Selasa, Desember 18, 2012
13
ARC-(IDB) : Biarpun sudah akan memperoleh sejumlah F-16 Block 30 hasil refurbish, TNI-AU rupanya tidak melupakan 10 unit F-16A/B Block 15 OCU yang pelan-pelan dihidupkan dan dipercanggih kembali. Setelah terakhir melakukan perawatan struktur di Turki, memang belum terdengar lagi adanya rencana major upgrade terhadap armada pesawat tempur yang didatangkan melalui program Peace Bima Sena tersebut.
 
Namun pagi ini British Aerospace System mengumumkan kontrak senilai US$ 63 Juta untuk melakukan perawatan dan upgrade untuk Indonesia dan Irak. Untuk Indonesia jelas upgrade ditujukan kepada F-16A/B Block 15 TNI-AU, serta pengadaan sistem radar pengindera jarak jauh. Sebuah langkah yang unik, mengingat sejatinya F-16 yang akan kita terima dari AS proses refurbishmentnya dilakukan oleh Lockheed Martin. Apalagi Lockheed Martin dalam rilis persnya sudah menyatakan siap menggandeng PT Dirgantara Indonesia sebagai partner lokal untuk proses integrasi sistem dan upgrade F-16 tersebut. Apakah ini ada hubungannya dengan kunjungan Presiden SBY ke Inggris beberapa waktu yang lalu? Terlalu jauh untuk dapat menyimpulkan.

Yang jelas, British Aerospace adalah perusahaan profesional yang memang menyediakan komponen upgrade F-16 secara OEM (Original Equipment Manufacturer). Mereka memenangkan kontrak upgrade F-16 di berbagai Negara, termasuk baru-baru ini Korea Selatan dan Turki, dan F-16 milik ANG (Air National Guard). Komponen yang menjadi andalan salah satunya adalah CFCC (Commercial Fire Control Computer) menggantikan sistem bawaan MMC (Multi Mission Computer) buatan Raytheon. CFCC menawarkan kemampuan proses data yang lebih cepat berkat prosesor yang lebih kuat dan bandwith transfer data yang lebih lebar berkat dukungan Ethernet.

CFCC juga mampu mendukung penggunaan sistem radar AESA (Active Electronic Scanned Array) yang membutuhkan pasokan data dalam jumlah besar. Selain itu BAe juga menyediakan sistem IFF transponder, databus, dan Link 16 communication systems. Walaupun masih belum jelas seberapa komprehensif cakupan dari upgrade yang dilakukan oleh British Aerospace, kabar ini merupakan berita baik bagi armada F-16A/B TNI-AU yang membutuhkan penyegaran dalam hal avionik. Tunggu berita dan perkembangan selanjutnya




Sumber : ARC

13 komentar:

  1. jgn terlalu jauh menghayalnya....ujung2 cuman ban yang diganti

    BalasHapus
  2. Betul gan karena settingan untuk kita biasanya dibawah singa&thai...tapi karena kita kelewat cerdas jadi nurut aja dikadalin.

    BalasHapus
  3. sudah lagu lama bro...
    jangankan F-16 mau retrofit,Sukhoi yg beli baru aja gak ada rudalnya,paling d pasang bom mainan dr malang...

    BalasHapus
  4. Que sera, sera what ever will be, will be, ........... dengan harapan hasil akhir dari kegiatan refitt, retrofit, refurbishment material Alutsista adalah dapat berfungsi lebih baik dalam pelaksanaan tugas nanti. Belajarlah dari pengalaman terdahulu pada kegiatan serupa. Pengalaman adalah guru terbaik.

    BalasHapus
  5. Semoga menghasilkan yang lebih baik kalau tidak lebih baik ke laut aja deh alias gigit jari ...

    BalasHapus
  6. Namun pagi ini British Aerospace System mengumumkan kontrak senilai US$ 63 Juta untuk melakukan perawatan dan upgrade untuk Indonesia dan Irak.

    udah jelas gini masak cuman ganti ban doang

    BalasHapus
  7. Beli kok rongsokan, kalau pesawat tempur mending sukhoi gak ada embargo, F16 ujung2nya embargo kok mau dikadalin blok barat

    BalasHapus
  8. Dari yg pernah saya baca, opsi nerima f16 bekas dgn opsi retrofit alh krn scr garis bsr TNI AU membagi kekuatannya menjadi tiga fighter class category, heavy (sukhoi), medium (f16) dan light ( Hawk dan Tiger ), dan medium fighter lbh di fungsikan sbg patroli udara wilayah, maka fokusnya lbh kepada jumlah yg cukup byk utk mengcover wilayah udara, sdgnkan heavy fighter difokuskan utk intercept dan perang udara, serta light fighter difokuskan utk air combat support spt penembakan ke obyek2 di darat utk mendukung gerak laju pasukan, cm mslhnya apakah F16 yg di retrofit itu bnr2 menjadi blok 52 ? apakah nanti spesifikasinya melebihi negara tetangga kt yg notabene adalah sekutu mereka, sy cm berharap sistem avionik dan penginderaan F16 retrofit tsb yg dpt mendukung BVR, mengingat pesawat Indonesia tdk pny mata jarak jauh spt AEWCS atau AWACS, dan latihan pertempuran udara saat pitch black bbrp bln lalu di aussie, dimana sukhoi menang saat dogfight udara jarak dekat namun kalah saat pertempuran jarak jauh, krn tdk memiliki mata jarak jauh spt F18 Hornet milik Aussie, semoga nantinya kt dpt ijin merakit sendiri C295 versi AEWCS shg PT DI mampu membuat pesawat AEWCS sendiri nantinya .......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tolong dikoreksi bila salah,tapi dengar-dengar ada kabar INDONESIA memesan pesawat yg spec.na AEWCS. Bener gk tuh..??

      Hapus
  9. opsi nerima f16 bekas itu adalah skenario sampai thn 2020, dimana nantinya para f16 itu akan diganti dgn KFX/IFX yg dibuat bersama dgn korsel, namun dgn mulai terjadinya ketidakjelasan akan proyek ini dr pihak korsel, maka apakah skenario nerima f16 bekas ini utk mengisi kekosongan medium fighter sampai dibuatnya KFX/IFX akan dilanjutkan ? ini yg mungkin hrs diantisipasi oleh Indonesia

    BalasHapus
  10. Kemungkinan gagalnya KFX/IFX sudah diantisipasi. Tapi untuk sementara TNI tidak mau membuka rahasia. Menurut saya kan duit untuk proyek KFX/IFX ada, jadi kalo program itu gagal ya cari program lain atau kalau terpaksa beli pesawat yang sudah ada di pasaran. Toh duit/bujetnya sudah ada. Gampang toh.

    BalasHapus
  11. Hibah F-16 sebaiknya ditolak saja daripada nanti diembargo lagi ... kasih hak pengelolaan migas blok baru Natuna ke Rusia ... ditukar dengan 80 Unit Sukhoi 30mk2 + 200unit tank T-90 + 6unit kapal selam Kilo + 500unit Yakhont + 4 destroyer...

    He he he ... keringat dingin tuh para persemakmuran sekeliling kita ...

    BalasHapus
  12. Klo yg sy rskn yg jahat kmngknn org dlm sndr ada yg berperan jd sengkuni, setiap transaksi pembelian pst ada beberapa tehnologi yg sengaja dihilangkan/tdk terpasang, sy sbg rakyat tdk yakin klo nnt upgrading F16 bs sempurna, logikanya knp klo cmn upgrad hrs nunggu 2014 tdk dikrm 1-2 buah utk sample hsl upgradnya utk bs dievaluasi hslnya, namanya aja upgrad pa lgi rekayasa tehnologi yg digabungkan beda generasi pst ada kendala dan permslhnnya, kita berdo'a semoga aja nntnya hibah upgrad F16 nnt tdk ada mslh dan bs jaya diudara

    BalasHapus