Selasa, September 23, 2014
0
Foto Susilo Bambang Yudhoyono.
NEW YORK-(IDB) : Diiringi 21 kali dentuman meriam tanda penghormatan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono, Senin (22/9), disambut hangat di Akademi Militer Amerika Serikat (USMA), West Point, Amerika Serikat. 
Presiden hadir untuk memberikan ceramah di hadapan 1.400 pemuda pilihan Amerika Serikat yang menjalani pelatihan sebagai taruna Angkatan Darat. Menjadi satu dari sedikit pemimpin dunia sekaligus Presiden Indonesia pertama yang berceramah di USMA, Presiden SBY sebagai Panglima Tertinggi Indonesia menyampaikan pesan kepada tentara masa depan Amerika Serikat mengenai pentingnya sebuah perdamaian dan betapa mahalnya sebuah peperangan.
Membagikan pengalaman dan pengetahuannya sebagai tentara dan pemimpin dunia, Presiden SBY menekankan bahwa solusi militer semata tidak akan cukup untuk menyelesaikan masalah dalam dinamika dunia internasional dewasa ini.

Foto Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam kesempatan tersebut, Presiden SBY menyampaikan kepada para calon pemimpin Amerika Serikat ini tentang sulitnya mengakhiri dibandingkan memulai peperangan serta pentingnya meningkatkan rasa kepercayaan antar negara sebagai jalan menuju perdamaian dunia. “Meski ini bukan jalan yang mudah untuk menyelesaikan masalah, tapi saya yakin pasti akan selalu ada jalan untuk kesana,” kata Presiden SBY memberikan semangat perdamaian kepada para Taruna Amerika Serikat.

Foto Susilo Bambang Yudhoyono.
Dalam suasana hangat yang terbangun antara Presiden SBY dan para taruna Amerika Serikat, Presiden SBY juga menyampaikan pesan dan salam dari 4 taruna senior Akademi Militer Indonesia kepada taruna AS di West Point. “Sepertinya belum ada panglima tertinggi yang menjadi pembawa pesan antar taruna, tapi saya membuat pengecualian kali ini,” kata Presiden SBY yang disambut riuh para taruna di West Point, AS. 

Menjadi satu-satunya pemimpin dunia yang hadir di West Point selama tahun 2014, Presiden SBY yang hadir di waktu makan siang diangkat sebagai tamu kehormatan oleh para Taruna dan diberikan Topi Kehormatan oleh Cadet Goodwin sebagai bentuk persahabatan antara Panglima Tertinggi Indonesia dengan Akademi Militer Amerika Serikat.




Sumber : JKGR

0 komentar:

Poskan Komentar