C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Kamis, Februari 16, 2012
Pembelian Tank Leopard Jalan Terus
TNI AU Persiapkan Lanud Manuhua Biak Sebagai Skadron Pesawat Tempur
Panglima Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV Biak Marsekal Pertama TNI Dedy Nita Komara di Biak Kamis mengatakan, untuk pengembangan pengamanan wilayah udara NKRI di kawasan Papua, keberadaan pangkalan udara Manuhua Biak masuk dalam rencana pengembangan sebagai pangkalan skadron pesawat tempur TNI AU.
"Keberadaan bandara Lanud Manuhua Biak sangat strategis dan memenuhi syarat bisa dikembangkan menjadi pangkalan skadron pesawat tempur, ya pada tahun 2014 diharapkan program ini dapat terwujud," ungkap Pangkosek Hanudnas IV Marsma TNI Dedy.
Ia mengakui, untuk idealnya pengembangan pangkalan skadron pesawat tempur di Lanud Manuhua empat flight dengan 12 pesawat tempur.
Dengan kondisi pangkalan udara Manuhua Biak saat ini, lanjut Marsma Dedy, yang sangat luas dan memenuhi syarat paling tidak dapat menampung delapan pesawat tempur TNI AU.
"Jika rencana skadron pesawat tempur TNI AU dibuka di Biak maka akan menunjang operasi Komando Sektor Pertahanan Udara Nasional IV Biak menjaga pengamanan wilayah udara NKRI khususnya di wilayah Papua sekitarnya," ungkap Pangkosek Hanudnas IV Marsma TNI Dedy Nita Komara.
Hingga Kamis siang, tiga pesawat tempur F16 skadron Iswahyudi Madiun, dua Hercules, serta satu helikopter Puma berada di bandara Lanud Manuhua Biak untuk mendukung latihan cakra dan operasi "Tangkis Petir" yang diselenggarakan Kosek Hanudnas IV Biak mulai 16-21 Februari 2012.
Korsel-AS Gelar Latihan Anti Kapal Selam Di Laut Kuning
Latihan itu akan berlangsung 20-24 Februari akan melibatkan sejumlah kapal selam dan kapal perang dari kedua negara, kata juru bicara kementerian itu kepada AFP tanpa menjelaskan lebih lanjut.
Surat kabar JoongAng Ilbo mengatakan, latihan akan melibatkan sekitar 20 kapal termasuk dua kapal Aegis dari Amerika Serikat dan satu dari Korea Selatan, serta helikopter Lynx dan pesawat pengintai P3-C anti-kapal selam.
Mengutip seorang pejabat militer Seoul, latihan itu katanya akan menjadi latihan anti-kapal selam terbesar bersama dilakukan oleh sekutu.
Kedua negara menggelar latihan anti-kapal selam bersama pada September 2010, sebulan setelah Seoul menuduh Pyongyang mentorpedo kapal perang yang menewaskan 46 pelautnya di Laut Kuning Maret 2010.
Korea Utara menyangkal pihaknya menenggelamkan kapal itu. Tetapi pada November tahun itu Pyongyang menembaki sebuah perbatasan pulau, menewaskan empat warga Korea Selatan.
Latihan bersama mendatang, mendahului dua latihan besar bersama lainnya, dan terjadi pada saat yang sensitif di Korea Utara yang mengalami transisi kekuasaan.
Pyongyang telah mengambil nada memusuhi Seoul sejak Kim Jong-Un, putra bungsu mendiang pemimpin Kim Jong-Il, mengambil alih kekuasaan setelah kematian ayahnya Desember lalu.
Latihan "Pemecahan Penting" antara Korea Selatan dan Amerika Serikat akan dimulai pada 27 Februari dan berlanjut sampai 9 Maret.
Secara terpisah, gelar latihan bersama angkatan udara, darat dan laut yang dikenal sebagai "Foal Eagle" akan dilakukan pada 1 sampai dengan 30 April.
Korea Utara mengecam latihan-latihan itu sebagai gila perang.
Menhan Resmikan KRI Kujang-642
"Kapal ini akan digunakan untuk menjaga keamanan wilayah perairan Indonesia," kata menteri, di Batam, Kamis.
KRI Kujang yang menelan biaya sekitar Rp75 miliar merupakan kapal cepat kedua yang diproduksi di PT Palindo Marine, Kawasan Industri Tanjungujang, Batam. Saat ini satu kapal lain sejenis juga tengah dikerjakan. Secara keseluruhan PT Palindo mendapatkan pesanan KCR-40 sebanyak empat buah.
Kapal dengan teknologi tinggi tersebut memiliki spesifikasi panjang 40 meter, lebar 8 meter, tinggi 3,4 meter dan sistem propulasi fixed propeller 5 daun. KCR 40 mampu berlayar dengan kecepatan 30 knot.
KCR-40 terbuat dari baja khusus bernama high tensile steel pada bagian lambung. Baja hight tensils steel merupakan produk dalam negeri yang diproduksi PT Krakatau Steel.
Sementara untuk bagian atasanya menggunakan aluminium alloy sehingga memiliki stabilitas dan kecepatan yang tinggi jika berlayar.
Kapal tersebut dilengkapi sistem persenjataan modern (sewaco/sensor weapon control), diantaranya meriam kaliber 30 mm enam laras sebagai close in weapon system (CIWS) atau sistem pertempuran jarak dekat dan rudal anti kapal buatan China C-705.
"KRI Kujang jenis kapal rudal cepat merupakan kebanggaan karena dirancang dan dibangun anak bangsa," kata dia.
Peluncuran KRI Kujang-40, kata dia, merupakan jawaban atas rasa tanggung jawab menjaga laut NKRI yang memiliki kekayaan sumber daya alam yang tinggi.
Apalagi, kata dia, selain memiliki kandungan SDA yang tinggi banyak alur perairan NKRI menjadi alur perdagangan internasional.
"Ini sebagai mile stone menuju kemandirian industri pertahanan. Kapal-kapal cepat lain akan terus diproduksi untuk memeperkuat pertahanan NKRI," kata Menteri.
Ia mengatakan produksi alat utama sistem persenjataan (alutsista) tidak akan berhenti pada KRC. Pemerintah akan terus melengkapi persenjataan TNI dengan beberapa kapal lain. Selanjutnya, akan dibuat kapal perusak dan kapal selam.
TNI AL, kata Menteri membutuhkan kapal yang kuat hingga mampu hadir dan mengamankan perairan di laut jauh.
Menteri berharap, pembangunan kapal cepat oleh putra-putri bangsa akan mendorong bagi instansi lain di dalam negeri untuk mengembangkan industri penunjang secara mandiri.
Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono mengatakan KCR-40 akan beroperasi di Indonesia bagian barat, disesuaikan dengan kondisi geografis yang dikelilingi pulau-pulau dan selat.
Dinamika Asia Pasifik Dan Jet Tempur Mutakhir
Sekarang Asosiasi Transportasi Udara Internasional (IATA) memang melihat kondisi kurang menguntungkan, di mana penerbangan sipil hanya akan menghasilkan margin keuntungan 0,6 persen tahun ini (yang berarti hanya sekitar 3,5 miliar dollar AS dari pendapatan industri yang besarnya 600 miliar dollar AS). Itu pun—seperti dicatat Tony Tyler (Business Times, 13/2)—masih tergantung pada bagaimana Eropa bisa menyelesaikan krisis utangnya.
Namun, dalam situasi itu, penerbangan sipil masih menyaksikan dinamika yang luar biasa di Asia Pasifik. Iklan Lion Air dan Boeing yang mengangkat kontrak pembelian 230 jet Boeing 737 (201 Boeing 737 Max dan 29 737-900ER) setidaknya bisa menyiratkan hal itu.
Jadi, sementara di Eropa sejumlah maskapai penerbangan— sebagaimana negara bersangkutan—dilanda kesulitan, di kawasan Asia Pasifik ada suasana cerah. Tahun 2010, sepertiga penumpang pesawat bepergian ke, dari, atau di lingkungan Asia Pasifik. Itu seimbang dengan ukuran pasar Amerika Utara dan Eropa.
Tyler menambahkan, pada tahun 2015 pusat gravitasi industri penerbangan akan berpindah ke timur. Pada tahun itu, rute Asia Pasifik akan mencapai 37 persen, melewati Amerika Utara dan Eropa yang 29 persen.
Pesawat militer
Pengadaan alutsista udara oleh India ini hanya menambah deretan pembelian yang telah diumumkan sejumlah negara Asia Pasifik. Misalnya saja Jepang yang beberapa pekan lalu mengumumkan pembelian F-35 Lightning II untuk memperkuat Angkatan Bela Diri Udaranya.
Sebelumnya, sejumlah negara Asia Pasifik lain, seperti Thailand, telah membeli jet Gripen JAS-39 buatan Swedia, Indonesia dan Malaysia telah menambah pesanan jet Sukhoinya. Sementara itu, Filipina yang selama ini ketinggalan dalam akuisisi alutsista udara, kini tengah memfinalisasi rencana pembelian jet latih lanjut yang bisa berfungsi sebagai pesawat serang ringan. Persaingan mengerucut ke dua tipe, yakni M-346 buatan Alenia Aermacchi dan T-50 buatan Korea Aerospace Industries.
Masih tentang Filipina, setelah mendengar Indonesia mendapat 24 unit F-16 secara gratis, Presiden Benigno S Aquino III kini juga bermaksud mendapatkan perlakuan sama dari AS. (Aviation Week & Space Technology, 6/2)
Selebihnya, sejumlah negara juga mengupayakan pengembangan kemampuan rekayasa dalam negeri, baik sendiri maupun melalui kerja sama. China dengan rancangan jet tempur siluman (stealth, tidak kasat radar) Chengdu J-20 adalah salah satu contohnya. Sementara itu, Indonesia dan Korea juga tengah mengembangkan jet tempur KFX.
Oleh dinamisme untuk menguasai teknologi kedirgantaraan militer, ataupun didorong oleh kebutuhan yang dilatarbelakangi kerisauan keamanan, program pengadaan pesawat tempur tampak nyata di lingkungan Asia Pasifik.
Dalam situasi seperti ini, ketika di Barat para pembuat dihadapkan pada keterbatasan anggaran, yang berbuntut pada pengurangan pesanan, dan pabrik pun mengalami kelebihan kapasitas, pengamat Barat mengkhawatirkan penjualan pesawat berteknologi canggih ke negara mana pun. Ini dikhawatirkan akan membuat teknologi sensitif akan mudah jatuh kepada siapa pun. (Tim Mahon, The Wall Street Journal, 15/2).
Bisa saja kemungkinan ini terjadi karena kekuatan pembeli lebih besar di era yang disebut buyer’s market, seperti disinggung oleh pengamat militer Andi Widjayanto dalam Seminar 50 Tahun Kohanudnas di Jakarta, 6 Februari lalu. Tetapi, harga alutsista yang semakin mahal dan regulasi yang tegas ditegakkan membuat buyer’s market bukan fenomena luas. Keinginan Jepang membeli jet tempur F-22 Raptor yang tidak terwujud adalah salah satu buktinya.
Tetapi di luar itu, program modernisasi kekuatan udara—sebagai matra yang sejak Perang Teluk 1991 semakin diakui kehebatannya—seperti tak terbendung. Asia Pasifik, baik karena kinerja ekonominya yang relatif unggul, dan pada sisi lain dihadapkan pada tantangan keamanan yang dipandang cukup riil, tampak memimpin dalam derap akuisisi alutsista udara. Singapore Airshow yang berlangsung 14-19 Februari 2012 nyaring menyiarkan gaung ini.
Pembelian Tank Leopard Diharapkan Terealisasi Sebelum 2014
Sedih, Prihatin Dan Marah, Tapi Juga Terharu Dan Bangga Atas Semangat Mereka.......Bravo TNI..!!!
Salah satu jajaran TNI yang berhasil berinovasi adalah Batalion Kavaleri 2/Tank. Batalion yang selalu berurusan dengan alat tempur berat tank ini cukup direpotkan dengan puluhan tank yang sudah berusia tua. Onderdil mesin tank yang dimiliki batalion ini sudah tidak dijual di pasaran umum. Alhasil jika mesin tank rusak, akan susah untuk memperbaikinya.
Namun,para prajurit Yon Kav 2/Tank tidak kehilangan akal.Mereka pun mencoba berinovasi dengan onderdil lain untuk menggantikan fungsi onderdil tank yang sudah rusak dan uzur atau istilahnya “dikanibal”. Hasilnya sungguh di luar dugaan.Busi tank jenis AMX 13 pun mampu digantikan hanya dengan busi vespa. Kepala Staf Komando Daerah Militer (Kasdam) IV/Diponegoro Brigjen TNI Dedi Kusnadi Thamim mengaku bangga atas kreasi dan inovasi prajurit Yon Kav 2/Tank tersebut.
“Kita akan melakukan penelitian lebih mendalam dan akan mengikutkan inovasi tersebut dalam lomba cipta karya teknologi militer,yang kemudian akan dipatenkan,” ungkap Dedi seusai mencoba Tank AMX 13 yang sudah dikanibal dengan busi vespa di Lapangan Parade Makodam IV/Diponegoro,Semarang, kemarin.
Kasdam mengaku,setelah melakukan uji coba,tidak bisa merasakan mana tank yang kanibal dengan tank asli.Dari segi manuver kemampuan dan kecepatan,tidak berbeda. “Sepuluh tahun yang lalu saya pernah mengendarai tank jenis yang sama dan masih asli, rasanya tidak ada yang beda,” ungkapnya. KomandanYon Kav 2/Tank Letkol Kav Dicky Armunanto Mulkan mengaku, inovasi tersebut berupa kanibalisme suku cadang itu terpaksa dilakukan karena suku cadang untuk tank jenis AMX 13 sudah tidak diproduksi lagi.
”Seperti businya,sekarang ini sudah tidak ada.Karena itu, kita ganti dengan busi vespa yang modifikasi dengan cara dibuatkan konventer (sambungan),maka jadilah busi motor menjadi busi tank,” ungkapnya. Dicky mengaku,Yon Kav 2/Tank memiliki 2 jenis AMX 13,yakni AMX 13 tipe tempur yang mengusung persenjataan berat Cannon 105 mm, senapan mesin berat (SMR) Browning 50 atau kaliber 12,7 mm,senapan mesin ringan (SMR) kaliber 7,62 mm,dan AMX 13 tipe Angkut Personel Carrier (APC).
Selain busi,inovasi lain yang dilakukan prajurit Yon Kav 2/Tank adalah memodifikasi senjata SMB. Modifikasi ini mengadopsi senjata air soft gun.“Pada senjata yang asli,rangkaian penggeraknya diganti dengan peranti kuningan yang berfungsi sebagai pelontar amunisi dengan memanfaatkan tekanan gas sehingga tidak merusak yang asli,”paparnya.Rangkaian itu dibuat dalam waktu hanya satu bulan oleh Koptu Hadi Mulyono.
Program Nuklir-Iran Miliki Sentrifugal Generasi Baru
Sentrifugal merupakan mesin pemutar berkecepatan tinggi yang digunakan dalam proses pengayaan uranium.“Sentrifugal generasi keempat buatan domestik memiliki kapasitas produksi dan kecepatan lebih tinggi. Ini akan ditunjukkan pada Rabu (15/2),”ungkap televisi pemerintah Iran,kemarin. Iran juga akan memasang batang bahan bakar nuklir buatan domestik di Reaktor Riset Teheran untuk pertama kali, agar reaktor itu tetap beroperasi.
Pada Januari,Teheran mengumumkan berhasil membuat dan menguji batang bahan bakar untuk digunakan di pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) di Republik Islam itu. “Batang bahan bakar nuklir buatan dalam negeri pertama akan dipasang di Reaktor Riset Nuklir Teheran,disaksikan Presiden Iran Mahmoud Ahmadinejad,” tutur Ali Baqeri, Deputi Kepala Dewan Keamanan Nasional Tertinggi Iran, dikutip kantor berita ISNA.
Reaktor di Teheran itu memproduksi radioisotop untuk perawatan medis dan pertanian. Iran menyatakan harus membuat bahan bakar nuklir sendiri untuk reaktor Teheran, karena gagal membuat kesepakatan untuk mendapatkannya dari Barat untuk mengisi stok impor dari Argentina yang diperkirakan habis pada masa depan. Namun, banyak pengamat meragukan Iran mampu mengubah uraniumnya menjadi bahan bakar nuklir.
Barat menuduh Teheran berupaya memproduksi bom atom dengan program pengayaan uraniumnya. Negara pengekspor minyak mentah terbesar kelima di dunia itu menegaskan bahwa program nuklirnya untuk tujuan damai. Israel mengancam akan menyerang fasilitas nuklirnya.Negeri Mullah itu menegaskan akan membalas semua serangan militer asing ke fasilitas nuklirnya.
Perundingan antara Iran dan kekuatan dunia gagal digelar pada Januari 2011, karena Teheran menolak menghentikan program pengayaan uranium.Namun,Iran saat ini menyatakan siap melakukan perundingan baru tanpa pra-syarat. “Kami juga akan mengirim balasan pada kepala kebijakan luar negeri Uni Eropa tentang perundingan nuklir hari ini,” kata Baqeri, dikutip Reuters.
Panglima TNI Berkunjung Di KRI SIM 367
Filipina Pertimbangkan Beli Pesawat Latih Rusia
Hal tersebut disampaikan presiden perusahaan pengembang UBS, Irkut, Alexei Fedorov kepada wartawan, Selasa (14/2).
Fedorov menjelaskan bahwa Filipina telah mempersiapkan rencana untuk pembelian senjata sebelum tahun 2016 dan menyediakan untuk pembelian pesawat baru. Saat ini, Filipina belum dipersenjatai dengan jet tempur.
"Mudah-mudahan, Yak-130 akan memiliki kesempatan yang baik. Dalam kasus apapun, negosiasi diharapkan berhasil," Kata Fedorov.
Namun, presiden Irkut itu tidak mengesampingkan bahwa perundingan kemungkinan bisa berlarut-larut selama beberapa tahun.
Menurut Fedorov, pada tahun 2020, permintaan pasar untuk UBS Yak-130 bisa mencapai 2,5 ribu unit.
"Kami berharap untuk mengambil 25-30 persen dari pasar." imbuh Fedorov.
Yak-130 merupakan pesawat jet latih ganda generasi baru, yang dirancang untuk pengajaran dan pelatihan personil penerbangan, serta penggunaan tempur di kondisi cuaca yang sederhana dan buruk untuk target udara dan darat.
Dalam hal kinerja dan karakteristik, manuver penerbangan dari Yak-130 mirip dengan pesawat tempur modern yang terbang pada kecepatan subsonik, yang akan melatih pilot untuk pesawat tempur generasi 4 hingga 5 tahun mendatang.
Selain itu, Yak-130 adalah pesawat sederhana dengan kondisi nyaman dan terlatih , khususnya untuk landing di lokasi yang tidak siap didarati.
Lockheed Martin’s Fighting Falcon Evolves With New F-16V
Source : Defencetalk
Rusia dan Vietnam Kembangkan Rudal Antikapal
AS Kurangi 80 Persen Senjata Nuklirnya
























