Senin, September 16, 2013
3
LABUAN JABO-(IDB) : Presiden Susilo Bambang Yudhoyono berharap ajang “sail” yang sudah diselenggarakan selama ini dapat menjadi ajang tahunan.

"Acara sail dan wisata telah lima kali kita selenggarakan. Manfaat sosial dan ekonominya nyata. Saya tetapkan untuk menjadi kegiatan tahunan," tulis Presiden SBY dalam akun twitter-nya, @SBYudhoyono, Minggu (15/9).

Presiden mengatakan, salah satu sarana pengembangan pariwisata yang dilakukan oleh Pemerintah adalah melalui penyelenggaraan acara “sail” dan juga wisata yang sudah dilakukan secara terus-menerus selama lima tahun.

Kepala Negara mengatakan, “sail” memiliki banyak manfaat. Presiden mencontohkan Sail Komodo 2013, Pemerintah dan TNI serta Polri dan dunia bisnis melaksanakan operasi bakti dan bantuan sosial untuk membantu masyarakat yang memerlukan.

Kehadiran peserta dari mancanegara, kata Presiden, juga bisa mempromosikan keindahan alam Indonesia.

"Kehadiran peserta asing dapat memperkenalkan Pulau Komodo dan sekitarnya yang bisa mendatangkan wisatawan asing lebih banyak lagi," kata Presiden.

Presiden mengatakan, ia optimistis sektor pariwisata nasional dapat terus berkembang, antara lain melalui kerja sama antara pemerintah daerah dan sektor swasta.

"Potensi ekonomi dari sektor wisata kita tinggi dan masih bisa kita kembangkan. Saya mengajak daerah dan dunia bisnis untuk bekerja sama,"ujarnya.

Seperti diketahui, pemerintah telah melangsungkan lima kali “sail” yaitu Sail Bunaken, Sail Banda, Sail Wakatobi, Sail Morotai, dan terakhir Sail Komodo.

Raja Ampat Tuan Rumah Sail Indonesia 2014 

Ketua Panitia Pengarah Sail Komodo, Menteri Koordinator Kesejahteraan Rakyat (Menko Kesra) Agung Laksono mengatakan pelaksanaan "Sail Indonesia 2014" dilakukan di Raja Ampat, Papua.

"Sail untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi dan mengembangkan destinasi wisata, karena itu tahun depan kita akan adakan di Raja Ampat," kata Agung Laksono pada puncak acara Sail Komodo di Labuan Bajo, NTT, Sabtu (14/9).

Sail seperti yang dilaksanakan saat ini di Labuan Bajo, menurut dia, juga sebagai implementasi pelaksanaan direktif tentang Percepatan Pembangunan yang mencakup Pengembangan Pertanian Terpadu, Pengembangan Perikanan dan Kelautan, Pengembangan Pariwisata, Peningkatan Infrastruktur, dan Penanganan Warga Baru.

Kegiatan sail ini pun, lanjutnya, sangat tepat dilaksanakan karena sesuai dengan MP3EI Koridor V yang menitik beratkan pengembangan pariwisata.

Sebelumnya, ia mengatakan tujuan pelaksanaan Sail Indonesia untuk pemberdayaan masyarakat setempat dengan memberikan pelatihan-pelatihan bermanfaat untuk memperkuat usaha kecil menengah demi pengembangan sebuah destinasi wisata. Bentuk UKM itu seperti kerajinan, tour wisata, hingga penyediaan akomodasi yang menunjang wisata.

Sementara itu, Menteri Kelautan dan Perikanan Sharif C Sutardjo mengatakan dukungan untuk pengembangan wisata bahari akan diberikan setiap usai pelaksanaan Sail Indonesia.

"Kita perlu melihat apa yang perlu kita kembangkan lebih cepat lagi di satu daerah, sehingga kegiatan sail-sail ini benar-benar dapat dirasakan manfaatnya," katanya.





Sumber : Jurnas

3 komentar:

  1. Sail kan buat ajang pertempuran? Npa jd promo wisata?

    BalasHapus
  2. Y kenapa bisa jadibegitu yah, tapi thanks mas atas sharingnya.

    BalasHapus