Kamis, Oktober 31, 2013
20
NATUNA-(IDB) : Latihan tempur pasukan TNI AU di Kabupaten Natuna, Kepulauan Riau, harus mendapat izin otoritas Singapura. Pasalnya, jalur penerbangan komersial di Natuna dikuasai Negara Singapura.

"Saya pernah menanyakan itu ke Kementerian Perhubungan, pada tahun berapa itu mereka belum siap baik dari alat maupun sumber dayanya," kata Menteri Pertahanan (Menhan), Purnomo Yusgiantoro, Rabu (30/10/2013).

Atas kondisi tersebut maka jalur penerbangan sipil ditangani Negara Singapura. Kendati demikian, penerbangan militer dan patroli keamanan di Natuna tetap di bawah kendali TNI AU.

"Ya seperti itu keterangan Menteri Perhubungan. Namun kalau dari segi pertahanan, kami selalu melakukan patroli-patroli," tambahnya.

Sementara itu, Kepala Staf Angkatan Udara, Marsekal TNI Ida Bagus Putu Dunia mengatakan, telah mengirimkan izin terbang kepada otoritas Singapura, untuk menggelar latihan tempur.

Pasalnya, pada latihan tersebut banyak melibatkan pesawat tempur yang lalu lalang di atas perairan Kepulauan Riau.

"Kita buat notem (notice airman) kepada Singapura untuk semua jenis pesawat yang kita gunakan latihan," ujarnya.

Dia berharap, ke depan jalur penerbangan sipil yang dikuasai Singapura dapat ditangani Indonesia untuk memudahkan fungsi pertahanan. Kendati demikian, pihaknya saat ini telah melakukan tugas menjaga kedaulatan negara.

"Berharap agar itu bisa di-handle oleh kita Bangsa Indonesia agar memudahkan untuk pertahanan," tandasnya. 




Sumber : Okezone

20 komentar:

  1. miris yah... negara yang katanya merdeka dari penjajah tapi masih belum mandiri karena kesalahan pengambil kebijakan di pemerintahan...

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan hanya natuna tapi sumatra juga..... ini gara" pemerintahan sbelum SBY yg kurang jeli dlm pengambilan keputusan

      Hapus
  2. NIKITA MIRZANI PAMER TOKET

    baroinfo.com/selebritis/nikita-mirzani-pamer-payudara-di-hut-insert

    BalasHapus
  3. Singapura memang mantap,kecil tapi menyengat ibarat Gajah berantem melawan semut,akhirnya semut masuk ke telinganya gajah,silahkan lanjutkan sendiri......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mantap bangsat nya- zi penadah koruptor-

      Hapus
  4. Ironi mau latihan tempur dinegara sendiri harus ijin ke negara lain karena wilayah udara sipil dikuasai asing(singaporn)...IRONI

    BalasHapus
    Balasan
    1. bukan ijin masbro.. tapi pemberitahuan..
      agar penerbangan sipil hati2 kalo mau lewat, soalnya punggawa angkasa indonesia lagi pada latihan.

      Hapus
  5. cuekin aja itu otoritas sipil, ngapain.... pesawat TNI AU mau terbang ya terbang aja...

    BalasHapus
  6. Kalau peminpin nya beryali babu ahir nya kita kita tidak beda jauh beda , igat perjanjian estradisi di buat sby kroni , perjanjian esradisi hampir bikin cilaka negara, penguasa sekarang main tanda tangan akibat bantuan dana waktu kampanyah 2004 dulu ,
    " hanya di indonesia sejagat raya jadi negara tolol di tanah kelahirannya sendiri harus pamit ke negara kutu sialan singapore !
    Bellom harta negara di tumpuk di singapore lalu lalang di biarkan sajaa..yata yata sudah jadi negara aneh ...tidak mau bekerja kerras pemalas semua di obral hanya jadi calo asing pejabat negara .
    " jadi lemmas bajaa peraturan udara di jajah asing suka tidak suka indonesia di ahir pemerintahan bungkarno jadi negara pejundang !!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!!

    BalasHapus
  7. teruk sangat la indon ni,nak beli radar tak de duit,cakap negara besar,tapi tunduk jadi babu singaporn...

    BalasHapus
    Balasan
    1. ehemm...... bantu hujat para koruptor donk...

      Hapus
    2. Malontesial nggak usah byk comment teruk2 mukak loe macam beruk hey Malon

      Hapus
  8. hadeh capek deh. aku bru tau klo penerbangan sipil di natuna yg operasikan Singapura. aneh. nyepelekan wilayah negara itu namanya pemrintah. hadeh capek deh. nginjak harga diri sendiri. capek deh capek deh capek deh

    BalasHapus
  9. menjengkelkan sekali.....kita yg py wilayah org lain yg berkuasa. harus segera direvisi perjanjian dg singapur terkait pemanfaatan wilayah udara, bl perlu stop aja. sy yakin ada pejabat2 kita yg telah ambil untung dlm kasus ini.

    BalasHapus
  10. TNI AU juga dapet duit banyak dari perjanjian ini bro, kementrian perhubungan dan bea cukai juga dapet setoran, makanya gak bakalan kebijakan ini diubah, kita liat aja, hayo sapa brani taruhan kebijakan ini bakal direvisi gak? bapak2 DPR kok cuman mingkem doang?dapet setoran juga ya pak?

    BalasHapus
  11. Kedua2 nya brengsek- singapor bangsaat- Orde baru brengsek

    BalasHapus
  12. Semua penduduk Malon tuh kelas rendah-hina naziiissss takbegune- gaya cakap nya- laksana beruk merindukan babii- wakwak wakkkw

    BalasHapus
  13. sy rasa dephub yg goblok mengadakan radar sipil sj lambat bener tp kalo mark up buat kapal dan dermaga cepat sekali di setujui dpr ini pasti ada Kong x Kong dgn otoritas singapure dan perlu ditindaklanjuti

    BalasHapus
  14. Babi kau malaysia.
    Wkwkwkwk
    negara cume sekangkang kera mimpi jew nak jadi negara maju.

    BalasHapus
  15. Susah mau Komentar teriak bravo,,,,,,,,,,,,,,karena masih ada ganjalan di sana-sini.

    BalasHapus