Selasa, Juli 08, 2014
0
MADIUN-(IDB) : Satuan Penanggulangan Teror (Satgultor) TNI berhasil melumpuhkan kelompok teroris yang berkekuatan 8 orang yang menyandera 10 orang delegasi warga negara AOSTRA didalam pesawat Boeing 737 milik Maskapai AOSTRA  LINES. Aksi pembebasan para sandera tersebut disaksikan langsung oleh Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko didampingi Kepala Staf Angkatan beserta pejabat teras TNI di Pangkalan Udara Iswahjudi Madiun, Senin (7/7/2014).

Latsatgultor TNI tahun 2014 melibatkan 586 orang, terdiri dari Kolat 36 personel, tim pendukung 371 personel dan pelaku 179 personel. Sasaran yang ingin dicapai dalam pelaksanaan Latsatgultor ini adalah menguasai dan mahir dalam melaksanakan teknik serbuan pesawat, teknik infiltrasi secara senyap, teknik pembersihan, evaluasi sandera dan teroris, teknik menembak atas bawah penembak runduk, teknik deteksi dan evakuasi bahan peledak, teknik deteksi materiil dan personel menggunakan anjing pelacak, taktik dan teknik Shipboarding serta teknik dan taktik pertempuran jarak dekat.


Dalam sekenario latihan, telah terjadi pembajakan pesawat komersil jenis Boeing 737 milik Maskapai AOSTRA  LINES tujuan Jakarta yang membawa delegasi World Economic Forum dari negara AOSTRA.  Kelompok teroris berkekuatan 8 orang berhasil menyandera 10 orang delegasi warga negara AOSTRA didalamnya.


Pesawat Boeing 737 milik Maskapai AOSTRA LINES yang dibajak dipaksa mendarat ke Lanud Iswahyudi Madiun atas perintah teroris, selanjutnya para pembajak mengancam akan meledakan pesawat tersebut apabila ada upaya aparat mendekat serta mereka menuntut kehadiran media dalam rangka menyampaikan pernyataan mereka. Seluruh penumpang pesawat berjumlah 10 orang  merupakan delegasi World Economic Forum dari negara AOSTRA berhasil di sandera oleh anggota teroris.


Dengan kondisi tersebut diatas aparat intelijen melaporkan aksi penyanderaan ke jajaran Polri dan BIN untuk segera mengumpulkan data, menganalisa dan melaporkan perkembangannya kepada Presiden RI serta mengaktifkan Crisis Center karena terjadi aksi penyanderaan pesawat Boeing 737 di Pangkalan Udara Iswahyudi. 


Berbagai analisa opsi menemui kebuntuan, sehingga dilaporkan dalam forum koordinasi DKPT (Desk Koordinasi Pemberantasan Terorisme) di Tingkat Pusat dipimpin oleh Menkopolhukam. Selanjutnya Menkopolhukam melaporkan ke Presiden RI tentang eskalasi ancaman dan merekomendasikan agar diambil tindakan represif terhadap aksi penyanderaan pesawat Boeing 737 di Pangkalan Udara Iswahyudi untuk selanjutnya diserahkan kepada Panglima TNI.


Selanjutnya, Presiden RI memerintahkan ke Panglima TNI untuk mengambil langkah-langkah guna menangani aksi teror tersebut. Panglima TNI menunjuk Danjen  Kopassus sebagai Pangkogasgab Gultor TNI untuk membentuk Kogasgab Gultor TNI dari Sat 81 Kopassus, Sat Bravo Paskhas TNI AU untuk menyiapkan dua Detasemen dalam rangka operasi pembebasan sandera CNOOC pesawat Boeing 737 di Pangkalan Udara Iswahyudi. Dalam waktu yang singkat, Sat 81 Kopassus dan Sat Bravo Paskhas TNI AU dapat melumpuhkan para pembajak tersebut.


Usai kembali dari Madiun, Panglima TNI Jenderal TNI Dr. Moeldoko memimpin Apel Kesiapan Prajurit TNI di wilayah Kodam Jaya  Jakarta dalam rangka Pengamanan Pemilihan Presiden RI Tahun 2014, di Parkir Timur Senayan Jakarta. Apel tersebut melibatkan sekitar 2.500 prajurit TNI dari  Kodam Jaya, Kostrad, Kopassus, Marinir dan Paskhas serta materiil terdiri dari 30 unit truk, 4 ambulance, 1 mobil Komob, 400 sepeda motor berbagai jenis, 30 Panser Anoa, 1 unit tim Jihandak dan 3 unit Helly.


Panglima TNI dalam pengarahannya memerintahkan agar prajurit di lapangan dalam melaksanakan tugas tetap netral, tegas dan profesional dan tidak ragu-ragu dalam bertindak sesuai prosedur yang berlaku dan semua langkah-langkah yang dilakukan prajurit harus terukur dan proposional. Apabila terpaksa harus dilumpuhkan, maka tindakan untuk melumpuhkan dilakukan dengan cara-cara yang tidak mematikan.


"Seluruh rakyat Indonesia mengharapkan kesiapan seluruh prajurit TNI agar tercipta kondisi stabilitas keamanan yang baik. Untuk itu, kehadiran prajurit sekalian sungguh-sungguh memberikan rasa aman yang nyata dan kendali operasi hanya satu komando yaitu ditangan Panglima TNI", tandasnya.



 
Sumber : TNI AU

0 komentar:

Poskan Komentar