C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Selasa, September 11, 2012
Analisis : Ketika AS Terusik China
Dubes AS : Marinir AS Di Dekat Jayapura Takkan Ganggu Indonesia
"Perpindahan pasukan ini, sepenuhnya tidak akan menggangu Indonesia. Indonesia adalah sahabat, saya juga tidak tahu mengapa banyak orang yang berpikir bahwa kami akan melakukan tindakan yang mengancam Indonesia," ujar Marciel di kediamannya di Jakarta, Selasa (11/9/2012).
"Saya katakan pada Anda, ketika AS berniat mengerahkan pasukannya dari Okinawa ke Guam, tidak ada pejabat atau militer di AS yang menilai bahwa kebijakan ini akan mengganggu Indonesia," tegasnya.
Rencana pemindahan pasukan AS muncul di saat Perdana Menteri Jepang Yoshihiko Noda bertemu dengan Presiden AS Barack Obama. Lewat perjanjian revisi itu, 5 ribu dari 9 ribu pasukan AS di Okinawa akan dipindahkan ke Guam. Sementara itu, 4 ribu lainnya akan dipindah ke Hawaii dan Australia.
Sejauh ini, keberadaan basis militer AS di Okinawa turut menuai kecaman dari banyak pihak di Jepang. Pada 1995 silam, muncul kasus pemerkosaan yang dilakukan pasukan AS terhadap seorang siswi Jepang dan hal itu menuai protes di kalangan warga Okinawa.
Wakil Menteri Luar Negeri AS Kurt Campbell mengatakan, kesepakatan akan pemindahan Marinir AS sudah didiskusikan dengan sejumlah anggota Kongres AS. Campbell menegaskan kembali, relokasi pasukan itu akan menghilangkan kebuntuan yang sudah mengganggu hubungan bilateral Jepang dan AS dan sejumlah negara-negara di kawasan Asia Pasifik.
China Kirim Kapal Perang ke Kepulauan Sengketa
Pengiriman kapal perang ini sebagai reaksi atas keputusan Tokyo untuk menyelesaikan pembelian pulau-pulau di Kepualauan Senkaku atau Diayou yang diperebutkan itu.
Kantor berita Xinhua melaporkan kedua kapal itu kini sudah berada di perairan kepulauan sengketa dan akan mengambil tindakan sesuai perkembangan yang terjadi.
"Ini (pembelian pulau) seharusnya tidak mengganggu hubungan Jepang dengan negara dan kawasan lain," kata Sekretaris Kabinet Jepang, Osamu Fujimura.
"Kami benar-benar tak memiliki ingin menimbulkan masalah yang bisa mengganggu hubungan Jepang-Cina. Sangat penting bagi kita untuk menghindari kesalahpahaman dan problem yang tak bisa diprediksi," tambah Fujimura kepada wartawan.
Beijing sebelumnya sudah memanggil Duta Besar Jepang untuk China dan mengajukan protes keras atas keputusan Tokyo membeli sejumlah pulau itu.
Perdana Menteri China Wen Jiabao mengatakan pulau-pulau tersebut adalah bagian tak terpisahkan dari wilayah China dan bersumpah negeri itu tak akan menyerahkan sejengkalpun wilayah kedaulatannya.
"Kami sudah memantau perkembangan masalah ini dengan seksama dan akan mengambil langkah yang diperlukan untuk mempertahankan kedaulatan China," demikian penjelasan juru bicara Kementerian Luar Negeri China, Hong Lei kepada wartawan.
Kepulauan Daiyou adalah serangkaian pulau karang tak berpenghuni. Tetapi kepulauan itu sangat penting karena berada di perlintasan jalur perdagangan utama dan diyakini wilayah perairannya mengandung cadangan gas yang sangat besar.
Indonesia Rencanakan Bangun Pusat Nuklir Di Lalimantan Barat
Gubernur Kalimantan Selatan Rudy Ariffin yang juga ketua Forum Percepatan Pembangunan dan Revitalisasi Kalimantan di Banjarmasin, Senin mengatakan, beberapa waktu lalu dia bersama dengan perwakilan Gubernur wilayah Kalimantan melakukan pertemuan dengan beberapa kementerian antara lain, Kementerian Ekonomi, ESDM dan terkait lainnya.
Salah satu hasil pembahasan dalam pertemuan tersebut adalah rencana pembangunan pusat pengembangan nuklir untuk memenuhi kebutuhan energi listrik dan sumber energi lainnya.
"Kalimantan adalah wilayah cukup kaya, bukan hanya tambang batu bara, emas dan lainnya tetapi juga uranium di Kalbar," katanya.
Karena bahan baku utama energi nuklir tersebut banyak di temukan di Kalbar, sehingga diwacanakan untuk mengembangkan energi tersebut untuk pembangunan pemenuhan energi masa depan Kalimantan.
Rencana tersebut, kata dia, juga menjadi salah satu upaya pemerintah untuk memenuhi kebutuhan energi nasional yang kini masih kurang, sehingga pelaksanaan MP3EI serta Permen ESDM tentang larangan bahan baku energi keluar dari Indonesia bisa segera diwujudkan.
"Kami sangat berharap berbagai infrastruktur, jalan, jembatan dan bandara udara, pelabuhan laut dan energi di wilayah Kalimantan bisa diselesaikan pada 2014," katanya.
Tanpa dukungan infrastruktur dan energi yang memadai, tambah dia, pelaksanaan MP3EI dan Permen ESDM tersebut akan sulit untuk direalisasikan.
Apalagi, kata dia, beberapa negara importir tambang seperti Jepang, China, dan beberapa negara lainnya, kini sudah mulai mengurangi permintaan karena ditemukannya gas yang cukup besar di Amerika dan Australia.
Kondisi tersebut, kata dia, dikhawatirkan akan berdampak pada pertumbuhan ekonomi di daerah, walaupun kini tambang bukan lagi satu-satunya tumpuan perekonomian Kalsel.
"Kedepan kita akan mengembangkan sektor perekonomian dalam arti luas, selain juga mendorong tumbuhnya investasi terutama industri skala besar," katanya.
Kini, tambah Gubernur, yang sudah siap untuk beroperasi adalah tiga perusahaan bijih besi di Kabupatan Tanah Laut dan Tanah Bumbu, sebagai salah satu wujud dari pelaksanaan MP3EI.
Prajurit KRI SHN-366 Beri Pelatihan Personel LAF


Duta Besar Oman Sambut Kedatangan KRI Dewaruci
KRI Dewaruci Tingkatkan Kewaspadaan Saat Melintas Somalia
Pembelian 18 Paket Rudal Maverick All-Up-Round Masih Dikaji
Namun TNI Angkatan Udara masih menunggu Kementerian Pertahanan untuk membahas penawaran tersebut. "Nanti kami kabari lagi kelanjutannya seperti apa," kata dia.
Sebelumnya, dalam situs Business Recorder, Presiden Amerika Serikat Barack Obama menyetujui untuk menjual perangkat rudal F-16 ke Indonesia. Berdasarkan nota yang dikirim pada kongres beberapa waktu lalu, Indonesia disebut-sebut meminta paket 18 rudal jenis AGM-65K2 "Maverick All-Up-Round", 36 rudal untuk latihan para pilot, tiga rudal latihan "perawatan" beserta suku cadangnya, perlengkapan pengujian, serta latihan personal.
TNI AU : Asumsi Sementara Biaya Upgrade Hercules Hibah Tetap US$15 Juta
Pangarmabar Tinjau Lahan Pembangunan Batalyon Marinir Di Setotok Batam
Pangarmabar pada kesempatan tersebut didampingi Komandan Pangkalan Utama Angkatan Laut (Lantamal) IV Tanjung Pinang Laksamana Pertama TNI Laksamana Pertama TNI Agus Heryana.
Kunjungan Pangarmabar Laksamana Muda TNI Sadiman, S.E., ke Setokok tersebut dilaksanakan dalam rangkaian kunjungan kerja ke wilayah pangkalan-pangkalan Angkatan Laut yang berada di bawah jajaran Koarmabar.
Kedatangan Pangarmabar dan Ketua Daerah Jalasenastri Armabar (DJAB) Ny. Rahayu Ningsih Sadiman di Batam disambut Komandan Gugus Keamanan Laut Koarmabar (Danguskamlabar) Laksamana Pertama TNI Pranyoto, S.Pi dan Komandan Lanal Batam Kolonel Laut (P) Nurhidayat, S.H., serta Ketua Cabang 5 Jalasenastri Korcab IV DJAB.


























