Kamis, Oktober 31, 2013
11
YOGYAKARTA-(IDB) : TNI AU pada tahun ini akan menambah lagi alat utama sistem persenjataan (alutsista) pesawat tempur.  Baik untuk melengkapi yang sudah ada maupun yang baru.

Khusus untuk alutsista yang baru yaitu Helikopter Couger. Selain Helikopter Couger, alutsista yang segera akan datang, yaitu  pesawat tempur T50 dan Supertucano.   

“Untuk pengadaan kami harapkan dalam waktu dekat ini,” ungkap KSAU Marsekal TNI IB Putu Dunia usai upacara prasetya perwira (Praspa) dan Wingday di lapangan Jupiter Lanud Adisutjipto, Yogyakarta, Selasa (29/10/2013).

Sedangkan untuk pengadaan peluru kendali (rudal) penangkis serangan udara Oerlikon pengadaannya baru dapat dilakukan tahun depan. Rudal Oerlikon rencananya akan ditempatkan di beberapa daerah, yaitu Jakarta, Pontianak, Makasar, dan Yogyakarta. Untuk Yogyakarta di Mako Paskhas Yogyakarta.  

Untuk kepentingan tersebut, saat TNI AU sedang mempersiapkan fasilitas dan sumber daya manusia (SDM), yang akan mengawaki alutsista tersebut. “Pengadaan alutsista ini merupakan program kelanjutan pembangunan TNI AU,” terangnya.

Terutama para penerbang yang mengawaki pesawat militer, baik tempur, angkut maupun helikopter. Pemenuhan penerbang pesawat militer sendiri akan disesuaikan dengan kebutuhan. Namun untuk penerbang militer ditargetkan tiap tahun mampu menghasilkan 40 penerbang. “Untuk pemenuhan ini melalui Sekbang reguler maupun dari PSDP,” jelasnya.




Sumber : Sindo

11 komentar:

  1. OERLIKON itu bukannya dalam bentuk meriam ya? kok bisa nembakin rudal tu gimana ceritanya, maklum nubi nanyak....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul- oerlikone adalah sejenis meriam produk swiss- canon dg macam2 kaliber:20-30 -35mm- dan untuk tipe oerlikon pesanan AU kabarnya punya kaliber35mm SKYSHIELD dg modul sistem HIBRYDE- artinya dua sistem senjata yg terdiri dari canon 35mm dan launcher rudal SAM SKYSHIELD yg dipadukan dlm satu sistem-kemudian di kasih nama SKYSHIELD 35-ya ituu dia orlikone SKYSHIELD itu sama persis dg SAM GROM/ZUR23 mm- yg udah di pake TNIAD- beda nya orlikon lebih mutakhir dari grom- dan kabar nya sih bisa dipake buat menembak jatuh pesawat tempur UFO dg pilot ALIEN yg datang dari planet entahberantah- yg mau piknik ke jakarta tanpa dibekali dokumen resmi- he he he- trims salam toek kowad cakep- from vanhalen.

      Hapus
    2. Ini jgn mbah Boler ya

      Hapus
  2. Cara kerjanya, pd waktu peluru ORLIKON menekati sebuah obyek sasaran entah itu pesawat ato rudal...peluru ORLIKON akan terpecah menjadi 200 butir gotri yg akan menyebar secara omni direction sampai jarak 300 meter... peluru ORLIKON adl peluru canggih, dia tau kapan harus meledak pecah jadi 200 butir serpihan peluru...akurasi dihitung dgn bantuan komputer... memang fungsi utamanya adl sbg pencegat rudal musuh..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Mksd ano 07.54: oerlikon kan berupa peluru, bukan rudal kaya' yg di gbr itukan rudal! Apa bisa dipake buat nembakkan rudal?
      gitu mnrt saya atas ano 07.54...
      Saya jg gak tau soalnya mas bro!...

      Hapus
  3. Di jelaskan oleh ksau- TNIAU mau nambah alutsista baru trmasuk pesawat tempur- klo boleh tau: kira2 jenis pesawat tempur mana yg akan dibeli itu....mudah2 an aja JAS39EF SUPER GRIPEN-F16EF-TYPHON EFA EUROFIGHTER-RAFALE - SU35- MIG35- F18EF- F15NG- salah satunya dipilih TNIAU sebagai pengganti F5 EF TIGER- oke bravo TNIAU-

    BalasHapus
    Balasan
    1. klo gw stuju dengan gripen ng utk pesawat pengganti f5, dan su 35 utk sebagai pesawat tempur utama,,dengan penambahan 8 skuadron.
      knp pilih GRIPEN NG coba baca disini .kemampuan gripen ng,:

      http://indomiliter.com/2013/10/24/gripen-ng-dan-transfer-teknologi-multirole-fighter-yang-layak-jadi-pengganti-f-5e-tiger-ii-tni-au/

      klo su 35 sebagai penyeimbang pesawat tempur tetangga yg mau pake F35, walaupun blm ada kepastian SU 35 bs menang lawan F35 tp masing2 punya kelebihan dan kekurangan. karena. blm pernah terjadi battel figth antara kedua pesawat tmpur tsb.

      Hapus
  4. kirain saya T-50 made in rusia, gak taunya T-50 made in korea selatan yak. ckcckck pedahal udah seneng kalo indonesia beli yang T-50 made in rusia. ;-(

    BalasHapus
  5. gak mungkin, t-50 masih prototipe sedangkan su-35 di rusia masih 50 biji, paling mungkin su-30 mki diperbanyak aja

    BalasHapus
  6. yah kecil2 jadilah...

    BalasHapus
  7. Indonesia Akan
    Terima Hibah Kapal
    Selam Setelah ada
    Kepastian dari Russia
    Menteri Pertahanan Purnomo
    Yusgiantoro menyatakan
    pemerintah sedang menunggu
    kepastian hibah kapal selam
    dari Rusia . "Saat ini kami
    menunggu surat resmi dari
    Rusia," kata Purnomo kepada
    wartawan di Landasan Udara
    Ranai, Natuna, Rabu, 30
    Oktober 2013.
    Surat itu, dia melanjutkan,
    berisi kepastian berapa kapal
    selam yang akan dihibahkan
    Rusia. Termasuk bagaimana
    keadaan fisik kapal selam itu
    dan seberapa banyak
    perbaikan yang diperlukan.
    Sebab dalam hibah alat utama
    sistem persenjataan, negara
    pemberi pasti menyaratkan
    seberapa besar perbaikannya.
    "Tapi katanya masih bagus
    kondisinya," kata dia.
    Soal berapa pagu anggaran
    untuk biaya 'up-grade' kapal
    selam ini, Purnomo belum mau
    menjawab. Sebab saat ini yang
    ditunggu oleh pemerintah
    adalah kepastian jadi atau
    tidaknya hibah kapal selam dari
    Rusia.
    Menurut informasi awal yang
    Purnomo peroleh dari Duta
    Besar Rusia di Indonesia,
    negara Beruang Merah itu
    akan menghibahkan 10 kapal
    selam jenis Killo Class Namun
    hal itu bisa saja berubah.
    "Sebab negara tetangga,
    Myanmar juga mendapat satu
    (kapal selam) hibah dari Rusia."
    Purnomo sendiri menyatakan
    bahwa TNI memerlukan hibah
    kapal selam dari Rusia itu.
    Sebab, kapal selam merupakan
    alutsista strategis untuk
    menjaga arus laut kepulauan
    Indonesia. Saat ini Indonesia
    baru punya dua unit kapal
    selam, KRI Cakra dan KRI
    Nanggala. Pemerintah telah
    memesan tiga unit kapal selam
    Changbogo dari Korea Selatan.
    "Kami butuhnya lebih dari lima
    itu," kata Purnomo.
    Terlebih, dia melanjutkan,
    Kepala Staf Angkatan Laut
    Laksamana Marsetyo
    menyatakan bahwa dia
    membutuhkan kapal selam
    yang mampu meluncurkan
    rudal dari bawah permukaan
    air ke udara. Kemampuan itu
    merupakan salah satu
    kelebihan kapal selam Killo
    Class milik Rusia.

    BalasHapus