Untung berinisiatif menampilkan dua sosok ini lantaran mereka pahlawan nasional yang dikenal heroik. Apalagi nama mereka baru dikukuhkan untuk kapal perang Indonesia. Sebab itulah Untung ingin menunjukkan kebanggaan tersebut di depan forum JIDD, perkumpulan besar bertaraf internasional. "Di sana berkumpul para pemimpin, baik militer dan sipil."
Dalam sebuah pernyataan, Kementerian Luar Negeri Singapura mengaku kecewa dengan "insiden" itu dan menarik delegasi militer mereka dari acara tersebut. Sebelumnya Singapura menganggap Sersan Dua Usman dan Kopral Harun Said tak lebih dari teroris yang mengebom negaranya pada 1965.
Untuk Bangkitkan Nasonalisme Kaum Muda, Singapura Tidak Perlu Marah
"Kedua prajurit TNI AL itu mengenakan seragam bernama "Usman-Harun" kan ditujukan untuk generasi muda Indonesia. Ini hanya miskomunikasi saja," kata Hikmahanto dalam perbincangan dengan VIVAnews, Minggu malam 23 Maret 2014.
Melalui kedua orang itu, Hikmahanto yakin, panitia stan TNI AL ingin improvisasi bagaimana membangkitkan nasionalisme kaum muda yang mengunjungi acara tersebut. Salah satunya, dengan memvisualisasikan dua orang yang dianggap pahlawan oleh TNI AL, yakni Sersan Dua Usman dan Kopral Harun Said.
Singapura, kata dia, harus bisa menghormati keputusan TNI AL dan Indonesia secara umum yang menganggap Usman dan Harun sebagai pahlawan. "Meskipun Singapura menganggap keduanya tak lebih dari orang-orang yang membom kota mereka," kata dia.
Seperti diketahui, Usman dan Harun adalah anggota Korps Komando Angkatan Laut (KKO AL) yang mendapat tugas dari negara untuk meledakkan bom di jantung Singapura tahun 1965. Saat itu, Indonesia tengah berkonfrontasi dengan Malaysia dan Singapura masih menjadi bagian dari Malaysia. Dalam ledakan bom itu, 3 orang tewas dan 33 lainnya luka-luka.
Menurut Hikmahanto, masalah Usman-Harun dan bom Singapura itu seharusnya sudah selesai ketika keduanya dihukum mati melalui proses pengadilan sana. "Seharusnya Singapura tidak perlu lagi mengatur Indonesia bagaimana cara mengenang kedua orang itu," tegasnya.
Selama Singapura tidak bisa menerima cara Indonesia dalam mengenang Usman-Harun, masalah ini akan terus ada di antara kedua negara. "Masalah Usman-Harun ini akan terus membayangi hubungan kedua negara," kata dia.
negara penadah koruptor
BalasHapushaha.. hebat..hebat.. Kadispen TNI AL, memang begitu seharusny menunjukan nyali yaitu lewat2 forum internasional yg jelas2 smua mata internasional akan melihat walaupun caranya agak nyeleneh
BalasHapustapi diluar itu dua jempol buat pak Untung Suropati
saluutt....
Sayang presiden dan menhan nya BANCI, PENJILAT SINGAPORNO ...
BalasHapuskliatan groginya salahtingkah cemberut cabut pulang.... bilang sama bapaknya deh sambil nangis guling guling
BalasHapusClick to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.