![]() |
Paspampres : Setia Sampai Mati |
Ia adalah Letnan Satu Artileri Pertahanan Udara (Arh) Daud Yanggroseray, pria kelahiran Jayapura 8 Desember 1986 yang mendapat kepercayaan menjadi anggota Pengamanan Pribadi (Pampri) Presiden Yudhoyono sejak 2013.
"Besar kebanggaan ketika masuk di Pasukan Pengaman Presiden, tugas yang mulia dan kebanggaan yang tinggi saya bergabung bersama rekan-rekan dari seluruh Indonesia dari Sabang sampai Merauke, berkumpul di sini untuk menjaga keamanan Presiden," kata Daud di sela tugas mengawal Presiden meninjau Latihan Gabungan TNI beberapa waktu lalu.
Daud, yang menghabiskan masa kecil hingga remajanya di Jayapura, selepas SMA melanjutkan pendidikan di Akademi Militer Magelang pada 2005 dan lulus pada 2008.
"Saya melanjutkan pendidikan Pusdik Arhanud di Malang, saya kebetulan diterima masuk Korps Arhanud, 2009 di Batalyon Arhanudse 14," tuturnya.
"Inti dari unsur pengamanan yaitu loyalitas, kesetiaan, kecerdasannya, kesigapannya," kata Doni.
Sebagai Pampri, Daud merupakan bagian dari petugas yang mengamankan Presiden dari jarak dekat.
"Saya bertugas di ring satu, mengamankan berkaitan dengan pengamanan presiden dari kegiatannya," kata Daud.
"Untuk adik-adik saya di Papua, bukan kita di ujung timur menghambat kita untuk maju bergabung dengan rekan-rekan kita lainnya yang ada di Pulau Jawa," kata Daud, yang setahun sekali pulang ke Jayapura saat cuti.
"Pandangan saya (pembangunan) di Papua yang masih terhambat dan berkembang lambat, mungkin (selanjutnya) harus dibangun oleh kita-kita sendiri, jadi mari kita sama-sama membangun Papua dari diri kita," demikian Daud Yanggroseray.
Sudah sewajarnya sebagai anak negeri dari kesatuan NKRI memiliki jiwa nasionalisme jangan ada wacana untuk memerdekakan diri...kita adalah satu kesatuan dari sabang sampai marauke,pembangunan yg tdk merata memang salah pemerintahan yg sdh turun temurun padahal sumber daya alam papua yg luar biasa melimpah..tapi salah urus atau takut di invasi sehingga sda kita yg begitu melimpah dirampok ASING..gunung2 emas,hasil tambang pun mereka kangkangi...usir asing bukan malah memerdekakan diri.
BalasHapusCoba dpr mau kuker ke papua gitu, lihat gimana susahnya situasi disana....
BalasHapusMerakyat, biar orang papua gak pengen lepas dari nkri
Dpr kita sdh sering Kunker bukan kuker bro, ke Papua, oleh-olehnya ada koteka, pahatan dari asmat, panah dan offset burung Cendrawasih, dan itu sangat manfaat untuk kemajuan Papua, Bro!
BalasHapusKalau orang Papua mau lepas dari NKRI itu berita bohong besar, coba bro atau ano ke Jogya mahasiswa dari Papua banyak, di Tanah Abang bahkan setiap awalmbulan banyak pejabat dari Papua yg datang belum lagi yg ada di lembah Mamberamo dan sekitar Merauke, orang Papua disana sudah pinter nanam padi diajarin oleh transmigran dai Jawa, bahkan sdh beranak pinak walau nggak ada perhatian dari Pemerintah Pusat atau daerah yg memberi motivasi dg kunjungan atau bantuan teknologi sedang berupa SDM se tingkat PPL apalagi setingkat S1 pertanian yg tiap tahun ribuan di wisuda, dari setiap PT negeri ataupun swsta. Paling nyata justru peranan anggota TNI / Polri di tingkat Koramil dan PosPol sangat dominan membantu masyarakat agar maju dan setarap dg warga pendatang.
Bangga rasanya melihat peran mereka, bgm dg yg lain?????? Maksud saya mau nggak pake koteka, trus tidur dg honay,.....??????
Wani piro???
BalasHapushebat,,,,
BalasHapushttp://tinyurl.com/terpaksa-kaya
Click to see the code!
To insert emoticon you must added at least one space before the code.