C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Sabtu, April 16, 2011
Rudal Yakhont di KRI Oswald Siahaan-354
TNI Akan Uji Rudal Strategisnya
| Rudal Yakhont P-800 |
| Rudal Exocet MM-40 |
| Torpedo SUT |
| Rudal Mistral |
| Rudal Seacat |
![]() |
| Rudal RBU 6000 |
Dia mengatakan, uji coba dilakukan di Samudra Hindia atau sebelah barat Selat Sunda dengan melibatkan sejumlah unsur tempur lainnya.
Sejumlah senjata strategis yang akan diuji coba adalah rudal Yakhont, Exocet MM-40, Torpedo SUT, Mistral, Sea Cat dan RBO 6000.
"Masing-masing akan ditembakkan dari sebuah KRI menuju satu target sasaran berupa kapal di tengah laut," katanya, menambahkan.
Iskandar menambahkan, rudal Yakhont yang akan ditembakkan KRI OWA-354, merupakan bagian dari empat rudal tersebut yang dibeli dalam sepanjang anggaran TNI hingga 2024.
Sedangkan, Exocet MM-40 dan Mistral akan ditembakkan dari KRI Hassanuddin-366, sementara torpedo SUT ditembakkan dari KRI Cakra-401, `Sea Cat` ditembakkan dari KRI Karel Satsuit Tubun-356, dan RBO 6000 ditembakkan dari KRI Cut Nyak Dien, paparnya.
| KRI OWA - 354 |
| KRI Hasanuddin-366 |
| KRI Cakra-401 |
| KRI Karel Satsuit Tubun 356 |
| KRI Cut Nyak Dien 375 |
"Namun, itu masih harus dikonfirmasi kembali," katanya.
Iskandar mengatakan, uji coba sejumlah senjata itu bertujuan memastikan persenjataan itu berfungsi baik.
"Tak hanya itu, uji coba itu juga merupakan pertanggungjawaban TNI kepada publik. Ini kan dibeli dengan anggaran negara, maka kita tunjukkan inilah senjata yang kita memiliki untuk memperkuat sistem pertahanan kita," katanya.
TNI AD Segera Diperkuat 45 Panser Anoa Pindad
| Deretan panser Anoa produksi Pindad segera perkuat TNI AD |
![]() |
Kapal Panama Di Bebaskan Perompak Somalia Setelah tebusan Dibayar
Pemerintah Kirim 401 Tentara Ke Somalia
| Kopassus |
Dia memaparkan, tanggal 17 Maret pemerintah menerima informasi pembajakan kapal milik PT Samudera Indonesia. Esok harinya dirapatkan, lalu Presiden Susilo Bambang Yudhoyono memerintahkan agar mengutamakan keselamatan awak kapal.
| Denjaka |
Pada tanggal 23 Maret, kapal diberangkatkan. Agar segar dan siap tempur, anggota Kopassus terbang ke Kolombo, Sri Langka. Kapal merapat di Kolombo untuk menjemput mereka dan mengisi logistik. Pasukan bergerak dari Kolombo pada 30 Maret. Karena letak Somalia yang jauh, membuat kedua kapal itu terlambat mencegat Sinar Kudus. "Tanggal 2 April, Sinar Kudus lego jangkar, merapat ke daratan. Kami berharap ketemu di laut, tapi baru sampai di posisi lego jangkar tanggal 5," ucap Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono.
Tentara menerbangkan helikopter, mengecek kondisi. Namun Sinar Kudus berada di dekat daratan, di tengah puluhan kapal yang dibajak penyamun. Pemerintah akhirnya memutuskan mengedepankan negosiasi, menempatkan kedua kapal freigat itu di dekat Somalia.
Menurut Djoko, kedua kapal itu bersiaga mengawal Sinar Kudus pulang jika negosiasi berhasil. Tapi, ia menolak jika masyarakat menyebut operasi militer gagal. "Saya tidak senang kata gagal, karena operasi belum dijalankan," kata Djoko. "Media massa jangan bikin bikin polemik, jangan ada disinformasi ke publik."
Dua Fregat Sudah Dikirim ke Somalia
| KRI Karel Satsuit Tubun 356 |
Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan Djoko Suyanto mengatakan pasukan itu merupakan gabungan dari Korps Marinir TNI Angkatan Laut dan Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat.
| KRI Ahmad Yani 351 |
Rapat kembali digelar pada 20 dan 22 Maret, yang menghasilkan dua opsi, yakni pemerintah mendukung negosiasi pemilik kapal dan para perompak atau menyiapkan pasukan khusus untuk menyerbu dan merebut Sinar Kudus. Demi keselamatan awak kapal, kata dia, pemerintah menonjolkan opsi negosiasi dan menyembunyikan opsi penyerbuan.
Djoko mengungkapkan fregat diberangkatkan pada 23 Maret. Anggota pasukan khusus diterbangkan ke Kolombo, Sri Lanka, agar segar dan siap tempur. Mereka dijemput fregat dan bergerak dari Kolombo pada 30 Maret.
Panglima TNI Laksamana Agus Suhartono mengatakan kedua kapal itu terlambat mencegat Sinar Kudus. "Tanggal 2 April, Sinar Kudus lego jangkar merapat ke daratan. Kami berharap ketemu di laut, tapi baru sampai di posisi lego jangkar tanggal 5," ucapnya.
Pasukan khusus menerbangkan helikopter untuk mengecek kondisi, tapi Sinar Kudus berada di dekat daratan di tengah puluhan kapal yang dibajak perompak. Pemerintah akhirnya memutuskan mengedepankan negosiasi dan menempatkan kedua fregat itu di dekat Somalia. Namun, kata Agus, opsi penyerbuan tetap disiapkan sambil menunggu negosiasi. "Saya tidak senang kata gagal, karena operasi belum dijalankan," ujarnya.
Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa menuturkan perairan Somalia adalah cerminan situasi negara yang tak tentu itu. "Tidak jelas siapa pemerintah yang berkuasa," ujarnya. Dalam jumpa pers di Jakarta, Duta Besar Somalia Mohamud Olow Barrow mengatakan angkatan laut negerinya kini praktis lumpuh.
Ia meminta dunia membantu Somalia memerangi perompak yang ditudingnya sebagai mafia. Sejak aksi perompak marak sekitar 2008, hubungan perdagangan Somalia dan Indonesia menjadi seret dan nilainya anjlok hingga 60 persen.
Menurut Staf Khusus Kepresidenan Bidang Hubungan Internasional, Teuku Faizasyah, keputusan soal pembebasan Sinar Kudus menunggu hasil pertemuan Marty dan Menteri Luar Negeri Somalia Mohamed Abdullah Omaar di sela konferensi soal pembajakan di Abu Dhabi, Uni Emirat Arab, 18-19 April. "Kita tunggu," ujarnya saat dihubungi kemarin.

















