Senin, November 25, 2013
11
JAKARTA-(IDB) : Komisi I DPR yang membidangi pertahanan keamanan, intelijen, dan luar negeri tak heran jika Singapura, Korea Selatan, dan Jepang membantu Australia dan Amerika Serikat menyadap Indonesia. Informasi soal keterlibatan ketiga negara sekutu AS dalam operasi penyadapan terhadap Indonesia diungkap oleh Edward Snowden melalui dokumen yang lagi-lagi ia bocorkan.

Ketua Komisi I Mahfudz Siddiq menyatakan, pemerintah RI harus betul-betul paham bahwa tidak ada negara yang benar-benar bisa menjadi sahabat dalam praktik hubungan internasional. “Jadi kalau RI masih menganut pandangan zero enemy, ya kita akan jadi objek penyadapan semua pihak. Lalu apa kita mau marah dengan semua negara?” kata Mahfudz.

Politisi PKS itu mengatakan, setiap negara yang memiliki aliansi dengan AS pasti akan melakukan berbagai cara untuk mengambil informasi sebanyak-banyaknya tentang Indonesia, meski sesungguhnya mereka punya kerjasama formal dengan RI.

Sejak awal, menurut Mahfud, Australia tidak sendirian dalam memata-matai Indonesia dan negara-negara lain di kawasan Asia. Australia adalah bagian dari operasi intelijen ‘Five Eyes’ yang juga mencakup AS, Inggris, Kanada, dan Selandia Baru. Oleh sebab itu, kata Mahfudz, AS pasti akan menyalurkan informasi intelijennya kepada keempat negara 'Five Eyes' lainnya, begitu pula sebaliknya.

“Berdasarkan satu aliansi ini, informasi yang didapat Australia akan dibagi ke empat negara lainnya. Dalam perkembangannya, 'Five Eyes' mengembangkan jaringan kerjasamanya ke kelompok ketiga,” ujar Mahfudz. Menurutnya, saat ini operasi intelijen 'Five Eyes' telah berkembang ke 12 negara.

Untuk di Asia misalnya, kata Mahfudz, Singapura dan Korea Selatan kerap dilibatkan dalam operasi-operasi intelijen AS karena ada aliansi politik dan militer antara AS dan negara-negara itu. Oleh sebab itu Komisi I DPR meminta RI segera mengoreksi kebijakan ‘zero enemy’ yang selama ini dipegang pemerintahan SBY.




Sumber : Vivanews

11 komentar:

  1. Anggota dewan yang terhormat, saat yang tepat menaikkan anggaran militer....Perkuat alutsista...maju terus indonesiaku...semangat...!!!

    BalasHapus
  2. Sebaiknya DPR dan PEMERINTAH menaikan belanja militer 5% dri PDB. Dan pemerintah meningkatkan hubungan kerjasama militer rusia china.dan keluarla DRI NEGARA NON BLOK.gak berguna..

    BalasHapus
  3. Kayak kita sekolah di bully habis2an krn tdk punya teman sejati, saatnya harus memilih,,, atau paling tdk buat aliansi sendiri

    BalasHapus
  4. Ya...ibarat pepatah...pengalaman adalah guru plg berharga...setelah sekian kali di hina msh mau sendiri...lihat di sekeliling kita itu negara beraliansi semua...negara diasean hnya kt yg sendirian...dan juga negara non blok itu rata terbelakang...jd tunggu apalg segera btk aliansi rusia dan china...buat percepatan kekuatan...dan juga ingat wl kita tetap negara nonblok kl terjadi perang besar di LCS kita jg akan terkena langsung akibatnya...

    BalasHapus
  5. negara non blok itu harus kuat kyak zaman bung karno, walaupun ngak ada teman musuh tetap mikir ganggu kita.
    klau skrang ngara yg senjatany banyak odong2 doang mau jdi negara non blok ya habislah d injak2 negara lain.....
    dsar wakil2 goblok

    BalasHapus
  6. Ingat artikel2 terdahulu yg menyebut indonesia itu seperti gadis cantik yg sedang diperebutkan para lelaki (mereka adalah amrik dari barat dan russia, china dari timur). Setelah memanjakan sang gadis dengan alutsista, kedua lelaki tersebut kini memasuki tahap strategi selanjutnya, perang intelejen. Edward snowden skrg di russia, setelah membocorkan rahasia penyadapan amrik dan sekutunya. Tentunya simpati akan beralih ke russia, apalagi DPR mrk baru2 ini apel malam minggu ke rmh gadis cantik tsb dan menyatakan simpatinya. Posisi skrg 1 - 0 buat russia. Politik zero enemy indonesia sejatinya justru akan memaksa indonesia untuk mengklasifikasi negara mana kawan dan mana lawan. Itu ibarat pernyataan gadis cantik bhw dia masih jomblo.

    BalasHapus
    Balasan
    1. bener bro tapi namanya "gadis cantik di sarang penyamun".. xixixixix

      Hapus
  7. gadis cantik harus punya S300, kalo cuma ngandelin S60 & manpads mah di obok2 mulu deh...

    BalasHapus
  8. Kl begini....kita bukan ibarat gadis cantik yg bersolek dan banyak yg terpikat....yg benar kita adalah ibarat gadis cantik yg diperkosa scr bergilir...dan berulang...tanpa hrs tau mau melapor kemana...krn apa org tua gadis cantik itu dlm hal ini penguasa bodoh...krn uda tau anak gadisnya diperkosa...tp gak mau marah...alias gak ngerti bersikap. Sbgm mestinya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Pemerkosanya 2 muka dan 2 negara, seperti terang dan gelap. Siang jadi p
      Uncle sam malam jadi susie he.....

      Hapus