Senin, Juli 21, 2014
0
Di Palembang

PALEMBANG-(IDB) : Pangdam II/Sriwijaya Mayor Jenderal TNI Bambang Budi Waluyo mengatakan, pihaknya menyiagakan 5.000 prajurit untuk antisipasi gangguan keamanan saat pengumuman hasil pemilu presiden (pilpres). Hal ini dilakukan juga untuk meredam aksi-aksi anarkis yang berpotensi muncul saat pilpres.

“Prajurit tersebut akan selalu siaga untuk mengantisipasi bila terjadi hal yang tidak diinginkan saat perhitungan suara pemilu presiden, Selasa (22/),” kata Bambang, kepada wartawan usai meresmikan Masjid Al Assasiatul Khomsah di Palembang, seperti dikutip dari Antara, Senin (21/7).


Bambang mengatakan, jumlah anggota itu di luar dari permintaan Kepolisian Daerah Sumatera Selatan. Anggota TNI yang bertugas untuk pengamanan saat pengumuman hasil pilpres itu, juga untuk membantu tugas-tugas pengamanan yang dilakukan Polri bila pasca-pengumuman itu terjadi tindakan massa yang anarkis.


“Itu pengamanan untuk membantu Polri bila ada tindakan anarkis,” ujar Bambang, sembari menambahkan bahwa saat ini prajuritnya ada yang telah bergabung dengan jajaran Polda Sumsel untuk membantu mengamankan pilpres.


Jumlah mereka 2.500 dan saat ini para prajurit tersebut tetap bergabung dengan Polri. “Sementara yang disiagakan ini dalam jajaran kodam dan saat ini akan melaksanakan geladi pengamanan KPU,” imbuhnya.


Bambang menerangkan, wilayah Kodam II/Sriwijaya saat ini masih kondusif, sedangkan pelaksanaan pemilu presiden yang lalu tidak ada hambatan yang berarti. Bahkan, saat perhitungan suara di KPU setempat beberapa waktu lalu juga berjalan lancar dan tidak ada hal yang bermasalah.


“Ini berarti wilayah Kodam Sriwijaya yang terdiri dari lima provinsi, yakni Sumsel, Lampung, Jambi, Bengkulu, dan Bangka Belitung dapat dijadikan contoh daerah lain,” ungkap Bambang.

Hal ini, karena situasinya kondusif dan yang dikhawatirkan selama ini berupa gangguan keamanan, tidak terjadi. Bambang mengharapkan perhitungan suara secara nasional di KPU berjalan lancar dan tidak ada permasalahan.


Ketika ditanya mengenai antisipasi bila ada tindakan anarkis, jenderal bintang dua itu, mengatakan pihaknya akan bertindak secara tegas bila ada permasalahan anarkisme.


Kendati demikian, anggotanya tidak akan menggunakan peluru tajam bila terpaksa melakukan tindakan tegas dengan menggunakan senjata. “Jadi bila ada itu bukan dari prajurit TNI karena anggotanya dibekali peluru karet,” ujar Bambang.


Bambang mengharapkan, tindakan dari aparat itu tidak perlu terjadi karena semua pihak menginginkan kedamaian, termasuk pasangan calon. “Mari bersama-sama menjaga kondisi yang kondusif yang telah tercipta selama ini dengan selalu menjaga ketertiban,” kata dia.


Dalam peresmian masjid di kompleks Danintel Kodam II/Sriwijaya itu, Pangdam mengajak seluruh lapisan masyarakat untuk meningkatkan keimanan. Selain itu, menjalin hubungan silaturahim melalui ibadah di Masjid Assasiatul Khomsah yang bermakna lima sila itu.

Di Solo, 1000 Kopassus Amankan Solo

Sedikitnya 1000 anggota Komando Pasukan Khusus (Kopassus) Grup II Kandangmenjangan siap diterjunkan untuk mengamankan Kota Solo, Jawa Tengah, saat pengumuman hasil pilpres pada 22 Juli mendatang.

Komandan Grup II Kopassus Kandangmenjangan, Kolonel Inf Richard Tampubolon, mengatakan pihaknya akan mengerahkan seluruh pasukan untuk mengamankan Kota Solo dan sekitarnya.


“Ini kita lakukan sebagai bentuk antisipasi jika terjadi hal yang tidak diinginkan, usai pengumuman pemenang pilpres, 22 Juli nanti,” ujar Richard kepada wartawan, kemarin.


Richard menerangkan, pasukan sebanyak itu akan disebar di beberapa titik. Di antaranya bergabung bersama pasukan dari kesatuan lain, kemudian ada pasukan untuk patroli serta pasukan yang selalu siap siaga di markas.


“Kita sudah siapkan pasukan untuk melakukan pengamanan. Jumlah pasukan kita cukup untuk mengantisipasi adanya isu kerusuhan yang bakal terjadi di Kota Solo,” paparnya.


Meski mengaku siap, Richard berharap tak akan terjadi kerusuhan di Kota Solo dan sekitarnya. Ia ingin Solo tetap kondusif selama masa pengumuman pilpres..


“Kami berharap simpul-simpul masa tidak memancing atau membuat keributan, hingga menimbulkan kericuhan,” ujarnya menegaskan.




Sumber : Merdeka

0 komentar:

Poskan Komentar