C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Jumat, September 21, 2012
PT. PAL Dapat Orderan 2 Unit Kapal Tunda Dari TNI AL
ATM Laksanakan Uji Penembakan Rudal dan Roket Terpadu
Kapal Perang Rusia Uji Kemampuan Rudal
Pyotr Veliky adalah satu-satunya kapal perang Rusia dengan kemampuan cukup untuk menggagalkan serangan besar-besaran rudal jelajah dan rudal balistik.
"Selama misinya saat ini pada rute Laut Utara dan sepanjang pantai Arktik Rusia, Pyotr Veliky melakukan uji kemampuan pertahanan rudal sebagai bagian dari segmen berbasis laut dari perisai pertahanan rudal nasional, kata Izvestia mengutip sumber kementerian pertahanan.
"Pelatihan pertahanan rudal di Kutub Utara sangat penting karena mereka meliputi lintasan serangan potensial rudal darat balistik AS," kata sumber itu.
Pyotr Veliky dipersenjatai 48 S-300F Fort dan 46 S-300FM Fort-M (SA-N-20 Gargoyle) jarak menengah permukaan-ke-udara rudal (dengan jangkauan efektif hingga 200 kilometer), 128 3K95 Kinzhal (SA-N-9 Gauntlet) jarak pendek SAM, dan senjata enam CADS-N-1 Kashtan /sistem rudal.
Radar-radar itu mampu mendeteksi dan melacak target udara pada ketinggian 30 kilometer dan jangkauan 300 kilometer.
DPR Berharap Amerika Juga Tawarkan Helikopter Chinook
"Komisi I tahun lalu pernah mengusulkan ke Kementerian Pertahanan untuk membeli pesawat Chinook dari Amerika Serikat dengan skema MFS (military foreign sales)," ujar Ketua Komisi I DPR Mahfudz Siddiq, Jumat, 21 September 2012.
Menurut Mahfudz, kegunaan heli Chinook sangat multifungsi, terutama untuk membantu operasi penanggulangan bencana.
"Apache memang diperlukan sebagai heli serbu, namun lebih prioritas Chinook. Syukur kalau pemerintah Amerika Serikat bisa tawarkan keduanya," ungkap dia.
Namun pembelian Apache juga diperlukan untuk mengimbangi Singapura. "Namun akan lebih efektif jika diprioritaskan Chinook atau dilakukan secara bersamaan," tegasnya.
Ini merupakan perkembangan terkini kerjasama pertahanan antarnegara setelah Washington beberapa waktu lalu memberi hibah 24 unit jet tempur F-16 ke Jakarta.
Indonesia Akan Segera Akuisisi 8 Unit Apache AH-64D
Menurut laporan AFP seperti yang dipantau ANTARA, Kamis, pembelian itu diungkapkan Menteri Luar Negeri AS Hillary Clinton setelah melakukan pertemuan dengan Menteri Luar Negeri RI Marty Natalegawa di Washington, Kamis.
Hillary mengatakan Pemerintah AS telah "menginformasikan kepada Kongres tentang potensi penjualan delapan helikopter AH-64D Apache Longbow kepada pemerintah Indonesia."
"Perjanjian ini akan memperkuat kemitraan menyeluruh kita dan membantu meningkatkan keamanan di kawasan," ujar Hillary.
Ia tidak menyebutkan nilai penjualan kedelapan Apache yang akan dibeli oleh Indonesia itu.
Menlu Marty Natalegawa dan Menlu Hillary Clinton pada Kamis masing-masing memimpin delegasi kedua negara melakukan Pertemuan Komisi Bersama (JCM) RI-AS yang ketiga setelah mereka sebelumnya melakukan pertemuan sdrupa di Washington DC pada tahun 2012 dan di Bali tahun 2011.
Komisi Bersama itu merupakan mekanisme kerangka kemitraan menyeluruh, yang secara resmi diluncurkan tahun 2010 oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Presiden Barack Obama ketika Obama berkunjung ke Indonesia.
Sementara itu, seperti yang diungkapkan Departemen Luar Negeri AS pada laman mereka, Hillary menyebut Indonesia sebagai "mitra yang alami" bagi AS dan menekankan pentingnya hubungan kedua negara menyangkut stabilitas kawasan.
"Sebagai negara demokrasi terbesar kedua dan ketiga di dunia, kita adalah mitra alami, dan Amerika Serikat melihat Indonesia sebagai landasan bagi stabilitas di kawasan Asia Pasifik," ujarnya.
Menlu Hillary mengatakan hubungan AS dengan Indonesia adalah pondasi kuat bagi pertumbuhan ekonomi.
Ia menyebutkan, sejak tahun 2000, perdagangan bilateral kedua negara telah berlipat ganda hingga mencapai 27 miliar dolar AS (sekira Rp257,9 triliun) tahun lalu.
"Perjanjian senilai 21 miliar dolar (Rp200,6 triliun) antara Lion Air dan Boeing merupakan yang terbesar dalam sejarah Boeing," ujar Hillary.
Boeing mencetak rekor penjualan dalam sejarahnya --baik dalam nilai transaksi maupun jumlah unit yang dipesan, setelah maskapai penerbangan Indonesia, Lion Air, memesan 230 unit pesawat buatan Boeing, yaitu terdiri dari 201 unit jenis 737 MAX dan 29 unit Next Generation 737-900.
Penandatangan perjanjian pembelian itu dilakukan oleh Presiden Direktur Lion Air, Rusdi Kirana, dan Wakil Presiden Boeing, Roy Connor, dengan disaksikan oleh Presiden Barack Obama di sela-sela KTT Asia Timur di Bali pada November 2011.
"Sektor gas alam Amerika telah menarik investasi dari perusahaan-perusahaan energi Indonesia di sini. Sebuah Nota Kesepahaman antara Pemerintah Indonesia dan Celanese, yaitu sebuah perusahaan Amerika, kemungkinan mengarah kepada fasilitas baru bernilai miliaran dolar yang akan mengubah batu bara menjadi etanol," tambah Hillary.
Menlu Marty Natalegawa sepakat dengan mitranya itu bahwa Indonesia dan AS memiliki kemitraan yang kuat.
"Kemitraan yang menguntungkan kedua belah pihak dan pada saat yang sama meluas di luar tingkat bilateral, ditambatkan dan dikendalikan oleh keyakinan kuat kedua negara bagi perdamaian, stabilitas dan kemakmuran di kawasan Asia Pasifik," kata Marty.
Kasum TNI Tutup Hanudnas Tutuka XXXVI 2012
Kasum TNI mewakili Panglima TNI pada upacara penutupan latihan yang berlangsung di Pusat Pengendalian Operasi (Pusdalops) Markas Besar TNI di Cilangkap, Jakarta Timur, Kamis (20/9).
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dalam amanat tertulisnya, mengatakan keberhasilan Latihan Pertahanan Udara Nasional tahun 2012 tidak terlepas dari keseriusan para prajurit. Para prajurit memiliki semangat, disiplin dan motivasi dalam berlatih untuk meningkatkan kapasitas dan kapabilitas, serta profesionalisme sesuai dengan tuntutan tugas.
Lebih lanjut, Panglima TNI mengharapkan melalui kegiatan latihan akan mengasah kemampuan taktik dan strategi, Komando dan Pengendalian serta Manajerial Lintas Angkatan.
Dengan berakhirnya latihan ini, menurut Panglima TNI, akan menghasilkan kesatuan pandang terhadap pelaksanaan operasional antar Matra Terpadu sekaligus sebagai forum untuk mendiskusikan permasalahan yang timbul secara nyata di lapangan dalam rangka meningkatkan profesionalitas keprajuritan.
Di samping itu, hasil latihan ini diharapkan dapat dijadikan sebagai bahan penyempurnaan doktrin operasi udara serta doktrin pendukung lainnya.
Menurut Agus Suhartono, tugas-tugas Kohanudnas ke depan akan semakin berat dan kompleks. Sebab akan dihadapkan dengan kecenderungan perkembangan lingkungan strategis yang selalu berubah-ubah.
Hal ini ditandai dengan sering munculnya berbagai ancaman terhadap wilayah udara yurisdiksi nasional berupa pelanggaran wilayah udara, peredaran satelit mata-mata serta tantangan kemajuan industri dan teknologi pertahanan udara yang begitu cepat sampai pada kemungkinan terjadinya perang elektronika, baik dalam skala terbatas maupun luas dan terbuka.
Panglima TNI juga memberikan penekanan kepada para prajurit agar terus menggali ilmu pengetahuan dan teknologi khususnya berkaitan dengan kedirgantaraan yang kemajuannya sudah begitu pesat. Oleh karena itu, penting untuk meningkatkan profesionalitas keprajuritan dalam rangka Trimatra Terpadu, guna menghadapi tantangan tugas ke depan.
Panglima TNI juga meminta prajuritnya agar mengadakan koordinasi secara terus-menerus dengan semua unsur dan institusi TNI. Hal ini bertujuan agar terwujud keterpaduan dan sinkronisasi dalam setiap bentuk penugasan TNI.
Selain itu, prajurit TNI juga diminta untuk menindaklanjuti hasil evaluasi yang diperoleh selama latihan baik yang bersifat positif maupun negatif dari penyelenggara maupun pelaku serta pendukung latihan.
“Jaga soliditas dan solidaritas antar Agkatan agar terwujud sinergitas dalam setiap pelaksanaan tugas dengan berpegang teguh pada Sapta Marga dan Sumpah Prajurit serta 8 Wajib TNI sebagai landasan moral dalam melaksanakan tugas sehari-hari,” kata Panglima TNI seperti dilansir dalam siaran pers Kadispenum Puspen TNI, Kolonel Cpl. Minulyo Suprapto, yang diterima Jurnal Nasional.























