C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Kamis, Juni 28, 2012
Team Aerobatik Jupiter Tiba Di Bangkok Thailand
Super Tucano TNI AU
![]() |
Super Tucano EMB-314 TNI AU |
Operasi Phoenix pada 2008 yang dilakukan Angkatan Udara Kolombia. Super Tucano mereka berhasil menewaskan orang kedua organisasi pemberontak FARC, Raul Reyes, dalam suatu serangan lintas perbatasan ke Venezuela.
![]() |
Super Tucano TNI AU |
Kedatangan pesawat ini untuk menggantikan pesawat OV-10F Bronco yang pensiun sejak tahun 2007. Pesawat ini digunakan TNI antara lain untuk: Operasi Seroja (1976-1979) di NTT, Operasi Tumpas (1977-1978) di Irian Jaya, dan Operasi Halilintar (1978) di Riau.


Indonesia Perlu Reposisi Diri Di Kawasan Laut India
![]() |
| AL India |
"Reposisi Indonesia di kawasan Asia Timur saja tidak cukup karena kita berlokasi tidak hanya di dekat Laut China Selatan tapi juga dekat dengan Laut India," kata Rizal selepas peluncuran buku 'Indonesia Rising: The Repositioning of Asia's Third Giant' di Jakarta, Rabu.
Rizal mengatakan Laut India berpotensi menjadi kawasan konflik antara India dengan China, selain juga memiliki potensi kerjasama ekonomi dan politik.
"Ketika mandala politik luar negeri negara-negara besar melebar ke Asia Timur, apakah Indonesia hanya berbasis di ASEAN dan Asia Timur," kata pakar hubungan internasional itu.
Arti penting reposisi Indonesia di kawasan Laut India, menurut Rizal, yaitu karena segala permasalahan di kawasan itu juga berdampak langsung terhadap Indonesia.
Pada Jumat (13/4), India, China dan Rusia (IRC) membahas isu-isu regional dan internasional serta cara untuk memperdalam kerja sama di antara mereka selama pertemuan penting tiga pihak di Moskow.
Pertemuan IRC, yang dibentuk untuk menjalin kerja sama antara ketiga negara berkembang, dibayangi oleh grup Brasil-Rusia-India-China (BRIC) yang muncul sebagai kelompok internasional yang berpengaruh.
Menhan Malaysia Bantah Bocorkan Rahasia Negara
Menteri Pertahanan Malaysia Zahid Hamidi membantah membocorkan rahasia pertahanan negara.
Rahasia yang bocor itu melibatkan transaksi penjualan kapal selam Scorpene, satu dekade lalu, senilai hampir dua miliar dolar.
Oposisi di parlemen memperlihatkan dokumen, yang menjelaskan perusahaan peralatan militer Prancis membayar 36 juta euro atau setara 45 juta dolar, kepada perusahaan yang berbasis di Hong Kong, Terasasi, untuk biaya apa yang disebut sebagai evaluasi kapal selam.
Terasasi mempunyai hubungan erat dengan Razak Baginda, mantan orang dekat Perdana Menteri Najib Razak.
Menhan Zahid Hamidi menjawab tuduhan oposisi itu, yang mengatakan bahwa rahasia angkatan laut itu dijual kepada perusahaan Prancis, oleh Terasasi, berkaitan dengan transaksi kapal selam.
Zahid mengatakan," Sepanjang pengetahuan saya di kementerian, hingga saat ini tidak ada informasi yang bocor dari negeri ini."
Dia juga menolak mengetahui kesepakatan antara perusahaan Prancis dengan Terasasi. Ditambahkan bahwa kementererian tidak perlu mencariinformasi lebih banyak, menjelang pemeriksaan pengadilan di Prancis.
Namun pihak oposisi mengatakan pernyataan itu sangat kontradiksi dengan apa yang tertulis di dokumen.
Oposisi juga mepertanyakan mengenai tidak adanya aksi dari badan anti korupsi Malaysia, MACC.
Lim Guan Eng, kepala menteri di Penang mengatakan," Anda membicarakan transparansi, Anda bicara akuntabilitas, buktikan semuanya, jika MACC independen. Buktikan."
Sementara Nurul Izzah, anggota parlemen dari Lembah Pantai mengatakan," Tentu saja ini akan merusak reputasi PM Najib, ketika kasus ini melibatkan negara lain. Satu hal yang perlu saya tegaskan, bahwa kami tahu apa yang terbaik u ntuk Malaysia."
Najib Razak, yang saat menandatangani kesepakatan 10 tahun lalu, menjabat sebagai menteri pertahanan, membantah melakukan hal yang salah.
Pendukungnya dari Barisan Nasional menuduh oposisi menggoreng isu itu untuk merusak citra, menjelang pemilihan umum ke-13, yang rencananya akan dilakukan pertengahan tahun depan.
















