Rabu, April 02, 2014
10
JAKARTA-(IDB) : Presiden ke-3 Republik Indonesia Bacharuddin Jusuf Habibie atau yang akrab disapa BJ Habibie meluncurkan buku barunya yang berjudul Tak Boleh Lelah dan Kalah.

Peluncuran buku tersebut dilakukan di Gedung Bank Indonesia, Thamrin, Jakarta. Dalam sambutannya, BJ Habibie menyebutkan bahwa buku berjudul Tak Boleh Lelah dan Kalah mengacu pada pengalaman hidupnya.

Salah satunya adalah curahan hati saat PT Industri Pesawat Terbang Nusantara (IPTN) yang selanjutnya berganti nama menjadi PT Dirgantara Indonesia (PTDI) harus ditutup pada 2002.

Meski begitu, BJ Habibie menekankan bahwa dirinya akan melanjutkan keberlangsungan PTDI, yang telah mendapatkan momen kebangkitan pada awal 2012 lalu.

"PTDI akan saya lanjutkan dengan produksi pesawat yang lebih canggih dari N250. Saya dengan tim sedang merekayasa sebuah pesawat bernama R-80 yang dalam satu tahun lagi akan kami persiapkan supaya bisa mengudara pada 2017," ujar Habibie di Gedung BI, Jakarta, Selasa (1/4/2014).

Pesawat R-80 ini memiliki makna R dari kata Regional dan 80 adalah jumlah penumpang pesawat tersebut. Kelebihan pesawat dengan teknologi anyar ini adalah memiliki baling-baling yang dapat menentukan antara angin yang dingin dan angin panas yang berasal dari engine atau mesin.

Gunanya adalah terjadi campuran angin dingin dan angin panas sehingga bisa mendapatkan kecepatan yang lebih tinggi. Campuran angin dingin dan angin panas itu disebut bypass ratio. Semakin tinggi bypass ratio yang dimiliki, energi bahan bakar yang digunakan semakin irit.

"Airbus atau Boeing punya bypass ratio 12, semakin sedikit bypass ratio, maka makin sedikit tingkat efisiensi bahan bakarnya. R-80 memiliki bypass ratio 40, sasarannya kurang lebih 30 persen konsumsi bahan bakarnya lebih irit, lebih efisien," ujar Habibie.

Produksi pesawat terbang R-80 akan dilakukan oleh PT Dirgantara Indonesia. Produksi proyek pesawat ini diharapkan akan mampu mendongkrak nasionalisme rakyat Indonesia, berjalan lancar. "Saat ini saya sedang mempersiapkan ini bisa terbang tahun 2017. Yang bikin nanti Dirgantara Indonesia," kata Habibie.




Sumber : Detik

10 komentar:

  1. harus kita dukung ya, terutama pemerintah juga harus lebih mendukungnya. Dengan pembiayaan tentunya. Kapan Indonesia dapat bangkit memiliki teknologi maju sendiri. Sudah saatnya kita mengalihkan perhatian pada produksi dalam negeri. Agar kisah kelu dibalik sukses N250 yang terhenti tidak terulang lagi.

    BalasHapus
  2. Semoga dapat terwujud, dan kalu boleh saran bikin mesinnya juga sehingga Indonesia benar benar mandiri.

    BalasHapus
  3. Harus di dukunglah ini pesawat baling baling kok yg di pamer pamer bermesin jet turbo ?... di dukung bila perlu aset negara kasih ke pak habibe family , siapa tahu pesawat racikan pak habibe ada yg belli ?....

    BalasHapus
  4. Bukan masalah turbo jetnya...melainkan pesawat ini di desain khusus buat penerbangan perintis. Saya yakin dgn kmampuan insinyur kita dlm pmbuatan bermesin jet hanya saja mereka tentunya terkendala dgn modal dan pasar. Bukan begitu mas Bro....????

    BalasHapus
    Balasan
    1. China sudah menghabiskan 200 T untuk riset mesin jet.. dan sampai sekarang belum sempurna.. padahal SDM china tidak diragukan lagi.

      Hapus
  5. Nah Harus Maju terus jgn smpe IMF bikin gara" atau nyari cara untuk gagalin tuh produk. Dari pada Bapak ngurusin Tank mending Fokus aja ke Pesawat Pak ! wokee..... :d

    BalasHapus
  6. Yop ...pesawat civil bermisin jet di tanah air untuk 10 tahun kedepan 500 buah buat apa repot repot alaa cina dan airbus , kan ada boieng ,airbus tinggal belli beress ....sudah cerita lama nkri tidak penerbangan civilian ajaa...di jasa angkutan laut ga beda jauh di kuasai asing , tahun 2015 negara kutu asean sudah di caver MEA bebas masuk mondar mandir di lagit nkri , kalau orang pintar bisa nya mewakili asing di pujaa terrus kemungkinan hanya tinggal tunggu waktu ajaa...nkri bakal senasip dengan yogoslavia or ussr jadi negara kennangan kennagan .

    BalasHapus
  7. Saya merasa bangga bila pak habibie mampu membuat pesawat tempur bermesin jet misalnya sukhoi atau pesawat tempur f35 ,kl pesawat baling2 sdh tdk mampu bersaing ,kecuali angkut tentara maupun alat tempur semacam pesawat antonov .

    BalasHapus
  8. Jagan mimpi pak habibie buat jet tempur..kalau pesawat penumpang dia akan buat.tpi jet tempur no way.. Dia org taat dlm agama.dia gk mau ciptaanya nanti dipake untk perang.

    BalasHapus
  9. partsipasi dalam memajukan negara sendiri , ini yang saya salutkan kepada mantan presiden RI BJ Habibie......
    sumbangsi besar dalam meningkatkan nama bangsa dlam bidang perindustrian khusus nya dalam bidang industri pesawat terbang cukup memberikan gengsi berarti terhadap bangsa ini,khusus nya di wilayahASIA tenggara,indonesia adalah negara satu2 nya yang mampu memproduksi pesawat terbang,,
    semoga negara mendukung penuh usaha Bpk BJ habibie ini untu proyek R 80 nya

    BalasHapus