Selasa, Desember 18, 2012
36
JAKARTA-(IDB) : Pemerintah menyediakan anggaran bidang pertahanan sebesar Rp 81,8 triliun tahun depan. Apa alat persenjataan yang bakal dibeli pemerintah tahun depan lewat anggaran tersebut?

Berdasarkan data yang dikutip dari Kementerian Keuangan, Selasa (18/12/2012), anggaran bidang pertahanan Indonesia di 2013 naik 3 kali lipat dari Rp 30,7 triliun di 2007 menjadi Rp 81,8 triliun tahun depan.

Berikut daftar alat pertahanan yang bakal dibeli pemerintah:
  • Pengadaan kendaraan taktis (Rantis) 2,5 ton 4x4 dan kendaraan angkut munisi 5 ton;
  • Pengadaan 6 pesawat Sukhoi 30 MK2, pesawat pengganti MK-53 dan dukungannya, pesawat CN-295 (pengganti F27), helikopter full combat SAR mission, dan dukungannya;
  • Pengadaan helikopter angkut, helikopter serang beserta persenjataan & munisi, helikopter serbu beserta persenjataan dan munisi, ranpur Main Battle Tank (MBT), ME Armed 155 MM Howitzer, Rudal MLRS, Rudal Arhanud;
  • Pengadaan MLM KRI kelas korvet tahap I, kapal bantu hydro-oceanografi, kapal latih (pengganti KRI DWR), CN-235 MPA, helikopter AKS + Sucad, Panser Amphibi BTR 80 A, Tank Amphibi BMP 3F dan Sucad, Multi Launch Rocket System (MLRS) Kal 122 m.




Sumber : Detik

36 komentar:

  1. mantaaap.... perkuat TNI ... jayalah Indonesia

    BalasHapus
  2. Beli sebanyak itu kok nggak ada yang buatan dalam negeri, paling tidak sebagian komponen adalah buatan dalam negeri. Mosok hanya kebagian tukang jahit terus,...........

    BalasHapus
    Balasan
    1. yang pertama itu buatan dalam negri bro

      Hapus
  3. Saya kok tertariknya sama gambar Sukhoi nya...itu beneran sukhoi TNI AU? Kalo beneran mantap tuh tentengannya....

    BalasHapus
    Balasan
    1. Itu bner sukhoi TNI au gan.. Liat ja da bendera indonesia di ekor pesawat + baju orange pilot co pilot nya

      Hapus
    2. Yakin bener bro kalau itu pespur kita coba diperhatikan dengan jlimet, peluru atau bomb, atau rudal yang dicantelkan di wingnya pespur, kemudian bendera sebagai initial flag pespur juga nggak jelas

      Hapus
    3. Mas, di klik, di zoom, keliatan jelas bendera Indonesia.....kalo ga jelas....ke dokter mata

      Hapus
  4. mantap , klau mau beli yg bermutu sekalian, jangan rongsokan. biar duit habis hati masarakat senang.........

    BalasHapus
  5. Klau uang habis di pakek untuk memperkuat penjaga nkri rakyat banyak yg setuju dan akan bangga karena negaranya di segani dunia tapi klau uang habis di korup oleh mereka2 (wakil rakyat) tentunya 99% rakyat indonesia akan membencinya karena merekalh hidup rakyat menjadi susah dan miskin

    BalasHapus
  6. S 300 + SU 35 mana.?kok ga dicantumin.. Sesekali diatas singapur kek,masa kalah sama negeri seupil yg punya F 15,F 16 blok 52++,Apache..ayo kita PASTI BISA

    BalasHapus
  7. Aduh jng posting beginian,,, kasian tetangga kita nangis tar hahaha

    BalasHapus
  8. Mantap.. Maju terus TNI ku..

    BalasHapus
  9. Mas bambang CN-295 itu buatan PT.DI, kalau bikin suku cadang indonesia belum sanggup, indonesia masih jauh dibawah vietnam posisi indonesia diatas timor leste 1 klik, malaysia pesawat tempurnya lebih banyak lebih canggih, kapal selam diatas indonesia yg hanya 2biji, kalau cmn belanja pesawat sukhoi 6 biji ya ketawaa mereka, indonesia ini minimal punya 12 skuadron sukhoi beberapa type yg canggih, kapal selam minimal 20biji baru tetangga merinding dan segan dan kita berwibawa kalau cuman segitu aja ditambah alutsista yg usang mereka mana gentar ketawaalah mereka, kalau cuman skrg yg ada ketawaa mereka. Sorry bukan ngejek dg dana segitu masih kurang kalau mau mencapai maksimal (ronggolawe_197)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Anda ini mis information, jelas kalau CN 235 itu adalah hasil rancang bangun atau hasil engineering bersama antara pihak Indonesia dan Cassa Sevilla Spanyol. Maka secara tata aturan dan kesepakatan international initial produk pesawat terbangnya memakai CN yang berarti pesawat buatan bersama Cassa dan Nusantara.
      Namun untuk pesawat C 295, Indonesia sama sekali tidak terlibat atau melibatkan diri dalam proses engineeringnya sehingga pencantuman initial huruf N dibelakang initial huruf C tidak atau kurang pas. Harusnya dibalik menjadi NC 295 , begitu. Lebih jauh pabrik di Cassa, Sevilla ,Spanyol sudah menyerahkan proses perakitan C295 di PT DI, Bandung ini berarti beban berat bagi PT DI untuk menambah modal kerja, di lain pihak, pesawat C 295 pasarnya terbatas berbeda dengan CN 235 yang sudah jelas pasarnya di dalam dan luar negeri . Demikian.

      Hapus
  10. Bener tu coba saja dananya 500 triunn dijamin tetangga genetar tu ku rasa 80t ku rasa kurang untuk beli atau bikin alusista

    BalasHapus
  11. negri kita tuh kaya sumber alam nya...kenapa pemerintah ga jaring ikan aja d laut terus jual dalam negri.biyar murah..sisa nya exspor k luar negri..di jamin hasil nangkep ikan setahun di laut indo yg luas ini bisa ke beli macem sukhoi 5 skuadron mah..
    masih banyak lgi SDM yg kurang di manfaatkan oleh pemerintah..
    kl negri kita di diemin orang jepang atau china bukan tidak mungkin mereka bisa menjadi negara adidaya se jagat raya.toh sumber energi d indo itu melimpah..

    BalasHapus
  12. sudah alutsista minim,usia sepuh pula.kalo emang dana minim mbok beli dikit2 tapi yg berkualitas n efisien.mending beli sukhoi 10 unit yg baru daripada beli rongsokan F-16 24 unit.

    BalasHapus
  13. wah...kapan beli su35 atau j31 stealth...sekalian beli rudal s300 dan s400,rudal DF21 jangan lupa

    BalasHapus
  14. Sangarrr . Maju terus TNI . Bravo

    BalasHapus
  15. Kapal selam kok g ada...

    BalasHapus
  16. mudah mudahan terwujud...

    BalasHapus
  17. wakakakakaka,apanya yg isu baru????dari dulu list nya itu,cuma anggarannya baru terserap..tak ada kejutan sama sekali,negara bodoh aja,yg gak pernah belajar,sudah tau negara maritim,eh...skuadron udara dan lautnya lemah??mana heavy fighter su 35/mig 35..mana destroyer?mana heavy fregat????kalau belanja yg bener dong

    BalasHapus
  18. ni kayaknya pindad n DI kebagian juga deh.cuma SU-30 mang wajib ngimpor kita.kcuali kalo kita emang mau ngadepin super hornetnya ausie pake N219 ya syyuuperr bener. BTW, KCR 40 n 60 m PT Palindo sm PAL mana ni?kok ngga masuk ya. blum lengkap tuh daftar.MLM KRI korvet apaan si?si NR maksutnya ya?

    BalasHapus
  19. " Pengadaan MLM KRI kelas korvet tahap I " itu maksudnya si PKR 10450 yg dari damen belanda ya ? ktnya krn ngga mau opsi TOT mau di ganti beralih ke produk Prancis

    BalasHapus
  20. anggaran itu merupakan bagian tahap I thn 2010-2014 utk pencapaian MEF dimana target adalah 30 % dr MEF, kemungkinan SU 35 atau kapal selam baru akan di beli di tahap II ( 2015-2019 ) atau tahap III ( 2020-2024)

    BalasHapus
  21. MLM itu adalah Mid Life Modernitation jadi diperpanjang usia pakai namun diperkuat aspek senjatanya ( Kanon, Radar, Comm, dan Informasi ). Tabik

    BalasHapus
  22. dengan anggaran segitu ya lumayanlah indonesia lebih banyak dari beberapa negara asean seperti malaysia yg hanya US$ 4,52 miliar pada 2012 dan rencananya malah malaysia akan mengurangi anggaranya pada 2013, dan pada tahun 2012 indonesia memiliki anggaran terbesar ke 3 di ASEAN setelah singapore (9 USD lebih), thailand (5,52 USD), indonesia (5,42 USD), malaysia (4,52 USD) dan semoga anggaran militer indonesia bisa menyalip thailand diposisi ke 2, dan indonesia jangan hanya membeli dari produk luar, dari produk dlm negeri pun harus dikembangkan, seperti KRI klewang yg di klaim canggih itu, tank tempur baru medium pindad, pembuatan pesawat jet, dan kembangkan juga peralatan militer yg lain, kalo mau beli sekalian aja beli 15 sukhoi, 15 kapal selam kelas canggih (jgn bnyak2 sesuaikan dengan anggaran militer kita) S-300, Dan 102 tank tempur leopard semoga cepet datang, well done indonesia, jadilah macan asia seperti dulu dan bangunlah untuk menjadi kekuatan baru dunia!

    BalasHapus
  23. Semua sudah ada/lengkap, kecuali the only one yaitu SAM jarak menengah, ribuan tank irak hancur dalam sekejap karena mengandalkan manpad/gun.

    BalasHapus
  24. ayo pak presiden di harapkan sekali ini SU-35 BM.
    nyicil dulu lah dikit2 6 unit gt daripada gak sama sekali.

    BalasHapus
  25. Geregetan, 82T ga ada alutsista "monster"nya buat laut & udara, Kapal Perusak ke punya 1 biji, kapal selam ke yg kw 1, S300 ke yang bisa nembak duluan... hadoooohhh, kalo petempur darat ga usah khawatir, lebih banyak petempur indonesia di darat daripada pelor musuh kalau perang.. kekekek... coba aku jadi menhan... hahaha... jangan2 benar indonesia di setting dibawah australia, singapor dan malay persenjataanya (konspirasi barat)... zzzzzzzzzz

    BalasHapus
  26. Kita harus ingat dengan kasus dibukanya teknologi UAV amerika yg di'bajak' di Iran. Amerika sudah bisa mengidentifikasi segala jenis persenjataan di hamparan daratan melalui gelombang radio walaupun dikamuflase. Artinya jika persenjataan tidak bisa disembunyikan 'underground' (teknik vietcong) saat ini akan tetap akan bisa diketahui dengan mudah. Untuk itu butuh 'payung' berupa pertahanan udara dan laut yang kuat sebagai filter dan counter 'electronic war'. TNI harus dipersiapkan tidak hanya untuk mengcounter ancaman 'kelas 3' tapi juga kelas 1. Perang masa kini adalah perang teknologi, "siapa yang pertama melihat" dia adalah pemenangnya. Please, belilah peralatan yang kw 1 dari segi akurasi dan jangkauan seperti Kapal Selam dengan Missile Permukaan (laut), Destroyer, S300 (Long Range Air Defence / udara)dan sejenisnya yang banyak diakomodasi di persenjataan laut dan udara... kalau darat cukup didandani Personal Guided Ground Missile (Javelin, Hornet dsj), RPG, Anti Armored Sniper ataupun Personal Ground to Air Missile (Mistral dsj). Dengan 82T seharusnya dapat diwujudkan, mudah2an 2014 bisa direalisasikan dan dengan anggaran lebih besar lagi. Asli "gahar" kalau terealisasi.

    BalasHapus
    Balasan
    1. setuju banget bro, tu baru namanya senjata buat tni, ini ngak kebanyakan beli sanjata yg ngak d takuti negara lain.........

      Hapus
  27. G usah di ributi, ngak semua peralatan perang toe harus di publikasikan toe?
    ntar intelijen jiran pada tao donk,,,,
    yang tercantum diatas toe hanya sebagian mas,
    klao masalah KS da datang duluan mas, proyek sukro akan tetep lanjut kok. smoga smua y berjalan dgn lancar...
    Perlahan tapi pasti, Indonesia pasti jadi kekuatan militer nomor wahid d kawasan baik dari segi kualitas n kuantitas.
    Bravo TNI....

    BalasHapus
  28. ayolah 82T disisihkan 20T kek untuk beli 1 Skuadron rafale atau SU-35 full persenjataan:D
    dan 8T untuk S-400 :D

    langsung geger dah kawasan ini

    BalasHapus
  29. MALU DONG SAMA SINGAPURA NEGARA KECIL LIAT BELANJA ALUTSISTANYA NO WAHID,MALAY AJA GA BERANI MACEM2 KE SINGAPRA,Malah c malay nantangin negara kita ko bsa gitu yah? sadar diri donk alutsista kita tua bangka semua sudah sepuh.percuma tentara ribuan alutsista minim mati konyol yg ada,dulu sma sekarang beda cerita perang griliya ga bakal ngepek di jaman sekarang semua bisa di awasi lewat satelit militer,semua pos bisa di petakan,maka dari itu berdayakan industri yg ada jgn semua tergantung mulu dari luar 240 jta rakyat indo masa gda yg brilian dlm teknologi, kembali kepemerntahnya serius tdk memperthnkan negri ini yg sdh susah pyah mecapai kemerdekaan,mungkin kita di jman sekarang tdk merasakan pahit getirnya di jajah org asing,knp bangsa kita terjajah d jmn dulu karna saking bodohnya bansa kita,semua itu bsa terulang lagi bila kita tidak berkaca kpd masa lalu,pesan bung karno JASMERAH jgn sekali kali melupakan sejarah,karna masa lalu adalah cerminan buat masa depan

    BalasHapus
  30. sekedar urun rembug foto semacam ini (Sukhoi kita dengan armamen komplit) ada beberapa versi dan semuanya hasil rekayasa/photoshop.. saya yakin ini salah satunya, sudah beredar di dunia maya dari beberapa waktu lampau... maaf OOT, monggo dilanjutkan ^_^

    BalasHapus