Pada Senin pagi waktu setempat, ketiga kapal perang itu sudah melintasi Selat Dardanella. Ketiga kapal itu bakal masuk ke Laut Mediterania.
Belum ada informasi soal tujuan berikut aktivitas kapal-kapal perang tersebut hingga berita ini diunggah. Rusia berada di belakang rezim Suriah terkait krisis di negara tersebut.
Radar Turki mendeteksi dua pesawat MI-23S milik Suriah mulai memasuki wilayah mereka pada Minggu siang waktu setempat. Pihak Turki sudah memperingatkan pesawat tersebut yang bergerak mendekati wilayah Yayladagi.
Satu pesawat balik kanan, satu pesawat lainnya masuk ke wilayah Turki. Pesawat terakhir inilah yang ditembak jatuh oleh Turki.
"Pesawat Suriah melanggar wilayah udara kami," ujar Perdana Menteri Turki, Tayyip Erdogan, seperti dilansir Reuters, Minggu (25/3/2014) waktu setempat.
Erdogan membela militernya, yang menggunakan F-16 dan menembak jatuh pesawat tersebut. Ini merupakan sebuah peringatan.
"F-16 kami lepas landas dan menembak pesawat tersebut. Kenapa? karena, jika dibiarkan Anda melanggar wilayah udara kami, tamparan kami berikutnya akan sulit," ujar Erdogan.
Di pihak lain, Suriah balas mengecam tindakan Turki. Mereka menyebut tindakan Turki sebagai bentuk agresi.
Mengenai pesawatnya yang ditembak jatuh, Suriah menyebut aircraft itu tengah mengejar kelompok pemberontak. Beruntung pilot pesawat bisa keluar menggunakan kursi lontar.
Turki melindungi para oposisi suria, suria dg pesawat mengadakan pengejaran para oposisi mengakibatkan tertekbaknya pesawat siria dan teman dekat siria yaitu Rusia mengadakan pengiriman 3 kapal perang sbg jawaban atas tertekbaknya pesawat siria kapal2 tsb ke wilayah mediterania kewilayah turki. Miris, akan terjadi apa lagi.......................
BalasHapusClick to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.