Minggu, September 16, 2012
0
MOROTAI-(IDB) : Sebanyak 21 kapal terdiri dari kapal perang dan kapal pemerintah turut ambil bagian dalam pelaksanaan Sail Morotai 2012 di Pulau Morotai, Maluku Utara, Sabtu (15/9/2012).
Dari 21 kapal tersebut, ada dua kapal perang yang pernah mendarat di Pulau Morotai pada 15 September 1944 di saat Perang Dunia II. Dua kapal perang itu yakni kapal KRI Teluk Ratai 509 dan KRI Teluk Bone 511.

Kedua kapal ini juga turut ambil bagian dalam rangkaian acara Sailling Pass kapal perang. Dalam kegiatan Sailling Pass kapal perang ini, hanya 13 jenis kapal perang baik dari dalam negeri maupun luar negeri, termasuk KRI Teluk Ratai dan KRI Teluk Bone. Sisanya merupakan kapal pemerintah dan kapal pengawas dari Polri.

Ada tiga kapal perang mancanegara yang turut ambil bagian, yakni kapal US Navi 7th dari Amerika Serikat, kapal Serious dari Australia, dan kapal Parsistence dari Singapura. Sisanya 10 kapal perang itu merupakan kapal perang milik Indonesia dari berbagai satuan.

Kapal perang Indonesia yang unjuk gigi di Sailling Pass di antaranya KRI Slamet Riyadi 352, KRI Abdul Halim Perdana Kusuma 355, KRI Hiu 804, KRI Kakap 811, KRI Renjong 622, KRI Badik 623 dan KRI Teluk Ratai, serta KRI Teluk Bone.

Selain kapal perang ini, ada juga kapal-kapal lainnya, seperti kapal Baruna Jaya, kapal navigasi Bimasakti, dan kapal dr Suharsono.

Tak hanya Sailling Pass kapal perang, puluhan kapal layar dari peserta Yacht Rally dari sejumlah negara juga turut meramaikan puncak acara Sail Morotai pada Sailling Pass kapal layar.

Lebih dari itu, acara juga dimeriahkan oleh atraksi terjun payung oleh tim gabungan penerjun dari TNI/Polri. Sebanyak 100 penerjun melakukan atraksi terjun payung di pelataran acara puncak Sail Morotai.

Yang menarik dari aksi terjun payung ini, mereka mengibarkan bendera-bendera peserta Sail Morotai, seperti Laos, Vietnam, Malaysia, Kamboja, dan negara ASEAN lainnya. Juga dikibarkan bendera Amerika Serikat, Jepang, dan Australia. Bendera Merah Putih dan bendera Sail Morotai berkibar sebagai penutup aksi terjun payung.



Sumber : Kompas

0 komentar:

Posting Komentar