Sabtu, Oktober 05, 2013
0
NUSA DUA-(IDB) : Guna mendukung kegiatan Konferensi Tingkat Tinggi Asia-Pacific Economic Cooperation (APEC) XXI/13, Koarmatim mengerahkan kapal perang rumah sakit KRI dr. Soeharso-990. Kapal perang tersebut sebagai kapal markas dan Escape, berada di perairan Nusa Dua Bali, mengendalikan unsur-unsur Satuan Tugas Laut (Satgasla) lainnya.  KRI dr. Soeharso-990 mengangkut puluhan penyelam tempur TNI AL, dokter dan para medis serta tim pedukung lainnya.

Kesiapan unsur-unsur tugas Pengamanan Aspek Laut (PAM Laut) telah di bahas dalam rapat kesiapan operasi yang dipimpin langsung oleh Panglima Komando Armada RI Kawasan Timur (Pangarmatim) Laksamana Muda TNI Agung Pramono, S.H. M.Hum., selaku Komandan Satgasla beserta Komandan Gugus Tempur Laut Armada Timur (Danguspurla Armatim) Laksamana Pertama TNI Arie Soedewo selaku Dansat Sub Satgas Guspurla, Komandan Lantamal V Laksamana Pertama TNI Sumadi selaku Dan Sub Satgas Pangkalan, serta para Komandan Unsur Tugas (UT) terdiri dan Dan UT. Kawal, Bantu, Udara serta Dan UT. Pam/Escape. Acara bertempat di Gedung Serba Guna Jala Wirasabha, Lanal Denpasar, Bali, Jum’at (04/10).

Selain itu Koarmatim juga mengerahkan dua kapal perang kombatan jenis Perusak Kawal Rudal (PKR) KRI Slamet Riyadi-352, KRI Oswald Siahaan-354, dua kapal SIGMA KRI Sultan Hasanudin-366 dan KRI Frans Kaisiepo-368. Kemudian satu Kapal Cepat Rudal (KCR) KRI Rencong-622, dan satu Kapal Cepat Torpedo (KCT) KRI Singa-651.

Kemudian dua kapal patroli cepat (Fast Patrol Boat) FPB KRI Sura-802 dan KRI Kakap-811, satu kapal penyapu ranjau KRI Pulau Rupat-724, dan kapal angkut pasukan Landing Form Dock (LPD) KRI Banda Aceh-593 kemudian dua kapal patroli terbatas KRI Weling-822 dan KRI Pari-849, serta kapal selam KRI Cakra-401.

KTT APEC XXI tahun 2013 merupakan Forum Kerjasama Ekonomi Asia Pasifik yang mendorong pembangunan ekonomi dan mempererat komunitas serta kemakmuran negara-negara di kawasan Asia Pasifik. Mengingat pentingnya KTT APEC XXI tahun 2013 aspek keamanan merupakan prioritas utama demi kelancaran konferensi.

Pengamanan aspek laut yang ekstra ketat adalah salah satu upaya guna mencegah terjadinya segala kemungkinan yang bertujuan menggagalkan kegiatan konferensi  serta mengantisipasi berbagai situasi kontinjensi lainnya.




Sumber : Koarmatim

0 komentar:

Posting Komentar