perbatasan dalam satu bulan kedepan. Mereka cukup lama baru sampai di Papua karena dalam pelayaran, juga berpatroli menjaga pulau-pulau terluar Indonesia.
Panglima Kodam VII Mayjen TNI M Nizam mengemukakan para prajurit akan berada di perbatasan selama enam bulan menggantikan pasukan TNI yang sebelumnya berjaga di sana. Khusus untuk anggota Batalyon Makkassau akan beroperasi di perbatasan selatan yakni Kabupaten Merauke. “Untuk pengamanan perbatasan, namun tidak hanya menjaga patok-patok perbatasan tetapi berpartisipasi dalam meningkatkan kesejahteraan masyarakat,”ucapnya.
Sementara, Ketua DPRD Sulsel Moh Roem dalam sambutannya mengingatkan kepada anggota TNI dalam penugasannya selalu dekat masyarat. Roem juga menyampaikan rasa bangga ada tugas mulia TNI dalam pengamanan perbatasan, menjaga pelintas batas,serta membantu masyarakat dan meningkatkan wawasan kebangsaan.
Selama bertugas di perbatasan, lima kompi anggota Batalyon Makkasau akan dipimpin Letkol Inf Eron FS yang bertindak sebagai komandan upacara saat pelepasan. Ini adalah pengalaman ketiga Eron setelah dua kali berpartisipasi dalam operasi TNI di Timor-Timor yang sekarang jadi Timor Leste. “Disana kami melakukan patrol pengaman perbatasan, melaksana pembinaan territorial, bakti sosial,kesehatan pada masyarat,beternak dan bertani,” ujar Eron.
DPR : Silahkan Beraliansi (Australia-Amerika), Tapi Jangan Ganggu Stabilitas Papua
"Dia sudah bicara ke publik dan parlemen Australia, karena ada Partai Hijau yang masih nyaring soal Papua, bahwa Australia commetted terhadap Lombok treaty yaitu menghormati kedaulatan Indonesia termasuk terhadap persoalan Papua, tidak akan intervensi dan tidak akan menjadikan isu Papua menjadi isu yang transaksional," jelasnya kepada wartawan di DPR, Jakarta, Senin (16/7/2012).
Dalam pertemuan tersebut, Mahfudz juga menegaskan bahwa masih berkembang pandangan yang mengkhawatirkan terkait peningkatan kerjasama Australia dengan Amerika Serikat di bidang militer dengan penempatan pasukan Marinir Amerika di Australia.
"Kita menegaskan bahwa kita menghormati hak Australia dan Amerika yang memang beraliansi untuk melakukan peningkatan kerjasama militer, tetapi itu sudah cukup menganggu stabilitas di kawasan," imbuhnya.
Namun Australia beralasan bahwa peningkatan kerjasama antara Australia dengan Amerika hanya akan lebih fokus pada latihan bersama dan juga untuk penanggulangan bencana. Kendati demikian, kerjasama tersebut hendaknya juga lebih mengutamakan kepentingan kawasan (Papua) ketimbang kepentingan Amerika.
Untuk itu, politikus Partai Keadilan Sejahtera (PKS) ini berharap agar kerjasama yang dilakukan oleh Australia dan Amerika tersebut tidak berdampak pada masuknya intervensi asing di bumi Cenderawasih tersebut.
"Tadi kita juga menanyakan apakah mungkin pangkalan Marinir Amerika suatu waktu bisa digunakan untuk mengamankan kepentingan Amerika di Papua. Secara diplomasi dikatakan itu tidak, karena itu hanya dalam konteks kerjasama militer Amerika dan Australia. Tetapi pesan ini sudah kita sampaikan," paparnya.




















