Senin, April 07, 2014
3
KUALA LUMPUR-(IDB) : Seorang pejabat senior Malaysia melontarkan teori baru soal hilangnya pesawat Malaysia Airlines MH370, seperti dilaporkan CNN, Minggu (6/4/2014).

Pejabat tersebut mengatakan pesawat itu terbang memutari wilayah udara setelah lepas dari radar militer Malaysia. MH370 kemungkinan sengaja mengambil rute tersebut untuk menghindari radar.

Kesimpulan itu diambil berdasarkan analisis data satelit dan radar. Setelah mengkaji data jalur radar dari sejumlah negara tetangga, pihak berwenang Malaysia menyimpulkan bahwa pesawat penumpang itu terbang di utara Indonesia sebelum berbalik ke selatan Samudera India. Jalur itu memutari wilayah udara Indonesia.

Menurut sumber itu, kata CNN, tidak terbang di atas Indonesia atau di wilayah udaranya.

Sebelumnya pemerintah Malaysia mengatakan bahwa MH 370 diduga secara sengaja mengalihkan rute dari jalur sebenarnya, yang seharusnya ke arah utara menuju Beijing.

Sampai saat ini, para penyelidik belum menyatakan siapa atau mengapa pesawat itu terbang tidak sesuai jalur. Mereka juga belum mencoret kemungkinan kerusakan mesin sebagai penyebab pengalihan rute tersebut.

Pada pertengahan Maret lalu, Menteri Pertahanan Indonesia Purnomo Yusgiantoro menegaskan bahwa militer Indonesia tidak pernah menerima sinyal apa pun dari pesawat Malaysia Airlines MH370 yang hilang kontak pada 8 Maret 2014. Purnomo menduga, pesawat itu terbang di luar jangkauan radar yang dimiliki Pemerintah Indonesia.

"Kami punya sistem radar militer di Sabang, dan pada pagi hari itu, radar kami tidak menerima deteksi dari pesawat mana pun, termasuk pesawat asing. Tidak ada," ujar Purnomo di sela acara Jakarta International Defense Dialogue (JIDD) di Jakarta, Rabu (19/3/2014).

Purnomo mengungkapkan bahwa radar militer Indonesia lebih kuat dibandingkan dengan radar komersial mana pun. Radar ini, lanjutnya, tetap bisa menangkap sinyal pesawat, meski transponder di pesawat dimatikan. Namun, pada tanggal 8 Maret itu, radar militer Indonesia sama sekali tak mendeteksi keberadaan MH370.

Purnomo menduga bahwa MH370 terbang di sekitar perbatasan Thailand atau utara Malaysia. Wilayah ini, lanjutnya, di luar jangkauan radar Indonesia.

Pesawat Malaysia Airlines MH370 terbang dengan tujuan Beijing pada 8 Maret lalu. Namun, pesawat dinyatakan hilang ketika bertolak dari Kuala Lumpur. Data menunjukkan bahwa pesawat itu membawa 239 penumpang. Dari jumlah tersebut, 153 penumpang adalah warga negara China, 38 warga negara Malaysia, dan 7 warga negara Indonesia.




Sumber : Kompas

3 komentar:

  1. pertanyaan untuk malingsia..
    sebenarnya tahu atau tidak apa sebenarnya yg mereka maksud??
    Malaysia yg cerdas pintar dan berbudi luhur, strategi apa yg sedang kalian mainkan dalah peristiwa ini?? malaysia yg semakin memuakkan..

    BalasHapus
  2. namany jg maling biar ud ktawan maling ttep aj teriak maling..
    menunjukan betapa ga profesionalny pejabat2 malingsia!!
    kalo msh ga pcy sm menhan qt suruh aj pespurny lewat wilayah indonesia tnpa koordinasi terlebih dahulu sm TNI,pengen lyt..
    tapi mudah2an emg bnr ketangkep radar qt ya pak menhan :-d

    BalasHapus
  3. Banyak sekali blunder yang di lakukan malaysia tentang jatuhnya pesewat ini.Mulai dari tidak terbukanya pemerintah malaysia terhadap informasi penting,seperti info tangkapan radar militer mereka sehingga, negara negara yang ikut membantu di suruh mencari di lcs padahal mereka tau pesawat masih terbang Ke arah samudra hindia.Pencarian jadi kehilangan momentum dan kerugian materi tampa hasil.NEGARA negara yang ikut membantu malah di tipu.TRAGIS.Sekarang muncul lagi info sepotong sepotung yang bikin bingung.

    BalasHapus