Senin, Februari 10, 2014
16
JAKARTA-(IDB) : Menteri Luar NeAgeri Amerika Serikat John Kerry, kembali mengunjungi Indonesia untuk membicarakan beberapa kerjasama bilateral, regional, dan global. Ini merupakan bagian dari rangkaian tur kunjungan kerja Kerry ke sejumlah negara Asia selama seminggu mulai paruh kedua pekan ini. 
Demikian ungkap juru bicara Departemen Luar Negeri AS, Jen Psaki, di Washington DC, Minggu waktu setempat. Selain Indonesia, Kerry juga bertandang ke Korea Selatan, China, dan Uni Emirat Arab.

"Selama 13-18 Februari, Menteri Luar Negeri John Kerry akan berkunjung ke Seoul, Beijing, Jakarta, dan Abu Dhabi untuk menemui para pejabat senior pemerintah setempat dan membicarakan sejumlah isu bilateral, regional, dan global. Ini merupakan kunjungan kali kelima Menlu Kerry sejak tahun lalu," kata Psaki dalam keterangan tertulis di laman resmi Deplu AS.

Di Jakarta, Kerry akan menegaskan dukungan AS atas meningkatnya kepemimpinan Indonesia atas tantangan-tantangan global. Kerry juga akan menindaklanjuti kerjasama AS dan Indonesia atas beberapa isu seperti perubahan iklim, keamanan, demokrasi, integrasi kawasan, dan hak asasi manusia.

"Beliau juga akan turut memimpin Pertemuan Komisi Bersama di bawah Kemitraan Komprehensif AS-Indonesia. Dia juga akan menegaskan pentingnya hubungan kami dengan institusi-institusi multilateral Asia saat bertemu dengan Sekretaris Jenderal ASEAN [di Jakarta]," lanjut Psaki.

Ini merupakan kunjungan kerja kali kedua Kerry ke Indonesia. Sebelumnya dia datang ke Bali untuk memimpin delegasi AS dalam Pertemuan Tahunan Tingkat Tinggi Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik (APEC) awal Oktober 2013. Kerry waktu itu menggantikan Obama, yang batal hadir karena harus mengurus krisis anggaran pemerintah AS.




Sumber : Vivanews

16 komentar:

  1. Sudah pasti, tdk salah lagi. Setelah TNI AU ajukan SU-35s sbg pengganti F-5 tiger, AS pun 'gerah'. Bak kebakaran jenggot apapun akan AS lakukan utk mencegah TNI AU meng-akuisisi SU-35s Russia. Mr. John kerry akan datang menawarkan apalagi kalo bukan Hibah..Hibah.. and Hibah..!!

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju mas bro........

      Hapus
  2. Ngapain lagi dia kesini!,,,,,, ati2 ada udang di balik batu

    BalasHapus
  3. ujung-ujungnya pasti soal freeport, ngga mempan dibujuk sama bigbos freeport menlu yg turun langsung... AWASSS HATI-HATI...!!!

    BalasHapus
  4. Sudah cerita lama mereka datang soal emmas di papua dan sukhoi 35 bm ,mereka resah kalau sampai nkri punya senjata mematikan negara ini keok oleh para peminpin nya sendiri beryali budak USA . Mudah 2 di lingkungan istana sadar dan sadar nkri dalam kepungan para inpralisme siap di bumi hagus .
    Stop belli alutsista bekas harus bayar dulu ...jutaan dolar barang bekas lalu di tahan 2... sudah empat tahun nkri di rugikan tampa peringgi negara mengakui bangsa indonesia di siram air comberan busuk . Berhatilah hatilah mereka sudah datang dengan 1000 alasan tidak jellas yg penting mession mereka sukses alaa f16 hibah tapi harus bayar 750 juta dolar barang no waranty pasti datang .

    BalasHapus
  5. Jika melihat dari negara yang dikunjunginya, Indonesia, Korea Selatan, China, dan Uni Emirat Arab... mungkin ini artinya kita sudah setara dengan negara-negara tersebut... dan mungkin kita merupakan negara yang berpengaruh dikawasan asia pasifik...

    BalasHapus
  6. Angpao nya udah disiapin mister . . .? hwuahahaha . . . Kalo belom tahu tanya sama Hilary

    BalasHapus
  7. Mudah-mudahan Kerry ngomong gini ke SBY,,, mazz, sebelum anda turun broer Obama menyampaikan pesan kalau mau nonjok Singaporno dan Asutralala boleh deh asal jangan keras-keras ya! cukup tenggelemin aja masing-masing dua kapalnya ,,, nanti cepet-cepet gua pisahin deh sebelum tante elisabeth marah ,,, tapi Freeport kasih 5 tahun lagi dong kontraknya yaaa,,,,,

    akakakakakakakakakakakakakakakakakkkk akakakakakakk

    BalasHapus
  8. tetep fokus perkuatan alutsista, kedaulatan energi. jangan terpengaruh tekanan...

    BalasHapus
  9. jgan berubah tekat u/ mengakuisi alutsista dari rusia yg sudah matang sperti SU 35,kapal kilo cllas n pertahanan udara s3000 n s4000..u/ kabinet bersatu jilid2 jgn takut n terpengaruh oleh utusan barak obama..I LOVE TNI MAJULAH NKRIKU

    BalasHapus
  10. mungkin ingin menawarkan lebih banyak lagi "Pesawat F-16 dan Rudal Patriot"....

    BalasHapus
  11. kemungkinan MENLU AS akan mendiskusikan ttg pangkalan militer china yg akan di buat di timor leste.. USA berharap indonesia menolak nya, karena timur leste merasa tidak enak klo tidak direstui indonesia, dan diluar dugaan MENHAN kita mengiya kan nya, cos USA dan asutralia jg menggunakan laut kita (ALKI) utk transfortasi nya.

    http://internasional.kompas.com/read/2014/02/11/0739588/Timor.Leste.Terbuka.bagi.Armada.China.

    kalo pun jadi bisa menjadi ancaman bagi pangkalan militer USA yg di darwin atau skutu nya australia,

    BalasHapus
  12. Kedatangan Menlu Kerry ke Indonesia PASTI berhubungan dengan alotnya negosiasi Freeport dan Newmont soal larangan ekspor bahan mentah hasil tambang...

    Masih ingat dulu waktu Pertamina dan Exxon Mobile rebutan Blok Cepu, Menlu Condoleeza Rice rela datang ke Indonesia ...untuk menekan Pemerintah RI agar Blok Cepu diserahkan ke Exxon Mobile, ...dan terbukti cespleng Blok Cepu sekarang dikuasai oleh Exxon Mobile...

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju mazzz,,,, emang itu yg saya takutkan,,,,
      kalau soal alutsista SU 35 Kasel Kilo segala macam AS tidak takut! yang takut itu negara tetangga saja!
      Sekarang ini, singapura berulah papa new vagina berulah asutralala berulah itu karena ingin perhatian AS dan Inggris agar jangan mengobral alutsista ke Indonesia~! mereka bikin ulah duluan agar Barat jadi takut ngasih alutsista ke Indonesia takut dipakai buat membalas mukul saudara-saudara kecilnya keliling kita,,,,

      Indonesia harus kukuh dan tetap mengembangkan alutsistanya !
      Wajib Militer harus dijalankan,,, daripada Mahasiswa pada berantem mukulin dosen dan bupatinya mending dijadikan Tentara sekalian ! akakakakakakakakakakakakkkk

      Hapus
  13. Mungkin masalah latihan militer cina di laut jawa, kedatangan pesawat SU-35 pesanan TNI, masalah emas/smelter dan melihat situasi di Jakarta berkaitan kenaikan bendera bintang kejora di Papua new guine. Jadi menurut saya kerry gentolet sbg durna, tukang adudomba dan temperaman coyboy spt pak ogah Indonesia.Kita perlu waspada dan kebersatuan utk keutuhan NKRI dr ancaman bangsa asing....................................

    BalasHapus