C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Rabu, Agustus 29, 2012
TNI Kembali Siapkan Pasukan ke Kongo dan Haiti
TNI AU Susun Rencana Strategis
Pesawat C-130 TNI AUDukung Latihan Penerjunan
TNI AD Lakukan Pergesean Pasukan
Analisis : Spirit Beralutsista Dalam Pita Kebangsaaan
![]() |
| Tank amfibi BMP-3F yang sudah dimiliki Marinir Indonesia |
![]() |
| Kesiapan armada RI di Pangkalan AL Surabaya |
![]() |
| Formasi jet tempur F16 TNI AU dalam serial latihan |
KKIP Menggelar Sidang Pleno Ke-VII
Kunjungan Kerja Menhan Ke Davao City Philipina
DPR : Presiden Juga Bisa Sebagai Marketing Handal Alutsista Dalam Negeri
Sejak dulu, produk Pindad sebenarnya sudah banyak diminati, namun marketingnya kurang bagus. "Senjata SS-2 itu ketika diadakan pertandingan internasional memang bagus, jadi relevan sekali mereka membeli produk itu," ujarnya di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2012.
TB mengatakan, khusus senapan, pasukan TNI dan Polri sudah memakai senjata buatan dalam negeri. Senjata buatan Indonesia juga banyak diminati di Timur Tengah, Afrika, kemudian Asia Selatan, dan Asia Tenggara.
Untuk itu, TB meminta agar Presiden Susilo Bambang Yudhoyono juga menggunakan pesawat dalam negeri CN-235. Sebagai bentuk dukungan pada produk dalam negeri.
"Kalau perlu Presiden pakai CN-235 karena VIP di Korea Selatan dan Malaysia juga pakai CN-235," kata dia.
Ke depan, industri pertahanan di Indonesia akan diperkuat dengan RUU Industri Pertahanan. "Kita akan meningkatkan dari CN-235 menjadi CN-295, dan TNI sudah pesan 10 pesawat."
Untuk keuntungan dari penjualan senjata ke luar negeri, kata dia, bisa dicek langsung ke Kementerian BUMN. "Kalau itu bukan tugas Komisi I, kalau sudah jual beli itu sudah masuk ke BUMN uangnya," tambah dia.
Beberapa Alasan Alutsista Produk Indonesia Banyak Diminati Negara Lain
| CN-235 MPA Korea Selatan |
Menurut Tubagus, salah satu senjata yang mendapat reputasi baik di kancah internasional adalah senjata tipe SS-2. Senjata buatan PT Pindad itu bahkan menjadi juara dalam pertandingan menembak di Asia Pasifik.
"SS-2 itu memang senjata yang cukup akurat. Waktu dipakai pertandingan menembak di wilayah Asia Pasifik saja kita juara," kata Tubagus kepada VIVAnews, Selasa 28 Agustus 2012.
Tubagus menjelaskan bahwa sejumlah negara mengakui senjata SS-2 itu adalah senjata yang simpel untuk postur Asia. "Dilengkapi dengan alat bidik yang akurat dan peluru ringan. Itu cocok dipakai satuan darat, kavaleri, dan lintas udara," ujarnya. Lantaran simpel, akurat dan cocok untuk semua satuan itu, senjata ini laris di sejumlah negara.
Selain senjata, lanjut Tubagus, pesawat buatan RI CN-235 pun sudah diakui internasional. Pesawat buatan PT Dirgantara Indonesia dikenal dapat diandalkan. "CN-235 itu termasuk pesawat yang bandel. Setahu saya sampai sekarang baik di Spanyol maupun di Indonesia belum ada CN-235 yang jatuh," ujarnya.
Menurut Tubagus, CN-235 dapat juga dipakai untuk mengangkut pasukan sampai 2 peleton. "Bisa juga dipakai untuk menerjunkan pasukan. Pesawat serbaguna lah. Landasannya juga cukup pendek," ujarnya.
"Beberapa negara memang minat, termasuk Irak. Sebetulnya Iran juga minta senjata SS-2 itu tapi sedang diproses di Kemenhan dan Kemenlu. Mungkin karena ada berbagai faktor politik luar negeri, saya juga tidak tahu," ujarnya.
Keberhasilan menjual produk dalam negeri ke pasar internasional, menurut Tubagus, harus didukung terus dan diharapkan akan terus meningkat.
"Menurut hemat saya kita harus tetap bersyukur. Harus diteruskan ekspansi ini untuk mampu menghasilkan bukan hanya buatan Pindad atau PT DI, tapi juga PT PAL. Kita dengan Cina juga sudah bekerja sama membuat kapal cepat rudal. Rudalnya nanti dibuat oleh Cina dan Indonesia. Dapat menjangkau hingga 100 kilometer. Kapal cepatnya nanti dibuat PT Pelindo," kata Tubagus.
Prestasi semacam ini juga mestinya didukung oleh kebijakan pemerintah. Karena pemerintah lemah dalam memasarkan produk senjata dan juga jarang memakai produk dalam negeri.
"Prestasi ini termasuk bagus. Tapi memang kita harus akui kita lemah dalam marketing. Lemahnya kenapa, justru para pejabat kita pada tidak mau pakai produk dalam negeri. Misalnya para pejabat Korea dan Malaysia pakai CN-235, tapi Presiden kita mana mau. Coba kalau Presiden kita mau pakai CN-235 dan para menteri juga pakai pesawat itu, pasti orang lain menjadi yakin," jelasnya.
Prajurit KRI Ajak-653 Uji Kemampuan Nembak Terpedo
Anggaran Militer Naik Signifikan, Diharap Prioritas Belanja Alutsista Laut Dan Udara
"Pada 2013, Kemhan harus merencanakan sungguh-sungguh anggaran untuk alutsista. Itu diperlukan agar dana yang besar tersebut dapat digunakan sebaik-baiknya guna meningkatkan pertahanan Indonesia," kata Direktur Eksekutif Imparsial, Poengky Indarti, kepada Koran Jakarta, Selasa (28/8).
Pernyataan itu menanggapi kenaikan anggaran pertahanan pada 2013 menjadi 77 triliun rupiah atau naik sekitar 5 triliun rupiah dibandingkan tahun lalu. Pernyataan itu kembali dipertegas karena Imparsial melihat, pada 2012, Kemhan justru memprioritaskan pengadaan alutsista untuk kekuatan darat.
Salah satu pengadaan alutsista yang menonjol pada 2012 ini adalah pengadaan 100 unit main battle tank Leopard dari Jerman. Dari segi alokasi anggaran saja, lanjut dia, TNI AD mendapatkan jatah anggaran hingga 30 triliun rupiah pada 2012. Bandingkan dengan TNI AL yang hanya 9 triliun rupiah dan TNI AU yang hanya 8 triliun rupiah.
Berdasarkan alokasi anggaran itu, Poengky melihat pemerintah masih mengandalkan kekuatan darat dibandingkan laut dan udara. Poengky juga berharap Kemhan meninfkatkan keterampilan prajurit, terutama prajurit yang mengawaki alutsista laut dan udara. Apalagi semakin hari teknologi alutsista semakin canggih dan modern.
Menanggapi hal ini, Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, menyatakan bahwa kebijakan mengerem pertumbuhan prajurit tak akan berlaku untuk para prajurit ahli seperti pengawak. "Artinya, kalau ada 10 prajurit yang pensiun, kita harus merekrut 10 prajurit lain," kata Purnomo.
Tetap Seimbang
Purnomo bahkan menjanjikan akan mengadakan program pendek untuk para penerbang TNI. Di samping itu, lanjut dia, akan ada dua program lagi untuk menempatkan personel dalam jumlah yang pas di bagian tertentu. Kemhan juga akan membuat standar prajurit yang lebih baik. Sebagai contoh, ketika ada restrukturisasi Kodam dan terdapat sejumlah unit baru, tak harus ada penambahan personel.
Bisa saja dengan melakukan perpindahan personel. Sebelumnya, DPR banyak menyoroti keterampilan prajurit yang kurang seiring semakin masifnya pemerintah melakukan belanja alutsista. Anggota Komisi I DPR, Susaningtyas Kertopati, menyatakan alutsista secanggih apa pun, tanpa diimbangi dengan dukungan pengawak yang profesional, hanya akan menjadi onggokan barang yang tak bernilai.
Selain itu, tambah dia, Kem han harus disiplin dalam menggunakan dana, baik untuk kegiatan strategis maupun operasional. Untuk itu, Kemhan harus transparan dalam penggunaan dananya agar publik dapat ikut mengawasi. "Kemhan harus transparan mengalokasikan dana. Yang penting, belanja alat utama sistem senjata (alutsista) harus sebanding dengan dana operasional bagi pengembangan sumber daya manusia, khususnya pengawak dan prajurit," kata dia.
Disiplin terhadap rencana strategis, baik jangka pendek, menengah, maupun panjang, itu penting. Sudah transparan atau belumnya penggunaan anggaran tak akan terlaksana dengan baik jika tak didukung DPR. Kesejahteraan prajurit harus menjadi bagian yang utama. "Alutsista memang penting, tapi alutsista modern dan canggih harus sejalan dengan meningkatnya kemampuan prajurit," kata dia.
Belum Bisa Buat Tidak Masalah Import, Kedepan Indonesia Pasti Bisa Buat Leopard Sendiri
Ini adalah pertanda baik. Anggota Komisi I DPR, Max Sopacua menilai laris manisnya senjata buatan Indonesia di Irak sebagai sebuah kemajuan di bidang teknologi persenjataan.
"Kalau Pindad maupun perusahaan Dirgantara Indonesia bisa memproduksi itu kenapa tidak. Artinya ketika kualitas yang kita ciptakan dihargai oleh bangsa lain itu sebuah kemajuan," kata Max di Gedung DPR, Jakarta, Rabu, 29 Agustus 2012.
Max berharap dengan rencana Irak dan Uganda yang akan memesan senjata dan pesawat dari Indonesia, akan ada peningkatan kerja, sehingga ke depan sumber daya manusia di Indonesia bisa memproduksi senjata dan pesawat yang lebih banyak lagi.
"Kita kan belum bisa memproduksi Leopard dan Sukhoi. Yang kita produksi di sini baru sebatas senjata-senjata ringan, ada tank tapi baru beberapa, tapi tidak menutup kemungkinan kita meningkatkan itu," kata dia, optimistis.
Max mengatakan, kemajuan teknologi di Indonesia pernah dialami ketika kepemimpinan BJ Habibie. Saat itu Spanyol memesan pesawat CN-235.
"CN-235 itu Spanyol pesan, berarti kita sudah dihargai di negara-negara Eropa. Ketika zaman Pak Habibie memimpin, itu saya kira sudah sebuah jalan yang bagus ke internasional, tinggal bagaimana kita menindaklanjuti dengan sumber daya manusia yang ada sekarang ini," ungkapnya.
Sebelumnya, Wakil Ketua Komisi Pertahanan, Tubagus Hasanuddin mengisahkan sebuah ironi. Senjata buatan dalam negeri banyak dilirik negara asing, tapi justru jarang dipakai oleh pemerintah.
Misalnya, senjata tipe SS-2 buatan PT Pindad yang bahkan pernah menjadi juara dalam pertandingan menembak di Asia Pasifik. Karena akurasinya.
TNI AL Gelar Operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya LXI/2012
Pada kesempatan itu Menkokesra menyematkan tanda peserta kepada empat Komandan Satuan Tugas (Dansatgas) Sail Morotai tahun 2012, yaitu Satgas Operasi Bhakti Surya Bhaskara Jaya (SBJ) LXI/2012, Satgas Ekspedisi Bhakti Nusantara ke-3, Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari/Kapal Pemuda Nusantara ke-3 serta Satgas Ekspedisi Riset Kelautan 2012.
Selanjutnya Menkokesra melepas keberangkatan empat kapal yang tergabung dalam Satgas Terpadu Sail Morotai 2012. Satgas Operasi Bhakti (SBJ) LXI/2012, menggunakan kapal perang rumah sakit KRI dr. Soeharso-990 dari jajaran Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmatim, Satgas Ekspedisi Bhakti Nusantara ke-3, menggunakan kapal perang jenis Landing Platform Dock (LPD), KRI Banda Aceh-593, dari jajaran Kolinlamil Jakarta, Satgas Lintas Nusantara Remaja dan Pemuda Bahari/Kapal Pemuda Nusantara ke-3, menggunakan KRI Surabaya-591 dari Jajaran Satuan Kapal Amfibi (Satfib) Koarmatim serta Satgas Ekspedisi Riset Kelautan 2012 menggunakan kapal riset milik Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT) yaitu, KM. Baruna Jaya.
Melalui Sail Morotai 2012, Koarmatim ikut berperan serta melalui kegiatan Operasi Bakti Surya Bhaskara Jaya LXI /2012 (SBJ LXI/2012) di wilayah Lantamal VI dan Lantamal IX dengan kegiatan bakti sosial dan pelayanan kesehatan di Takabonerate, Bacan, Ternate dan Morotai sebagai acara puncak Sail Morotai pada hari Sabtu, 15 September 2012 mendatang.
Satgas SBJ LXI/2012 melibatkan satu kapal Rumah Sakit KRI dr. Soeharso-990 dan satu Helikopter dari Pusat Penerbangan Angkatan Laut (Puspenerbal) Juanda Surabaya. Sedangkan pasukan yang terlibat sebanyak 594 personel gabungan dari Satuan Kapal Bantu (Satban) Koarmatim, Dinas Kesehatan (Diskes), Dinas Potensi Maritim (Dispotmar), Dinas Hukum (Diskum), Satuan Komando Pasukan Katak (Satkopaska) Koarmatim, Dinas Penyelamatan Bawah Air (Dislambair) Koarmatim dan Batalyon Zeni 1 Marinir Surabaya.
Operasi bhakti sosial dan kesehatan ini melibatkan tenaga medis dari Batalyon Kesehatan (Yonkes) 1 Marinir, Rumah Sakit dr. Ramelan Surabaya, Rumkit Marinir Gunugsari dan Lembaga Kesehatan Kelautan (Lakesla) Surabaya. Pelaksanaan operasi bhakti oleh TNI AL tersebut juga didukung oleh 127 pesonel Pangkalan Angakatan Laut (Lanal) Ternate dan 21 personel dari Lanal Morotai
Daerah sasaran SBJ LXI/2012 meliputi wilayah, Bonerate Propinsi Sulawesi Selatan, Labuha, Ternate dan Morotai di Propinsi Maluku Utara. Satuan tugas SBJ LXI/2012 memiliki tiga tugas pokok yaitu, pelayanan kesehatan, bhakti sosial dan pelayanan masyarakat.
Rencananya, Satgas SBJ LXI/2012, program pelayanan Kesehatan akan menangani sebanyak kurang lebih 7.000.000 pasien terdiri dari pasien bedah mayor dan minor, Vasextomi/Tubextomi, kesehatan umum, kesehatan gigi, khitan, klinik ibu dan anak serta pelayanan KB.
Kegiatan bhakti sosial dilaksanakan oleh Pasukan Marinir dari Yon Zeni 1 Marinir Surabaya, dibawah Unsur Tugas (UT) Sarana dan Prasarana (Sarpras). UT Sarpras akan merehabilitasi sebanyak 21 tempat, berupa sarana umum, tempat ibadah dan Poliklinik Desa (Polindes). Guna menjalin komunikasi dan hubungan baik dengan masyarakat, UT Humas melaksanakan, pemutaran film, pentas musik serta olah raga bersama.
Sementara itu petugas medis melaksanakan penyuluhan bidang kesehatan diantaranya, penyuluhan tentang pola hidup dan lingkungan sehat, bahaya penyakit HIV/AIDS dan penyakit menular dan Hiperbarik. Sedangkan petugas Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN), mengadakan penyuluhan tentang keluarga sejahtera melalui program KB.
Unsur Tugas pelayanan masyarakat, melaksanakan penyuluhan bidang Potmar meliputi, sosialisasi peran dan tugas TNI AL serta pentingnya pendidikan dalam meningkatkan kualitas Sumber Daya Manusia (SDM), penyuluhan bidang hukum dan bela negara. Kegiatan lainnya adalah penyerahan bahan-bahan kontak berupa jaring nelayan, alat kesehatan, peralatan olah raga, buku dan perlengkapan sekolah, alat musik dan kitab suci.
Satgas SBJ LXI/2012 juga menyalurkan sejumlah bantuan dari kementerian kesehatan RI (Kemenkes), Dinas Kesehatan Angkatan Laut (Diskesal), Pundi Amal SCTV, Dexa Medica, Alumni ITB 75, Lion Club, Persatuan Dokter Spesialis Mata Indonesia serta bantuan dari SMP 160 No. 94 Cegar, Cipayung, Jakrta Timur.
Operasi Bhakti SBJ LXI/2012 bertujuan untuk membantu pemerintah daerah dalam rangka pembangunan daerah, meningkatkan kesejahteraan dan kualitas kesehatan masyarakat lokal, khususnya masyarakat yang berada di pesisir pantai serta pulau–pulau kecil. Sedangkan kegiatan Sail Morotai tahun 2012 dilaksanakan untuk mempromosikan potensi pariwisata yang berada di wilayah Morotai.
TNI AL dan RSN Gelar Latma Eagle 22/12
TNI AD Restrukturisasi Satuan Kostrad Dan Kodam VII/Wirabuana
Selain itu, pengalihan komando pengendalian diterapkan untuk Batalion Infantri 713/Satyatama dari Komando Resor Militer 131/Santiago kepada Brigade Infantri 22/Ota Manasa, dan Batalion Infantri 711/Raksatama dari Korem 132/Tadulako kepada Brigade Infantri 22/Ota Manasa.
TNI Buka Pendaftaran Untuk 128 Perwira Karier Baru
Kepala Dinas Penerangan Umum Puspen TNI, Kolonel Cpl Minulyo Suprapto, melalui siaran persnya, di Jakarta, Selasa, mengatakan, dari jumlah perwira jalur ini, terdiri 109 pria dan 19 wanita. Pendaftaran dimulai dari 15 Agustus hingga 30 September 2012.
Materi seleksi meliputi administrasi, kesehatan, kesamaptaan jasmani, psikologi dan mental ideologi.
"Syarat mendaftar, antara lain, WNI, bukan prajurit TNI, Polri dan PNS, beriman dan bertaqwa kepada Tuhan Yang Maha Esa serta setia kepada NKRI, berijazah serendah-rendahnya Diploma III sesuai kebutuhan angkatan, usia maksimal 26 tahun (berijazah D-III), 30 tahun (S-1).
Selain itu, tambah Minulyo, persyaratan lainnya memiliki tinggi badan minimal 163 cm bagi pria dan 157 cm bagi wanita dengan berat badan seimbang menurut ketentuan yang berlaku.
TNI Tambah Jumlah Perwira Untuk Sekolah Di China
Atase Pertahanan Kedutaan Besar RI di Bejing Kolonel Lek Surya Margono kepada ANTARA di Beijing, Selasa mengatakan masing-masing angkatan yakni darat, laut dan udara mengirimkan tiga pewira siswanya ke sekolah staf dan komando di China, dari sebelumnya hanya dua orang.
"Demikian juga untuk Universitas Pertahanan, juga mengirimkan dua hingga tiga orang untuk belajar di Universitas Pertahanan China," katanya, menambahkan.
Peningkatan jumlah perwira TNI yang belajar di Negeri Panda sejalan dengan makin meningkatkan hubungan bilateral kedua negara, terutama dalam bidang pertahanan keamanan.
Selain pertukaran perwira, Angkatan Bersenjata Cina People's Liberation Army (PLA), menawarkan kursus bahasa Mandarin bagi perwira TNI.
"Dengan makin luasnya hubungan kedua negara, utamanya dalam bidang pertahanan dan keamanan maka pemahaman kedua pihak tentang dua negara akan semakin baik dan memperkokoh hubungan serta kerja sama yang telah berjalan baik," ujar Surya.
Indonesia dan China telah membentuk forum konsultasi bidang pertahanan dan keamanan pada 2007 sebagai bagian dari kemitraan strategis yang dideklarasikan kedua pimpinan negara pada April 2005.
Sebagai tindak lanjut kerja sama pertahanan yang telah disepakati kedua negara melalui forum konsultasi bilateral itu, militer kedua negara telah melakukan sejumlah kerja sama seperti latihan bersama Komando Pasukan Khusus TNI Angkatan Darat dengan Komando Pasukan Khusus PLA.
Pertukaran perwira sekolah staf dan komando serta Universitas Pertahanan, pelatihan pilot pesawat tempur Sukhoi dan pembelian beberapa alat utama sistem senjata. Kedua negara juga telah menyepakati nota kesepahaman kerja sama industri pertahanan pada 2011.
KRI Clurit-641 Ambil Bagian Dalam Latihan Bersama SEACAT Di Changi
Kepala Dispen Koarmabar Letkol Laut (KH) Agus Cahyono menerangkan, latihan bersama dengan nama South East Asia Coorporation And Training (SEACAT) adalah kegiatan latihan multilateral Angkatan Laut kawasan Asia Tenggara dan US Navy di Naval Base Changi Singapura.
TNI Angkatan Laut pada latihan bersama tersebut mengikutsertakan KRI Clurit-641, kapal perang di bawah jajaran Komando Armada RI Kawasan Barat (Koarmabar) yang sehari-harinya berada dibawah pembinaan Satuan Kapal Cepat (Satkat) Koarmabar dengan pangkalan di Tanjung Uban.
“Keikutsertaan KRI Clurit-641 yang dikomandani Mayor Laut (P) Lewis N. Nainggolan dalam latihan multilateral Angkatan Laut kawasan Asia Tenggara di Singapura tersebut untuk meningkatkan profesionalisme prajurit dalam kerjasama pada pelaksanaan operasi laut bersama yang dilaksanakan di wilayah perairan masing-masing negara,” ujar Kadispen di Jakarta, Selasa (38/08/2012).
Pelaksanaan kegiatan SEACAT di Changi Naval Base Singapura tersebut, tambahnya, direncanakan akan berlangsung selama lima hari dan diikuti dari beberapa peserta perwakilan Angkatan Laut Asia Tenggara diantaranya Malaysia, Thailand, Brunei, Filipina serta Singapura dan USN.
Adapun materi-materi yang terdapat dalam latihan bersama tersebut antara lain Pertukaran Informasi Antar Pusat Komando Pengendali pada saat digelar kegiatan latihan.

































