Kamis, April 25, 2013
17
Ranpur Dan Rantis Unggulan Pindad

BANDUNG-(IDB) : Kemampuan industri militer dalam negeri terbukti telah mampu menghasilkan produk unggulan. Dengan berkiblat ke Eropa dan NATO (North Atlantic Treaty Organization), Indonesia telah mampu menghasilkan amunisi, senapan bahkan mobil atau kendaraan perang.

Di Indonesia, kemampuan ini hanya dimiliki oleh PT Pindad (Persero). Diproduksi di Bandung Jawa Barat, BUMN senjata ini, telah memproduksi hampir 200 unit panser jenis Anoa 6x6 dan mobil perang lainnya.

Bahkan yang terbaru, Pindad mampu memproduksi Humvee dan akan meluncurkan tank versi Indonesia.  

Berikut produk unggulan tersebut :

Rantis Komodo 


Pindad sejak tahun 2010 telah mengembangkan mobil tempur versi ringan yang bernama Komodo. Desain dan konsep Komodo, mengacu pada mobil perang ringan jenis Humvee buatan Amerika Serikat dan Sherpa buatan Prancis.

Pada 2012, mobil tempur versi ringan ini, mulai diperkenalkan kepada publik. Dibandrol mulai harga Rp 2 miliar hingga Rp 3 miliar, mobil perang ini, telah diproduksi 5 unit dan digunakan oleh kesatuan Kopassus dan Brimob.


Salah satu variannya ialah Battering Ram atau varian Pendobrak. Jenis ini, digunakan untuk pertempuran khusus dan aktivitas anti teror. Mobil yang dipesan secara khusus oleh Kopassus ini, mampu menabrak betok setebal 30cm dan dikendarai saat gelap karena menggunakan sistem kamera night vision.

Kendaraan ini juga, dilengkapi dengan peralatan elektronik dan komunikasi super canggih mendukung operasi khusus. Varian Komodo 4X4 antara lain: APC, Command, Recon, Ambulance, Battering Ram, Cannon Towing dan Rocket Launcher.

Panser Anoa 


Anoa 6X6 merupakan panser buatan Pindad yang telah diproduksi hampir 200 unit. Kendaraan tempur yang didesain 6 varian ini, mengadopsi panser VAB buatan Prancis. Kendaraan yang awalnya diragukan kehandalannya ini, kini telah menjadi idola bagi militer di Indonesia.

Bahkan militer negara tetangga, Malaysia dan Singapura mulai melirik panser yang dibuat dan dirancang oleh tenaga ahli Pindad di Bandung. Dibandrol mulai harga Rp 8 miliar per unit, Anoa telah dirancang sebanyak 7 varian yakni varian ambulance, angkut personel (APC), komando, logistik BBM, logistik munisi, mortir 80 carrier.

Police Water Canon 


Pindad juga telah memproduksi mobil perang tipe water cannon. Dengan kosep mobil penyemprot air untuk tujuan menangani kerusahan atau huru-hara, Pindad memproduksi dan merancang kendaraan water canon untuk kepolisian.

Mobil yang bisa diawaki oleh 4 orang ini, mampu menembakkan air hingga jarak 70 meter. Dilengkapi dengan kamera khusus, water canon buatan Pindad mampu menyemprotkan busa anti api (bom molotov) dan gas air mata.

Mobil perang khusus ini, sekarang sudah digunakan oleh Kepolisian RI, bahkan Timor Leste juga membeli water canon dari Pindad.

Tank Tempur 


Meskipun belum diluncurkan secara resmi, Pindad telah mampu menghasilkan prototype tank varian light (ringan). Mengacu pada tank jenis Scorpion, Pindad siap memproduksi panser dengan model roda rantai ini.

Pindad juga sedang merancang tank tipe medium. Tank ini, mengadopsi pada tank Marder buatan Jerman. 

Meskipun hanya akan memproduksi tank tipe ringan dan medium, namun Pindad mampu melengkapi mobil perangnya dengan meriam untuk tank tipe berat (heavy) seperti Leopard.


Senjata Unggulan PT. Pindad

PT Pindad (Persero) telah mampu memproduksi produk militer kelas dunia. Mengadopsi teknologi dan ilmu dari Eropa dan NATO (North Atlantic Treaty Organization), Pindad telah memproduksi puluhan senapan tipe ringan hingga berat.

Bahkan Pindad memiliki kemampuan memproduksi hingga 40.000 senjata berbagai tipe per tahun. Dari senjata yang diproduksi, setidaknya ada produk senapan Pindad yang telah menjadi andalan.


Salah satunya, senapan serbu tipe SS2. Senapan ini, dirancang dengan konsep keandalan dan keakuratan yang bisa bersaing dengan M16 atau AK 47. Juga ada senapan sniper ala film Rambo, yang bisa menembak hingga jarak 2 km. Mau tahu apa saja senapan-senapan unggulan Pindad?


Senapan Serbu SS1


SS1 merupakan senapan serbu yang mengadopsi dan mengikuti lisensi senapan FN FNC dari perusahaan senjata Fabrique Nationale (FN), Belgia. Senapan yang telah diproduksi sejak 1988 ini sekarang telah banyak digunakan oleh kesatuan di TNI dan Polri.

Bahkan telah diekspor ke mancanegara. Dengan 150 komponen dan mengadopsi teknologi Belgia, Pindad membantah senjata SS1 produksinya, mudah rusak. Pindad telah merancang dan mengembangkan SS1 sebanyak 6 varian. Varian SS1 tersebut, antara lain: SS1-V1, SS1-V2, SS1-V4, SS1-V5, SS1-M1, SS1-RM.

Senapan Serbu SS2 


Pindad telah memproduksi senapan serbu SS2 sejak 2006. Kesatuan yang pertama kali menggunakan senjata hasil pengembangan SS1 ini adalah Kopassus TNI AD.

Senapan ini, dirancang dengan tingkat kehandalan dan keakuratan tinggi. Bahkan mampu bersaing dengan senapan serbu tipe M16 buatan Amerika Serikat atau AK47 buatan Rusia.

Dijual mulai harga Rp 8 juta per unit, SS2 dirancang dalam 4 varian, yakni: SS2-V1, SS2-V2, SS2-V4, SS2-V5.



Senapan Sniper 


Pindad juga mampu memproduksi senapan untuk keperluan khusus seperti untuk pasukan penembak jitu atau sniper. Bahkan, senapan sniper tipe SPR-2, mampu menembak hingga jarak 2 KM. Senapan tipe ini, pernah muncul pada film Rambo.

Selain SPR-2, pindad juga memproduksi senapan tipe SPR-1 dan SPR-2.

Khusus senapan SPR-2 dan SPR-3, senjata ini telah digunakan oleh kesatuan elit TNI seperti Kopassus.

 
Senapan Anti Teror PM2 


PM2 merupakan senapan anti teror yang mengadopsi atau menyerupai senjata H&K MP5 kaliber 9mm. Senapan ini, biasa digunakan oleh pasukan anti teror SWAT asal Amerika Serikat (AS) atau Densus Anti Teror 88 Kepolisian Indonesia dan Kopassus TNI AD.

Dengan konsep, hand machine gun, pindad telah memproduksi senjata yang mampu menembak hingga jarak 75 meter. Pindad memproduksi senapan anti teror ini, sebanyak 2 jenis, yakni: tipe PM2-V1 Dan PM2-V2.
Senapan Mesin 


imgPindad terbukti menghasilkan berbagai tipe senjata. salah satunya, senapan mesin.

Setidaknya Pindad telah memproduksi 3 tipe senapan mesin yakni SM2-V1. Senapan ini, mampu menembak hingga jarak 1,5 km.

Kemudian ada SM-3 yang mampu menembak hingga jarak 1 km atau SM2-V2 yang mampu menembak hingga jarak 1,5 km.

 
  

Meriam 

Pindad juga mampu memproduksi senjata kelas berat. Seperti Meriam tipe ME-105 mm Howitzer. Meriam ini mampu menembakkan amunisi hingga jarak 10,5 km.

Selain senjata berat sekelas Howitzer, Pindad telah memproduksi 3 senjata penembak mortir keperluan operasi khusus. Seperti Mo-1 60 mm Commando, Mo-2 60mm LR dan Mo-3 81mm SB. 









Sumber : Detik

17 komentar:

  1. Mantap. . .maju terus pindad, ditunggu inovasi selanjutnya.

    BalasHapus
  2. Bagus ditingkatkan terus, dengan membuat sendiri yg kecil dahulu seperti brass cap, ganti mesin cetak peluru yg sudah tua, dan pacu untuk dapat membuat amunisi sedang dan berat, 20 mm keatas syukur kalau dapat melompat ke kaliber besar 105 mm - 155 mm termasuk fuse.
    Jangan tanggung- tanggung kalau ada kendala dari Renault dapat di ganti dg Acmat, tapi sebaiknya jgn Izusu atau Hino untuk chasis dan engine.
    Untuk senapan sudah cukup bagus, mulai bergandeng tangan dg pihak swasta atau instansi yg lain membuat sistim kendali senjata dg Laser Range Finder dan Optronic.

    BalasHapus
  3. Aku bangga walau kecil tapi dah bisa di katakan karya anak bangsa!!! Coba kalo yg di pajang tank hasil rerofit, atau hasil refurbish, tentu tak kan sebangga ini!

    BalasHapus
  4. ano atas ane dan bro2 lainny yg kurang suka sm program refurbishing, menurut ane rafurbishment dan retrofiting itu juga prestasi, tau gak? m1a1 abrams amerika itu kebanyakan produksi2 awal yg direfurbishing scr rutin tiap taun, gampangmy kebanyakan m1a1 amrik tuh produk kuno cuma krn refurbishing rutin diperkirakan masih bisa beroperasi smp 2050

    BalasHapus
  5. Ano 20.08, ano diatas sampean ano 19.07 itu masih "bocah = anak2" jadi penyakit "Demonstration Effect" masih melekat di otaknya.
    Dia belum tahu bahwa panser Anoa itu belum battle proven, reputasi di dalam operasinya saja belum tercatat sebagai panser jempolan.
    Dia anak yg belum ngerti essensi peralatan tempur dan juga belum pernah tahu bagaimana performance peralatan tempur yg telah di retrofitt yg sampai sekarang masih tetap jadi tulang punggung dan kebanggaan korps TNI, sehingga belum mempunyai perbandingan yang riil mengenai alat tempur. Jadi percuma di dongengin perihal tank Abrams atau Merkava, nggak bakal masuk di otaknya yg bebal.
    Yang ada hanya euforia lebay. Mestinya anak model begini sekali - kali diajak ikut latihan tempur naik tank lawas suruh turun naik sampai kondor baru ngerasain bagaimana susahnya mencari pengganti tank baru yang akhirnya jatuh pilihan dg retrofitt dan ternyata hasilnya lebih gahar.
    Hati - hati kalo komen jangan meremehkan perjuangan para terdahulu yg tetap ingin exis menjaga kedaulatan dan keamanan negeri walau dg material alutsista hasil retrofitting, sekali lagi komen miring awas kau !!!

    BalasHapus
  6. Ano 20.52 kau ini miring ya??? Yg di bicarain anak2 ini kan kebanggaan sekali lagi KEBANGGAAN bukan kemampuan!!!! Faham????? Kalo bicara kemampuan anak tk pun tau!!! Makanya kalo dah tua jgn cepet naek darah ntar strook!!!sana tidur kau!!!!

    BalasHapus
  7. Ada aksi ada reaksi. Makanya kalau komen yg enak cukupkan dg kebanggaan produk baru tapi jgn meren dahkan produk yg lain kalau ada yg marah nggak mau mawas di ri malah lebih galak.

    BalasHapus
  8. Нåª˚◦♪н媷¨♫нåª˚◦♪. Ano 20.52 = BOLER

    BalasHapus
  9. memang blm betul2 battle proven sih, tapi udah pernah wisata jalan2 ke lebanon neh anoa buat patroli dan hasil nya lumayan memuaskan kok hehehe,,,

    BalasHapus
  10. Bener tuh sampe2 tetangga pada sir!!

    BalasHapus
  11. Sudah semestinya kita bangga dg produk2 anak bangsa walaupun hanya sekedar "tukang las/jahit"sekalipun...sembari kita beri masukan untuk kritik2 yg membangun.dg landasan jiwa nasionalisme dan cinta tanah air kelak kita akan jaya sebagai bangsa yg besar...

    BalasHapus
  12. Perlu dimulai jg pengembangan senjata non konvensional. Seperti amrik yg sudah bisa membuat peluru tanpa mesiu yaitu dgn tenaga listrik, kemudian jg membuat senjata laser. Sepertinya ide ini kedengaran berlebihan, tp kalau tdk segera dimulai, kita akan ketinggalan terus, dan yakin bhw ilmuwan RI bisa saja utk mengembangkannya.

    BalasHapus
  13. ss2 harganya mulai 8 juta,aku jd kepengen punya tuh..

    BalasHapus
  14. Mantab Pindad...
    Di sempurnakan dulu yg ada sebelum melangkah lebih jauh,jangan terlalu ambisius nanti malah jatuh gak bangun2 kayak PT.DI pada awal Reformasi....
    Masalah retrofit Tank itu patut di acungi jempol,bisa buat Pembelajaran Pindad untuk merancang sesuatu yg baru...
    jangan remehkan barang retrofit donk,motor CB saja kalo di retrofit siap kok di adu sama Mega Pro baru...

    BalasHapus
  15. Bagus tapi kapan indonesia bisa memproduksi kapal selam dan kapal induk?

    BalasHapus
  16. Saingi terus M16 sm AK-47 buktikan kl produksi Indonesia gak klh sm luar negeri

    BalasHapus