Jumat, Mei 11, 2012
0

Rencana ini diduga akan kembali menyulut ketegangan dengan China.

JAKARTA-(IDB) : Angkatan Laut Amerika Serikat pada musim semi tahun depan akan menyiagakan kapal perang mereka di perairan Singapura. Langkah ini diprediksi akan menambah ketegangan antara AS dan China terkait sengketa Laut China Selatan.

Rencana ini disampaikan oleh Laksamana Thomas Rowden, direktur angkatan laut AS untuk perang permukaan, kepada Reuters, Kamis 10 Mei 2012. Dia mengatakan, AS akan menurunkan kapal tempur pesisir (LCS) USS Freedom ke Singapura selama 10 bulan antara Maret-Mei tahun depan.

Rowden mengatakan, diturunkannya kapal perang laut dangkal ini untuk membantu proses rotasi, logistik dan perawatan berbagai armada AS di Asia. "Saat ini, kami tengah mempersiapkan segala hal yang diperlukan untuk kesuksesan pengiriman," kata Rowden.

LCS USS Freedom adalah kapal perang jenis terbaru AS. Kapal berkecepatan hingga lebih dari 40 knot ini handal untuk perang di lautan dekat pesisir, menyapu ranjau laut dan menyerang kapal selam. Rencananya, kapal buatan perusahaan Lockheed Martin Corp. ini akan diawaki oleh 40 orang.

Singapura terletak di Selat Malaka yang menjadi jalur utama pelayaran antara Samudera Hindia dan Pasifik. Wilayah ini juga dilewati sekitar 40 persen kapal dagang dari seluruh dunia.

Penurunan kapal perang ke Singapura merupakan implementasi komitmen Presiden Barack Obama awal tahun ini untuk memperkuat militer mereka di Asia. Sebelumnya, AS telah menambah pasukannya di Darwin, Australia, dan menggelar latihan gabungan dengan Filipina.

Langkah ini diduga akan kembali menyulut ketegangan dengan China. Negeri Tirai Bambu menganggap AS terlalu turut campur dalam konflik antara China dan negara-negara di Asia terkait Laut China Selatan.

Bulan lalu, China bereaksi keras soal latihan gabungan militer AS-Filipina di dekat wilayah sengketa. Pemerintahan Beijing mengatakan, AS memicu resiko timbulnya bentrokan bersenjata kedua negara yang memperebutkan pulau di Laut China Selatan yang kaya minyak dan gas.

Sumber : Vivanews

0 komentar:

Posting Komentar