C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Kamis, September 29, 2011
Pentagon Akan Diledakan dengan Pesawat Mainan
TNI AU Segera Diperkuat Dengan Simulator Pesawat Sukhoi
Komisi I DPR Siapkan Kunjungan ke Spanyol dan Korea Selatan
Indonesia Resmikan Simulator Seri Super Puma (NAS-332)
Korea Selatan Bangun Pangkalan Militer Baru
Indonesia-Thailand Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Militer
Kesepakatan itu disampaikan Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono dan Panglima Angkatan Bersenjata Thailand Jenderal Songkitti Jaggabatara di Jakarta, Rabu.
Songkitti yang akan segera mengakhiri masa jabatannya itu menyampaikan terima kasih atas dukungan militer Indonesia dalam menjalin hubungan yang baik bagi kedua pihak.
Ia berharap hubungan militer yang sudah berjalan cukup baik itu dapat diteruskan, bahkan ditingkatkan di masa depan oleh penerusnya.
Menanggapi itu Panglima TNI Laksamana TNI Agus Suhartono juga menyampaikan harapan serupa bahkan kerja sama militer yang sudah terjalin antara dua pihak dapat makin diperluas.
Selama ini militer kedua negara telah memiliki komite tingkat tinggi untuk membahas beragama kerja sama yang telah, sudah dan akan dilakukan kedua pihak.
Pertemuan puncak komite militer kedua negara tersebut terakhir dilaksanakan di Thailand pada medio September 2011.
Ikut mendampingi Panglima TNI dalam pertemuan tersebut, Kasau Marsekal TNI Imam Sufaat, Wakasad Letjen TNI Budiman, Wakasal Laksdya TNI Marsetio, Asintel Panglima TNI Mayjen TNI Tisna Komara, Staf Khusus Panglima TNI Marsma TNI Prayitno, Athan RI untuk Bangkok Kolonel Kav Daru Cahyono.
Tanpa Perjanjian DCA Indonesia Bisa Pulangkan Koruptor Dari Singapura
"Ada proses yang bisa berlaku tanpa Perjanjian Ekstradisi. Selama ada `request` (permintaan) dari Pemerintah RI bahwa orang itu ada di Singapura dan sedang dihadapkan di pengadilan, kenapa kita ingin mempertahankan orang-orang itu?" kata Menteri Muda Urusan Luar Negeri Singapura, Masagos Zulkifli, Rabu.
Kepada wartawan Indonesia yang mengunjungi Kementerian Luar Negeri sehubungan dengan program kunjungan ke Singapura itu, ia mengatakan, para penjahat Indonesia yang bisa dipulangkan adalah mereka yang sudah didakwa pengadilan dengan bukti-bukti.
Namun, kalau warga negara Indonesia itu baru disangka atau hanya disebut-sebut media massa diduga terlibat dalam kasus kejahatan di negaranya, pihak terkait Singapura belum bisa membantu, katanya.
ANTARA mencatat, Singapura merupakan negara tetangga yang paling sering dijadikan tujuan pelarian banyak orang Indonesia yang tersangkut kasus korupsi. Yang paling terakhir adalah Muhammad Nazaruddin, mantan Bendahara Umum Partai Demokrat yang dituduh terlibat kasus dugaan suap Wisma Atlet SEA Games 2011.
Pada pertemuan itu, Menteri bernama lengkap Masagos Zulkifli Bin Masagos Mohamad ini sempat menyinggung tentang Perjanjian Ekstradisi dan Kesepakatan Kerja Sama Pertahanan (DCA).
Menurut dia, kedua perjanjian yang sudah disepakati pemerintah kedua negara itu "merupakan satu paket" yang prosesnya kini menunggu ratifikasi parlemen.
Bagi Singapura, proses ratifikasi paket perjanjian tersebut bukanlah hal yang sulit mengingat pemerintah berkuasa didukung oleh mayoritas kursi di parlemen, kata menteri yang pernah tinggal di Ujung Pandang (kini Makassar) dari 1996 hingga 1998 itu.
"Setelah disetujui oleh kabinet, (paket perjanjian itu) dapat langsung diratifikasi oleh parlemen," kata menteri yang juga anggota Parlemen Singapura dari Partai Aksi Rakyat (PAP) kelahiran 16 April 1963 ini.
Berbeda dengan kondisi di Singapura, proses ratifikasi terhadap kedua perjanjian itu di Indonesia memerlukan waktu mengingat sistim politik di Indonesia menganut "separation of power" (pemisahan kekuasaan), kata Masagos.
Terkait dengan DCA, ia mengatakan, perjanjian itu tidak hanya baik buat Singapura tetapi juga buat Indonesia, dan pihaknya "sangat berkomitmen pada perjanjian yang sudah disepakati, katanya.
Dalam bagian lain penjelasannya, Masagos Zulkifli juga mengingatkan pentingnya kerja sama yang lebih solid, erat dan nyata di antara negara-negara anggota Perhimpunan Bangsa Asia Tenggara (ASEAN) untuk mewujudkan Komunitas ASEAN 2015 dan mengimbangi kemajuan China.
Kerja sama yang erat di tingkat pemerintah dan rakyat ASEAN itu harus benar-benar berjalan dan "tidak sekadar simbolik saja", katanya.
Indonesia dan Singapura merupakan dua dari 10 negara anggota ASEAN disamping Malaysia, Brunei Darussalam, Thailand, Fillipina, Kamboja, Laos, Myanmar dan Vietnam.
Iran Berencana Kirim Kapal Perang Dekat Perairan Teritorial AS
"Saat tekanan global (AS) hadir tidak jauh dari perbatasan maritim kami ... angkatan laut kami akan memiliki kehadiran yang kuat tidak jauh dari perairan teritorial AS," kata Laksamana Habibollah Sayyari sebagaimana dikutip Selasa oleh kantor berita IRNA.
Pada 19 Juli Sayyari juga mengatakan bahwa Iran akan mengirim "armada ke Atlantik".
Pernyataannya itu dibuat saat seorang pejabat berpangkat tinggi Iran lainnya tampaknya menolak permintaan AS belum lama ini untuk mengadakan hubungan "telpon merah" antara negara-negara itu guna menghindari konfrontasi yang tak diinginkan antara pasukan bersenjata mereka di kawasan Teluk.
"Ketika kami di Teluk Meksiko, kami akan mengadakan kontak langsung dengan AS," kata Ali Fadawi, komandan Angkatan Laut Garda Revolusi Iran, seperti dikutip dalam laporan-laporan pers.
Menurut pendapat Republik Islam Iran, kehadiran AS di Teluk Persia adalah tidak sah dan tak dapat dimengerti, katanya.
Angkatan laut Iran telah meningkatkan kehadirannya di perairan internasional sejak tahun lalu, secara tetap meluncurkan kapal di Lautan Hindia dan Teluk Aden untuk melindungi kapal-kapal Iran dari para perompak Somalia yang beroperasi di wilayah perairan itu.
Iran juga telah mengirim dua kapal ke Laut Tengah untuk pertama kalinya pada Februari, melalui Terusan Suez, untuk mengganggu Israel dan AS.
Dan pada Juli, para pemimpin tersebut mengumumkan bahwa sebuah kapal selam kelas Kilo telah merampungkan misi pengukuhan di Lautan Hindia selatan dan Laut Merah.
Angkatan Laut Iran Dilengkapi Dengan Rudal Jelajah
"Sekarang kita menyaksikan perlengkapan angkatan laut Pengawal dan pasukan angkatan laut dengan banyak rudal jelajah Qader" kata Jendral Ahmad Vahidi, yang dikutip laman internet kementeriannya mengacu pada pasukan elit Pengawal Revolusi yang bertugas mempertahankan perairan Iran di Teluk Persia.
"Rudal itu memiliki jangkauan tembak 200km dan punya kemampuan untuk diluncurkan segera terhadap kapal-kapal perang dan target-target pantai. Rudal itu terbang rendah , kekuatan yang sangat menghancurkan dan ringan dengan ketepatan yang tinggi," tambahnya.
Ia menambahkan rudal itu dapat ditembakan dari pantai atau dari kapal-kapal yang berbeda klas, sangat meningkatkan kemampuan operasional pasukan.
Keberadaan Rudal Qader ini diungkapkan Presiden Mahmoud Ahmadinejad,dengan para pejabat Iran menyebutnya satu "rudal jelajah" yang seluruhnya dibangun oleh para ahli lokal.
Presiden itu mengatakan persenjataan militer Iran untuk tujuan pertahanan, untuk menjamin "musuh-musuh tidak melancarkan serangan" terhadap negara ini.
Iran dalam dua tahun belakangan ini meningkatkan pembangunan, uji coba dan mengungkapkan peralatan militer buatan "pribumi" baru termasuk rudal-rudal.
Angkatan laut Iran baru-baru ini meningkatkan kehadirannya di perairan internasional dengan mengirim kapal-kapal ke Samudra India untuk melindungi kapal-kapal Iran dari para perompak Somalia.
Iran juga mengirim dua kapal ke Laut Tengah untuk pertama kali Februari lalu melalui Terusan Suez, yang membuat jegkel Israel dan Amerika Serikat.
Panglima Angkatan Laut Iran, Laksamana Habibollah Sayari, Selasa mengatakan Iran berencana akan mengerahkan kapal-kapal dekat perairan wilayah Amerika Serikat tanpa menyebut kapan hal itu akan dilakukan.
Pasukan angkatan laut Iran terutama terdiri satuan-satuan kwcil yang dilengkapi dengan rudal-rudal di Teluk Persia dan beroperasi dibawah pengawasan Pengawal Revolusi.
Latihan Bersama Elang Malaysia Indonesia Resmi Ditutup
Kodam XII/Tanjungpura Siap Tangkal Terorisme
| Pasukan anti terror TNI AD |
"Kami terus melakukan upaya pencegahan dengan meningkatkan upaya deteksi dini," kata Lantara di Pontianak, Rabu.
Ia menjelaskan, deteksi dini dilakukan dengan memperkuat kerja sama antara Babinsa dan Babinkamtibmas, masyarakat, serta pengurus rukun tetangga.
Peran Babinsa dan Babinkamtibmas dan rukun tetangga merupakan ujung tombak guna menangkal aktivitas teroris di wilayah Kalbar. Namun ia mengingatkan perlunya peran semua pihak terutama masyarakat sangat dibutuhkan dalam menangkal terjadinya aksi terorisme di Kalbar.
"Karena itu, kami berharap masyarakat membantu aparat keamanan dengan cara melaporkan hal-hal yang mencurigakan yang ada di lingkungan masing-masing," kata Geerhan.
Ia yakin dengan kerja sama yang baik antara aparat keamanan dengan masyarakat maka maka akan sulit buat teroris masuk ke Kalbar. Sebab terjadinya aksi teroris karena adanya sikap apatis masyarakat terhadap keadaan lingkungannya.
"Karena itu, kami minta masyarakat untuk meningkatkan sikap peduli terhadap lingkungan sekitarnya sehingga bisa mengetahui kalau terjadi keanehan atau ancaman di lingkungannya," kata Pangdam XII/TPR.
Ia mengingatkan, aksi kekerasan oleh terorisme, ancaman yang sangat membahayakan karena sasarannya orang-orang yang tidak berdosa.
"Saya percaya semua masyarakat Kalbar tidak ada yang setuju dengan aksi teror karena itu, mari kita bersama-sama memerangi terorisme agar tidak terjadi di Kalbar," ujarnya.
Kodam XII/Tanjungpura di Pontianak diresmikan kembali pada 2 Juli 2010. Sebelumnya di Kalimantan sempat terdapat empat Kodam yang kemudian dilebur menjadi Kodam VI/Tanjungpura pada Desember 1984.
Kodam XII/Tanjungpura yang bermarkas di Pontianak mencakup dua provinsi yakni Kalimantan Barat dan Kalimantan Tengah. Sedangkan Kodam VI/Mulawarman untuk wilayah Kalimantan Selatan dan Kalimantan Timur.



















