C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Sabtu, September 17, 2011
Tingkatkan Kemampuan Pertahanan, RI Gandeng Spanyol
DI Yakin Mampu Memproduksi Pesawat Sekelas Super Tucano EMB-314
Analisis : Negara Jiran Mulai Gelisah Melihat Perkuatan Alutsista Indonesia
![]() |
| Daerah Latihan Tempur Singapura dalam DCA yang gagal |
Dampak Dari Persaingan Amerika Dan Rusia Terhadap Perdamain Dunia
AS Tidak Akan Jual F-16 Baru Kepada Taiwan
Surat kabar itu mengutip para pejabat pemerintah dan kongres yang mengatakan bahwa Kongres Amerika Serikat akan diberikan pengarahan pada Jumat petang mengenai usulan itu.
Gedung Putih juga menolak berkomentar, kata surat kabar itu.
Demikian pula para pejabat di Taiwan tidak segera memberikan komentar mengenai perkembangan ini.
Reuters melaporkan bahwa pemerintahan Obama telah mengatakan akan memutuskan pada 1 Oktober permintaan Taiwan untuk membeli 66 pesawat pesawat tempur model terakhir F-16 yang dibangun oleh Lockheed Martin Corp.
Sejak 2006, Amerika Serikat telah menolak untuk memberikan F-16 C/D model kepada Taiwan, yang berpotensi senilai lebih dari delapan miliar dolar, karena takut kemarahan China yang menganggap pihaknya yang memerintah pulau itu sebagai miliknya.
Surat kabar resmi terbesar China memperingatkan pekan lalu bahwa adalah "gila" jika Capitol Hill yang menginginkan Amerika Serikat untuk menjual senjata canggih itu ke Taiwan, karena itu berarti sedang bermain api dan bisa membayar "harga bencana".
Paket yang diusulkan oleh pemerintah itu akan termasuk senjata-senjata dan perlengkapan untuk meningkatkan keberadaan pesawat tempur model F-16 A/B Taiwan, kata Washington Post.
Ada Pihak Ingin Hubungan Indonesia Malaysia Rusak
"Padahal, Indonesia dan Malaysia memiliki jejak sejarah yang sangat panjang," katanya dalam pertemuan silaturahmi dengan Pelaksana Tugas Gubernur Sumatera Utara Gatot Pujo Nugroho di Medan, Jumat.
Menurut Dato' Sri Abdul Aziz, hubungan kesejarahan Indonesia dan Malaysia terlangsung sejak masa kerajaan Majapahit, dan berlangsung pada masa Sriwijaya, hingga Samudera Pasai di Aceh.
Sebagai bangsa yang termasuk rumpun melayu, Indonesia dan Malaysia hanya terpisah ketika Belanda dan Inggris menjajah kedua Negara yang lokasinya berdekatan tersebut.
Sebagai sebuah bangsa dan negara, Malaysia selalu mengakui kebesaran Indonesia yang merupakan negara kepulauan terbesar di dunia dengan berbagai potensi dan kekayaannya.
Namun sayangnya, ketika globalisasi telah terjadi dan informasi semakin berkembang, banyak pihak yang mencoba untuk mencari perbedaan antara Indonesia dan Malaysia serta menjadikannya untuk memperburuk hubungan kedua negara.
Ia mencontohkan tentang perbedaan pendapat mengenai keris, batik, wayang, dan budaya lainnya yang sengaja "dipanas-panasi" untuk meretakkan hubungan Indonesia dan Malaysia sebagai Negara serumpun dan bertetangga.
Pihaknya tidak membantah tentang adanya perbedaan pendapat dan isu sensitif antara Indonesia dan Malaysia dalam beberapa tahun terakhir. Namun sayangnya, perbedaan pendapat dan isu sensitif tersebut selalu dibesar-besarkan. "Padahal, itu isu `remeh`," katanya.
Karena itu, kata dia, pihaknya selalu merindukan sosok dan pemimpin Indonesia seperti mantan Presiden Soeharto, mantan Panglima ABRI LB Moerdani, dan mantan Menteri Luar Negeri Adam Malik yang mampu meningkatkan kekompakan antarkedua negara.
"Pascakonfrontasi, kami selalu teringat dengan Soeharto, LB Moerdani, dan Adam malik yang mampu menyatukan dan mengompakkan Indonesia dan Malaysia," katanya.
Pimpinan Kantor Berita Malaysia Bernama Datuk Abdul Rahman Sulaiman mengatakan, pihaknya tidak membantah jika ada perbedaan pendapat antara Indonesia dan Malaysia dalam sikap politik internasional.
"Tetapi, (perbedaan itu) selalu dibesar-besarkan," katanya.
Karena itu, pihaknya bersama Kantor Berita Indonesia ANTARA selalu berupaya untuk meningkatkan jalian informasi, termasuk dengan mengundang sejumlah wartawan Indonesia untuk berkunjung ke Malaysia.
Undangan tersebut dimaksudkan untuk menunjukkan langsung kepada wartawan Indonesia mengenai komitmen Malaysia dalam hubungan yang ada.














