Jumat, Februari 28, 2014
0
BOGOR-(IDB) : Darfur merupakan medan operasi yang tidak ringan, demikian dikatakan oleh Wakil Kepala Staf Angkatan Darat (Wakasad) Letnan Jenderal TNI Munir, dihadapan 800 prajurit TNI yang tergabung dalam Satgas Batalyon Komposit TNI Kontingen Garuda (Konga) XXXV-B/UNAMID (United Nations Mission In Darfur) yang sedang melaksanakan PDT (Pre Deployment Training) beberapa waktu lalu, di Pusat Misi Pemeliharaan Perdamaian (PMPP) TNI, Sentul, Bogor, Jawa Barat.

Wakasad juga menegaskan, sebagai pasukan yang tergabung dalam Pasukan Perdamaian PBB di bawah bendera Unamid, Satgas Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-B harus dapat membawa perdamaian di tanah Darfur. “Upayakan untuk bisa berkomunikasi dengan kelompok yang bertikai, agar dapat menjadi penengah”, tandasnya.

Seperti diketahui, Batalyon Komposit merupakan misi Satgas TNI pertama yang memang dipersiapkan untuk menjadi Pasukan Perdamaian PBB di Darfur, Sudan, Afrika, selama satu tahun. Dengan dikomandani oleh Mayor Inf Rudy Sandry, S.Sos., alumni Akademi Militer 1997, Batalyon yang berkekuatan 800 personil TNI, terdiri dari unsur TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Laut, TNI Angkatan Udara, dimana sebagian besar pasukan ini direkrut dari Batalyon Infanteri 721/Makkasau, Kodam VII/Wirabuana, Sulawesi. 

Sementara itu, Komandan Satgas (Dansatgas) Batalyon Komposit TNI Konga XXXV-B/Unamid Mayor Inf Rudy Sandry, S.Sos., mengatakan bahwa keberangkatan pasukan ke Darfur untuk membawa kedamaian dan harus mampu memenangkan hati dan pikiran rakyat Darfur, agar tercipta kedamaian disana. 

Saat ini, Satgas Batalyon Komposit TNI sedang melaksanakan berbagai persiapan dalam rangka penugasan ke Darfur, melalui kegiatan Pre Deployment Training yang diselenggarakan oleh PMPP TNI, personil Konga XXXV-B/Unamid dilatih dan diberikan berbagai pembekalan, yang terkait dengan  aspek  penugasannya di Darfur. Kegiatan PDT sendiri dilaksanakan sejak 18 Februari sampai dengan 19 Maret mendatang. 

Ditempat Terpisah, Kontingen Garuda Terima Koin Penghargaan Di Lebanon

Personel Kontingen Garuda (Konga) XXVI-F2/UNIFIL (United Nation Interim Force In Lebanon) Satgas Indo FPC (Indonesia Force Protection Company), Kapten Psk Noviery Jacky Wohel yang menjabat sebagai Komandan Tim (Dantim)-2 Satgas Indo FPC menerima Koin Penghargaan dari Force Commander UNIFIL, Mayor Jenderal Paolo Serra.

Pemberian penghargaan dilaksanakan usai memimpin jajar kehormatan (Guard Of Honour) atas kunjungan delegasi Finlandia, Letnan Jenderal Arto Raty, Permanent Secretary of Defense of Finland ke Markas UNIFIL HQ (Headquarter) Naqoura Camp, Lebanon, Senin (24/2/2014).

Tugas melaksanakan jajar kehormatan merupakan tugas protokol yang sifatnya insidentil dan diperintahkan langsung oleh Force Commander. Melalui Protocol & Registry UNIFIL HQ Letkol Chandra menyampaikan bahwa, Force Commander sangat concern terhadap tugas jajar kehormatan ini dan selalu hadir dalam setiap sesi latihan hingga pada tahap pelaksanaan hormat jajar itu sendiri. Hal itu semata dilakukan dalam menjaga kehormatan dan kebanggaan UNIFIL dalam setiap kunjungan delegasi pejabat negara peserta TCC (Troops Contribution Country).

Sementara itu, Komandan Satgas (Dansatgas) Indo FPC Konga XXVI-F2/UNIFIL, Mayor Inf Aulia Dwi Nasrullah menyampaikan, usai mengantar kembali delegasi Finladia dengan prosesi jajar kehormatan yang berjalan dengan aman dan lancar, Kapten Psk Jacky selaku Komandan jajar kehormatan langsung diperintahkan menghadap Force Commander UNIFIL Mayor Jenderal Paolo Serra dan mengatakan “you did a great job” serta menjabat tangan Kapten Psk Jacky untuk memberikan apresiasi kebanggaan.

Dansatgas Konga XXVI-F2/UNIFIL Mayor Inf Aulia Dwi Nasrullah turut bangga atas penghargaan tersebut dan mengucapkan selamat kepada Dantim-2 Satgas Indo FPC, Kapten Psk Noviery Jacky Wohel. “Tidak semua prajurit UN mendapatkan Koin Penghargaan tersebut. Jadikan moment ini sebagai motivasi untuk berbuat yang terbaik di tugas-tugas selanjutnya” kata Dansatgas.





Sumber : TNI

0 komentar:

Posting Komentar