Rabu, Desember 11, 2013
0
SURABAYA-(IDB) : Kapal Republik Indonesia (KRI) Diponegoro-355  sukses melaksanakan tugas dalam mengamankan perairan Lebanon pada misi perdamaian PBB yang tergabung dalam Satuan Tugas (Satgas) Maritime Task Force (MTF) Konga XXVIII-E/UNIFIL (United Nations Interim Force In Lebanon). 

Tugas sebagai peace keeper ini dilaksanakan selama 7 bulan dan menempuh perjalanan laut pergi pulang selama 2 bulan, jadi total penugasan selama 9 bulan. Kedatangan KRI Diponegoro-355 dengan 100 personel Satgas tersebut disambut oleh Pangarmatim Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S. H., M.Hum di dermaga Koarmatim, Rabu (11/12). Turut dalam penyambutan pejabat Koarmatim dan ibu-ibu Jalasenastri serta keluarga dari personel Satgas.

Misi perdamaian dunia ke Lebanon ini merupakan misi yang kedua kalinya bagi KRI Diponegoro-365 setelah misi yang sama tahun 2009 lalu.  KRI Diponegoro-365 dikomandani Letkol Laut (P) Hersan, S.H. sekaligus selaku Komandan Satgas  MTF Konga XXVIII-E/UNIFIL meninggalkan tanah air semenjak dilepas Pangarmatim tanggal 5 Maret yang lalu untuk mengemban amanat Resolusi Dewan Keamanan PBB Nomor 1701 tahun 2006. Dalam perjalanannya, kapal perang berpeluru kendali ini singgah di beberapa negara sahabat, diantaranya Srilanka, India, Oman, Mesir, Arab Saudi, Pakistan dan Turki.

Selama penugasan, kapal yang merupakan organik jajaran Satuan Kapal Eskorta Komando Armada RI Kawasan Timur (Satkorarmatim) ini telah secara aktif memberikan kontribusi kepada Maritime Task Force/UNIFIL. Mulai dari pelaksanaan patroli rutin, latihan bersama baik dengan Lebanese Armed Forces (LAF) - Navy maupun unsur-unsur Maritime Task Force/UNIFIL lainnya di Area of Maritime Operation (AMO).

Disela-sela acara penyambutan, Pangarmatim mengatakan hari ini KRI Diponegoro-365 secara resmi diterima kembali di pangkalan Koarmatim setelah 9 bulan melaksanakan misi perdamaian PBB di Lebanon. Pangarmatim juga mengucapkan selamat datang dan selamat berkumpul kembali dengan keluarga tercinta kepada para prajurit Satgas MTF XXVIII-E/UNIFIL. Ditanya tentang prestasi yang dicapai Satgas, Pangarmatim mengatakan Satgas ini memperoleh Certificate of Appreciation dari Force Commander UNIFIL, Outstanding Performance dari MTF Commander,  penghargaan dari PBB berupa UN Medal (United Nations Medale) dan dari pemerintah Lebanon berupa Valour  Medal, selain penghargaan dari pemerintah Indonesia karena Satgas telah membawa nama baik dan mengharumkan bangsa Indonesia.

Pada kesempatan tersebut Pangarmatim juga menyampaikan sebagai pengganti KRI Diponegoro-365 telah disiapkan KRI Frans Kaisiepo-368 sebagai Satgas MTF XXVIII-F/UNIFIL yang direncanakan berangkat pada bulan Maret tahun depan. “Saat ini para personel sedang melaksanakan tahap seleksi yang diselenggarakan oleh PMPP (Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian) Mabes TNI di Surabaya”, kata Pangarmatim.

 
Keberhasilan KRI Diponegoro-365 dalam mengemban misi MTF UNIFIL ini menunjukkan profesionalitas TNI diakui dan sejajar dengan Angkatan Bersenjata negara-negara lain di dunia yang mengirimkan pasukannya pada misi PBB di Lebanon atau Troops Contributing Countries (TCC). 

Di antaranya adalah Jerman, Perancis, Italia, Spanyol, Yunani dan Turki.  Satgas MTF XXVIII-E/UNIFIL memiliki dua misi pokok, yakni melaksanakan Maritime Interdiction Operation (MIO) untuk membantu Angkatan Bersenjata Lebanon atau LAF dalam mencegah masuknya pasokan senjata dan materil ilegal lainnya ke Lebanon serta membantu Angkatan Laut Lebanon dalam meningkatkan kemampuan pelaksanaan tugas penegakkan kedaulatan negara di wilayah perairannya.

Salah satu keunggulan dari KRI Diponegoro-365 adalah selain melaksanakan pengawasan perairan Lebanon melalui laut, juga dapat melaksanakan pengawasan perairan melalui udara dengan mengoperasionalkan Helikopter Bolcow yang dibawa. Kapal Perang kebanggaan Indonesia ini  merupakan salah satu kapal perang terbaru yang dimiliki TNI AL jenis Korvet Kelas SIGMA (Ship Integrated Geomatrical Modularity Approach). 



Sumber : Koarmatim

0 komentar:

Posting Komentar