Kamis, Mei 16, 2013
26
MOSCOW-(IDB) : Perdana Menteri Israel Benjamin Netanyahu, Selasa (14/5), menemui Presiden Rusia Vladimir Putin di Moskwa. Misi utama kunjungan Netanyahu itu untuk membujuk Presiden Putin agar Rusia mengurungkan niatnya menjual sistem rudal antiserangan udara S-300 ke Suriah.

Sistem rudal S-300 merupakan generasi sistem pertahanan udara buatan Rusia paling canggih saat ini, yang juga bisa berfungsi sebagai sistem rudal anti- rudal. Kemampuan S-300 disinyalir setara dengan sistem rudal antirudal Patriot buatan AS.

Pada tahun 2010, Suriah telah menandatangani kesepakatan dengan Rusia untuk membeli 144 pucuk rudal S-300 dengan enam tempat peluncurnya senilai 900 juta dollar AS.

Akhir tahun 2011, Rusia mulai mengirim sebagian rudal S-300 itu ke Suriah. Demikian dilaporkan wartawan Kompas, Musthafa Abd Rahman, yang memantau perkembangan isu Suriah dari Kairo, Mesir.

AS, Barat, dan Israel melayangkan protes keras kepada Rusia atas penjualan sistem rudal itu ke Suriah, dan meminta agar Moskwa segera membekukan penjualan tersebut. Menteri Luar Negeri AS John Kerry menyebut, penjualan sistem rudal S-300 akan mengancam stabilitas kawasan.

Menteri Pariwisata Israel Uzi Landau menuduh Rusia merusak stabilitas Timur Tengah dengan menjual sistem rudal canggih tersebut. Menurut Landau, rudal- rudal S-300 itu bisa saja jatuh ke tangan Hezbollah atau Iran.

Israel sangat khawatir dengan kemungkinan tersebut karena keberadaan rudal S-300 itu akan mengancam supremasi militernya, terutama kekuatan udaranya, di kawasan tersebut.

Namun, Rusia tidak menggubris protes Barat dan Israel itu. Menteri Luar Negeri Rusia Sergey Lavrov di Warsawa, pekan lalu, menegaskan, transaksi penjualan sistem rudal itu merupakan transaksi lama dan bertujuan untuk pertahanan diri sehingga Suriah mampu membela diri dari serangan udara.

Seusai bertemu dengan Netanyahu, Presiden Putin juga menegaskan agar semua pihak saat ini menahan diri agar tidak memperburuk perang saudara yang terjadi di Suriah.

Kekejaman oposisi

Sementara kekuatan-kekuatan dunia masih berbeda pendapat soal penyelesaian krisis di Suriah, situasi di lapangan terus memburuk.

Hari Selasa, Lembaga Pengawas Hak Asasi Manusia (HRW) dan Koalisi Nasional (NC) oposisi Suriah mengecam sebuah video yang memperlihatkan kekejaman seorang milisi oposisi. Milisi itu terlihat memotong jantung seorang prajurit rezim Assad yang telah tewas kemudian memakannya.
Video mengerikan itu diunggah ke internet, hari Minggu lalu. Milisi dalam video itu diidentifikasi bernama Abu Sakkar dari Baba Amr. HRW menyebutkan, dia adalah Komandan Brigade Omar al-Farouq al-Mustakila di Homs.

NC, yang merupakan payung gerakan oposisi di Suriah, mengecam tindakan sadis tersebut. ”NC menegaskan, tindakan itu telah melanggar moral rakyat Suriah, nilai dan prinsip Tentara Pembebasan Suriah (FSA),” kata NC sambil menambahkan, pelakunya akan diadili secara jujur dan terbuka. HRW menegaskan, pasukan oposisi harus bertindak tegas untuk menghentikan pelanggaran tersebut.






Sumber : Kompas

26 komentar:

  1. SALUT PADA KETEGASAN PRESIDEN PUTIN..WALAU DITEKAN AS,ISRAEL DAN BARAT TAPI MASIH KUAT PEGANG KOMITMEN MENGENAI PENJUALAN S300,..YG JELAS SURIAH RUSAK KARENA PRAKTEK ADU DOMBA YG DILAKUKAN AS DAN ISRAEL.

    BalasHapus
  2. Itu yg disebut " teman" kalo perlu di tolong ya di tolong tanpa reserve, ibarat pepatah Jawa : sedikit yg luka rasanya sekujur tubuh sakit semua.
    Kapan kita jadi " teman " Ruskie, atau tetap senang dan bahagia sebagai teman adi kuasa lain padahal isi rumah kita diacak-acak bahkan dicuri dan dijual sebagian besar harta kita oleh mereka secara sembunyi-sembunyi bahkan secara terang2-an, namun yg punya kok malah seneng?

    BalasHapus
    Balasan
    1. SETUJU...ANALISANYA,PEMIMPIN KITA TAKUT SEHINGGA MENGATAKAN "SENDIKO DAWUH“ UNTUK AS DAN KONCO2NYA WALAUPUN DIJARAH SUMBER DAYA ALAMNYA..

      Hapus
  3. benar benar RUSIA

    http://tinyurl.com/terpaksa-kaya

    BalasHapus
  4. Makanya Indonesia harus cepat mengembangkan proyek Rudal Nasionalnya .. agar kelak jika pecah perang karena harus mempertahankan Papua di embargo lagi oleh Barat tidak akan berpengaruh.

    BalasHapus
  5. Russia Russia Russia.... NOT WEST !!!!!!

    BalasHapus
  6. Indo melawan barat menang juga atas bantuan russia..dukung hubungan indo rusia..

    BalasHapus
  7. patriot = s300 preeettttt yah jelas masih hebat s300 lah, belum ada produk SAM di dunia yg bs kalahin produknya Russia apalg s400

    BalasHapus
  8. Ayo indo beli lah.drpada nunggu kerjasam trs sm korsel tot kapal selam aja berbelit-belit.hehe

    BalasHapus
  9. Indo hrs mampu punya alutsista detterent dan mampu buat sendiri, kalau tidak sudah lama di acak-acak USA dkk(percis suriah sekarang) karena Indo berteman dengan Rusia saja.

    BalasHapus
  10. Mau di bawa kemana negara ini..ke timur ato ke barat?

    BalasHapus
  11. wah, pilot2 israel harus jungkir balik muter2 atas bawah untuk mengecoh s300. mampukah?

    BalasHapus
  12. Kira² kpan ea gliran ngaraku di krimi rudal yg satu ini.......masih lgi tanda tanya.....

    BalasHapus
  13. Ngimpi indo Ƴɑ̤̥̈̊ɑ̤̥̈̊ɑ̤̥̈̊ yg dipikirin korupsiny bukan rudAlny.........

    BalasHapus
  14. Pejabat kita apa gak pengen ya beli tuh rudal?
    Hmmm... apa perlu di rudal juga mereka?
    Pejabat indonesia mikirnya rudal mreka sendiri" sih...
    Hahahahahaa

    BalasHapus
    Balasan
    1. Seng penteng gondal gandul.......wkwkwkwk

      Hapus
    2. yaaa maaf ajaa ,sudah menjadi keyataan pejabat negara kita sibuk akusis rudalnya sendiri ,bukan sibuk akusisi missile s400 doble target ,
      tahu sendiri pejabat kita hampir merata dan sama ,kayak ketua pks
      " rudalnya sendiri di akusisi ke sana kemari ..haha....tidak peduli nkri dalam kepungan barat , yg penting rudalku aman sajahhhh haha....

      Hapus
  15. Yahh...memang untuk teknologi alutsista emang rusia jago,mending nyari TOT ke rusia aja,teknologi rudal terbaik:RUSIA,kapal perang bawah dan atas permukaan terbaik: RUSIA N JERMAN,alteleri n roket:Rusia,tank n panser:RUSIA N JERMAN,pesawat jet n heli:rusia n jerman. Kenapa ga ngelirik ke sana semua ya??? Apa karena belinya ngecer ga partai jd males kasih TOT??? Hadewww...ruwet,mumet,ribet.

    BalasHapus
  16. Yang jelas jet jet tempur israel akan berubah jadi peti mayat terbang kalau berani menyerang suriah apabila sistim rudal S300 sudah di gelar... Kalo indonesia ..???? Di bilang ga punya tapi kok tetangga kebakaran jenggot minta beli growler...hehehe

    BalasHapus
  17. bagus gitu donk om putin,kebal terhadap tekanan...
    jangan kayak pemimpin negeri'ku ini baru dipelototin om obama sudah tiarap.

    BalasHapus
  18. Belajar dari sukses hubungan bilateral antara Rusia dan Suriah, khusus di dalam dukungan peralatan militer, maka Indonesia sudah saatnya mengu lang " success story" di tahun 1960-an di bidang yg sama, sebagaimana pada kurun waktu tahun itu Indonesia merupakan negara yg disegani dlm hal kekuatan militer, sehingga banyak memuluskan diplomasi politik luar negerinya.
    Singkatnya, apabila pilihan perkuatan TNI di bidang material Alutsista itu mempertimbangkan success story dg tsb tanpa mengenyampingkan material alutsista dari blok AS dan Eropa, seyogyanya Indonesia memfokuskan pada material Alutsista jenis roket dan rudal dg pertimbangan ;
    1. Luas wilayah Indonesia yg hampir sama dg daratan Eropa
    2. Dua pertiga luas wilayah tsb terdiri dari lautan dan gugusan pulau besar / kecil.
    3. Walau Indonesia mempunyai dana anggaran yg sangat besar, masih perlu waktu dan proses dalam upaya perkuatan di bidang material alutsista baik matra Laut dan Udara.
    4. Bentuk ancaman diprediksi untuk jangka panjang masih merupakan ancaman konvensional berupa ; Trafficking, Illegal Loging, Pencurian ikan, Pencurian SDA di laut, dan lainnya namun belum dlm bentuk ancaman perang terbuka.
    5.

    BalasHapus
    Balasan
    1. tulll saran analisa penerus bangsa janganlah di anggap enteng top markotop ...

      Hapus
  19. 5. Sedang bentuk ancaman berupa separatisme masih dapat diatasi dg mengedepankan pendekatan keadilan dan kesetaraan dlm masalah pembagian hasil SDA yg seimbang dan manfaat.
    Nah, dari beberapa titik tsb diatas maka pemilihan dan pengadaan material Alutsista dpt mempertimbangkan dalam bentuk ;
    - Pengadaan roket dan rudal balistik sebagai upaya pertahanan titk dan pertahanan gerak yg di tempatkan pada titik strategis, ditempatkan pada kapal perang, mobil hanud, serta pada pesawat terbang.
    - Peningkatan upaya pemenuhan produk material senjata roket dan rudal buatan sendiri secara utuh.
    - Peningkatan kerja sama penelitian dan pengembangan material senjata roket dan rudal dg pihak manapun yg mempunyai kesamaan visi dan misi.
    Kesimpulan ;
    Mengulang sukses story hubungan bilateral Indonesia-Russia.
    Roket dan Rudal waktu penyerahan relativ cepat di banding senjata lain.
    Roket dan Rudal merupakan senjata dg nilai strategis tinggi.
    Roket dan Rudal bersifat deterrent, bisa dipakai sbg pertahanan titik maupun mobile.

    BalasHapus
  20. Betul kang bole,walaupun komen anda sering dicela atau dicaci maki,tp buat saya komen anda banyak yang realistis dan masuk di akal.

    BalasHapus
  21. RUSSIA,,, RUSSIA,,, RUSSIA ,,, HIDUP RUSSIA...
    RUSSIA TAK PERNAH GENTAR, RUSSIA KUAT, RUSSIA STRONG !!!!!

    BalasHapus
  22. Namanya az negri mimpi ya mimpi trs pngin pny rudal s 300 smpai kpn mimpi trs......?

    BalasHapus