C-705 China Cikal Bakal Rudal Nasional
Industri pertahanan Indonesia memasuki babak baru.Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro bersama koleganya dari Republik Rakyat China Jenderal Liang Guanglie meneken kesepakatan untuk proses alih teknologi peluru kendali
China Sepakat Transfer Teknologi Rudal Ke Indonesia
Pemerintah Indonesia dan China sepakat memantapkan proses alih teknologi serangkaian produksi bersama peluru kendali C-705
KCR Ke-2 Produksi Palindo Resmi Perkuat TNI AL
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro meresmikan Kapal Cepat Rudal 40, KRI Kujang 642 di Dermaga Batu Ampar Kota Batam
Marinir Kembali Akan Diperkuat 37 Tank BMP-3F
Tentara Nasional Indonesia Angkatan Laut kembali akan mendatangkan tank amfibi BMP-3F untuk marinir dari Rusia
Indonesia Resmi Membeli 9 C-295 Dari Airbus
Generasi terbaru C-295 adalah pesawat yang ideal untuk pertahanan dan misi-misi kemanusiaan
Sukhoi PAK FA T-50 Jauh Mengungguli F22 Raptor
Jumlah pesawat tempur generasi ke-lima Sukhoi T-50 PAK akan ditambah menjadi 14 unit dari sekarang cuma tiga
Minggu, Agustus 14, 2011
Militer AS Kehilangan Pesawat Prototipe Tercepat di Dunia
F-35 Cleared to Resume Ground Tests
Update : Sukhoi Akan Meriahkan HUT ke-66 RI
Selain Sukhoi, satu flight pesawat tempur F-16 Fighting Falcon juga akan memeriahkan hari jadi RI, kata Kepala Dinas Penerangan TNI Angkatan Udara Kolonel Nav Azman Yunus saat dikonfirmasi ANTARA di Jakarta, Minggu.
Ia menambahkan, pesawat-pesawat tempur TNI Angkatan Udara itu akan melakukan terbang lintas di area udara Istana Negara, saat peringatan detik-detik Proklamasi digelar.
Atraksi terbang lintas pesawat F-16 akan dipimpin Komandan Skadron Udara 3 Letkol Pnb Ian Fuadi.
Sedangkan terbang lintas Sukhoi dibawah komando Komandan Skadron Udara 11 Letkol Pnb M. Untung Suropati.
Pesawat-pesawat tempur TNI Angkatan Udara itu berada di Pangkalan Udara Halim Perdanakusuma sejak Jumat (13/8) dan terus melakukan latihan menjelang pelaksanaan peringatan HUT ke-66 RI.
Pesawat Tempur TNI AU Bakal Akrobat di Istana
Dalam keterangan pers Lanud Halim PK disebutkan, satu flight (empat unit) F-16 Falcon dari Skadron Udara 3 Lanud Iswahyudi, Madiun, dan satu flight jet tempur Sukhoi dari Skadron Udara 11 Lanud Sultan Hasanudin, Makassar, yang masing-masing di bawah kendali Komandan Skadron 3 Letkol (Pnb) Ian Fuadi dan Komandan Skadron 11 Letkol (Pnb) M. Untung Suropati tiba di Halim PK Jumat siang.
Total disiapkan delapan pesawat tempur untuk memeriahkan HUT Ke-66 Proklamasi Kemerdekaan RI.
Kepala Penerangan Lanud Halim PK Mayor (Sus) Gerardus Maliti yang dihubungi mengatakan, para penerbang berlatih untuk menampilkan fly pass di Istana Negara.
"Ada atraksi akrobatik dari para penerbang tempur kita. Mereka terus berlatih untuk tampil pada peringatan Proklamasi," kata Maliti.
Adapun pesawat tempur Sukhoi memiliki keistimewaan sebagai satu-satunya jet tempur yang mampu melakukan manuver Kobra. Manuver tersebut meniru gerakan kepala ular kobra yang berdiri tegak, memagut, lalu turun.
Militer Modern Tidak Batasi Gender
Perlu Menggalkkan Semangat Bela Negara Ke Generasi Muda
Hal tersebut dikatakan Menhan Purnomo Yusgiantoro di Istana Presiden, Jumat (12/8) seusai menghadiri penganugerahan bintang tanda kehormatan kepada 30 orang tokoh oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Menhan menjelaskan itu saat ditanya bagaimana harapan dan pesan peringatan HUT Proklamasi Kemerdekaan RI bagi Kementerian Pertahanan.
Menurutnya, Kemhan selama ini proaktif mengajak seluruh komponen bangsa terutama generasi muda untuk selalu mencintai bangsa dan negara ini.
Update : Pendanaan Pengadaan Alutsista Bisa Dicover Dalam Negeri
"Kami bicarakan dengan Presiden bagaimana supaya pinjaman ini mengurangi kredit ekspor. Presiden menekankan, pinjaman jangan memakai dana dari luar. Harus memakai uang dari dalam negeri," kata Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro di Kementerian Pertahanan di Jakarta, Jumat (12/8).
Jika dilakukan pengurangan kredit ekspor, maka harus dibuka kelonggaran pinjaman dari dalam negeri. Menhan optimis hal itu bisa dilakukan mengingat besarnya cadangan devisa negara saat ini. "Devisa kita sangat besar, mencapai US$122 miliar. Itu cukup bisa untuk tidak usah meminjam dari luar negeri," kata Menhan.
Kemhan mengalokasi dana US$6,5 miliar untuk pemenuhan minimum essential forces (MEF) alutsista. "Dana itu untuk pembiayaan alutsista selama lima tahun," katanya.
Update : Untuk membangun Negara Maritim Indonesia Harus Perkuat Alutsista Al Dan AU
















