Jumat, November 29, 2013
3
JAKARTA-(IDB) : Terungkapnya skandal Penyadapan yang dilakukan Australia, membuat pemerintah harus berbenah diri untuk memperkuat pertahanan di dunia maya atau cyber defense. Apalagi, satelit yang dipakai Indonesia saat ini adalah satelit sewaan yang dapat dengan mudah dibobol oleh pihak lain.
Menteri Pertahanan Purnomo Yusgiantoro mengakui satelit milik Indonesia rawan penyadapan. Sebab, Indonesia hingga kini belum memiliki satelit sendiri.

"Selama ini, kita kebobolan karena satelit yang ada adalah satelit sewaan yang bukan milik kita. Sehingga begitu mudah terjadi penyadapan," kata Purnomo di Gedung DPR, Senayan, Jakarta, Kamis (28/11/2013).
Karena itu, Purnomo mengatakan pemerintah kini membutuhkan dibangunnya pertahanan dunia maya. Dimana ada 2 infrastruktur terpenting yakni sistem informatika dan komunikasi.

"Untuk bangun cyber defense regulasi harus diperbaiki, karena sekarang bukan lagi hukum sektor ril tapi juga hukum dunia maya," jelasnya.

Selain itu, Purnomo menegaskan pemerintah juga akan memperkokoh lembaga pertahanan dunia maya. "Selama ini cyber crime baru ada di kepolisian. Infrastruktur mana saja yang harus betul kita pertahankan, sebetulnya ini ranah kominfo," ujarnya.

Kepala Badan Intelijen Nasional (BIN) Marciano Norman juga mengungkapkan keprihatinan serupa. Menurutnya pemerintah masih tergantung dengan peralatan luar negeri. Karena itu, penyadapan yang dilakukan negara lain terhadap Indonesia sangat mudah dilakukan.

"Selama kita masih tergantung peralatan dari luar negeri, kemungkinan itu (penyadapan) akan besar," ungkap Marciano. 

Karena itu, menurutnya Indonesia harus memiliki kemandirian dalam menata komunikasi dengan alat-alat dalam negeri, lantaran dapat memberikan keamanan yang lebih bagi kedaulatan Indonesia.
"Punya satelit sendiri untuk bidang keamanan, pertahanan, intelijen, dan bidang kementrian akan mempunyai nilai yang lebih," jelasnya.

Sebelumnya hasil rekomendasi rapat gabungan Komisi I DPR dengan pemerintah menghasilkan kesimpulan diperlukannya Pemerintah RI untuk segera mengembangkan sistem pertahanan dunia maya (cyber defence) dan memiliki satelit khusus untukkepentingan sektor pertahanan, keamanan, inteligen dan luar negeri.
"Merekomendasikan kepada Menkominfo untuk mengambil langkah-langkah yang diperlukan dalam merealisasikan pengadaan satelit khusus tersebut diatas," tutur Ketua Komisi I Mahfud Siddiq. 




Sumber : SCTV

3 komentar:

  1. jujur aku bingung,disini kita disuguhkan dengan berita kalo kita menyewa satelit,trus satelit yang kita punya apa? satelit palapa miilik siapa?.apakah ada perbedaan antara satelit sewa yang di maksud dengan satelit yang kita punya sebanyak 18 buah "sumber wikipdia"??? mohon pencerahaannya

    namun jika yang dimaksud adalah satelit untuk pertahanan atau militer kita masih sewa dengan siapa kita menyewanya,masa dari sekian banyak satelit ga ada 1 pun yang bisa digunakan unutk militer,jika emang ga ada maka saya dukung terus pengadaan satelit untuk mata-mata dan pertahanan negara,martabat bangsa dan negar ini lagi di uji

    JAYA TERUS INDONESIAKU

    BalasHapus
  2. pemikirannya telat udah kena baru terpikir, buset dah.....

    BalasHapus
  3. Segera anggarkan pembelian satelit khusus militer, mumpung belum terjadi perang. Krn dlm peperangan informasi yg berhasil dikuasai lawan lebih dulu implikasinya adalah jatuh korban pasukan kita

    BalasHapus